
"Tidak bisa !"
Bukan Bunga yang membatah, melainkan Vani. Karna Vani sudah mengklaim Orion adalah calon menantunya.
Orion memutar bola matanya malas, sahabat Mama nya itu selalu saja ingin menguasai dirinya melebihi istri.
"Bunga ! ayo kita resmikan perjodohan ini !" ujar Vani.
"Enak aja ! gak gak gak !. Aku gak mau anak anakku mengalami hal yang sama denganku. Biarkan mereka mencari kebahagiaan mereka. Lagian putrimu masih kecil." tolak Bunga
"Sayang..! kok ngomong gitu sih !" Arya merasa tersinggung dengan omongan Bunga. Kemudian menjatuhkan dagunya di bahu Bunga. Arya merasa, Bunga belum ikhlas menikah dengannya.
Bunga yang sadar dengan omongannya yang menyingguk perjodohannya dengan Arya. Mengangkat sebelah tangannya mengusap kepala Arya, kemudian mencium keningnya.
"Maaf !" ucap Bunga." Bukan maksudku seperti itu !" ucap Bunga lagi.
"Gak lihat tuh wajah pacarnya Orion, sudah mendung seperti akan turun hujan !"bisik Bunga ke telinga Arya.
Arya pun melirik ke arah gadis cantik yang berdiri di samping Orion. Benar !, anak itu sudah menundukkan kepalanya.
"Aku pikir kamu masih belum terima perjodohan kita !, padahal anak kita sudah mau enam" balas Arya berbisik ke telinga Bunga.
"Itu dulu sayang !, sekarang aku sangat bersyukur" ucap Bunga.
"Gak bisa gitu dong Bunga !, Semenjak Orion dari dalam kandungan, Orion sudah menjadi menantuku. Orion harus menjadi menantuku ! titik !" ujar Vani, tidak terima.
"Sayang..!" Gandi menarik tangan Vani, supaya kembali duduk di sampingnya. Karna gila istrinya mulai kumat."Kalau memeng mereka berjodoh, pasti putri kita dan Orion di persatukan di depan penghulu. Gak usah di jodoh jodohin. Seperti kita, tidak ada yang menduga, kita berjodoh !" jelas Gandi. Vani mengerucutkan bibirnya.
"Idih ! Tante Vani sudah melebihi pelakor !"cibir Orion.
"Dulu Mamamu yang menang mengalahkan satu sekolah untuk mendapatkan Papamu. Sekarang Putri tante yang harus menjadi pemenengnya !"ujar Vani.
"Gak ! putri tante jelek, Orion gak suka !" tolak Orion, mengejek putri dari sahabat Mamanya itu, dengan sampai hati.
"Orion..!" tegur Arya
"Iya Pah !"
"Gak boleh bicara seperti itu !"ucap Arya.
Kalau Bunga, ia sudah tertawa cekikikan, mendengar Orion mengejek putri dari sahabatnya itu. Sepertinya karma berbalik kepada Vani. Dulu Bunga yang sering mendapat ejekan dari Vani, sekarang putrinyalah yang dapat ejekan dari anak Bunga.
Vani memicingkan matanya ke arah Bunga, Vani mengerti kenapa Bunga tertawa tawa. Vani semakin mengerucutkan bibirnya. Kenapa pula putrinya itu wajahnya banyakan mirip Gandi. Coba putrinya itu mirip dengannya, pasti sangat cantik, pikir Vani.
"Bang Olion !" panggil gadis kecil berusia sembilan Tahun.
Orion mengalihkan pandangannya ke arah gadis kecil,yang rambut di kuncir dua berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Ayo Bang ! beli jajanan ke mini malket. Abang Olion kemalin janji. Kalau Queen datang kesini, abang Olion bawa Queen jajan" ajak gadis kecil yang belum bisa mengatakan huruf R itu.
"Queen belajar dulu bilang nama abang yang benar. baru kita pergi beli jajanan" balas Orion.
"Kemalin abang Olion sudah janji !" ucap Queen.
"Bilang nama abang dulu yang benar. O..Ri..ON" ucap Orion mengeja namanya dengan jelas.
"O..Li..ON" ulang Queen
"Itu salah !, yang benar ngucapinnya" ucap Orion.
"O..Ri..ON !" ulang Orion. Gadis kecil itu malah menangis, menekuk bibirnya ke bawah.
"Papa ! abang Orion nakal !" adu Queen kepada Gandi.
"Abang Orion..!" tegur Gandi..
Orion tertawa cekikikan, ia sangat suka menggoda Queen, yang usianya sudah sembilan Tahun, belum juga bisa mengatakan huruf R.
Gadis yang disamping Orion itu pun berlari keluar rumah. Karna merasa kehadirannya di tengah tengah keluarga Orion tidak di terima.
Orion yang menyadarinya pun langsung mengejarnya.
"Kezia..!" panggil Orion, menarik tangan Kezia.
"Aku mau pulang Orion, keluargamu tidak menerima kehadiranku !" ujar Gadis itu.
"Tapi aku melihat, kamu juga menyukai anak dari sahabat Mamamu itu !" ucap Kezia.
"Aku hanya menganggapnya adik !, aku dan anak anak tanteku dan anak anak sahabat Mama semuanya dekat, karna orang tua kami sering ngumpul ngumpul dari dulu. Di antara mereka semua, aku yang paling tua, mereka juga sudah menganggap aku abang. Masa kamu cemburu sama anak kecil" jelas Orion.
"Tapi bagaimana kalau kamu benar di jodohkan ?" tanya Kezia lagi.
"Semua keputusan ada padaku !"jawab Orion.
Mereka juga masih kelas satu SMA, apa iya hubungan mereka sampai ke jenjang yang lebih serius. Orion sendiri juga, pikirannya belum sampai kesana. Orion hanya ingin menikmati masa mudanya saat ini. Cewek di depannya kenapa terlihat begitu serius dengan hubungan mereka yang baru sebulan berpacaran.
Orion pun menarik kembali gadis itu masuk ke dalam rumah. Di teras rumah, ternyata Bunga sudah berdiri menyaksikan perdebatan anaknya dengan sang kekasih. Seketika Bunga mengingat bagaimana beratnya ia menjalani hari, setelah perjodohannya dengan Arya. Di tambah lagi Aldo menghilang dari kehidupannya.
Cukup aku yang merasakannya !, batin Bunga.
"Mama..!" ucap Orion.
Bunga mengulas senyumnya, menarik gadis remaja yang menundukkan kepala itu.
"Kemarilah nak !, Jangan di masukin ke hati pembicaraan sabahat tante tadi. Dari dulu dia memang seperti itu. Dia tidak serius mengatakan itu, itu hanya bahan candaannya saja. Aslinya dia orangnya baik kok." ucap Bunga, menuntun gadis itu masuk ke dalam rumah. Membawanya duduk ke sofa yang sama dengannya, membiarkan gadis itu duduk disampingnya bersama sang suami.
__ADS_1
"Ayo kita lanjut acaranya, sekarang waktunya acara makan !"ucap Sofia untuk mencaitkan suasana. Karna kebetulan perut buncitnya juga sudah lapar.
Queen masih menangis meski sudah di bujuk Gandi dan Vani, ia memandangi Orion yang masuk ke dalam rumah.
"Papa ! abang Olion pacalan sama kakak itu ya ?" tanya Queen.
"Gak sayang ! mereka hanya berteman !"jawab Gandi. Seperti paham aja putrinya itu apa itu pacaran. Begini nih kalau punya istri ada gesreknya, anak masih kecil aja, sudah mikirin menantu, pikir Gandi. Entah kenapa pula dia, bisa jatuh cinta dengan sahabat gesreknya itu.
"Queen gak suka lihat kakak kakak itu dekat cama abang Olion !" Queen berbicara dengan memanyunkan bibirnya.
"Kenapa ?" tanya Gandi, putrinya itu masih kecil, terlihat sudah ada bibit bibit pelakor.
"Kata Mama, abang Olion 'kan calon suaminya Queen !"jawab Queen, memandang Kezia dengan tatapan permusuhan.
Gandi menggaruk leher belakangnya yang mendadak gatal, mendengar jawaban putrinya. Ini nih ! gara gara istrinya, sudah menanamkan Orion sebagai calon suami Queen putri mereka. Pikiran Queen sudah ternodai.
"Sayang ! lihat ini, akibat ulahmu !. Masa putri kita kecil kecil sudah mau jadi pelakor !" ucap Gandi kepada Vani.
"Bukan putri kita yang pelakor sayang !, tapi tuh !, gadis itu. Orion 'kan ! dari dalam kandungan sudah Mama pinang jadi mantu kita !" jawab Vani sekenanya.
Melihat Bunga mengusap usap kepala gadis remaja di sampingnya. Queen semakin mengerucutkan bibirnya, memandang kedua wanita beda generasi itu dengan menyipitkan matanya, tak suka. Queen cemburu, ia pun tiba tiba berlari ke arah Bunga, menarik tangan Bunga dari rambut gadis itu, membuat Bunga kaget.
"Queen gak suka, tante pegang pegang kakak ini !" ucap Queen menyatakan kecemburuannya.
"Kenapa ?" tanya Bunga, mengulum senyumnya.
"Queen gak suka !" jawab Queen
"Kakak ini calon menantu tante !" ucap Bunga.
"Gak boleh !" sanggah Queen.
Bunga malah mencubit kedua pipi cabi Queen yang mengembang."Kamu juga calon mantu tante, tapi Rizqi ya !" ucap Bunga, mengatakan anak ke empatnya.
"Gak mau ! Queen mau sama abang Olion !" tolak Queen.
"Kalau kamu bisa mengatakan huruf R, kamu boleh sama Abang !" tantang Orion kepada Queen.
Membuat Queen menatap Orion dengan mata berlinang air mata, bibirnya juga menekuk ke bawah.
"Kamu harus bisa mengatakan nama abang dengan benar !, O..Ri..ON !" tekan Orion, dengan wajah tersenyum, berniat menggoda Queen.
Queen terdiam, kemudian berlari ke arah Gandi." Papa ! abang Olion jahat !" adunya.
"Queen sama elang aja ya !" bujuk Gandi, memeluk putrinya.
"Queen mau sama abang Olion !" tangis Queen.
__ADS_1
.
.