
Arya menarik Bunga dari pelukan Tari , membawanya ke pelukannya , merapikan rambut Bunga yang berantakan kebelakang .
"Sayang..!" lirih Arya , mencium kening Bunga lama ."Maaf aku terlambat !" ucap Arya , memeluk Bunga dengan erat .
"Keluarkan mereka berdua dari sekolah ini Pak !!" seru salah satu siswi dari belakang ." Kami gak mau memakai guru yang tidak punya moral sama sekali" serunya lagi .
"Betul itu Pak !!!" seru semua murid yang berkumpul di depan ruangan guru.
"Tenang semuanya !!! , tenang tenang !!! , kita bisa menanyakan mereka dulu !!!, kita harus mendengar penjelasan mereka !!!" teriak kepala sekolah untuk menenangkan murid muridnya .
"Buktinya sudah jelas Pak !, Pak Arya membawa Bunga masuk ke dalam rumahnya malam hari , tidak perlu mereka jelaskan lagi Pak !.Dan kemungkinan mereka sepertinya tinggal satu rumah , mereka melakukan kumpul kebo" ujar salah satu siswa ." Saya juga sering melihat mereka keluar dari dalam rumah Pak Arya sama sama di pagi hari dan masuk saat pulang sekolah " lanjutnya lagi .
"Kita tidak boleh mengambil kesimpulan begitu saja ,tanpa mendengarkan penjelasan mereka !" ujar Pak Siddiq lagi .
"YA !!! AKU DAN BUNGA BENAR TINGGAL SATU RUMAH !!! . TAPI KAMI TIDAK MELAKUKAN KUMPUL KEBO !!! APA LAGI ZINA !!!" marah Arya bernada tinggi , membuat semua kaget dan terdiam , begitu juga dengan Bunga , ia sampai terlonjak di dalam pelukan Arya , Arya tidak terima di tuduh sekeji itu .
"Apa namanya tinggal satu rumah tanpa menikah ?, dan tadi Bunga muntah muntah di toilet , sepertinya dia hamil" tanya yang menuduh Bunga di dalam toilet tadi .
"Kami sudah menikah lima Bulan yang lalu , sah ! secara Agama dan Sah ! secara Negara . Jika pun Bunga hamil , itu adalah hasil pernikahan kami , bukan dari hasil zina" jawab Arya ,memutar pandangannya , mantap tajam kepada semua orang orang yang mengelilingi mereka .
"Aw..!" tiba tiba Bunga meringis kesakitan memegangi perutnya .
"Sayang !" panggil Arya .
"Bunga !" kaget Tari dan Vani bersamaan , melihat Bunga tiba tiba meringis .
"Perutku sakit..!"ringis Bunga .
"Sayang..!" panggil Arya kawatir melihat wajah Bunga sudah memucat .
Melihat Bunga meringis kesakitan , semua diam , menajamkan pandangan mereka ke arah Bunga tidak ada yang berbicara lagi . Arya pun langsung mengangkat tubuh Bunga , menggendong Bunga keluar dari kerumunan , membawanya ke arah parkiran mobilnya , diikuti langsung Vani Tari dan Gandi .
Melihat Bunga terus kesakitan , Arya semakin mempercepat langkahnya ."Sayang ! sabar ya , kita berobat ke Rumah Sakit sekarang sayang !."ucap Arya .
__ADS_1
"sakit....!!!" jerit Bunga tiba tiba , dan seketika kesadaran Bunga menghilang , ia pingsan di gendongan Arya
"Sayang...!" panik Arya ,melihat Bunga tak sadarkan diri , tak terasa air matanya mengalir .
"Sayang..! bertahanlah !" tangis Arya .
"Pak ! bawa Bunga ke mobilku aja Pak ! biar dekat !" ujar Vani , karna parkiran mobil Arya masih berjarak 20 meter lagi dari mobil Vani .
Vani langsung membuka kunci mobilnya , dan membuka pintu kursi penumpang belakang . Supaya Arya membawa Bunga masuk ke dalam mobilnya . Tanpa menjawab , Arya langsung membawa Bunga masuk ke dalam mobil Vani .
"Biar aku aja yang nyetir !" Gandi langsung menyambar kunci mobil dari tangan Vani .
Vani menganggukkan kepalanya , langsung masuk ke dalam mobil , duduk di kursi penumpang depan . Dan Tari , ia masuk ke kursi penumpang belakang bersama Bunga dan Arya .
"Pak ! tangan Bapak berdarah !" ucap Tari , melihat tangan Arya berdarah , saat Arya menarik tangannya dari bawah Bunga . Arya pun melihat tangannya , benar berdarah , tapi bukan darahnya , melainkan darah Bunga .
Gandi pun langsung melajukan mobil milik Vani keluar dari gerbang sekolah , setelah Pak satpam membuka gerbang , karna Gandi menekan klakson terus menerus .
"Sayang...! , kumohon bertahanlah !" lirih Arya dalam tangisnya , meliahat Bunga tak bergerak , tubunya lemah tak berdaya , wajahnya sangat pucat ."Aku tidak memiliki siapa siapa lagi selain kamu Bunga !."
"Bunga pasti baik baik aja Pak ! , dia anak yang bandel dan keras kepala , tidak semudah itu dia akan yerah Pak !" hibur Tari , ia juga menagis karna tidak kalah kawatir melihat sahabat gesreknya itu tak sadarkan diri .
Begitu juga dengan Vani , ia memutar tubuhnya menghadap belakang . Vani juga menangis hingga terisak .
"Bubu ..! bangunlah ! , gak lucu tau bercandamu itu ! . Kamu sepertinya ngajak berantem ya ?. Kalau kamu gak bangun juga , aku tarik rambutmu sampai lepas dari kulitnya !" ucap Vani dalam tangisnya .
Sampai di rumah sakit ,Gandi langsung memarkirkan kenderaannya tepat di runga UGD. Arya langsung turun dari dalam mobil , membawa Bunga langsung masuk ke ruang UGD . Tari Vani dan Gandi , mereka menuggu di luar .
"Tolong istri saya Dok ! , istri saya sepertinya pendarahan" ujar Arya ,meletakkan Bunga di atas brankar kosong .
Dokter dan perawat yang berada di ruangan UGD mengernyitkan kening mereka , mendengar kata istri , melihat Bunga yang memakai seragam sekolah .
" Silahkan Bapak tunggu di luar ! , biar kami manangani istri Bapak !" ucap salah satu perawat , menyuruh Arya keluar .
__ADS_1
Arya pun langsung keluar , sering membawa Neneknya dulu ke rumah sakit , ia sudah paham dengan peraturan . Ia tidak perlu lagi harus di usir secara paksa dari ruang UGD karna ingin selalu di dekat Bunga .
Arya pun mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu di depan ruang UGD . Menunduk sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya , menangis terisak .
Gandi yang melihat Arya menagis , langsung mendekati Arya , menyentuh bahu Arya seraya berkata ." Sabar Pak ! , Bunga pasti baik baik aja !."
"Aku tidak memiliki siapa siapa lagi selain Bunga !" ucap Arya lirih .
"Tenangkanlah hati Bapak ! , tidak akan terjadi apa apa dengan Bunga , Bapak harus percaya itu !" ucap Gandi lagi , mencoba menenangkan Arya .
Arya pun menghentikan tangisnya , mencoba meyakinkan dirinya , Bunga pasti baik baik saja.
Tari dan Vani mereka juga menangis sambil berpelukan duduk di kursi tunggu dari tadi . Mereka juga sangat menghawatirkan Bunga sahabat mereka .
Tidak lama kemudian , pintu ruang UGD terbuka dari dalam , seorang perawat wanita keluar . Arya langsung berdiri dan langsung menodong perawat itu dengan pertanyaan .
"Bagaimana keadaan istri saya suster ?."
"Silahkan masuk Pak ! , Dokter akan menjelaskannya di dalam !" jawab perawat itu , mempersilahkan Arya masuk .
Tanpa bertanya lagi , Arya langasung melangkahkan kakinya masuk menemui Dokter yang menangani Bunga .
"Sikahkan duduk Pak !" ucap salah satu perawat mempersilahkan , Arya pun langsung duduk.
"Bagaimana dengan keadaan istri saya Dok !" tanya Arya langsung .
"Istri anda mengalami keguguran , sebelum kalian sampai disini , janinnya sudah keluar" jelas Dokter itu , Arya diam , ia sudah menduga itu , melihat banyaknya darah yang keluar dari rahim Bunga . Arya hanya bisa menghela napas panjangnya .
.
.
.
__ADS_1