Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 80


__ADS_3

"Kita mau kemana Aaryan ?"tanya Bunga, melihat taxi yang di tumpangi mereka masuk ke area bandara.


"Bulan madu sayang !"


Taxi yang itu pun berhenti di depan pintu keberangkatan sebuah bandara. Arya dan Bunga sama sama turun dari dalam taxi. Arya berjalan mendekati Bunga, menarik tangan Bunga berjalan masuk ke dalam bandara.


"Kita gak bawa perlengkapan ?"tanya Bunga, karna mereka sama sekali gak bawa apa apa. Bahkan Bunga tidak memegang duit sama sekali, dan handphonnya pun tak tau dimana.


"Tidak perlu, kita bisa membelinya !"


Arya pun terus menarik tangan Bunga, ke arah pesawat yang akan membawa mereka. Karna sebentar lagi pesawat akan berangkat.


"Aaryan ! aku malu dengan pakaianku ini. Sepertinya dandananku sangat mencolok!"ucap Bunga, saat hendak memasuki pesawat.


"Gak apa apa" balas Arya.


"Aku malu !"


"Ini sudah larut malam, para penumpang semua pasti akan tidur, gak akan ada yang memperhatikanmu. Ayo duduklah !" Menuntun istrinya duduk di kursi penumpang sebelah kaca jendela pesawat. Setelah itu baru Arya duduk di kursi sampingnya.


.


.


Beberapa waktu kemudian


Pesawat yang di tumpangi mereka mendarat di sebuah pulau yang banyak di kunjungi touris mancanegara. Keluar dari dalam bandara, wajah Bunga yang tampang ngatuk, langsung sumiringah.


"Kenapa gak bilang kalau kita mau kesini ?"tanya Bunga.


"Apa kamu senang istriku ?"


Bunga menganggukkan kepalanya,"Ini pertama kalinya aku kesini."


"Makanya aku membawamu kesini" Arya menarik Bunga masuk ke sebuah Taxi bandara.


"Apa kamu membawaku kesini untuk membuat Aaryan junior ?"bisik Bunga ketelinga Arya sembari tersenyum, supaya supir taxi yang sudah melajukan kenderaan itu tidak mendengarnya.


Arya mengembangkan senyumnya sampai gigi giginya yang berjejer rapi kelihatan. Lalu menarik gemas hidung istrinya yang sudah kecanduan di hukum di atas ranjang.


"Genit !"ucap Arya pelan.

__ADS_1


"Bagaimana lagi !, kamu sudah membuatku ketagihan" balas Bunga, mengedipkan sebelah matanya ke Arya. Membuat Arya terawa kecil, lalu menarik Bunga ke dalam pelukannya. Gemas sekali Arya, ingin rasanya ia lansung menyirami Bunga nya itu dengan air cinta saat itu juga.


Menjalani pernikahan selama setahun, Arya sudah benar benar berhasil membuat Bunga dewasa sebelum waktunya. Bunga sudah terbiasa dengan hal hal yang berbau mesum, baik dengan perkataan maupun dengan ucapan.


Taxi pu berhenti tepat di depan hotel bintang lima, yang berada tidak jauh dari bibir pantai. Arya melihat Bunga sudah tertidur di dalam pelukannya. Terpaksa Arya minta tolong kepada supir taxi untuk memesankan kamar untuk mereka.


"Pak ! bisa minta tolong pesankan satu kamar VIV untuk kami. Istri saya ketiduran, dia sangat sulit di bangunkan!" pinta Arya kepada sang supir.


"Bisa Pak !"


Arya pun memberikan satu kartu atm miliknya, dan uang tip untuk supir taxi itu. Supir taxi itu pun langsung turun, berjalan masuk ke lobi hotel menuju meja resepsionis untuk memesan kamar untuk penumpangnya itu. Di susul Arya dengan membawa Bunga tidur di gendongannya.


"Trimakasih Pak !"ucap Arya setelah mendapatkan kunci kamar hotel.


"Sama sama..kalau begitu saya permisi !" balas super taxi yang mengantar mereka itu sekalian pamit.


"Ada yang bisa dibantu Pak ?"tanya salah satu karyawan hotel, melihat Arya membawa beban berat di gendongannya.


"Tolong antar saya ke kamar no... karna saya akan kesulitan membuka pintu nanti" jawab Arya.


"Baik Pak !" Karyawan hotel itu pun mengambil kunci kamar dari atas meja resepsionis, kemudian berjalan ke arah Lif, langsung di ikuto Arya.


Sampai di lantai dimana kamar yang di pesan Arya. Mereka pun keluar dari dalam lif, berjalan di lorong hotel,menuru kamar VIV yang di pesan Arya. Karyawan hotel itu pun membuka pintu kamarnya.


"Trimakasih !" balas Arya. Membawa Bunga masuk ke dalam kamar, dan langsung meletakkan Bunga perlahan di atas ranjang king size berwarna putih bersih.


Arya menghembuskan napas lelahnya, setelah beban berat yang berkisar 60 kilo lebih itu, diturunkannya dari lengannya. Arya sungguh lelah, sampai keringat membanjiri wajah dan tubuhnya, karna menggendong Bunga dari bawah sampai ke atas. Kemudian kembali berjalan ke arah pintu, untuk menutup pintu.


Arya kembali ke arah tempat tidur, langsung membuka baju Bunga hanya menyisakan pakaian dalam, supaya tidur istrinya itu nyaman, lalu menutup tubuh istrinya demgan selumut. Kemudian Arya juga membuka pakaiannya, menyisakan boxsernya saja, membiarkan bagian dadanya polos. Kemudian Arya menyimpan baju mereka, menggantungnya di dalam lemari yang tersedia di dalam kamar.


Kemudian Arya masuk ke dalam kamar mandi, untuk mencuci muka dan menyikat gigi. Selesai urusannya di kamar mandi, Arya pun keluar. Arya melangkahkan kakinya ke arah tempat tidur, dan membaringkan tubuhnya di samping Bunga, dengan posisi miring menghadap Bunga.


Arya menyangga kepalanya dengan tangan, supaya ia bisa melihat seluruh wajah istrinya yang tertidur sangat pulas. Tangan Arya terulur menyentuh wajah istrinya yang kelihatan tembem. Arya mengelus ngelus pipi Bunga dengan jari jempolnya, dan juga mengelus bibir Bunga, yang selalu menggodanya, membuatnya tidak tahan, untuk tidak menciumnya.


wajah Bunga masih kelihatan menggemaskan, meski tidak terlihat sedikit gendut. Arya menarik kedua sudut bibirnya ke atas, tidak terasa sudah setahun ia menikahi Bunga. Entah apa kelebihan istrinya itu, sampai Arya begitu yakin menikahi Bunga, yakin bisa mencintai Bunga selamanya, Arya juga tidak tau. Padahal wajah Bunga tidak begitu cantik, Arya sendiri mengakui itu. Apa lagi sekarang, tubuh Bunga bertambah bobotnya. Tapi menurut Arya, itu sangat seksi.


Tidak tahan melihat bibir Bunga yang menurut Arya selalu minta di cium. Arya pun mengecup bibir Bunga, hanya mengecup, karna Arya tidak ingin mengganggu tidur istrinya yang sedang masa pertumbuhan kesamping dan ke atas itu. Kemudian mencium kening dan pipi Bungan, sebelum menjatuhkan kepalanya ke bantal. Arya pun masuk ke dalam selimut, kemudian merapatkan tubuhnya ke tubuh Bunga, memeluk Bunga posesif, lalu memejamkan matanya.


.


.

__ADS_1


Malam berlalu, pagi menjelang, Bunga menggeliatkan tubuhnya sambil memguap lebar, terbangun karna tidurnya sudah puas. Bunga membuka kelopak matanya perlahan, meliat langit langit kamar yang terasa asing baginya. Bunga pun memutar pandangannya keseluruh ruangan, Ia langsung tau kalau ia berada di dalam kamar hotel. Bunga langsung ingat tadi malam kemana Arya membawanya.


Arya, dimana Arya, Bunga tidak melihat Arya di sampingnya maupun di ruangan itu.


"Dimana Aaryan ?" gumam Bunga.


Bunga mendudukkan tubuhnya, membuat selimut yang menutupi bagian atas tubuhnya itu melorot. Bunga melihat, tububnya tidak memakai pakaian.


Bunga pun melilit tubuhnya, dengan selimut tebal berwarna putih itu. Turun dari atas tempat tidur, berjalan ke arah Horden yang masih menutupi kaca kamar. Bunga menyibak horden kamar itu ternyata mata hari sudah terik, langsung terlihat dari sana luasnya hamparan laut biru. Bunga menggeser pintu kaca di depannya, melangkahkan kakinya ke balkon, membiarjan selimut yang melilit tubuhnya menyeret menyapu lantai.


Bunga memandang pantai indah itu dengan bibir tersenyum. Ah ! bukan Karna itu Bunga tersenyum, ia tersenyum karna bahagia, mengingat Arya begitu romantis.


"Sayang..!"


Bunga kaget, tiba biba Arya memeluknya dari belakang, dan mencium bahunya yang terbuka. Bunga pun memegang tangan Arya yang melingkar di perutnya.


"Dari mana ?"bunga memiringkan wajahnya ke wajah Arya yang tepat di samping wajahnya.


"Membeli pakaian dan sarapan kita !" jawab Arya, mengecup pundak Bunga lagi, kemudian meletakkan dagunya di bahu Bunga.


Bunga mengangkat sebelah tangannya, mengusap kepala Arya.


"Kadang aku masih gak percaya, kalau aku sudah menjadi istri" ucap Bunga, pandangannya lurus kedepan.


"Apa kamu ingin aku membuatmu percaya ?"tanya Arya tersenyum, mengendus telinga Bunga.


"Itu maumu Aaryan !"


"Kamu memang istri yang soleha, mengerti dengan mau suami tampanmu ini!" Arya langsung menggendong tubuh Bunga, membawanya masuk kembali ke dalam kamar.


"Bawa aku ke kamar mandi, aku ingin membersihkan diri dulu, setelah itu sarapan, aku sudah lapar" suruh Bunga.


"Baiklah istriku !" balas Arya, langsung saja membawa Bunga masuk ke kamat mandi. Arya menutup pintu kamar mandi dengan kakinya, tanpa menurunkan Bunga dari gendongannya.


Setengah jam


Satu jam


Satu jam lima menit


Pasangan suami istri itu belum juga keluar dari dalam kamar mandi. Entah apa yang mereka lakukan, hanya merekalah yang tau. Sepertinya mereka mandi madu dulu baru madi basah.

__ADS_1


.


.


__ADS_2