Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 30


__ADS_3

"Kemari !" tegas Arya .


"Gak mau !" bantah Bunga lagi .


"Cepat ! kalau kamu gak ingin di hukum !" ancam Arya . Terpaksa Bunga pun menurut , melangkah mendekati Arya .


Takk !


Satu sentilan langsung mendarat di kening Bunga . Membuat Bunga memanyunkan bibirnya .


"Bukankah kemarin kamu yang belum siap orang mengetahui hubungan kita ? Hm..!" Arya menarik Bunga ke dalam pelukannya .


"Soal photo bersama Zoya di cafee itu !, kami hanya mempersiapkan pertandingan lomba cerdas cermat dengan sekolah SMA KARTINI . Kamu tau dia adalah perwakilan dari sekolah ini" jelas Arya . Sebelah tangannya mengusap usap kepala Bunga dari belakang .


"Kalau kamu kita ingin makan malam di luar..Nanti kita bisa pergi !" ucap Arya lagi . Ada lagi yang mengganjal di hatimu sayang ?" tanya Arya . Merenggangkan pelukannya , kemudian membuka kalung yang melingkar dileher Bunga dan mengeluarkan cincinnya , memasangkannya ke jari manis Bunga .


"Jangan pernah dilepas lagi , apa pun alasanya" ucap Arya . kemudian mencium cincin yang baru ia sematkan .


"Kenapa Pak Arya bisa dekat dengan Ibu Frisil ? , aku melihatnya tadi" Menajamkan tatapanya ke wajah Arya .


"Dia adik sahabatku , dari dulu dia menyukaiku , tapi aku gak pernah menyukainya" jujur Arya . Sabil tangannya memasang kalung yang tadi ke leher Bunga .


"Sekarang kembalilah ke kelasmu , kali ini kamu terbebas dari hukuman . Masih ada satu mapel lagi baru waktunya pulang " suruh Arya , sambil meralikan rambut Bunga yang berantakan .


"Gak mau ! aku mau kesalon sekarang , mau merenovasi wajah !" bantah Bunga .


"Merenovasi wajah ?" ulang Arya mengernyitkan keningnya sembari tersenyum .


"Kata Vani , wajah banyak kekurangan , aku mau ke salon !" ujar Bunga .


"Nanti aku akan menemanimu ke salon , sekalian kita dinner" balas Arya , ia harus maklum dengan sifat dan segala tingkah laku istri labilnya yang aneh bin ajaib .


"Antarin..! , aku malu karna gak jadi bolos !" manja Bunga . Semenjak kapan ia manja kepada si burung gagaknya itu ? .


Arya menepuk jidatnya , lalu menggeleng gelengkan kepalanya . Ada pula orang malu karna gak jadi bolos .


"Ya udah ! ,ayok !" Arya menarik tangan Bunga keluar dari ruangannya , mengantar Bunga sampai ke kelasnya .


Tok tok tok !!!


Arya mengetuk pintu kelas Bunga .

__ADS_1


"Masuk !" sahut dari dalam .


Arya pun membuka pintu di depannya , menarik Bunga masuk ." Permisi Bu Frisil !, saya mengantar buronan yang tertangkap." ucap Arya , kebetulan Frisilia yang mengajar jam terakhir di kelas Bunga


"Silahkan Pak !" balas Frisilia .


Arya pun mengantar Bunga sampai ke bangkunya . Tentu yang menjadi perhatian murid di kelas Bunga adalah tangan Arya yang memegang tangan Bunga .Tapi meteka tidak curiga , mereka berpikir Bunga terus berusaha ingin kabur setelah tertangkap .


"Kalau begitu , saya permisi Bu Frisil" pamit Arya .Melangkahkan kakinya keluar dari dalam kelas Bunga .


"Bubu ! kenapa kamu bisa tertangkap ?, Apa ilmu bajing loncatmu sudah memudar ?" tanya Vani , mencolek punggung Bunga dari belakang .


"Bukan ! , hanya saja terlalu banyak pendekar yang memburuku !" jawab Bunga . Membuat Vani memutar bola matanya jengah , seharusnya ia tidak usah bertanya .


"Bunga ! kumpulkan PRmu !" sahut Frisilia .


"Oh ! baik Bu !" balas Bunga , mengeluarkan buku dari dalam tasnya , kemudian berdiri dari kursinya , mengantar bukunya ke meja guru .


Bu Frisilia langsung memeriksa PR yang di kerjakan Bunga , melihat jawaban soal yang di tulis Bunga , Bu Frisilia gak percaya . Jawaban Bunga benar semua . Ya iyalah ! benar semua , yang cari jawabannya Arya , Bunga hanya tinggal mindahin ke buku tulis .


Pulang sekolah , seperti kata Arya ! , ia pun menemani Bunga ke salon , menunggunya sampai selesai .


"Ternyata pengen cantik itu ribet juga ya Mbak ?" tanya Bunga , kepada pelayan salon yang melayaninya .


"Maksud Mbak ?" tanya Bunga bingung .


"Kalau cantiknya dengan cara merawat , pasti ribet lama dan mahal . dan kalu cara di tutupi , mungkin mahal tapi gak lama dan tidak terlalu ribet !" jawab cewek si pelayan salon .


"Maksudnya , dengan cara di tutupi , gimana caranya mbak ?" tanya Bunga lagi .


"Make up !"


"Kenapa mbak gak bilang dari tadi..! , kalau ada cara lebih gampang untuk bisa cantik" heboh Bunga .


"Kalau cantilnya di make up , kalau cuci wajah langsung hilang cantiknya Dek ! . kalau dirawat cantiknya akan terlihat alami !" jelas tukang salon itu lagi .


"Oh ! gitu ya ! , ya udah deh ! , lanjut aja perawatannya . tapi yang cepat ya Mbak ! , soalnya habis ini aku mau ke Dokter gigi lagi , mau merenovasi gigiku yang maju mundur !" ucap Bunga bernada biasa , seolah olah yang di ucapkannya itu bukan lelucon .


Ya ampun ! , ini anak gesrek juga !, batin si pelayan salon .


Selesai perawatan rambut , Bunga pun melakukan perawatan wajah . Dan Arya dengan sabar menunggu Bunga di sofa tunggu . Tentu ia tidak akan bengong atau ketiduran karna bosan menunggu , ia pun menunggu Bunga sambil mengecek kerjaannya di laptop yang sengaja ia bawa kemana mana .

__ADS_1


"Sayang ! sudah selesai ?" tanya Arya melihat Bunga keluar dari ruangan eksekusi . Melihat Bunga masih tetap menjadi Bunga sebelumnya , tidak ada yang berobah sama sekali , hanya saja kulit wajahnya dan rambutnya tampak lebih segar .


Kalau bukan untuk nyenangin hati istri , Arya tidak akan mau buang buang duit percuma , karna istrinya itu tidak akan berubah cantik kecuali dengan melakukan operasi plastik ke korea selatan .


"Sudah !" jawab Bunga dengan suara dilembutin , melangkahkan kakinya di buat seanggun mungkin .


Aroma buah jaitun langsung langsung menguar ke hidung Arya , saat Bunga mendudukkan tubuhnya disampingnya . Arya langsung mengecup pelipis Bunga dari samping . Untuk pertama kalinya mencium Bunga dengan aroma yang berbeda .


"Pak Arya ! , aku mau ke Dokter gigi lagi !" ucap Bunga .


"Sekarang ?" tanya Arya .


Bunga menganggukkan kepalanya , memberikan senyum terbaiknya .


"Mau ngapain lagi ?"


"Mau pasang behel !" jawab Bunga .


"Buat apa ?" tanya Arya lagi , mengernyitkan keningnya .


"biar gigiku gak maju mundur cantik lagi kaya lagu Rina Nose !" jawab Bunga , mengerucutkan bibirnya .


"Ya udah ! ayo !" Pasrah Arya mengikuti keinginan istri pas pasannya itu . Berpikir , kalau istrinya lagi mengalami puber . Arya berdiri dari tempat duduknya , yang langsung di ikuti Bunga , mereka sama sama keluar dari dalam salon .


Sampai di tempat Dokter praktek yang menerima pasien pemasangan behel . Bunga pun langsung di suruh masuk keruangan Dokter , karna nasib Bunga hari ini lagi mujur . Pas mereka sampai klinik lagi sepi , dan tidak ada pasien .


"Dok ! , aku ingin behelnya di pasang warna hitam , biar terlihat eksotis !" ucap Bunga kepada Dokter gigi yang akan merenovasi giginya yang maju mundur cantik .


Dokter wanita berparas cantik itu pun tersenyum , sampai menampakkan gigi giginya yang berjejer rapi .


"Oke Dek !, sesuai permintaan !" jawab Dokter itu .


Tidak lama kemudian , behel pun sudah selesai di pasang . Setelah Bunga keluar dari rungan Dokter , Arya pun membayar biaya pemasangan behel di gigi Bunga .


"Masih ada lagi ?" tanya Arya .


"Lapar !" jawab Bunga , sambil tangannya mengusap perutnya .


"Ingin makan apa sayang ?" tanya Arya berjalan sambil keluar dari dalam Klinik .


"Soto ayam pake nasi !" jawab Bunga . Arya mengacak acak ujung kepala Bunga , kemudian membuka pintu kursi penumpang samping pengemudi , dan menuntun Bunga masuk .

__ADS_1


Setelah Arya masuk ke dalam mobilnya , ia pun melajukannya ke salah satu tempat makan yang menjual soto .


__ADS_2