
"Kok cincinnya gak ada ya ?" Bunga berbicara sendiri , meraba raba saku celana jins yang dipakenya tadi ." Apa jatuh ?" ucapnya lagi , menggigit bibir bawahnya , berpikir sampai keningnya mengerut , mengingat ngingat kira kira cincinnya jatuh dimana , tapi Bunga tidak ingat sama sekali .
Gawat ! si burung gagak itu pasti akan memarahiku memberiku hukuman . Bagaimana ini ? besok pasti dia menayakannya , batin Bunga .
Bunga pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri .
Aku harus pergi dari sini ! ,bersembunyi untuk sementara waktu . Aku gak mau si burung gagak itu menghukumku apa lagi sampai melakukan adegan 21+ . Gak gak gak ..., jangan sampai itu terjadi , batin Bunga mandi dengan terburu buru .
Selesai mandi , Bunga langsung keluar dari dalam kamar mandi . Memakai pakaiannya dengan cara cepat , memoles sedikit wajahnya dengan bedak Baby , Bunga pun langsung keluar dari dalam kamarnya , setelah mengambil tas ransel kecil yang berisi Duit handphon dan kunci motor yang terletak di atas meja belajarnya .
"Kak Bunga baru aja pulang sudah mau pergi lagi" Ujar Sofia , melihat Bunga berjalan ke arah pintu membawa tas yang biasa Bunga bawa .
Bunga memutar tubuhnya ke arah Sofia " ada urusan penting , bilang sama Mama sama Papa , aku gak pulang , aku tidur di rumah teman" ucap Bunga kepada Sofia .
"Gak ah !"
Bunga mencebikkan bibirnya , kemudian membuka tas ranselnya , ia sudah hapal dengan akal bulus adiknya itu , mengambil selembar duit warna merah memberikannya kepada Sofia .
"Baiklah kakakku sayang ! , ucapan kakanda perintah bagi adinda" ucap Sofia menangkupkan kedua tangannya di depan dada , dan sedikit membungkuk .
Membuat Bunga memutar bola matanya jengah , kemudian memutar tubuhnya , melangkahkan kakinya keluar rumah .
Bunga mencebikkan bibinya lagi melihat motornya tidak ada di garasi . Ia lupa kalau motornya ia tinggalkan di sekolah , saat ia bolos menaiki gerbang .
Tapi bagus deh !, tidak ada yang tau aku kemana ? , batin Bunga , melangkahkan kakinya ke luar dari gerbang rumahnya . Sampai Bunga di pinggir jalan raya , Bunga langsung naik angkot yang kebetulan berhenti karna ada orang turun .
"Sofia ! panggil Bunga untuk makan Malam !" sahut Mama Indah dari ruang makan .
"Kak Bunga ke rumah temannya Ma ! , katanya nginap !" Sofia membalas sahutan Mama Indah dari ruang keluarga .
"Panggil Papa sama Rania !" sahut Mama Indah lagi .
"Iya Ma..!" balas Sofia lagi .
"Bunga mana Ma ?" tanya Rania , mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan .
"Ke rumah temannya kata Sofia" jawab Mama Indah .
"Oo !"
__ADS_1
"Bunga nginap di rumah temannya yang mana Ma ?" tanya Pak Fariq , mendengar pembicaraan istri dan putrinya .
"Gak tau Pah !" jawab Mama Indah .
"Gimana sih Ma !putri sendiri gak tau kemana !" balas Pak Fariq .
"Mama gak tau Bunga pergi Pah ! , Sofia yang lihat " ujar Mam Indah .
"Bunga nginap di rumah temannya yang mana Sofia ?" tanya Pak Fariq kepada putri bungsunya .
"Gak tau Pah ! , katanya ke rumah teman , itu aja !" jawab Sofia menyuapkan nasi ke mulutnya .
"Papa sudah bingung Ma ! , bagaimana cara mendidik Bunga" ucap Pak Fariq lemah , menatap Mama Indah sendu .
"Mama juga Pah !" balas Mama Indah .
"Apa kita serahkan aja sama Arya ya ! , kita suruh Arya membawa Bunga tinggal bersamanya . Bagaimana menurutmu Ma ?" tanya Pak fariq .
"Terserah Papa Aja gimana baiknya !, Mama juga bingung Pah !" jawab Mama Indah .
Besok harinya di sekolah , Arya tidak melihat Bunga dari pagi . Arya menghela napasnya , memikirkan Bunga yang tidak mau diajak berobah . Semalam Arya sengaja memberikan Bunga handphon gratis , dan tidak mempermasalahkan uang yang di habiskan Bunga . Arya berpikir biarkan saja , asalkan Bunga mau di bujuk , supaya mau belajar ,dan tidak bolos sekolah lagi ,ternyata Arya salah , Bunga tetaplah Bunga .
Setelah memarkirkan mobilnya di halaman rumah Bunga . Arya pun melangkahkan kakinya ke arah pintu dan langsung memencet bel yang ada di dekat pintu .
"Assalamu alaikum !" sahut Arya .
"Walaikum salam !" sahut dari dalam , tidak lama kemudian pintu pun terbuka .
"Nak Arya ! ayo masuk !"
"Iya Ma ! , Bunganya ada Ma ? , hari ini dia gak masuk sekolah" tanya Arya , melangkahkan kakinya masuk .
"Tadi malam dia nginap di rumah temannya" jawab Mama Indah .
"Apa Bunga sering nginap di rumah temannya Ma ?" tanya Arya lagi .
"Itu sudah kebiasaannya Nak Arya !" Mama Indah menghembuskan napasnya kasar ." Bunga orangnya tidak terkontrol , kami juga sudah bingung bagaiman cara mendidiknya" ucap Mama Indah lagi .
Di tempat lain , Bunga sibuk dengan game online di HPnya , sambil mengunyah jajanan yang di belinya tadi malam di atas kasur empuk dan nyaman .
__ADS_1
"Kok dari tadi malam aku sering kalah sih ?" Bunga berbicara sendiri .
Bunga melihat jam di HPnya , ternyata sudah jam tiga sore .
"Pantas aja perutku lapar , ternyata udah sore !" ucap Bunga memegang perutnya yang belum di isi nasi dari tadi pagi .
Bunga pun mematikan ponselnya , kemudian turun dari atas tempat tidur . Ia ingin pergi mencari makanan .
"Bagaimana caranya aku keluar ya ?, supaya tidak ada orang yang melihatku kalau aku tinggal di sini . Mau masak makanan sendiri , aku gak tau bagaimana caranya masak"Monolog Bunga lagi, Bunga mengetuk ngetuk bibirnya memakai jari telunjuknya , berpikir .
"Aku gofood aja deh !, nanti aku keluar dari pagar belakang aja mengambil pesanannya" ucap Bunga lagi sendiri . kemudian menyalakan layar handphonya lagi .
Kurang lebih setengah jam Bunga menunggu , pesanannya pun tiba di antar tukang ojek online .
"Ini dek ! pesanannya" tukang ojek itu menyerahkan makanannya kepada Bunga . Yang langsung di terima Bunga , dan memberikan uanganya .
"Kembaliannya untuk Bapak Aja !" ucap Bunga , langsung masuk menutup pagar rumah yang ia tempati . Dan buru buru masuk kedalam rumah , jangan sampai ada yang melihatnya .
"Aman untuk makan sampai pagi !" ucap Bunga , karna ia memesan makanan tiga porsi ." basi gak ya ? sampai pagi!" ucap Bunga lagi .
"Untuk besok ! , besok lagi di pikirin , yang penting ! untuk sekarang aman !" ucapnya lagi , kemudian langsung melahap makanan di hadapannya , duduk di atas sofa kamar .
Sudah dua hari Bunga menghilang tanpa kabar , Arya dan keluarga Bunga sudah kawatir , dan tidak tau harus mencarinya kemana lagi . Bahkan mereke sudah melaporkannya kepihak polisi , meminta bantuan untuk menemukan putri mereka .
"Pah ! kita mencari Bunga kemana lagi Pah !" tangis Mama Indah di dalam pelukan suaminya .
"Pah ! , apa Kakak Bunga benaran hilang ?" tanya Sofia .
Pak Fariq tidak bisa menjawab , ia juga bingung dan tentunya kawatir .
"Ini gara gara kamu Arya !!! , coba kamu tidak menikahi Bunga !!! , dia tidak akan pergi kabur !!!" bentak Rania bernada tinggi .
"Rania !" tegur Pak Fariq .
"Kamu pikir aku tidak kawatir , istriku hilang . Sehingga kau berani membentakku !" balas Arya , berbicara dengan mengeraskan rahangany .
.
.
__ADS_1