
Melihat Bunga keluar dari mobil milik Arya , orang orang pada melihatin Bunga dengan tatapan tidak suka . Menurut mereka Arya bertunagan dengan Bunga karna terpaksa . Entah dapat informasi dari mana , mereka mengetahui, dulu keluarga Bungalah yang menyekolahkan Arya sampai kuliah ke luar Negri . Mereka beranggapan Arya menerima bertunangan dengan Bunga hanya untuk balas budi .
Bunga melangkahkan kakinya ke arah kelasnya , berjalan tanpa peduli dengan pandangan orang yang tidak menyukainya . Toh ! Bunga gak merasa punya hutang yang belum di bayar sama mereka mereka . Bunga juga bukanlah gadis peminim , gadis lugu , apa lagi lemah lembut yang mudah tertindas hanya dengan tatapan mata . Melainkan dia adalah gadis tomboy yang imut imut manja menggemaskan , pemberani dan nakal , menurut seorang Arya .
"Hai Bubu ! tumben kamu pagi ini kelihatan cantik ?" sapa Gandi datang bersama Leo di belakang Bunga .
"Iya dong !" jawab bunga , mengibaskan rambut sebahunya dengan tangan .
"Aku gak percaya kalau kamu tunangan dengan Pak Arya ! . Sekalipun itu benar, aku rasa kamu memakai guna guna untuk mendapatkan Pak Arya" ucap Gandi kepada Bunga .
"Jangankan kamu ! , aku juga kadang gak percaya ! ,rasanya masih seperti mimpi !" balas Bunga ."Oh Tuhan ! , kau begitu baik kepada hambamu yang jelek ini , Kau tau keinginanku untuk memperbaiki keturunan." ucapnya lagi , menyatukan telapak tangannya , menempelkannya di pipi kirinya . memejamkan matanya sambil tersenyum , membayangkan wajah Arya pada saat menciumnya .
Gandi lupa kalau yang diajaknya bicara itu orang setengah waras . Melihat Bunga seperti orang gila , Gandi dan Leo pun diam diam meninggalkan Bunga , melangkahkan kaki mereka pelan pelan tidak bersuara .
"Tar !" panggil Vani ." Sepertinya si Bunga kesurupan , lihat tuh ! , dia senyum senyum sendiri dengan mata tertutup , entah apa yang dia banyangkan " ujar Vani . mereka baru sampai disekolah berjalan ke arah kelas mereka .
"Sepertinya begitu !" balas Tari .
"Apa kita coba sembur aja ya ?" tanya Vani , mereka terus berjalan mendekanti Bunga .
"Pakai apa ?"
"Pakai kopi sianida" jawab Vani . kemudian mengeluarkan kopi gelasan yang di belinya di warung pinggir jalan dengan harga seribu , kemudian menusuk sedutan kecil ke bagian atas kemasan .
"Benaran kamu mau menyemburnya ?" tanya Tari gak percaya melihat sahabat gesreknya itu .
"Iya !" jawab Vani .
"Kalau dia ngamuk , aku gak ikut ikutan" ujar Tari .
"Tenang aja , biar itu menjadi urusanku !"balas Vani .
Benar saja , Vani meminum sedikit kopi di tangannya dan langsung menyemburnya ke wajah Bunga . Membuat Bunga kaget dan langsung membuka matanya .
"Ayo ! pergi kau setan !, jangan mengganggu sahabatku pagi pagi begini . Dia sudah jelek ! kasihanilah dia !" ujar Vani seperti membaca mantra .
Bunga sudah mengeraskan rahangnya , menatap Vani penuh permusuhan , setelah melihat cairan apa yang membasahi mukanya .
"VANIII....!!!!!!" pekik Bunga , sampai semua murid yang lalu lalang menutup telinga masing masing . kemudian langsung menarik rambut Vani kuat .
"Aw ! sakit Bunga !!" keluh Vani , membalas menarik rambut Bunga .
"Kenapa kamu menyembur wajahku ?" tanya Bunga .
"Aku pikir kamu kesurupan karna senyum senyum sendiri !" jawab Vani .
"Emang kamu dukun ?"
Vani diam tidak menjawab ,Aku 'kan bukan dukun ! , kenapa aku main sembur sembur aja ?, bukannya setannya pergi malah tambah ngamuk !, batin Vani .
__ADS_1
"Sudah Bunga ! stop ! ampun !" ucap Vani , Bunga langsung melepasnya .
"Kamu harus ganti rugi !, karna sudah menodai wajahnku , kamu harus membayar biaya perawatan wajahku kesalon" ucap Bunga , dan langsung pergi masuk ke kelas mereka .
"Babay ! , aku gak ikutan !" melambaikan tangannya kepada Vani , Tari pun meninggalkan Vani yang terdiam , karna telah kena palak Bunga akibat ulahnya .
"Pasti Pak Arya ilfil melihat Bunga , kasihan Pak Arya , terpaksa menerima bertunagan dengan Bunga karna balas budi" ucap salah satu siswi kepada temannya .
"Iya ! , yuk kita masuk ! , sebentar lagi bel" ajaknya .
.
.
"Selamat pagi semua !" sapa Arya masuk ke dalam kelas Bunga .
"Selamat pagi juga Pak !" seru semua murid .
"Simpan semua bukunya , kita ulangan hari ini !" ucap Arya .
"Kok mendadak Pak ? , kami belum ada persiapan" komentar Gandi .
"Bapak ingin menguji kekuatan memorikat kalian menyimpan pelajaran yang Bapak berikan selama ini" jawab Arya . Dengan pasrah mereka semua pun menyimpan buku masing masing . Kemudian Arya membagi soal ulangannya .
Dasar si burung gagak !, suka suka dia aja , dia pikir kepala orang handphon ada memorikatnya . Masih mending handphonnya canggih , gimana kalau handphonnya , handphon jadul , belum ada memorikat seperti kepala saya !,batin Bunga .
"I..iya Pak !" gugub Bunga karna kaget .Bikin jantung orang mau copot aja !, ngomongnya pelan aja napa ?,batin Bunga mengerutu . Kemudian membaca soal matematika jumlahnya ada sepuluh . Bunga langsung menggaruk kepalanya yang terasa gatal , sampai rambutnya ada yang jingkrak .
"Empat puluh menit semuanya harus selesai !" ucap Arya lagi , berjalan ke arah bangku belakang kelas , mengawasi murid muridnya dari belakang .
Hening ! , semuanya sibuk mengerjakan soal ulangan . tidak ada yang akan berani mengintip contekan , karna mereka akan tau resikonya , kertas ulangan mereka akan disobek dan tidak boleh mengikuti ulangan ulangan berikutnya .
Aduh ! kenapa sih si burung gagak itu dari tadi berdiri di belakang ?, bikin tegang urat leher aja !,batin Bunga , dengan kening mengerut bibir dimajuin lima senti . Waktu sudah tinggal sisa 15menit lagi , baru ia selesai mengerjakan lima soal , itu pun kalau di jamin benar , masih mending .
"Leo !" panggil Bunga mencolek punggung Leo yang duduk di depannya .
Leo yang tau maksud Bunga , tidak meresponnya , karna resikonya besar . Bunga pun mencebikkan bibirnya .
"Bunga ! , kalau sudah selesai bawa kesini lembar ulanganmu !" ujar Arya dari belakang , melihat Bunga mengganggu teman di depannya.
"Belum siap Pak !" jawab Bunga tanpa menoleh ke belakang .
Coba ada Aldo ! pasti aku bisa ngintip ngintip jawabannya kalau pas lagi ulangan begini !, batin Bunga . ternyata Aldo belum hilang dari benak Bunga , dan mungkin tidak akan pernah hilang .
Lagi Bunga menggaruk kepalanya yang gatal , otak minimalisnya rasanya sudah mau pecah , memikirkan jawaban soal yang ada di depannya .
Si burung gagak itu juga ! kasih tau kek semalam kalau mau ulangan , percuma nikah sama guru sendiri , udah galak pelit lagi . Ya udah deh ! asal di kerjakan aja ! , mana tau nanti bisa benar . kalau salah pun , mana tau dapat nilai rajin menulis , 'kan lumayan ,batin Bunga mengerutu .
Hening
__ADS_1
Hening
Hening
"Waktunya sudah habis , silahkan berikan lembaran ulangannya ke teman di samping masing masing !" ujar Arya , berjalan ke depan , dan langsung menulis jawaban soal ulangan di papan tulis ." koreksi jawaban teman masing masing sesuai yang saya tulis di papan tulis !" ujar Arya lagi .
"Iya Pak !" sahut semuanya .
"Pak ! saya gak punya teman !" sahut Bunga dari bangkunya . Karna semenjak kepindahan Aldo, tidak ada orang yang melengkapinya .
"Kertas ulanganmu bawa kesini , berikan sama saya !" ujar Arya .
Bunga pun langsung berdiri dari tempat duduknya berjalan ke depan , mendekati Arya yang sibuk menulis di papan tulis , sangat dekat di samping Arya .
"Aaryan sayang !" bisik Bunga pelan , mengulum senyumnya memberikan kertas ulangannya kepada Arya . mengedipkan sebelah matanya , kemudian berbalik badan kembali ke bangkunya .
Melihat itu Arya langsung mengeraskan rahangnya , untuk menahan supaya tidak tersenyum .Awas kamu anak nakal ! , sudah berani merayuku disini !,ucap Arya dalam hati .
Jangan sampai murid muridnya melihat ia senyum senyum sendiri . Bisa hilang wibawanya sebagai guru teladan yang terkenal galak dan tegas .
"Sudah selesai ?" tanya Arya setelah ia selesai menulis jawaban ulangannya di papan tulis ." Kalau sudah selesai , hitung berapa salah temanmu , dan cewer telinganya sesuai jumlah salahnya ! . Kemudian satu orang kumpul semua kertasnya antar ke depan " perintah Arya .
Semua murid pun melakukan sesuai perintah Arya . Menjewer telinga temannya sesuai jumlah jawaban yang salah . Dan... dikelas terjadilah kebisingan , meringis secara bergantian .
"Tari ! aku menjewermu tiga kali , kenapa kamu menjewerku telingaku lima ?" Vani gak terima menerima jeweran lebih banyak .
"Gak dengar apa tadi kata Pak Arya ?" tanya Tari .
Vani mengerucutkan bibirnya ." kerja sama 'kan bisa , Pak Arya gak bakalan tau !" jawab Vani .
"Si Bunga enak ! gak ada yang menjewer telinganya . Aku yakin dia pasti banyak salahnya !" komentar Vani, tidak terima .
"Kita lihat saja !" balas Tari .
"Vani ! Tari ! Bunga ! , maju ke depan !" perintah Arya .
Vani dan Tari langsung saling berpandangan .
"Kamu sih !" Tari
"Kamulah !" Vani
Bunga , ia langsung maju , menghiraukan kedua temannya yang masih tuduh tuduhan .
.
.
.
__ADS_1