Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 24


__ADS_3

Merasakan tubuhnya melayang , Bunga pun terbangun dari tidurnya , dan langsung membuka matanya .


"Aku mau dibawa kemana ?" ucap Bunga cepat . Merasakan tubuhnya dibawa , ia belum melihat jelas siapa yang mengangkat tunuhnya .


"Membawamu pulang !" jawab Arya .


Bunga mengucek matanya , untuk melihat dengan jelas siapa yang membawa tubuhnya .


"Aaryan !" gumamnya


"Iya aku !" balas Arya menurunkan Bunga dari gendongannya .


"Mama ! Papa ! Sofia !" ucapnya lagi ." Kenapa kalian bisa tau ? aku ada disini ?" tanyanya .


Mama Indah menatap Bunga dengan nanar , menyiratkan kekecewaan .


"Pah ! Ayo kita pergi ! , Mungkin kita tidak ada artinya untuknya Pah !" ucap Mama Indah menarik suaminya meninggalkan rumah Aldo. "Ayo Sofia , kita kemas barang barang kita" ajak Mama Indah kepada putri Bungsunya .


"Iya Ma !" jawab Sofia .


Sofia membalik badannya kepada Bunga , lalu berbicara ."Jika kak Bunga terganggu dengan kehadiran kami di rumah Kak Bunga , kami akan pergi . Sehingga kak Bunga tidak perlu minggat minggat , atau kabur dan bersembunyi" ucap Sofia , kembali memutar badannya , berlalu mengikuti kedua orang tuanya .


Bunga terdiam mendengar kata kata Mama Indah dan Sofia , yang sudah berhasil menusuk ke dalam hatinya .


Rania datang menghampiri Bunga , selesai ia membantu membereskan kamar Aldo yang diberantaki Bunga .


"Jika kamu ingin hidup bebas ! , bebaslah ! . Kami tidak akan mengusikmu , Kami sangat menyayangimu." setelah berbicara , Rania pun pergi .


"Kamu lihat itu Bunga ! , mereka kecewa kepadamu !. Tidakkah kamu pernah memikirkan perasaan mereka . Apa kamu tidak berpikir ! kalau mereka sangat mengkhawatirkanmu ! karna kamu menghilang , mereka tidak tau kamu kemana ?. Mereka tidak bisa makan dan tidur dengan tenang , karna memikirkanmu , mengkhawatirkanmu !. Tidakkah kamu punya perasaan kepada mereka sebagai keluargamu ? , yang menyayangimu !." ucap Arya panjang lebar .


Bunga membeku , air matanya luruh tak terbendung .


"Kami harus sampai melibatkan polisi untuk mencarimu . Kami kawatir sama kamu Bunga..!" ucap Arya lagi dengan nada menekan .


Bunga mengalihkan tatapannya ke wajah Arya , menatap Arya dengan uraina air mata , bibirnya bergetar supaya tangisnya tidak pecah . Otak Bunga yang kerdil , tidak sampai berlikir kesana , ua tidak sadar dengan tindakannya menghilang membuat keluarganya kawatir .


"Maaf !" hanya itu yang bisa ucapkan .


Arya menghela napasnya kasar , tidak tega melihat Bunga yang menangis , ia pun menarik Bunga ke dalam pelukannya .


"Kenapa kamu bersembunyi ? Hm..!" tanya Arya , mencium ubun ubun Bunga lama .


"Cincinnya hilang ! , aku takut kamu marahi dan menghukumku !" jawab Bunga cigukan .

__ADS_1


Arya melepas pelukannya , menjauhkan sedikit badannya supaya bisa melihat wajah Bunga .


"Bukankah kamu sudah sering mendapat hukuman ?" tanya Arya tersenyum , lalu menyentil kening Bunga pelan .


Bunga menundukkan kepalanya " aku gak mau di hukum melakukan adegan 21+" jawab Bunga pelan , tapi masih bisa di dengar Arya dengan jelas . Membuat Arya semakin memgembangkan senyumnya .


"Kenapa ?" tanya Arya kepada istri bodohnya itu .


"Pokoknya aku gak Mau !" jawab bunga , berucap manja , menghentakkan satu kakinya , membuat Arya gemas melihatnya .


"Ya sudah ! , aku tidak akan menghukummu kali ini . Tapi jangan di ulangi lagi , kalau kamu gak mau dihukum di atas tempat tidur , oke ! . Dan juga mulai sekarang kamu harus rajin belajar dan sekolah tidak boleh absen dan telat" ucap Arya lembut , netranya tidak lepas memperhatikan wajah Bunga .


"Mulai sekarang kamu harus tinggal bersamaku" ucap Arya lagi . Bunga mendongakkan kepalanya ke wajah Arya .


"Aku gak mau !"


Arya menghela napas kasar lagi , menarik Bunga lagi ke dalam pelukannya .


"Kenapa ?" tanya Arya lembut . Mengecup ngecup pucuk kepala Bunga . Ia pikir Bunga tidak bisa diperlakukan dengan keras , Bunga harus di bujuk dengan lembut . Arya harus ekstra sabar menghadapinya .


"Nanti kamu sering menghukumku berdiri satu kaki !" jawab Bunga . Itu yang tidak di sukai Bunga dari Arya . Karna Arya sering menghukumnya di sekolah . Ia berpikir kalau tinggal bersama di rumah Arya , di rumah pun Arya pasti menghukumnya , seperti saat ia menginap di rumah Arya .


"Kalau kamu tidak melakukan kesalahan , aku tidak akan menghukummu ! . Belajarlah untuk berobah hidup lebih baik Bunga !. untuk masa depanmu kelak , masa depan anak anak kita nanti !" ucap Arya . Bunga mendongakkan kepalanya lagi ke arah Arya ."Tidak selamanya kita seperti ini Bunga !, apa kamu tidak menginginkan di dalam pernikahan kita , kelak memiliki anak?" tanya Arya .


Bunga masih diam memandang wajah Arya tanpa berkedip . Terlihat Arya sangat tampan seperti di dalam mimpinya , hanya saja tidak bersinar .


"Apa kamu mencintaiku ?" tanya Bunga , mengingat perkataan Ibu kandungnya di dalam mimpi .


Ingat ! , Bunga masih labil , pikirannya masih mutar mutar tidak jelas .


Arya tidak langsung menjawab , ia membalas tatapan Bunga penuh cinta . Mendekatkan wajahnya , mencium kening Bunga lama , kemudian menempelkan kening mereka sampai hidung mereka bersentuhan .


"Aku sangat mencintaimu.. Bunga !" ucap Arya , napas hangatnya menyapu kulit wajah Bunga .


Berhasil membuat dada Bunga naik turun , Jantungnya berdebar kencang , hatinya bergetar , napas Bunga ikut memburu , mendengar Arya menyebut namanya dengan suara lembut , terdengar sejuk di telinga Bunga .


Aku kenapa ? , apa penyakit jantungku tambah parah ?. Kenapa akhir akhir ini aku sering jantungan ?" batin Bunga .


Arya pun mengecup bibir Bunga , refleks membuat Bunga terlonjak , tersadar dari lamunannya .


"Yuk ! kita pulang !" ajak Arya , merangkul Bunga , menuntunnya berjalan , meninggalkan rumah Aldo .


"Mama ! Papa ! , mau kemana ?" tanya Bunga melihat beberapa koper besar berada di ruang tamu .

__ADS_1


"Kemarilah Nak !" ucap Pak Fariq , menyuruh Bunga duduk di sampingnya .


Bunga pun berjalan ke arah Pak Fariq , duduk di samping Pak Fariq .


"Sudah waktunya Papa menyerahkan ini kepadamu nak !" Pak Fariq menyerahkan beberapa map kepada Bunga .


"Ini apa Pah ?" tanya Bunga .


"Sertipikat rumah ini , sekolah , dan perkebunan kelapa sawit milikmu nak ! , di dalam juga ada buku tabungan atas namamu !" jawab Pak Fariq .


Bunga menggeleng gelengkan kepalanya ." tidak Pah ! , ini punya Papa !"ucapnya , menolak sertipikat kepemilikan itu .


"Itu hakmu nak ! , itu warisan dari kakek Samsul untukmu . Sertipikat itu semua atas namamu !" ucap Pak Fariq lagi .


"Jaga dirimu baik baik nak ! , kami harus pergi !" pamit Pak Fariq lagi , mencium kening Bunga . Dan langsung berdiri dari sofa berjalan ke arah Istri dan kedua putrinya .


"Papa ! Mama ! kak Rania ! Sofia ! , kalian mau kemana ? Kenapa Bunga di tinggal ?" ucap Bunga menangis . Berlari ke arah Pak Fariq , menjatuhkan tubuhnya memeluk kaki Pak Fariq . "Jangan tinggalin Bunga Pah !, Ma !."


"Mama rasa , kamu tidak membutuhkan kami lagi Bunga . Kamu ingin hidup bebas 'kan ? , sesuai keinginanmu ?. Sekarang kamu bebas nak ! , terserah kamu mau melakukan apa , mau bagaimana !" ucap Mama Indah kepada Bunga .


"Mama..!" lirih Bunga .


"Ayo Pah ! kita pergi !" Mama indah melangkahkan kakinya menarik kopernya ke arah pintu , diikuti Sofia dan Rania .


"Mama ! jangan tinggalin Bunga Ma !." Bunga berdiri dan mengejar Mama Indah . Menangkap kaki Mama Indah sebelum keluar pintu .


"Ma ! jangan tinggalin Bunga ! , kalau Mama pergi , siapa yang menyeret bunga ke kamar mandi ?" tanya Bunga , berurai air mata .


"Terserah kamu Bunga ! , bukankah Mama sudah bilang , jamu bebas sebebas bebasnya ?" tanya balik Mama Indah .


Bunga tidak menjawab , ia hanya menangis cigukan sambil memeluk kaki Mama Indah .


"Mama ! Papa ! , jangan tinggalin Bunga ! . Bunga janji gak nakal lagi , Bunga janji gak bandel lagi , Bunga janji akan rajin belajar dan gak membolos sekolah lagi !" ucap Bunga terbata di selah selah tangisnya .


"Mama gak percaya lagi sama kamu Bunga ! . Buktikan ! , tunjukkan kalau kamu memang ingin berobah !" balas Mam indah .


"Iya Ma ! , Bunga janji !"


"Mama sama Papa akan kembali kesini , jika kamu sudah benar benar berobah !." Mama Indah melepas tangan Bunga dari kakinya .


"Ma..! Pa ..!" ucap Bunga .


Arya menarik tubuhnya dari kaki Mama Indah , supaya tidak menghalanginya .

__ADS_1


__ADS_2