
Vani yang ikut naik ke atas panggung, melangkahkan kakinya dengan menghentak hentakkannya. Bibirnya manyun, tidak terima mendapat tonjokan dari Bunga sampai pipinya lebam. Arya dan Bunga harus membayar mahal itu !, pikir Vani.
Tadi sore, Setelah keluar dari kamar hotel tempat Bunga akan di eksekusi. Vani sebenarnya sempat menangis karna kesakitan. Bunga benar benar marah, sampai menonjoknya sangat kuat. Vani pun langsung mengadu kepada Tari dan Arya, yang ada di di ruangan lain bersama anggota keluarga Bunga.
Arya yang melihat Vani menangis sambil memegangi pipinya, pun membawa Vani berobat ke klinik yang tidak jauh dari area hotel. Arya lupa ! kalau istrinya itu, ada bringas bringasnya. Mungkin resiko Vani juga, karna ide seperti itu darinya juga.
.
.
Di atas panggung, sebelum mulai acara inti, Arya pun mucapkan sedikit kata sambutan kepada para tamu undangan, yang tak lain adalah seluruh guru dari sekolah SMA HARAPAN dan Semua siswa dan siswi dari kelas Bunga. Para sahabat dan kerabat terdekat keluarga pak Fariq.
"Selamat malam semua !" sapa Arya melalui mikrophon di tangannya,tanpa melepas rangkulan tangannya dari pinggang Bunga dari belakang. Arya terlihat sangat tampan berkali kali lipat dengan baju kemeja lengan panjang berwarna biru tua, di padukan dengan celana bahan berwarna hitam, rambutnya di sisir rapi kebelakang dan sedikit di buat klimis. Wajah Arya juga di beri sedikit sentuhan make up.
"Selamat malam !" balas semua para tamu undangan.
"Trimakasih sudah meringankan langkahnya ke acara hari jadi penikahan kami yang ke satu Tahun, yang bertepatan dengan hari ulang Tahun istri tercinta saya ini !" ucap Arya menjeda kalimatnya.
"Kami mengundang kalian semua ke acara ini, untuk berbagi rasa syukur kami kepada Tuhan, yang telah memberikan kebahagiaan kepada kami. Dan disini kami juga mengharap do'a dari kalian semua, semoga rumah tangga kami langgeng sampai akhirat nanti, dan diberikan umur yang berkah kepada istri saya" ucap Arya lagi.
"Tidak banyak kata kata yang bisa saya sampaikan. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih ! telah hadir di acara kami yang berbahagia ini" ucap Arya lagi tak ingin berlama lama untuk sampai ke acara inti.
Arya pun memberikan mikrophon di tangannya kepada Gandi sebagai peminpin acara.
"Untuk menyingkat waktu, kita mulai saja acara intinya. yaitu acara ulang Tahun dari Bunga Adelwis dan ulang Tahun pernikahanya dengan Pak Arya" ucap Gandi, setelah menerima mikrophon dari Arya.
Acara pun di mulai, semua yang ada di lantai atas gedung hotel itu,menyanyikan lagu selamat ulang Tahun untuk Bunga. Dengan meriah sambil bertepuk tangan.
Bunga terharu sampai menitihkan air matanya, bercampur ada rasa sedih, karna ia tidak pernah merayakannya dengan orang tua kandungnya.
Bunga membungkukkan tubuhnya ke arah kue ulang Tahun, yang ada lilin angka 18 menyala di atas kue. Bunga pun meniup nyala lilin itu, saat semuanya menggemakan 'tiup lilinnya' sampai api lilin itu padam. Tidak ada doa yang terucap di hati Bunga, selain rasa syukur dan bahagia, mendapatkan pendamping seperti Arya.
Arya menepis cairan bening yang mengalir di pipi istri labilnya itu, dengan jempol tangannya.
"Selamat ulang Tahun istriku !dan selamat hari ulang Tahun pernikahan kita yang ke satu !" ucap Arya, kemudian mencium kening Bunga lama.
Malam ini istrinya terlihat sangat cantik dengan pakaian peminim yang memperlihatkan lekuk tubuh Bunga. Istrinya itu sangat terlihat menggoda imannya dengan tubuh montok padat dan berisi. Sepertinya Arya harus rajin olah raga dan minum jamu penambah tenaga, supaya tidak kesusahan menggendong tubuh istrinya itu yang betambah terus bobotnya.
"Selamat hari pernikahan kita juga !"balas Bunga, membalas mencium pipi Arya.
__ADS_1
" Ehem !, kami sudah dilupain ?" dehem Pak Fariq.
Bunga yang lupa dengan keberadaan keluarga dan orang orang di tempat itu. Memutar tubuhnya ke arah orang orang yang ada di belakang nya.
"Mama !" Bunga langsung memeluk Mama Indah dan mencium pipinya.
"Selamat ulang Tahun sayang !, selamat ulang Tahun pernikahan kalian" ucap Mama Indah. membalas mencium pipi dan kening Bunga.
"Trimakasih Ma !"balas Bunga.
Bunga melepas pelukannya dari Mama Indah, berganti memeluk Pak Farik.
"Papa !"
"Selamat ulang Tahun putri Papa !, dan selamat hari ulang Tahun pernikahan kalian" ucap Pak Fariq, melakukan hal yang sama seperti Mama Indah.
"Trimakasih Pa !"
Bunga juga memeluk kakaknya Rania," Apa kak Rania gak ingin mengucapkan selamat kepada Bunga ?."
"Selamat ulang Tahun adikku !, selamat ulang Tahun pernikahan kalian !"ucap Rania, membalas pelukan Bunga.
Bunga beralih kepada adiknya Sofia,"Hei tukang palak ! apa kamu gak ingin mengucapkan selamat sama kakakmu ini ?."
Sofia mengembangkan senyumnya, senyum mengejek tentunya."Selamat ulang Tahun Kakak Bunga jelek !. and happy any persary !"ucapnya.
"Mana kadomu ?"
Sofia memutas tubuhnya, mengambil dua kado di meja yang ada di belakangnya.
"Ini !"
Bunga mengambil kado kedua kado itu. Kenapa kadonya dua ?, karna acaranya 2in 1. Bunga langsung membuka kedua kado dari adiknya itu, Bunga penasaran hadiah apa yang di berikan adiknya kepadanya.
Sofia menyengir kuda, saat Bunga melihat kedua isi kadonya.
"Minta ponakan !"ucap Sofia. karna isi kedua kadonya itu adalah Topi dan kaos kaki bayi.
Entah apa maksud Bunga, ia tersenyum mengedipkan matanya kepada Sofia.
__ADS_1
"Sayang ! ayo lanjut acaranya dulu, nanti aja acara buka kadonya !" Arya memarik Bunga, sepertinya Bunga lupa, banyak para tamu undangan di bawah menunggu kelanjutan acaranya.
Selanjutnya adalah acara potong kue, Arya memberikan pisau khusus pemotong kue kepada Bunga.
"Potong kuenya sayang !"ucap Arya.
Bunga menganggukkan kepalanya seraya tersenyum, mengambil pisau kue dari Arya. Bunga memotong kue tar di depannya, menarohnya ke peiring kecil. Mengambil sendok, Bunga menyendok potongan kue itu, menyuapkanya kepada Arya.
"Trimakasih sudah menjadi suami yang baik untukku !"ucap saat Arya menerima suapan kue itu dari tangannya.
"Aku mencintaimu sayang !"ucap Arya, setelah menelan kue di mulutnya, kemudian mencium kening Bunga.
"Aku juga mencintaimu guru galak !"balas Bunga terkekeh.
Bunga juga menyuapkan kue ulang Tahun itu kepada kedua orang tua, kakak dan adiknya. Para sahabat Bunga pun mengucapkan selamat kepada Bunga secara bergantian.
Acara terus berlanjut Kini semua sudah berada di bawah panggung . Untuk menghibur para tamu undangan. Sekarang waktunya acara dansa, bagi siapa yang ingin ikut berdansa dengan pasangannya.
"Nyonya Aaryan !, maukah kamu berdansa denganku ?."tersenyum indah, Arya mengulurkan tangannya kepada Bunga supaya Bunga meraihnya, yang menjadi pemeran utama malam itu.
"Tentu Tuan Aaryan !"balas Bunga membalas senyuman Arya tidah kalah indahnya. Bunga meraih tangan Arya, menyematkannya di atas telapak tangan Arya.
Aryan pun mengenggam tangan Bunga dan menarik pinggang Bunga mendekat ke tubuhnya. Pencahayaan di tempat itu langsung padam, di gantikan lampu pencahayaan temaran. Suara gesekan biola pun langsung mengalun merdu. Kedua tangan Arya memegang pinggang Bunga. Bunga meletakkan satu tangannya di bahu Arya, dan satu tangannya lagi menempel di dada Arya. Mengikuti irama musik, kaki mereka melangkah pelan ke kiri dan kekanan dengan manik mata yang saling berpandangan, saling merekahkan senyum di bibir mereka. Bahagia ! tentu, pasangan suami istri itu bahagia, terlihat dari raut wajah keduanya yang sama sama berbinar. Sementara, Bunga lupa dengan kemarahannya karna sudah di kerjain habis habisan.
"I love You !" ucap Arya lembut.
"Me too !" balas Bunga, melingkarkan kedua tangannya ke leher Arya.
Suasana panggung dansa yang awalnya ramai, satu persatu pasangan mulai menepi, sampai hanya tinggal pasangan yang di mabuk asmara itu di lantai dansa. Malam ini mereka menjadi pemeran utamanya, membuat mata hanya tertuju kepada mereka.
Para tamu undangan pun mulai meninggalkan tempat acara itu, karna memang sudah di penghujung acara, meninggalkan kedua si joli itu, menikmati dansa mereka, begitu juga dengan para keluarga dan sahabat. Mereka tak ingin mengganggu malam romantis keduanya.
Musik terus mengalun indah, menemani indahnya malam yang penuh bintang dari langit. Arya menghentikan gerakan kakinya. Kemudian sedikit membungguk, mendekatkan wajahnya ke wajah Bunga. Perlahan Arya menempelkan bibirnya, mencium bibir Bunga. Melu***nya lembut, perlahan lid**nya menerobos rongga mulut Bunga., sesekali me**sapnya. Bunga yang terbawa suasana, pun membalas ciuman Arya tidak kalah mesranya. Mereka sudah sering melakukan itu, tapi rasa nikmatnya seperti tidak ada habisnya, masih sama dari dulu.
Ciuman itu berlangsung lama, malam indah ini rasanya terlalu sayang untuk di lewatkan. Akhirnya Arya melepas pagutan mereka, karna merasa bibirnya sudah panas dan terasa kebas. Sepertinya bibir mereka sudah sama sama bengkak. Arya pun menarik Bunga ke dalam pelukannya, mencium ujung kepala Bunga lama. Betapa Arya sangat mencintai istri yang bertubuh obesitasnya itu. Tidak peduli seperti apa bentuk tubuh istrinya itu sekarang. Bagi Arya, Bungalah wanita yang paling cantik.
Kejutan Arya tidak sampai di situ, Arya menarik tangan Bunga ke arah lif, untuk meninggalkan tempat yang sudah sunyi itu.
"Aaryan ! kita mau kemana ?"tanya Bunga, setalah mereka sampai ke lantai bawah. Bunga pikir malam ini mereka akan menginap di hotel itu, nyatanyq tidak.
__ADS_1
"Nanti pasti kamu tau sayang !"balas Arya manarik Bunga, masuk ke dalam sebuah taxi, entah kemana Arya akan membawanya. Terlihat jalan yang di lalui taxi yang membawa mereka berdua bukanlah jalan pulang ke rumah mereka atau ke rumah keluarga Bunga.