
Seminggu berlalu.
Carissa sudah sibuk mendekorasi butiknya. Devian mendapatkan tempat yang sangat strategis membuat Carissa semakin bersemangat dan tak sabar untuk membuka butiknya.
Hari menjelang siang, Carissa duduk di sofa dan menyandarkan punggungnya untuk melepas penat. Mata Carissa tetap memperhatikan para pekerja yang sibuk mengecat tembok dan beberapa orang yang menata perlengkapan butiknya.
Drt Drt
Ponsel milik Carissa bergetar menunjukkan nama "Suamiku" pada layarnya.
"Hallo, Sayang.." sapa Devian.
"Hemm, iya sayang.." sahut Carissa lirih.
Meskipun sudah sebulan lebih menikah dengan Devian, namun panggilan sayang masih terasa canggung bagi Carissa.
"Bagaimana harimu? Apakah lelah?" tanya Devian.
"Lumayan. Tapi masih lebih baik daripada aku harus rebahan di rumah." jawab Carissa membuat Devian terkekeh pelan.
"Bagaimana kalau kita makan siang bersama?" ajak Devian menawarkan.
"Boleh. Memangnya kamu tidak sibuk?" tanya Carissa memastikan.
"Kebetulan ini jam istirahat. Lagipula aku harus menyempatkan waktu untuk istriku kan?" jawab Devian tak lupa menggoda Carissa.
"Hentikan, Dev. Cepat jemput aku." kata Carissa sedikit kesal.
"Baiklah, 10 menit aku sampai. Ehm, tidak! 5 menit aku akan ada didepanmu." ucap Devian membuat Carissa geli.
"Sudahlah, terserah kau saja. Hati-hati." kata Carissa.
"Siap, istriku." sahut Devian bersemangat kemudian mematikan panggilannya.
"Kenapa aku merasa Devian semakin aneh ya?" tanya Carissa dalam hati.
Carissa bergegas membersihkan diri di kamar mandi khusus untuk dirinya yang disiapkan Devian di ruangan pribadi Carissa.
"Dev sudah bekerja keras. Sepertinya aku harus memberinya kejutan." batin Carissa.
Carissa takjub dengan ruangan yang disiapkan Devian, benar-benar didesain agar membuat dirinya nyaman.
"Apa kau menyukainya?"
Carissa seketika memutar badannya saat mendengar suara yang sangat familiar baginya.
"Dev, kau sudah datang? Apa kau punya jurus memindahkan diri dalam sekejap?" tanya Carissa terkejut saat melihat kedatangan Devian.
"Hahaha...." Devian tertawa dengan pertanyaan istrinya.
"Mana mungkin, istriku. Butikmu ini kan tidak jauh dari perusahaan. Aku sengaja memilih tempat ini, agar aku bisa kapan saja mengunjungimu." jawab Devian berjalan menghampiri istrinya.
Devian memeluk Carissa kemudian mengecup keningnya sekilas.
"Hemm.. pantas saja." ucap Carissa.
"Sebentar, aku ganti pakaian dulu ya." kata Carissa namun ditahan oleh Devian.
"Tidak perlu, kau cantik pakai ini." ucap Devian seketika membuat wajah Carissa merona.
"Hisssh.. Kau ini selalu saja bisa membuatku tersipu." kata Carissa sambil menampakkan senyum manisnya.
"Tapi aku habis berkeringat, Dev. Ini membuatku tak nyaman." ucap Carissa membuat Devian menghela nafas.
"Aku pastikan akan lebih cantik dari ini." kata Carissa membuat mata Devian berbinar.
"Hem, baiklah. Dandan yang cantik istriku." ucap Devian kemudian duduk di sofa panjang yang tersedia di ruangan itu.
Tak butuh waktu lama, Carissa keluar dengan menggunakan wrap dress patern selutut warna tosca motif bunga. Carissa menguraikan rambutnya, hanya menjepit poninya agar terlihat lebih rapi. Tak lupa memoles make up tipis diwajahnya. Penampilan Carissa simpel namun elegan.
"Wow, istriku cantik sekali." puji Devian membuat Carissa tersenyum.
"Kan aku sudah bilang, akan lebih cantik." ucap Carissa membuat Devian mengangguk-anggukan kepalanya.
"Ayo, aku sudah lapar. Keburu jam istirahatmu habis." ajak Carissa menggandeng tangan Devian.
__ADS_1
"Hemm.. Sepertinya istriku lupa posisi suaminya." ucap Devian membuat Carissa menghentikan langkahnya.
"Astaga! Benar sekali aku lupa kalau kau CEO!" kata Carissa menepuk pelan jidatnya.
"Tapi bukan berarti kau seenaknya di jam kerjamu, Dev. Kau harus menjadi pemimpin yang bisa menjadi teladan baik bagi bawahanmu." ucap Carissa mengingatkan membuat Devian tersenyum dan menatap lekat.
"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa ada yang aneh di wajahku?" tanya Carissa gelagapan.
Devian hanya menggelengkan kepala dan masih mempertahankan senyumnya.
Carissa menatap Devian bingung.
Devian mendekat kemudian mengecup pipi Carissa dengan lembut membuat Carissa membulatkan matanya.
"Istriku sekarang suka mengomel ya?" goda Devian membuat Carissa sontak menutup mulutnya.
"Menggemaskan." ucap Devian sembari mencubit pelan pipi Carissa.
"Deevvv..." gerutu Carissa.
"Jadi makan siang tidak?" tanya Carissa dengan nada kesal.
"Uluh uluh.. Istriku jangan marah.. Ayo kita makan siang." ajak Devian bersemangat menggandeng tangan Carissa berjalan menuju mobil yang terparkir di depan butik.
"Itu tadi Devian?" tanya Carissa bergumam melihat kelakuan suaminya.
Carissa masih mencoba mencerna dan mengedip-ngedipkan matanya.
Tanpa Carissa sadari, ia sudah duduk didalam mobil.
"Sayang? Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" tanya Devian melihat Carissa yang melamun.
"Hah? Tidak ada." jawab Carissa kemudian tersenyum lalu membuang muka dan menatap ke jalanan.
Devian menghendikan bahu dan menyalakan mesin mobil lalu menginjak gas menuju restoran terdekat.
"Sejak kapan Devian punya sisi seperti ini sih?" Carissa bertanya-tanya dalam hati dan sesekali melirik Devian yang fokus dengan kemudinya.
Tak jauh berkendara, mobil milik Devian berhenti di halaman parkir sebuah resto masakan khas nusantara.
"Kita sudah sampai, istriku." ucap Devian dengan senyumnya kemudian bergegas turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Carissa.
"Dev, kau terlalu berlebihan." kata Carissa lirih kemudian menyambut tangan Devian dengan tersipu.
Perlakuan Devian sontak membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian bagi para pengunjung dan membuat Carissa malu.
"Tidak perlu malu. Justru seharusnya kau merasa bangga karena memiliki suami yang romantis." bisik Devian membuat tubuh Carissa meremang.
"Romantis?"
"Benar. Kau memang sangat romantis, Dev." ucap Carissa kemudian melangkah dengan pasti dan senyum mengembang.
Kedua sejoli itu langsung duduk di tempat yang kosong dan pelayan bergegas menghampiri mereka.
Devian yang memesan menu makan siang karena Carissa bingung sehingga hanya setuju dengan pilihan suaminya.
*
*
*
"Alex, ini aku." panggil Aninda dari luar ruangan kerja Alex.
"Iya, sayang.. Masuklah." sahut Alex.
"Sayang, lihatlah." ucap Aninda dengan wajah sumringah dan menunjukkan sebuah gambar di ponselnya kepada Alex.
Alex mengalihkan pandangannya dari laptop kemudian melihat sebuah foto gaun putih dari ponsel Aninda.
"Wow.. Istri Dev memang berbakat." puji Alex.
Alex menatap foto itu tak berkedip, pikirannya langsung membayangkan Aninda memakai gaun itu di hari bahagia mereka.
"Kau pasti sangat cantik di hari itu." ucap Alex membuat Aninda tersenyum.
__ADS_1
"Aku jadi tak enak dengan Rissa. Dia pasti sudah menghabiskan banyak waktu dan materi untuk membuat gaun ini." kata Aninda dan seketika senyumannya luntur berubah menjadi sendu.
"Hey.. Jangan begitu. Sahabatmu sendiri yang ingin memberikanmu hadiah kan? Tak perlu sungkan. Bagaimana kalau kita gantian memberikan mereka hadiah sebagai tanda terimakasih?" tanya Alex membuat Aninda berpikir sejenak.
"Hadiah apa yang cocok untuk mereka?" tanya Aninda mengingat Carissa dan Devian sudah bergelimang kemewahan.
"Hemm.. Tenang saja, aku sudah menyiapkan sesuatu yang akan membuat mereka terkesan." jawab Alex dengan senyum jahilnya.
"Hey.. Hey.. Kau tidak sedang menyiapkan sesuatu yang konyol kan?" tanya Aninda saat menangkap senyuman aneh pada wajah Alex.
"Tentu tidak, Sayangku. Kau tidak perlu khawatir." ucap Alex.
"Hemm... terserah kau saja. Tapi kalau terjadi sesuatu, aku tidak ikut campur ya." kata Aninda membuat Alex terkekeh.
"Baiklah." sahut Alex membuat Aninda menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Dasar aneh." ucap Aninda dalam hati.
*
*
*
"Sayang, kenapa akhir-akhir ini selera makanmu menurun?" tanya Devian khawatir.
"Hemm? Entahlah. Mungkin aku kelelahan." jawab Carissa seadanya.
"Tapi kau harus tetap makan ya. Jaga kesehatanmu." pesan Devian membuat Carissa mengerutkan dahinya.
"Baiklah." sahut Carissa dengan senyum manisnya.
Pasangan itu melanjutkan makan siang. Setelah piring kosong, Carissa menuju toilet untuk buang air kecil.
Saat Carissa keluar dari toilet dan kembali bersama Devian, ia dihadang oleh seorang pria. Pria itu memakai jaket kulit, celana jeans, topi dan kacamita serba hitam.
"Maaf. Permisi, saya mau lewat." ucap Carissa kepada pria yang menutupi jalannya.
"Aku ingin berbicara denganmu." kata pria misterius itu membuat Carissa mendongak namun tak dapat mengenali pria itu.
"Apa kita saling mengenal?" tanya Carissa sambil mengerutkan keningnya mencoba mengingat siapa pria dihadapannya saat ini.
"Tidak hanya saling mengenal. Bahkan lebih.." jawab pria itu membuat Carissa merasakan desiran aneh mengalir ditubuhnya.
Carissa hanya menatap pria itu dengan tatapan kosong. Carissa mencoba mengingat siapa pria itu namun tidak berhasil.
"Apakah aku mempunyai hubungan spesial dengan seorang pria sebelum menikah dengan Devian?" tanya Carissa dalam hati.
Melihat ekspresi bingung diwajah Carissa, pria itu menyeringai.
"Tidak masalah jika kau melupakan kenangan kita. Aku akan setia menunggumu untuk mengingatnya." ucap pria itu lagi.
"Siapa kau?" tanya Carissa berharap saat mendengar nama pria itu ia bisa mengingat sesuatu.
"Hemm.. Tidak perlu terburu-buru. Kita akan bertemu lagi dan saling mengenal kembali." ucap pria itu kemudian tersenyum dan meninggalkan Carissa yang tampak linglung.
Carissa menatap kepergian pria itu yang berjalan meninggalkannya.
"Kenapa postur tubuhnya sangat familiar? Siapa dia sebenarnya? Apa mungkin dia orang di masa laluku?" gumam Carissa penuh tanya.
"Aku tidak pernah amnesia kan?" tanya Carissa lagi pada dirinya sendiri.
"Entahlah." ucap Carissa mengusap kasar rambutnya membuatnya sedikit berantakan.
Saat Carissa melangkahkan kaki tanpa sengaja sepatu heelsnya menyentuh sesuatu.
"Apa ini?" tanya Carissa lalu membungkukkan badannya untuk mengambil sebuah sapu tangan yang terjatuh.
Sapu tangan berwarna biru muda. Terdapat bordiran huruf AR pada sudut sapu tangan itu.
"Mungkinkah ini milik pria tadi?" gumam Carissa kemudian menyimpan sapu tangan itu kedalam tas kecilnya.
-BERSAMBUNG
Terimakasih kepada Readers yang masih setia menunggu kelanjutan novel ini ya. Minthor akan berusaha tetep update sampai kisah ini selesai disela-sela kesibukan.
__ADS_1
Mohon dukungannya, dengan like dan komentar ya DevRissa lovers 🖤
Terimakasih 🖤