
"Silahkan Mas ! Mbak !" ucap Pelayan cafee itu , meletakkan makanan pesanan mereka di atas meja .
"Trimakasih !" balas Arya . Bunga , ia hanya diam saja , sibuk dengan handphon di tangannya .
Arya menggeser batagor yang di pesannya tadi ke depan Bunga ." Ayo cepat makan , habis ini saya akan mengantarmu pulang."
Bunga mendongakkan kepalanya , mengalihkan tatapannya ke wajah Arya .
"Saya tadi hanya pesan minum aja , kenapa jadi ada makanan ?" tanya Bunga .
"Saya yang pesan untukmu , cepat makan !" perintah Arya .
"Aku gak mau !" bantah Bunga .
"Kamu tau konsekuensinya jika membantah" ancam Arya .
Kenapa guru galak ini jadi menyebalkan ?. Aku bisa gila jika harus menghadapinya setiap hari . Disekolah dia menjadi singa , sekarang dia berobah menjadi kucing . batin Bunga
Bunga memicingkan matanya ke arah Arya , dengan bibir yang ditekuk ke bawah . Tangannya bergerak mengambil sendok di atas piring . Lalu menyuapkan potongan batagor ke mulutnya denga rasa kesal , karna terus di paksa .
"Makan yang benar !" tegur Arya , melihat Bunga menyuapkan batagor kemulutnya dengan cara cepat , sampai mulut Bunga penuh dan susah mengunyah , dan bibirnya pun belepotan dengan sabal dan kuah kacang .
Arya menghela napasnya melihat tingkah Bunga . Entah gadis seperti apa yang akan ia nikahi . Mengingat Bunga adalah siswi yang bandel , sudah itu gak pintar lagi . Dan sifatnya yang tengil , dan masih kekanankan . Ya ! Bunga memang masih anak anak , ia masih remaja baru 17 Tahun . Dan yang terakhir , wajahnya ,cantiknya pas pasan , berbanding jauh dengan Arya yang tampan dan pintar .
Arya mengambil sendok dari tangan Bunga , karna Bunga tidak mendengarkannya bicara . Kemudian mengambil tissu di atas meja , kemudian melap bibir Bunga yang belepotan .
"Habiskan makanan di mulutmu !" ujar Arya , karna Bunga menatapnya .
Bunga diam tidak menjawab , karna mulutnya yang penuh makanan , ia tidak bisa bicara . Mulut Bunga terus menguyah dan menelan makanan dengan susah payah , tanpa melepas tatapannya dari Arya . Setelah makanan di mulutnya habis , Arya pun memberinya minum .
"Aku bisa sendiri !" tolak Bunga .
"Buka mulutmu atau kucium !" ancam Arya .
"Cium aja , kalau Bapak gak malu !" kali ini Bunga menantang .
Arya tersenyum licik , kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Bunga . Membuat Bunga merinding , karna merasakan hangatnya sapuan napas Arya di kulit wajahnya .
Cup !
Bunga terlonjak , Arya benar benar menciumnya . Arya mencium pipinya . Bunga tidak menyangka guru yang terkenal galak itu , gila juga .
"Jangan coba coba menantangku !" ucap Arya lagi tepat di telinga Bunga , kemudian menjauhkan wajahnya .
__ADS_1
Dug dug dug dug ...!
Jantung Bunga seketika berdetak kencang , seperti genderang mau perang . Bunga tidak pernah merasakan jantungnya berdetak sedasyat ini sampai hatinya ikut bergetar ,meski Aldo kekasihnya sering menciumnya .
Ada apa dengan jantungku , kenapa seperti mau melompat . Aduh dadaku menjadi sesak ya ? , apa jantungku mau copot apa mau pecah . Ya Tuhan ! , apa aku terkena serangan jantung ?.batin Bunga .
" Buka mulutmu ! , kalau gak , aku akan mencium bibirmu !" ancam Arya lagi .
Gila !, batin Bunga , langsung membuka mulutnya , menerima suapan dari Arya .Awas kau guru sialan !, tunggu pembalasanku !. Aku tidak terima diperlakukan seperti boneka . Lihat saja ! , akan ku buat kau bertekuk lutut di hadapanku !.
Bunga mengunyah makanan di mulutnya dengan mata melotot tanpa berkedip . Memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk membalas perbuatan Arya , sudah berani menciumnya dan memerintahnya .
Meski geram dan kesal dengan mahluk yang duduk disampingnya . Batagor yang di piring Bunga tetap habis ia makan , meski katanya tadi ia tidak ingin makan . Ah ! , Bunga sangat menyukai makanan yang berkuah kacang .
"Mau nambah ?" tanya Arya . Dengan tidak tau malunya , Bunga menganggukkan kepalanya . Bukankah dia lagi kesal ? .
Semakin Bunga kesal atau lagi marah , napsu makan Bunga akan bertambah dua kali lipat . Jangan heran , itulah kebiasaan buruk Bunga .
kalau di tanya kenapa , Bunga akan menjawab , Kesal juga butuh tenaga .
" Makan ini aja"
Arya menyodorkan Burger yang di pesannya tadi .
"Masih kurang ?"
Bunga menganggukkan kepalanya setelah menelan makanan terakhir di mulutnya .
"Di bungkus aja !" ucap Bunga . Arya mengangkat sebelah tangannya mengacak acak rambut Bunga , gemas .
Setelah membayar semua makanan mereka , Arya langsung mengantar Bunga pulang . Di perjalanan mereka hanya diam saja , tidak ada yang berbicara sampai Arya memarkirkan mobilnya di depan rumah Bunga .
Arya turun dari dalam mobil , Ia mengantar Bunga ikut masuk ke dalam rumah .
"Assalamu alaikum..! , Bunga pulang...!" teriak Bunga masuk kedalam rumah .
"Walaikum salam ! , Nak Bunga !." bi Siti yang membalas salam Bunga .
"Kak Bunga ! , kebiasaan deh teriak kalau masuk rumah , bikin orang kaget aja" kesal Sofia , lagi ngejain PRnya di sofa ruang tamu .
"Hehehe...! , nih ! , kakak bawa makanan buat adek kakak yang cantik ini." Bunga meletakkan kantong plastik yang berisi makanan yang tadi di beli Arya . Kemudian mencubit pipi Sofia , gemas .
"Sakit Kak !" keluh Sofia , mengerucutkan bibirnya .
__ADS_1
Tanpa menghiraukan mahluk yang datang bersamanya , Bunga langsung naik kelantai masuk ke dalam kamarnya . Hari ini , cukup ia menghabiskan waktu berpura pura baik baik saja . Bunga mengunci pintu kamarnya , kemudian berlari ke arah tempat tidur miliknya , menghempaskan tubuhnya dengan posisi tengkurap .
Apa yang harus ia lakukan sekarang , ia tidak mau menikah dengan gurunya itu . Ia hanya ingin menikah dengan Aldo laki laki yang ia cintai . Tapi ia tidak bisa menolak , karna perjodohan itu adalah wasiat sang kakek yang sangat ia sayangi . Dan juga tidak tega menolak permintaan Nenek Marni yang dalam keadaan sakit .
"Kakek.. kenapa kakek membuat perjodohan konyol ini ?" ucap Bunga , berharap mendiang sang kakek datang untuk membatalkan perjodohannya .
" Sofia ! , Kakak langsung pulang ya ! , salam buat Om sama Tante !." pamit Arya , karna di rumah itu hanya ada Sofia adik Bunga dan Art .
"Iya Kak ! , sama kak Bunga gak disalamin nih !" goda Sofia . Sifatnya sama seperti Mama Indah , suka menggoda orang .
Arya menarik sudut bibirnya ke atas" Sama Bunga juga !" ucapnya , membuat Sofia cekikikan .
"Assalamu alaikum !"
"Walaikum salam !"
Arya pun keluar dari rumah kediaman Pak Fariq .Melangkahkan kakinya berjalan masuk ke dalam Mobilnya dan langsung melajukannya keluar dari halaman rumah Kediaman calon istrinya .
Bunga yang mendengar mobil Arya pergi , ia langsung turun dari atas tempat tidur dan langsung keluar kamar turun kelantai bawah .
"Kak Bunga mau kemana ?" tanya Sofia , melihat Bunga berjalan ke arah pintu .
"Ke rumah Aldo !" jawab Bunga keluar dari rumah .
Sampai di rumah Aldo , Bunga langsung masuk berjalan menaiki tangga ke lantai dua setelah ia mengucapkan salam . Bunga sudah terbiasa di rumah Aldo, ia bebas di sana . Bunga pun membuka kamar Aldo dan langsung masuk .
"Al !" panggil Bunga . Iya yakin Aldo sudah pulang sekolah , dan tidak akan kemana mana kalau tidak ada dia . Tapi Aldo tidak ada di dalam kamar , Kamar Aldo tampak rapi .
"Nak Bunga !" pembantu di rumah Aldo masuk menyusul Bunga .
Bunga membalik badannya ke arah pintu "Aldo mana Bu ? , belum pulang ?"tanyanya .
Pembantu itu tidak menjawab , ia menyodorkan Bunga sebuah amplop berwarna putih .
"Apa ini Bu ?"tanya Bunga .
"Ibu gak tau nak Bunga , baca aja katanya !" jawab Pembantu itu .
Bunga menerima surat itu dan langsung mengeluarkan isinya .
"Kalau begitu Ibu permisi dulu !" pamit Pembantu yang bernama Asih tersebut .
"Terimakasih Bu !" ucap Bunga . Ibu Asih tersenyum menganggukkan kepalanya , kemudian keluar dari kamar Aldo .
__ADS_1
Perlahan Bunga membuka lipatan kertas isi surat di tangannya .