
Bunga terus menangis di dalam pelukan Arya yang hanya berbalut selimut , menyandarkan kepalanya di dada polos Arya .
"Maaf sayang ! , tadi malam aku harus melakukannya !" ucap Arya , mengusap usap kepala Bunga dari belakang , dan tidak berhenti mengecup ngecup ujung kepala Bunga .
"Tidak ada cara lain selain aku harus menggaulimu sayang ! . Maafkan aku ! , bukan maksudku untuk memanfaatkan keadaanmu ! . Aku juga dengan berat hati melakukannya , aku juga ingin kita melakukannya , sama sama sadar dan sama sama menginginkannya . Aku juga sudah berjanji kepada Papa untuk tidak meminta hakku sebelum kamu lulus sekolah . Tapi melihat keadaanmu semalam , tidak mungkin aku membiarkanmu menderita , kamu bisa dalam bahaya sayang !" jelas Arya . mengecup ujung kepala Bunga lagi .
"Bagaimana kalau aku hamil ?, aku belum siap !." tanya Bunga di selah selah tangisnya .
"Jika kamu hamil , itu berarti Tuhan mempercayakan seorang anak kepada kita . Masalah siap atau tidak , Tuhanlah yang tau , siapa hambanya yang siap atau tidak" jawab Arya .
"Aku masih kecil !" rengek Bunga manja .
"Siapa bilang kamu masih kecil sayang ! hm..!. Buktinya ini badanmu sudah besar , bahkan susah untuk kugendong" balas Arya .
"Kalau aku sampai hamil , bagaimana dengan sekolahku ?" tanya Bunga lagi.
"Nanti kita pikirkan , Pasti ada jalan keluarnya ."
"Aku sudah gak perawan lagi ! huaaa...." tangis Bunga pecah lagi .
"Ssssttt....!, kamu melakukannya dengan suamimu sayang !" Arya mengulum senyumnya .
"Bukan aku yang melakukannya ! tapi kamu !"sangkal Bunga.
"Sama sama sayang !"
"Kamu ! , aku gak sadar melakukannya !" Bunga memukul dada Arya tidak terima .
" Iya sayang ! , aku , jangan menangis lagi ya !" bujuk Arya . Mengeratkan pelukannya , mengecup kening Bunga lama .
Ini namanya musibah membawa berkah ,pikir Arya .
"Yuk kita mandi ! , ini sudah pagi , biar kita siap siap kesekolah !" ajak Arya .
"Aku gak mau sekolah ! , hari ini aku mau libur !." manja Bunga .
"Hari ini kamu ada ulangan sayang !" Arya mengingatkan .
"Huaaaa.....! aku sudah gak perawan lagi...!" tangis Bunga kembali . Masih berat rasanya bunga menerima kenyataan kalau dia sudah bukan gadis lagi di usianya yang masih sangat muda , meski suaminya yang mengambil kesuciannya .
"Sayang ! apa kamu gak ikhlas ?, aku suamimu sayang ! " tanya Arya , tangannya mengusap usap punggung Bunga .
Bunga menghentikan tangisnya ," aku takut ada yang mengetahuinya , orang orang akan menghinaku !" jawab Bunga .
__ADS_1
"Gak ada yang mengetahuinya sayang !, sekalipun ada yang mengetahuinya , kita memiliki bukti kalau kita sudah menikah . Kita tidak melakukan dosa sayang !, jangan takut ! , aku tidak akan membiarkanmu menghadapinya sendirian" terang Arya .
Arya pun mengangkat tubuh Bunga yang berbalut selimut , membawanya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri .
Selesai membersihkan diri , mereka pun sama sama keluar dari dalam kamar mandi , hanya dengan memakai handuk di tubuh mereka .
"Apa masih sakit sayang ?" tanya Arya , melihat Bunga berjalan sedikit mengernyit .
"Sedikit !" jawab Bunga .
Arya mengecup kening Bunga dengan sayang ." aku minta maaf ya !" ucapnya setelah melepas kecupannya .
Bunga menganggukkan kepalanya , mau bagaimana lagi , sudah terjadi . Itu juga berasal dari kesalahannya , karna sudah keluar rumah tanpa meminta ijin suami . Mungkin alam melaknatnya , memberinya hukuman .
Kini mereka sudah berada di meja makan , menikmati sarapan pagi mereka .
"Bu !" panggil Arya kepada Bu Ipa .
"Ada apa nak Arya ?"
"Tolong pindahin barang barang Bunga ke kamar atas ya Bu !" jawab Arya , setelah menghabiskan sarapan di piringnya .
"Iya nak Arya !" Bu Ipa , menahan senyumnya . Ia sudah bisa menebak apa yang terjadi tadi malam dengan kedua majikannya itu . Karna tadi , Bu Ipa sempat melihat Arya keluar dari kamar Bunga , dengan rambut basah , dan hanya memakai handuk berjalan menaiki tangga ke lantai dua .
"Sayang ! ayok berangkat !" ajak Arya , melihat Bunga sudah selesai sarapan . Bunga menganggukkan kepalanya , berdiri dari tempat duduknya .
Mereka pun keluar dari ruang makan , berjalan ke arah pintu keluar .
"Sayang ! semangat dong !" ucap Arya , melingkarkan sebelah tangannya ke pingggang belakang Bunga , lalu mengecup pelipis Bunga dari samping , menuntun Bunga keluar dari dalam rumah .
Bunga menekuk bibirnya ke bawah , ia masih sedih kehilangan keperawanannya .
Arya membukakan pintu mobil untuk Bunga , membantu Bunga duduk , kemudian menutup pintunya kembali .
Kemudian Arya masuk ke dalam mobilnya , dan langsung melajukannya setelah ia menutup pintu di sampingnya .
Bunga berjalan malas masuk ke dalam kelasnya , disana sudah ada ke empat sahabatnya menunggunya .Matanya masih terasa ngantuk , perasaannya tadi malam ia hanya tidur sedikit , dan badannya juga terasa capek dan remuk .
"Bunga ! , katakan kalau kamu baik baik aja !" todong Vani langsung kepada Bunga yang baru duduk . Tari , Gandi ,Leo menganggukkan kepalanya , seperti menanyakan hal yang sama .
"Aku ngantuk !" jawab Bunga menjatuhkan kepalanya ke atas lengannya yang ia lipat di atas meja .
"Apa yang di lakukan Pak Arya tadi malam ?" bisik Vani ke telinga Bunga , supaya teman teman satu kelas mereka tidak mendengarnya .
__ADS_1
"Kalian ingin aku menjawab apa ? , kalian tanya aja Pak Arya , apa yang ia lakukan !" jawab Bunga bergumam dengan mata terpejam . Membuat Vani Tari Leo dan Gandi saling berpandangan dengan pikiran masing masing .
Jam istirahat pertama , Bunga pun tidak pergi ke kantin seperti biasanya . Ia tidur di dalam kelas , karna matanya yang masih ngatuk berat .
"Tar ! apa Bunga diperawani Pak Arya tadi malam ?" bisik Vani ke telinga Tari . Sekarang mereka lagi duduk di kantin bersama Gandi dan Leo .
"Aku juga pikir seperti itu !" balas Tari .
"Apa yang kalian bisik bisikkan ?" tanya Gandi yang melihatnya .
"Urusan perempuan !" jawab Tari , Vani mengangguk tanda setuju .
Gandi memicingkan matanya ke arah dua cewek yang duduk di depannya itu , seperti menelisik .
"Kalian membicarakan Bunga 'kan ?" tanya Gandi lagi .
"Gak !" bohong Vani dan Tari bersamaan .
"Kalian gak usah berpikiran aneh aneh !" tebak Gandi tepat sasaran .
"Gak kok !" bantah Vani dan Tari bersamaan , kemudian menghabiskan makanan di mangkok mereka .
Setelah menghabiskan makanan mereka , mereka pun segera kembali ke dalam kelas .
"Bubu ! bangun ! " Tari menggoyang lengan Bunga . Kemudian mengernyitkan keningnya , memegangi badan Bunga , menempelkan punggung tangannya ke kening dan leher Bunga .
"Kenapa Tar ?" tanya Vani .
"Badan Bunga panas , sepertinya dia demam !" jawab Tari .
Vani pun menyentuh kening Bunga yang tertidur pulas . "Iya !"
"Bubu ! bangun !" Vani membanginkan Binga lagi , namun Bunga tidak bangun juga .
"Gan ! tolong bawa Bunga ke UKS !" suruh Vani , kawatir dengan sahabatnya itu .
"Benaran Bunga sakit ?" tanya Gandi , ia pun memegang kening Bunga , memastikan .
"Badannya panas banget !" ucap Gandi , kemudian mengangkat tubuh bunga yang tidak sadarkan diri . Membawanya ke UKS , di ikuti Vani Tari dan Leo .
.
.
__ADS_1