
Tok tok tok !!!
Arya mengetok pintu ruang perawatan Bunga dan langsung membukanya .
"Assalamu alaikum Ma !" sapa Arya berjalan ke arah Mama Indah langsung menyalamnya .
"Walaikum salam Nak Arya !" balas Mama Indah .
"Bunga belum bangun dari tadi Ma ?"tanya Arya melihat Bunga masih tidur .
"Tadi dia sudah bangun ,Mungkin karna pengaruh obat , dia ngantuk dan tidur lagi ." jawab Mama Indah .
"Oo..!" balas Arya , kemudian berjalan ke arah brankar . Arya pun mencium kening Bunga sambil mengusap kepalanya .
"Bagaimana ?, sudah beres ?" tanya Mama Indah .
"Sudah Ma !" balas Arya .
"Bagus ! , biar kapok mereka !" geram Mama Indah ." Ya udah ! , kalau begitu Mama pulang dulu , nanti Mama datang lagi . Titip putri Mama yang nakal itu !" pamit Mama Indah , beranjak dari tempat duduknya .
"Iya Ma ! , trimakasih sudah jagain istri Arya !" balas Arya .
"Bunga putri Mama !, jadi tidak perlu berterima kasih . Ya udah ! , Mama pulang dulu . Assalamu alaikum !" pamit Mama Indah lagi , lalu pergi .
"Walaikum salam !"
Setelah Mama Indah menghilang di balik pintu . Arya pun membangunkan Bunga , dengan cara mencium bibirnya , seperti yang biasa ia lakukan .
"Sayang ! Bangun !" ucap Arya , setelah Bunga menggeliat , karena terusik . Tapi Bunga kembali tidur lagi .
Melihat Itu , Arya kembali mencium bibir Bunga , ciuman yang lebih hot . Melu***nya , kemudian menyesapnya . Bunga tidak juga bangun , dari tidur lelapnya , entah apa yang dia mimpikan .
Ya ampun ! ini anak lelap banget ! ,bati Arya . kembali ia mencium bibir Bunga lebih rakus lagi . Tangannya sengaja meremas , gunung kembar Bunga yang pas di genggamannya . Bunga tidak juga bangun , terakhir Arya menggigit kecil bibir bawah Bunga . Membuat Bunga harus membuka mulutnya . Kesempatan , Arya pun menerobos rongga mulut Bunga dengan lidahnya , memainkannya di dalam . Tanpa Arya duga , Bunga malah membalas ciumannya . Arya pun langsung melepas ciumannya , memandang wajah Bunga , yang sudah bangun .
"uwek !" Bunga memeletkan lidahnya kepada Arya , dengan wajah tersenyum . Dari tadi Bunga sudah bangun , hanya saja ia ingin mengerjai Arya .
"Baiklah istriku sayang ! , sepertinya kamu mengajakku bermain main !." Arya langsung menyerang bibir Bunga dengan rakus . sampai Bunga meronta ronta memukul mukul dada Arya , karna kehabisan napas .
Arya pun melepas ciumannya , kemudian membalas memeletkan lidahnya ke arah Bunga yang masih bernapas ngosngosan , tersenyum sampai menampakkan gigi giginya yang rapi .
Bunga cemberut , Arya benar benar tidak bisa di ajak bermain main , Arya selalu mengalahkannya .
__ADS_1
"Kamu yang mengajak bermain main duluan istriku sayang !" ucap Arya , mengecup bibir Bunga yang mengerucut .
"Au Ah !" Bunga pun memutar tubuhnya membelakangi Arya .
Arya membuka sepatu dan kaos kakinya , menaik ke atas brankar , berbaring di samping Bunga dengan posisi miring kehadap Bunga . Kemudian melingkarkan tangan kekarnya ke perut Bunga .
"Aku mencintaimu Bungaku sayang !" bisik Arya di telinga Bunga , kemudian menggigit kecil daun telinganya , membuat bulu bulu halus Bunga meremang , Bunga pun menggigit bibirnya karena merasa geli . Arya mengeratkan pelukannya , memeluk Bunga posesif .
.
.
"Gandi ! kenapa Leo bisa ikut terlibat ?" Tanya Vani , di angguki Tari .
"Aku gak tau apa alasannya ikut terlibat . Yang jelas dialah yang menyuruh karyawan karaokean itu memasukkan obat sialan itu ke minuman Bunga . Kemarin saat aku mengamuk disana , Leo hanya diam saja , salah satu karyawan di sana nampak sering melirik lirik ke arah Leo , membuatku curiga . Semenjak itu aku menyuruh orang mengawasi Leo." jawab Gandi .
"Bukankah kemarin kalian bilang , karyawan yang menyiapkan makanan itu yang pelakunya ?" tanya Vani lagi .
"Iya ! , karna dia yang menyiapkan makanan untuk kita , jelas dia yang pertama di tuduh !" jawab Gandi .
" Aku gak nyangka ! dia menghianati kita !" ucap Vani . Tari hanya diam dengan wajah sedihnya .
"Karna aku belum mempunyai bukti yang akurat !" balas Gandi .
"Nanti kita jenguk Bunga ya !" ajak Vani , di angguki Gandi dan Tari .
"Tapi di Rumah sakit , kalian harus menjaga rahasia . Kalau Bunga bertanya dimana Leo , kenapa gak ikut , bilang aja gak tau , jangan kalian kasih tau kalau sudah di penjarakan " ujar Gandi . Vani dan Tari menganggukkan kepala mereka .
"Yuk masuk ! sebentar lagi bel masuk !" ajak Gandi .
"Yuk !" balas Vani dan Tari bersmaan.
Mereka pun keluar dari area kantin , berjalan masuk ke kelas mereka .
.
.
Di kantor polisi
"Zoya ! apa yang kamu lakukan ?, sampai kamu di tangkap polisi ?" tanya Pak Sanjaya kepada putrinya .
__ADS_1
Zoya hanya diam menundukkan kepalanya , menggigit bibir bawahnya , tidak berani menatap Papanya .
"Jawab Zoya !!!" betak Pak Sanjaya bernada tinggi , sampai membuat Zoya terlonjak kaget .Zoya masih diam , ia tidak tau bagaimana harus menjelaskannya kepada Papanya .
"Kamu sudah bikin malu Papa Zoya ! , kamu tanggunglah resiko perbuatanmu !" ucap Pak Sanjaya , kemudian pergi meninggalka Zoya diruang khusus menerima tamu .
Zoya mendongakkan kepalanya, menatap punggung Papanya dari belakang , dengan mata berkaca kaca .
Ini semua gara gara kamu Bunga ! , lihat saja ! , setelah aku keluar dari sini ! , aku akan membalas penghinaan ini !" batin Zoya , mengeraskan rahangnya .
Di ruangan lain
"Frisil ! , apa sudah tidak ada lagi laki laki lain di Dunia ini ?, sampai kamu mempermalukan dirimu sendiri ?" tanya Farhan , kakanya Frisilia .
"Dari dulu aku menyukainya Kak ! , tapi sekali saja dia gak pernah memandangku !." jawab Frisilia menunduk .
"Kamu sudah membuat malu Kakak Frisil ! , ya Tuhan ! . Bagaimana aku harus menghadapi Arya ? Mau taro di mana muka Kakak ?. Kamu tanggunglah besok kemarahan Papa sama Mama , Kakak tidak bisa membelamu .Perbuatanmu itu seperti orang yang tidak berpendidikan Frisil , kamu itu seorang guru ! apa kamu gak malu ?, Kamu sudah keterlaluan !" marah Farhan , langsung pergi meninggalkan Frisil . Ia sangat kecewa dengan adiknya itu .Frisilia hanya bisa menangis menunduk .
Di ruangan sebelahnya
"Apa uang yang Ayah kasih sama kamu masih kurang ?, sampai kamu menjadi penjahat bayaran ! Hah !!!" betak Ayah Leo .Leo pun diam menunduk , menerima kemarahan Ayahnya .
Leo bukanlah berasal dari keluarga kaya , tapi bukan juga dari keluarga miskin . Masih bisa di bilang keluarganya memiliki perekonomian yang masih layak, sehingga keluarganya mampu memyekolahkannya ke kesekolah swasta yang lumayan bagus . Karna rasa iri dengan teman temannya yang memiliki uang banyak, pakaian bermerek , handphon mahal dan sebagainya , membuat dia tergiur dengan tawaran uang yang di tawarkan Frisilia .
Plakkk !
Tak bisa menahan emosi melihat anaknya yang membuat malu , Ayah Leo pun mendaratkan satu tamparan ke wajah Leo .
"Ayah rela banting tulang kesana kemari , supaya bisa menyekolahkanmu di sekolah yang bagus , supaya kamu pintar , Ayah berharap kamu bisa sukses . Supaya tidak seperti Ayah , yang harus mengandalkan tenaga untuk mencari uang ! . Kamu sudah membuat Ayah malu Leo..!" lirih Ayah Leo penuh dengan kekecewaan . Leo hanya bisa diam memegangi pipinya yang terasa panas terkena tamparan Ayahnya .
"Maafin Leo Yah !" ucap Leo pelan ,tidak berani melihat Ayahnya .
"Ayah tidak pernah meminta apa apa sama kamu selama ini , selain belajar dan menjadi anak yang baik !" lirih Ayah Leo lagi , menitihkan air matanya .
"Maafin Leo Yah ! , Leo gak ulangin lagi !" Leo menyesal melihat Ayahnya menangis .
"Apa menurutmu kamu masih bisa melanjutkan sekolahmu dari balik jeruji besi ini ? . Dan apa kamu pikir , setelah keluar dari sini , masih ada sekolah yang mau menerimamu ?. Kenapa kamu tidak memikirkan itu sebelum bertindak Leo...?."
.
.
__ADS_1