Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 31


__ADS_3

Bunga bolak balik menghidupkan layar ponselnya , melihat apakah ada notivikasi chat masuk ke grub sekolah sejak tadi , tapi sampai pagi ini belum ada . Dan seharusnya sudah ada gosib yang menyatakan hubungannya dengan Arya . Secara 'kan tadi malam mereka sudah jalan berdua kesalon , ke Dokter gigi , dan makan malam bersama di salah satu restoran , malah dengan sengaja Bunga melingkarkan tangannya ke lengan Arya .


Kenapa gak ada yang mengambil photiku dengan si burung gagak ?, seharusnya pagi ini grup chat sudah pada heboh !, batin Bunga , mengembangkan pipinya , memandang layar phonselnya yang menampakkan berita berita gosib di sekolah mereka .


"Sayang ! udah selesai ?" Arya membuka pintu kamar Bunga , melangkahkan kakinya mendekati Bunga yang duduk di tepi ranjang . Ia juga sudah berpakaian rapi dengan seragam mengajarnya .


"Sudah !" jawab Bunga , berdiri dari tempat duduknya .Bibirnya bawah dam atasnya terlihat sedikit dower karna ada kawat kawat cantik mengganjal di dalam bibirnya .


"Tumben kamu gak pake celana lagging ?" tanya Arya , melihat lutut Bunga kelihatan .


"Mau ikut nebeng pak Arya !" jawab Bunga .


"Tumben ?"


"Kalau aku pakai motor , rusak dong ! rambutku ! , wajahku juga akan terkena debu !, percuma dong ! semalaman perawaran !" jawab Bunga , kali ini jawabannya benar . Padahal Bunga ingin memamerkan kebersamaannya dengan Arya .


Arya mengecup bibir bunga kilas " Yuk kita sarapan !" ajaknya kemudian . Menarik tangan Bunga keluar kamar , dan satu tangannya menenteng tas Bunga .


"Selamat pagi Bu !" sapa Bunga tersenyum ramah , sampai menampakkan behel berwarna hitamnya yang berbaris rapi .


"Selamat pagi juga nak Bunga !" Bu Ipa menolehkan pandangannya ke arah Bunga , yang sudah duduk di kursi meja makan ." Sepertinya ada yang beda !" komentar Bu Ipa , melihat ada yang berbaris menghiasi gigi Bunga .


"Hehehehe...!" cengir Bunga ," Bunga pasang behel Bu ! , biar gigi Bunga gak maju mundur cantik lagi." jawab bunga . Saat Bunga ingin mengatupkan bibirnya , eh ! malah bibirnya yangkot di behel . Terpaksa Bunga memajukan bibirnya dulu, dengan keadaan terbuka supaya bibirnya tidak nyangkot lagi saat ia merapatkan bibirnya .


Ternyata pake behel ribet juga !, batin Bunga .


Selesai menghabiskan sarapan , Arya dan Bunga pun berangkat kesekolah , hari ini mereka berangkat bersama .


"Sayang ! dari tadi lihatin HP terus ?" tanya Arya , sesekali melirik Bunga yang duduk di sampingnya .


"Ngecek gosip pagi ini !" jawab bunga ." Mana tau masih ada gosip baru dengan cewek lain" ucapnya dengan bibir manyun . Padahal Bunga berharap dialah yang akan di gosipkan dengan si burung gagaknya itu .


"Gak usah di tanggapi !" balas Arya , mengusap kepala Bunga dengan sebelah tangannya . Tidak perlu Arya bertanya lagi , Ia sudah tau kalau Bunga cemburu dengan gosip gosip itu , itu artinya Bunga sudah menyukainya . Tapi biarkan saja seperti itu , sampai Bunga menyadari perasaannya sendiri .


Sampai di sekolah , Bunga pun turun dari mobil Arya , dengan langkah yang di buat seanggun mungkin . Berharap orang orang pada membicarakannya memiliki hubungan dengan Arya .

__ADS_1


"Woi ! Bunga ! , kenapa jalanmu seperti entok ?" kelakar Gandi yang berjalan di belakang Bunga . melihat Bunga berjalan dengan pantat bahenolnya , yang geol kanan geol kiri .


Bunga langsung membalik badannya , lalu mencebik ."Aku lagi latihan berjalan seperti Miss Miss University di tivi tivi" jawab Bunga .


"Kalau jadi Miss bajing loncat aku percaya !" cibir Gandi .


"Itu tidak usah di pertanyakan lagi ! , sekarang aku mau mencari gelar baru !" balas Bunga langsung membalik tubuhnya kembali berjalan melewati koridor ke arah kelasnya .Ia tidak akan sakit hati , di ejek dan di katakan jelek ,menurutnya dia memang jelek . Bahkan menurutnya siapa yang mengatakan dia cantik , itu adalah dusta .


"Tadi malam Aldo menelephonku !" ujar Gandi . Mensejajarkan langkahnya dengan Bunga .


Bunga langsung menghentikan langkahnya , mengarahkan tatapannya ke wajah Aldo .


"Dia merindukanmu !" lanjut Gandi .


"Bilang sama dia aku tidak merindukannya lagi !" balas Bunga , dengan rasa kecewanya .


Jika memang Gandi merindukannya kenapa gak menghubunginya langsung . Salahkah Bunga , jika ia tidak merindukan Aldo lagi . Entah sejak kapan nama Aldo mulai mengikis dari hati Bunga . Bunga kecewa dengan Aldo yang pergi tanpa pamit dan menemuinya untuk terakhir kalinya , tidak memberi Bunga kesempatan berbicara . Saat itu Bunga sangat ingin berkeluh kesah kepada Aldo , menumpahkan segala ke gundahannya .


Merusak moodku pagi pagi aja !"batin Bunga .


Bunga mengerutkan keningnya melihat Arya berjalan besama Zoya ke arah parkiran Mobil .


"Hei Bubu ! , semenjak kapan kamu menjadi kamera berjalan ?" tengur Gandi, melihat pandangan Bunga tidak putus dari Arya dan Zoya , sama seperti siswi lainnya .


"Penasaran aja ! memastikan gosip di grub chat " jawab bunga .


"Semenjak kapan kamu peduli dengan gosip ?" tanya Gandi lagi .


Mereka pergi satu mobil , mau kemana mereka ? . Kenapa si burung gagak tidak memberitahuku tadi ?" batin Bunga .


"Woi ! Bubu ! di tanya malah bengong !" Gandi mengibaskan tangannya di depan wajah Bunga .


Bunga mencebikkan bibirnya ," au ah !." Bunga langsung pergi meninggalkan Gandi .


Sampai di dalam kelas mereka , Bunga mendudukkan tubuhnya dengan wajah lesu tak bersemangat .

__ADS_1


"Woi Bubu ! , kenapa pagi pagi kamu sudah layu ?" tanya vani , baru datang .


"Aku masih baper , tadi malam aku bermimpi bertemu dengan opa Cha eun wo" jawab Bunga sekenanya .


"Oh iya ! aku lupa ! kalau yang kutanya orang setengah waras" ucap Vani , duduk di bangku yang berada di belakang Bunga .


"Tari ! cepat kesini ! , ada gosip baru terHOT !" melambaikan tangannya kepada Tari yang baru nongol di pintu .


"Gosip apa lagi Vani ?" tanya Tari , mendudukkan tubuhnya di samping Vani .


"Lihat ini !, sepertinya benar banget ! , kalau Zoya itu tunangan Pak Arya !" ujar Vani , menunjukkan photo sepasang tangan yang saling bertautan di IG milik Zoya, di jari manis kedua tangan itu sama sama tersemat cincin .


"Mungkin iya !" balas Tari , dia juga tidak terlalu suka dengan gosip .


Bagaimana ya ! caranya supaya orang orang tau kalau aku ini tunangan Pak Arya ?, batin Bunga .


.


.


Bunga memakan baksonya sambil bengong , dari tadi ia hanya kebanyakan diam . Ia terus memikirkan bagaimana caranya supaya orang tau , kalau dia adalah tunangan Arya .


"Bubu ! , itu cincinmu bagus banget , simpel tapi terlihat cantik" ujar Vani . melihat cincin di jari manis Bunga . Tari , Gandi dan Leo mengarahkan tatapan mereka ke arah Bunga bersamaan .


Bunga tersenyum , ia pikir ini waktunya memberitahu sahabatnya kalau ia adalah tunangan Arya .


"Ini cincin tunangan..


"Kamu sudah tunangan dengan Aldo ?, selamat ya Bunga ! . Akhirnya kalian gak perlu lagi menyembunyikan hubungan Kalian." Potong Vani memeluk Bunga, mengucapkan selamat dengan begitu antusiasnya . Dengan suara agak kencang , sehingga penghuni kantin lainnya menoleh .


"Benaran Bubu ? , kok gak bilang kita kita ? . Kalau begitu selamat ya !" Sambung Tari , memeluk Bunga mengucapkan selamat .


"Wah ! selamat ya Bubu ! , kapan rencana kalian naik ke pelaminan ?" tanya Leo , menyalam tangan Bunga , begitu juga dengan gandi .


Bunga hanya bisa tersenyum masam , menanggapi ucapan selamat para sahabatnya ,Kenapa jadi begini ?, batin Bunga .

__ADS_1


.


.


__ADS_2