
"Kemari !" tegas Arya .
"Gak mau !" bantah Bunga lagi .
"Cepat ! kalau kamu gak ingin di hukum !" ancam Arya . Terpaksa Bunga pun menurut , melangkah mendekati Arya .
Takk !
Satu sentilan langsung mendarat di kening Bunga . Membuat Bunga memanyunkan bibirnya .
"Bukankah kemarin kamu yang belum siap orang mengetahui hubungan kita ? Hm..!" Arya menarik Bunga ke dalam pelukannya .
"Soal photo bersama Zoya di cafee itu !, kami hanya mempersiapkan pertandingan lomba cerdas cermat dengan sekolah SMA KARTINI . Kamu tau dia adalah perwakilan dari sekolah ini" jelas Arya . Sebelah tangannya mengusap usap kepala Bunga dari belakang .
"Kalau kamu kita ingin makan malam di luar..Nanti kita bisa pergi !" ucap Arya lagi . Ada lagi yang mengganjal di hatimu sayang ?" tanya Arya . Merenggangkan pelukannya , kemudian membuka kalung yang melingkar dileher Bunga dan mengeluarkan cincinnya , memasangkannya ke jari manis Bunga .
"Jangan pernah dilepas lagi , apa pun alasanya" ucap Arya . kemudian mencium cincin yang baru ia sematkan .
"Kenapa Pak Arya bisa dekat dengan Ibu Frisil ? , aku melihatnya tadi" Menajamkan tatapanya ke wajah Arya .
"Dia adik sahabatku , dari dulu dia menyukaiku , tapi aku gak pernah menyukainya" jujur Arya . Sabil tangannya memasang kalung yang tadi ke leher Bunga .
"Sekarang kembalilah ke kelasmu , kali ini kamu terbebas dari hukuman . Masih ada satu mapel lagi baru waktunya pulang " suruh Arya , sambil meralikan rambut Bunga yang berantakan .
"Gak mau ! aku mau kesalon sekarang , mau merenovasi wajah !" bantah Bunga .
"Merenovasi wajah ?" ulang Arya mengernyitkan keningnya sembari tersenyum .
"Kata Vani , wajah banyak kekurangan , aku mau ke salon !" ujar Bunga .
"Nanti aku akan menemanimu ke salon , sekalian kita dinner" balas Arya , ia harus maklum dengan sifat dan segala tingkah laku istri labilnya yang aneh bin ajaib .
"Antarin..! , aku malu karna gak jadi bolos !" manja Bunga . Semenjak kapan ia manja kepada si burung gagaknya itu ? .
Arya menepuk jidatnya , lalu menggeleng gelengkan kepalanya . Ada pula orang malu karna gak jadi bolos .
"Ya udah ! ,ayok !" Arya menarik tangan Bunga keluar dari ruangannya , mengantar Bunga sampai ke kelasnya .
Tok tok tok !!!
Arya mengetuk pintu kelas Bunga .
__ADS_1
"Masuk !" sahut dari dalam .
Arya pun membuka pintu di depannya , menarik Bunga masuk ." Permisi Bu Frisil !, saya mengantar buronan yang tertangkap." ucap Arya , kebetulan Frisilia yang mengajar jam terakhir di kelas Bunga
"Silahkan Pak !" balas Frisilia .
Arya pun mengantar Bunga sampai ke bangkunya . Tentu yang menjadi perhatian murid di kelas Bunga adalah tangan Arya yang memegang tangan Bunga .Tapi meteka tidak curiga , mereka berpikir Bunga terus berusaha ingin kabur setelah tertangkap .
"Kalau begitu , saya permisi Bu Frisil" pamit Arya .Melangkahkan kakinya keluar dari dalam kelas Bunga .
"Bubu ! kenapa kamu bisa tertangkap ?, Apa ilmu bajing loncatmu sudah memudar ?" tanya Vani , mencolek punggung Bunga dari belakang .
"Bukan ! , hanya saja terlalu banyak pendekar yang memburuku !" jawab Bunga . Membuat Vani memutar bola matanya jengah , seharusnya ia tidak usah bertanya .
"Bunga ! kumpulkan PRmu !" sahut Frisilia .
"Oh ! baik Bu !" balas Bunga , mengeluarkan buku dari dalam tasnya , kemudian berdiri dari kursinya , mengantar bukunya ke meja guru .
Bu Frisilia langsung memeriksa PR yang di kerjakan Bunga , melihat jawaban soal yang di tulis Bunga , Bu Frisilia gak percaya . Jawaban Bunga benar semua . Ya iyalah ! benar semua , yang cari jawabannya Arya , Bunga hanya tinggal mindahin ke buku tulis .
Pulang sekolah , seperti kata Arya ! , ia pun menemani Bunga ke salon , menunggunya sampai selesai .
"Ternyata pengen cantik itu ribet juga ya Mbak ?" tanya Bunga , kepada pelayan salon yang melayaninya .
"Maksud Mbak ?" tanya Bunga bingung .
"Kalau cantiknya dengan cara merawat , pasti ribet lama dan mahal . dan kalu cara di tutupi , mungkin mahal tapi gak lama dan tidak terlalu ribet !" jawab cewek si pelayan salon .
"Maksudnya , dengan cara di tutupi , gimana caranya mbak ?" tanya Bunga lagi .
"Make up !"
"Kenapa mbak gak bilang dari tadi..! , kalau ada cara lebih gampang untuk bisa cantik" heboh Bunga .
"Kalau cantilnya di make up , kalau cuci wajah langsung hilang cantiknya Dek ! . kalau dirawat cantiknya akan terlihat alami !" jelas tukang salon itu lagi .
"Oh ! gitu ya ! , ya udah deh ! , lanjut aja perawatannya . tapi yang cepat ya Mbak ! , soalnya habis ini aku mau ke Dokter gigi lagi , mau merenovasi gigiku yang maju mundur !" ucap Bunga bernada biasa , seolah olah yang di ucapkannya itu bukan lelucon .
Ya ampun ! , ini anak gesrek juga !, batin si pelayan salon .
Selesai perawatan rambut , Bunga pun melakukan perawatan wajah . Dan Arya dengan sabar menunggu Bunga di sofa tunggu . Tentu ia tidak akan bengong atau ketiduran karna bosan menunggu , ia pun menunggu Bunga sambil mengecek kerjaannya di laptop yang sengaja ia bawa kemana mana .
__ADS_1
"Sayang ! sudah selesai ?" tanya Arya melihat Bunga keluar dari ruangan eksekusi . Melihat Bunga masih tetap menjadi Bunga sebelumnya , tidak ada yang berobah sama sekali , hanya saja kulit wajahnya dan rambutnya tampak lebih segar .
Kalau bukan untuk nyenangin hati istri , Arya tidak akan mau buang buang duit percuma , karna istrinya itu tidak akan berubah cantik kecuali dengan melakukan operasi plastik ke korea selatan .
"Sudah !" jawab Bunga dengan suara dilembutin , melangkahkan kakinya di buat seanggun mungkin .
Aroma buah jaitun langsung langsung menguar ke hidung Arya , saat Bunga mendudukkan tubuhnya disampingnya . Arya langsung mengecup pelipis Bunga dari samping . Untuk pertama kalinya mencium Bunga dengan aroma yang berbeda .
"Pak Arya ! , aku mau ke Dokter gigi lagi !" ucap Bunga .
"Sekarang ?" tanya Arya .
Bunga menganggukkan kepalanya , memberikan senyum terbaiknya .
"Mau ngapain lagi ?"
"Mau pasang behel !" jawab Bunga .
"Buat apa ?" tanya Arya lagi , mengernyitkan keningnya .
"biar gigiku gak maju mundur cantik lagi kaya lagu Rina Nose !" jawab Bunga , mengerucutkan bibirnya .
"Ya udah ! ayo !" Pasrah Arya mengikuti keinginan istri pas pasannya itu . Berpikir , kalau istrinya lagi mengalami puber . Arya berdiri dari tempat duduknya , yang langsung di ikuti Bunga , mereka sama sama keluar dari dalam salon .
Sampai di tempat Dokter praktek yang menerima pasien pemasangan behel . Bunga pun langsung di suruh masuk keruangan Dokter , karna nasib Bunga hari ini lagi mujur . Pas mereka sampai klinik lagi sepi , dan tidak ada pasien .
"Dok ! , aku ingin behelnya di pasang warna hitam , biar terlihat eksotis !" ucap Bunga kepada Dokter gigi yang akan merenovasi giginya yang maju mundur cantik .
Dokter wanita berparas cantik itu pun tersenyum , sampai menampakkan gigi giginya yang berjejer rapi .
"Oke Dek !, sesuai permintaan !" jawab Dokter itu .
Tidak lama kemudian , behel pun sudah selesai di pasang . Setelah Bunga keluar dari rungan Dokter , Arya pun membayar biaya pemasangan behel di gigi Bunga .
"Masih ada lagi ?" tanya Arya .
"Lapar !" jawab Bunga , sambil tangannya mengusap perutnya .
"Ingin makan apa sayang ?" tanya Arya berjalan sambil keluar dari dalam Klinik .
"Soto ayam pake nasi !" jawab Bunga . Arya mengacak acak ujung kepala Bunga , kemudian membuka pintu kursi penumpang samping pengemudi , dan menuntun Bunga masuk .
__ADS_1
Setelah Arya masuk ke dalam mobilnya , ia pun melajukannya ke salah satu tempat makan yang menjual soto .