Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 78


__ADS_3

"Vani mau bawa aku kemana ?" tanya Bunga. Vani terus menariknya masuk kesebuah hotel dimana orang tua Vani menjadi manager di hotel itu.


Vani menyeringai lebar, sehingga membuat Bunga bergidik ngeri. Vani membuka sebuah kamar hotel kemudian mendorong Bunga masuk ke dalam.


"Dandani dia secantik mungkin !" suruh Vani bernada perintah kepada dua orang tata rias di kamar hotel itu.


"Vani ! apa maksudmu ?" marah Bunga. Apa maksud Vani ? menyeretnya keluar dari dalam cafee setelah tadi ia menghabiskan makanannya. Vani membawanya masuk ke dalam sebuah mobil pribadi, kemudian menyuruh sang sopir membawa mereka ke sebuah hotel.


"Apa lagi kalau bukan ingin menjualmu kepada om om !. Sudah cukup kamu menikmati hidup bersama Pak Arya selama ini !" jawab Vani.


Bunga menatap Vani nyalang, tanpa aba aba melayangkan tinju ke wajah Vani. Bunga marah, Bunga kecewa dengan sahabatnya itu. Baru rasanya Bunga bernapas lega setelah melewati berbagai masalah yang menimpanya dengan Arya. Kini sekarang sahabatnya sendiri membuat masalah baru kepadanya.


Vani memegangi pipi yang mungkin sudah memar, rasanya hampir bibirnya mau copot, sudut bibirnya terasa perih.


"Ikat dia !"perintah Vani, tiba tiba dua orang laki laki memakai topeng masuk ke kamar hotel itu. Entah semenjak kapan Vani memiliki anak buah, kaya mafia. Vani pun keluar dari kamar itu, tidak menghiraukan Bunga yang berteriak sambil meronta berusaha melepaskan diri dari cengkraman kedua pria yang memeganginya.


"Awas kamu Vani !, kamu akan membayar semua penghianatanmu ini !!!. Aku tidak akan memberimu ampun !!!. Aku akan menghabisi nyawamu dengan tanganku sendiri !!!."


Tiba tiba, Bunga pingsan saat ada yang membekap mulutnya dengan sapu tangan. Kedua pria yang memegangi Bunga itu pun membawa Bunga ke atas tempat tidur, membaringkannya di sana. Kedua pria yang menutupi wajah itu pun membuka topeng mereka, tersenyum kepada dua penata rias di kamar hotel itu, kemudian melangkahkan kaki mereka keluar dari kamar hotel tempat Bunga akan di eksekusi.


Bunga terbangun dari tidurnya, rasanya ia puas sekali tidurnya . Bunga memandang ke seluruh ruangan yang sangat asing baginya itu.


Aku dimana ?" batin Bunga. Bunga melihat tubuhnya sudah berganti pakaian, menggunakan dress berwarna merah maron membentuk lekuk tubuhnya. Bunga membuka selimut yang menutupi bagian bawah tubuhnya itu, terlihat baju yang ia kenakan bermodel panjang, berbelah sampao setengah pahanya. lengkap dengan sendal heel berwarna hitam sudah menempel di kaki jenjangnya.


Keterlaluan !, awas kamu Vani !, kamu benar benar ingin menjualku , geram Bunga. Mengingat sahabatnya itu yang akan menjualnya sampai ia harus di dandanin seperti wanita penghibur.


Bunga turun dari atas tempat tidur, berjalan kr arah kaca cermin yang ada di kamar hotel itu. Bunga memandangi wajahnya yang dirias sangat cantik dengan make up tipis, diberi lipstik warna merah, dan rambutnya dikerli di bagian bawahnya dibiarkan tergerai.


Bunga memutar pandangannya ke seluruh ruangan lagi. mencari baju seragam dan tas sekolahnya. Bunga ingin mengambil phonselnya, untuk menghubungi Arya, tapi Bunga tidak melihat barang barangnya satu pun.


Dimana mereka menaroh barang barangku ?,tanya Bunga dalam hati. Bunga berjalan ke arah horden yang menutupi seluruh permukaan kaca jendela. Bunga menyibak horden itu, ternyata hari sudah malam, nampak gelap di luar.


Aku harus pergi dari sini !, aku gak mau melayani om om hidung belang. Jangan sampai itu terjadi, akan ku sunat dua kali siapa pun laki laki yang berani memyentuhku,batin Bunga lagi. Melangkahkan kakinya ke arah pintu, memutar knop pintu yang ternyata tidak di kunci.


Baru satu langkah Bunga melangkahkan kakinua keluar dari kamar itu. Sudah ada yang membekap mulut Bunga dari belakang. Menodong bunga dengan pisau, menyuruh Bunga berjalan ke arah yang diperintahkan pria itu melalui isyarat tangannya yang memegang pisau . Bunga tidak tau seperti apa yang memeganginya dari belakang, karna pria itu memakai topeng.


Bunga yang ketakutan pun, menurut, tapi bukan Bunga namanya kalau dia hanya pasrah saja. Ingat !, Bunga bukanlah cewek lemah lembut.


Entah bagaimana caranya, Bunga malah berhasil membekuk cowok yang menodongkan pisau itu ke lehernya. Memiliki badan yang besar, sangat memudahkan Bunga melumpuhkan orang yang berani bermain main dengannya. Meski tak memiliki ilmu bela diri, Bunga memiliki tenaga yang cukup kuat untuk melawan satu cowok.


"Dimana Vani? wanita yang menyuruh kalian "Bunga berbicara dengan rahang mengeras, mengambil pisau dari tangan pria itu balik menodongnya.

__ADS_1


"Kalau kamu ingin tau, ikut denganku !" ucap Pria memakai topeng itu, dengan suara seperti di berat beratin.


"Siapa kau ?"bunga seperti mengenal suara itu.


"Kau tak perlu tau siapa aku !"jawab Pria itu.


"Ayo cepat tunjukkan jalannya !, kalau kau ingin selamat !"perintah Bunga. Pria itu pun berjalan ke arah lif tanpa bicara lagi yang langsung di ikuti Bunga. Mereka pun sama sama masuk ke dalam lif. Pria itu memencet tombol naik ke lantai paling atas.


Bunga yang melihatnya mengernyitkan keningnya. Kenapa Vani ada di lantai paling atas gedung hotel itu ?. Apa Vani mau ngajak perang perangan ?, atau ingin menjatuhkannya dari lantai atas. Karna setau Bunga lantai paling atas hotel itu tidak ada apa apa.


Sampai di lantai paling atas, Bunga dan pria yang membawanya itu keluar dari dalam lif. gelap, hanya ada pencahayaan dari bintang bintang dari langit.


"Dimana Vani ?"tanya Bunga, karna Bunga tidak melihat apa apa.


Prok prok prok prok !!!


"Aku di sini !" Entah dari mana sumber suara itu, Bunga mendengarnya tidak jauh.


"Apa maksudmu Vani ?" teriak Bunga marah.


"Mau tau maksudku ?"tanya balik Vani dengan santainya.


Vani pun menjentikkan jari telunjuk dan jempolnya hingga mengeluarkan suara. Seketika lantai atas gedung itu berubah menjadi terang. Bunga memutar pandangannya ke sekeliling , ternyata di sana banyak orang duduk di kursi yang ada mejanya.


"Mama ! Papa ! Kak Rania ! Sofia ! Tari ! Gandi ! David ! Andre ! Pak Siddiq ! Tante Nazwa !" Bunga tidak bisa mengabsen satu persatu orang orang yang ada di tempat itu yang menatapnya tersenyum, meski hampir semua Bunga mengenal wajahnya.


Disana juga ada panggung, di atasnya ada meja dan kue tar berukuran besar. Ada juga tulisan HAPPY BRIDDAY MY WIFE AND HAPPY ANNYVERSARY TO ME AND YOU.


Di Bawah panggung ada Arya memegang mikrophon . Arya langsung segera mengeluarkan suara merdunya, bernyanyi lagu cinta di iringi musik. Sambil bernyanyi, Arya melangkahkan kakinya berjalan mendekati Bunga yang masih mematung di depan lif. Tepat di depan Bunga, musik berhenti, Arya pun mengakhiri laginya. Arya langsung mendaratkan ciuman di kening Bunga.


"Selamat ulang Tahun istriku ! dan selamat hari ulang Tahun pernikahan kita !"ucap Arya setelah melepas ciumannya.


"Aaryan !" Bunga langsung menghambur memeluk Arya.


"Apa kamu lupa hari ini hari ulang Tahunmu ?, dan Hari ulang Tahun pernikahan kita yang ke satu ?" tanya Arya membalas pelukan Bunga, mencium ujung kepala Bunga, menghirup aroma yang selalu memabukkannya itu.


Meski Bunga adalah anak orang kaya, Bunga tidak pernah merayakan ulang Tahunnya semenjak ia kelas satu SMP. Bunga tidak suka yang namanya perayaan ulang Tahun, karna tidak ada orang tua kandungnya di sisinya. Sehingga Bunga lupa dengan hari ulang Tahunnya sendiri. Bunga tidak sadar waktu Arya menikahinya, Hari itu adalah hari ulang Tahunnya.


Pria bertopeng yang membawa Bunga ke lantai atas gedung hotel itu pun membuka topengnya.


"Bubu !" panggilnya seraya tersenyum.

__ADS_1


Bunga yang mendengar suara yang sangat ia kenal itu, langsung melonggarkan pelukannya. Bunga menoleh ke arah pria itu. Bunga tidak percaya dengan siapa yang berdiri di sampingnya.


"Aldo..!"


"Aku pikir kamu sudah tak mengingatku !" ucap Aldo.


Bunga mengalihkan pandangannya ke wajah Arya. Bertanya tanya, kenapa ada Aldo ?.


Arya mencium kening Bunga, kemudian berbicara."Aku yang mengundangnya, bukankah Aldo masih sahabatmu ?." Arya tau maksud tatapan Bunga kepadanya.


"Apa kamu gak cemburu ?, Aldo mantan kekasihku !"tanya Bunga.


"Jelas aku cemburu sayang !, kalau kamu mencintainya kembali" jawab Arya mengecup kilas bibir Bunga.


Bunga melepas pelukannya dari Arya, dan langsung memeluk Aldo. Bunga sudah sangat merindukan sahabat kecilnya itu.


"Selamat ulang Tahun Bubu jeyeng !" ucap Aldo membalas pelukan Bunga.


"Kenapa kamu meninggalkanku ?, guru galak itu sangat jahat, dia memaksaku jadi miliknya, bahkan dia tega menyakitiku !, menerkapku kapan dia mau !"adunya kepada Aldo, jangan lupa !, kalau Bunga ada gesrek gesreknya.


Tiba tiba ada yang menepuk pundak Bunga dari belakang, tapi Bunga rasa bukan tangan Aldo. Bunga melepas pelukannya dari Aldo memutar tubuhnya, melihat siapa yang menepuk pundaknya. Bunga mengernyitkan keningnya, karna tidak mengenal siapa cewek cantik yang berdiri di depannya itu.


"Namaku Salsa !" ujar Cewek seusianya itu, mengulurkan tangannya.


Bunga diam memperhatikan cewek itu seksama. Cewek itu sangat terlihat cantik, berbanding jauh dengannya.


"Pacar barunya Aldo !"ucap cewek itu lagi.


Bunga menerima uluran tangan cewek cantik itun dan memperkenalkan dirinya." Bunga Adelwis !" ucapnya manyun.


Aldo memeluk cewek yang memgaku pacarnya itu dari samping , lalu mengecup pipinya kilas.


"Aku sudah bilang Bunga !, aku akan mencari cewek yang lebih cantik darimu. Jangan cemburu !, kamu yang duluan mencari penggantiku !. Dan aku sudah tidak mencintaimu lagi !, karna kamu juga sudah tidak mencintaiku !"ucap Aldo, tersenyum.


Bunga mendengus kesal," siapa pula yang cemburu !."


"Sudah sudah ! ayo sayang ! hari ini adalah hari bahagia kita, para tamu undangan sudah menunggu dari tadi" ucap Arya, menarik Bunga berjalan naik ke atas panggung. Di ikuti para meluarga dan sahabat Bunga.


.


.

__ADS_1


__ADS_2