
"Bunga mana Pak ? , kami mau ngajak dia jalan pulang sekolah nanti , boleh ya Pak !" Cengir Vani .
Ternyata Vani dan Tari lah yang datang mengetuk pintu ruangannya .
"Sana kembali ke kelas kalian , sepuluh menit lagi baru waktunya pulang !" tegas Arya .
"Tapi nanti boleh ya Pak ! , Bunga jalan sama kami nanti ?" ulang Vani lagi .
"Cepat kembali ke kelas kalian , kalau kalian tidak ingin saya hukum" tegas Arya lagi .
"I..iya Pak !" gugup Vani , memutar tubuhnya berjalan kembali ke kelas mereka .
"Kamu sih ! , aku sudah bilang , Pak Arya gak bakalan ngijinin Bunga" ujar Tari , menyikut Vani di sampingnya .
Vani mencebikkan bibirnya ." Yang pentingkan sudah di coba !" cemberut Vani . Semenjak Bunga menikah , mereka tidak bebas lagi ngumpul ngumpul bareng .
Arya menutup ruangan pintunya kembali .
"Aku merasa sudah seperti barang keramat , di simpan dikeluarkan , disimpan dikeluarkan" ucap Bunga , keluar dari bawah meja .
"Kamu memang benda keramat sayang ! , barang antik !" balas Arya , berjalan mendekati Bunga . Mengangkat tubuh Bunga ke atas meja kerjanya . Dan langsung menyambar bibir Bunga .
"Aaryan ! , kita lagi di sekolah !"
"Gak ada yang melihatnya sayang !"
"Nanti orang datang lagi !"
"Tidak akan sayang !, sebentar lagi waktunya pulang !"
.
.
Bunga cemberut keluar dari ruangan Arya berjalan ke parkiran mobil , sekolah sudah sunyi , semua sudah pada pulang .
"Jangan cemberut dong sayang !"
"Gak tau !" ketus Bunga .
"Aku akan mengantarmu ke Mall , disana Tari dan Vani menunggumu ! . Sekalian aku cek kerjaan disana" Ujar Arya membujuk Bunga yang lagi merajuk .
Bunga masih memanyunkan bibirnya , masuk ke dalam mobil Arya , duduk di kursi penumpang depan . Arya pun masuk ke dalam mobil, duduk di kursi pengemudi .
"Nih ! kamu boleh belanja pakai ini !"
"Berapa isinya ?"
"Cek aja nanti sayang !"
"Okeh !"
Bunga mengambil atm dari tangan Arya , dengan senang hati , cemberut di bibirnya langsung hilang seketika .
Jika isti marah marah di rukiah tidak sembuh , maka coba di rupiah , pasti sembuh . gak percaya !coba aja .
Arya geleng geleng kepala sambil tersenyum . Setelah ia mempraktekkan kata kata bijak yang sempat dulu di bacanya di akun FB . Ternyata benar , setelah ia merupiah istrinya , cemberutnya langsung hilang .
Arya pun melajukan kenderaannya keluar dari pekarangan sekolah menuju mall , dimana Tari dan Vani berada .
__ADS_1
Arya dan Bunga sama sama keuar dari dalam mobil setelah Arya memarkirkannya di parkiran mall . Arya mendekati Bunga , meraih tangan Bunga , menggandengnya masuk ke dalam mall.
"Aaryan ! yakin mereka disini ?" tanya Bunga .
"Coba telephon "
Bunga pun mengeluarkan handphonnya dari saku rok sekolahnya . kemudian menghidupkan layar phonselnya , dan langsung menghubungi no Vani setelah ia menemukan no kontaknya .
"Van ! kalian dimana ?" tanya Bunga , setelah Vani menerima panggilannya telephonnya .
"(.............)"
"Kalian tunggu aku di sana ! , sekarang aku sudah di lantai bawah !" Bunga langsung memutuskan sambungan telephonnya .
"Mereka dimana ?" tanya Arya .
"Di lantai tiga" jawab Bunga
"Ayo aku antar !" Arya menarik tangan Bunga masuk ke dalam lif , untuk naik ke lantai tiga mall tersebut .
Bunga mengernyitkan keningnya , tiba tiba Bunga merasa kepalanya pusing , perutnya bergejolak saat lif bergerak naik .
"Sayang ! kenapa ?" Arya merangkul tubuh Bunga .
"Tiba tiba kepalaku pusing saat lifnya naik !" jawab Bunga .
"Sepertinya kamu tadi kebanyakan tidur sayang !." sambil di pijitnya kedua pelipis Bunga .
" Yakin kuat untuk jalan jalannya ?" tanya Arya . Bunga menganggukkan kepalanya .
"Pusingnya dikit aja kok !"
"Dimana mereka sayang ?" tanya Arya lagi .
"Di tempat penjualan baju wanita !" jawab Bunga .
Arya mengantar Bunga sampai bertemu dengan Vani dan Tari .
"Nanti selesai jalan jalannya , kasih tau ya ! , kalau gak datang aja ke counter" ujar Arya .
"Iya suamiku sayang !" balas Bunga dengan suara mesranya , karena baru di kasih modal belanja .
"Jangan terlalu lelah sayang ! , nanti malam kamu juga harus menjalankan tugasmu menjadi istri yang soleha !" bisik Arya ke telinga Bunga , membuat Bunga merinding si bulu roma .
Ya ampun burung gagak !, kenpa pikiranmu mesum terus ?,batin Bunga .
"Tuh ! si Bunga sudah datang !" tunjuk Tari .
"Mana ?" tanya Vani
"Tuh ! datang sama Pak Arya ".tunjuk Tari lagi dengan telunjuknya .
"Yuk kita samperin !" ajak Vani .
"yuk !" balas Tari , mereka pun berjalan ke arah Bunga dan Arya .
"Tar ! kok rambut mereka terlihat basah basah lembab gitu ! , seperti habis keramas . Bukankah tadi Pak Arya berada di sekolah ?.tanya Vani
" Gak tau !" jawab Tari , ia bukanlah seperti Vani , suka kepo .
__ADS_1
"Selamat sore Pak Arya !" sapa Vani , seteleh mereka mendekati Bunga dan Arya .
"Selamat sore juga !" balas Arya .
"Sayang ! , aku tinggal ya ! , jangan terlalu lama !" pamit Arya , mencium pelipis Bunga lalu pergi .
"Hai Bunga !" sapa Vani dan Tari bersamaan .
"Hai juga Vani ! Tari !" balas Bunga tersenyum seramah mungkin .
"Dari pagi kamu gak kelihatan , kamu sembunyi dimana ?. Aku yakin kamu pasti berangkat dari rumah ." cercah Vani .
"Tidur di ruangan direktur !" jawab Bunga , melangkahkan kakinya masuk ke toko pakaian.
"Sudah tau dia tidak pernah beres di tanya , masih aja kamu tanya"ucap Vani .
"Ya ! seharusnya begitu , tapi aku penasaran"balas Vani .
Mereka pun masuk kembali ke dalam kios penjual pakaina wanita . untuk melanjutka soping rianya .
Ketiga gadis remaja itu pun berjalan jalan berputar putar mengelilingi mall . Entah apa yang di cari , sepertinya kaki mereka masih kuat untuk berputar putar .
Kenapa tubuhku gampang lelah ya ?, sepertinya ini gara gara si burung gagak keseringan menerkamku ! . Ya ampun ! apa segini capeknya menjadi istri yang soleha , yang ingin mencium bau surga ?. Oh ! Tuhan ! , kalau di pikir pikir , enak juga sih , meski capek !, batin Bunga .
"Woi Bunga ! kok malah bengok ? , kamu gak pilih pilih sepatu ?, ini bagus bagus loh modelnya !" Tanya Tari melihat Bunga benggong . Sekarang mereka sudah berada di salah satu toko sendal dan sepatu .
" Gak ! aku lagi gak pengen !" jawab Bunga .
"Kamu kenapa ? kok gak semangat gitu ?"tanya Vani , melihat wajah Bunga layu , bagaikan Bunga di jemur di bawah terik matahari .
"Aku capek !" jawab Bunga .
"Gak biasanya ?"
Bunga diam tidak menjawab , ia pun mendudukkan tubuhnya di kursi panjang yang ada di dalam toko .
"Lapar ! makan yuk !" ajak Bunga .
"Sabar Nyonya Arya , aku bayar dulu nih sepatu !" jawab Vani .
Bunga menghela napasnya , rasanya ia ingin merebahkan tubuhnya , tidur tiduran .
Usai Vani dan Tari mebayar sepatu yang mereka beli . Mereka bertiga pun masuk kesalah satu tempat makan yang ada di dalam mall . karna hari juga sudah malam , mereka memutuskan untuk makan malam .
"Bubu ! kamu kenapa , sakit ? , kok wajahmu pucat ?" tanya Tari , setelah mereka duduk di salah satu meja kosong .
" Sepertinya begitu !" jawab bunga .
"Pak Arya mana ?, kita antar kamu pulang aja ya !" tawar Tari .
Bunga menganggukkan kepalanya ,tububnya benarr benar lemas ." Antar aku ke counternya aja !" ucap Bunga lemah .
"Tar ! bawain belanjaan Bunga , biar aku yang menuntun dia !" ujar Vani . Tanpa menjawab pun Tari langsung membawa belanjaan milik Bunga ,mereka pun tidak jadi makan .
.
.
.
__ADS_1