
"Bu Ipa ! ada bahan bahan apa di dalam kulkas ?"tanya Bunga .
Bu Ipa menghentikan kegiatannya yang lagi nyetrika baju , mengalihkan tatapannya ke arah Bunga ."Nak Bunga mau ngapain ?" tanya Bu Ipa .
"Aku mau belajar masak !, ayo Bu Ipa ajarin Bunga !" jawab Bunga .
"Gak udah nak Bunga !, Nanti nak Arya marah sama Ibu , membiarkan nak Bunga memasak !" tolak Bu Ipa .
Bunga mencebikkan bibirnya , kemudian mematikan setrika Bu Ipa dan menarik paksa Bu Ipa ke dapur .
"Kalau Bu Ipa gak mau !, Bunga bisa memecat Bu Ipa ! biar jadi pengangguran !" ancam Bunga sok berkuasa .
"Jangan dong ! kalau Ibu di pecat, siapa yang bersihin rumah ini ?" ujar Bu Ipa .
"Makanya ayo cepat kita sekarang memasak !, ajarin Bunga ,mulai malam ini Arya akan makan malam di rumah" ucap Bunga , melepas Bu Ipa setelah mereka sampai di dapur .
"Emangnya nak Bunga mau belajar masak apa ?"tanya Bu Ipa pasrah . Baru jam tiga sore , Bunga sudah mengajaknya memasak .
Bunga melipat bibir bawahnya ke dalam , sedikit menggigitnya sambil berpikir ." Bahan bahan buat sop ayam ada Bu ?" tanya Bunga setelah berpikir seperkian detik .
"Ada !" jawab Bu Ipa .
"Kita masak sup ayam aja Bu ! sama goreng tempe , sama tahu isi , trus kita buat puding juga !" ucap Bunga .
"Tumben nak Bunga ingin belajar masak ?" tanya Bu Ipa .
"Mau belajar jadi istri yang soleha Bu !, heheheh....!"cengir Bunga ,sambil menggaruk kepalanya yang mendadak gatal .
Bu Ipa pun mengeluarkan bahan bahan yang mau di masak dari dalam kulkas .
"Apa dulu Bu ! yang di kerjain duluan ?" tanya Bunga , melihat Bu Ipa meletakkan macam macam bahan di atas meja .
"Nih ! masak puding dulu , biar nanti cepat mengental !" Bu Ipa memberikan dua bungkus bahan puding kepada Bunga .
"Gimana masaknya Bu ?" bingung Bunga .
"Ambil panci , masukin air dan gula dan tambahkan bahan pudingnya , aduk sampai rata . udah itu masak di api sedang , aduk aduk sampai mendidih , setelah mendidih langsung matikan kompor" jelas Ibu Ipa .
"Gampang !" ucap Bunga , langsung mengerjakan sesuai yang di jelaskan Bu Ipa .
Masak puding selesai , sekarang giliran Bunga memasak sop ayam kesukaan Arya , mudah mudahan Arya suka masakannya .
"Masak sopnya gimana caranya Bu ?" tanya Bunga lagi .
__ADS_1
"Ambil panci , isi air kira kira setengah panci , panaskan , setelah mendidih masukkan potongan ayam" jawab Bu Ipa dari kursi meja makan .
"Okeh !"
Bunga pun segera mengambil panci dan mengisinya dengan air kemudian menarohnya di atas kompor , lalu menghidupkan kompornya .
"Bumbunya ?"tanya Bunga lagi .
"bawang merah dan bawang putih , kupas , lalu di haluskan bersama buah pala .Bawang daun dan daun seledri di cuci baru di iris iris" jawab Bu Ipa .
"Okeh !"
Bunga pun langsung mengupas bawang merah dan bawang putih sesuai intruksi dari Bu Ipa .
"Bu ! kenapa mataku perih ya ?, hidungku juga jadi meler !" tanya Bunga , mengupas bawang merah dengan mata terpejam .
Bu Ipa tertawa cekikikan , melihat Bunga mengupas bawang dengan dramatisnya .
"Itu karna nak Bunga belum terbiasa mengupas bawang !" jawab bu Ipa .
"Bawang merahnya tiga aja ya Bu ! udah gak tahan nih mata Bunga !" ucap Bunga .
"Terserah nak Bunga aja , 'kan nak Bunga yang masak buat suami !" balas Bu Ipa , tanpa ada niatan membantu Bunga .
Setelah menghaluskan bawang merah dan bawang putih , Bunga pun menumisnya terlebih dahulu, baru memasukkannya ke dalam panci rebusan ayam tadi . Kemudian memasukkan satu potong jahe yang sudah di geprek . Tidak lupa Bunga memasukkan bumbu sop dan daun salam . bawang goreng beserta daun bawang dan daun seledri yang sudah di iris iris .
"Apa lagi Bu ?"
"Kasih sayuran wortel , bunga kol dan brokoli" jawab Bu Ipa .
Dengan lihai sekilas seperti shef propesional , Bunga sangat terluhat telaten mengupas wortel di tangannya, memotong motongnya dan langsung mencucinya memasukkannya ke dalam panci . kemudian memotong Bunga kol dan brokoli , setelah mencucinya , langsung memasukkannya ke dalam panci . Bunga tidak lupa menambah garam dan penyedap rasa ,dan memberikan sedikit lada bubuk , kemudian mengaduk aduknya .
Ning nung ning nung !
"Bu ! minta tolong lihatin siapa yang datang !" ucap Bunga , enggan meninggalkan masakannya .
"Iya nak Bunga !"
Bu Ipa pun berdiri dari tempat duduknya , berjalan keluar dari dapur , melangkahkan kakinya ke arah pintu depan rumah , dan langsung membuka pintu melihat siapa yang datang .
"Nak Rania ! , silahkan masuk !" ucap Bu Ipa ramah .
"Trimakasih Bu ! , Bunganya ada ?" tanya Rania sembari melangkahkan kakinya masuk ke rumah Arya dan Bunga .
__ADS_1
"Ada ! di dapur lagi masak !" jawab Bu Ipa .
Rania pun melangkahkan kakinya berjalan mengikuti Bu Ipa ke dapur .
"Nak Bunga !, ini ada nak Rania !" ucap Bu Ipa , yang tidak mengetahui apa apa .
Bunga langsung memutar tubuhnya ke arah belakang ,setelah mematikan kompor terlebih dahulu , karna kebetulan masakannya sudah matang menurutnya . Bunga menghela napasnya melihat kakaknya datang lagi dan masuk ke rumahnya dan Arya .
"Ada apa lagi kak Rania ?, masih ingin berusaha mengambil suamiku ?"ketus Bunga .
"Tolong kakak Bunga !, tolong bilang sama Papa supaya tidak menjodohkanku dengan anaknya pak Siddiq yang masih ingusan itu !" jawab Rania ."Aku janji tidak mengganggu Arya lagi !" ucapnya lagi .
"Kenapa aku harus peduli dengan kak Rania ?. Bukankah kak Rania tidak peduli dengan perasaanku ?. Berusaha merebut suamiku , memeluk suamiku !" balas Bunga ."Sekarang Kak Rania mending pergi dan keluar dari rumah ini !" usir Bunga .
"Aku tidak mau ! , aku tidak mau pergi sebelum kamu mau membantuku !" ujar Rania dengan tidak tau malunya .
"Oke ! kalau begitu biar aku yang pergi !." Bunga langsung melangkahkan kakinya keluar dari dapur , melangkahkan kakinya kekuar dari rumah . Entah kemana dia mau pergi , Bunga langsung menaiki motor tukang ojek online yang mangkal di dekat rumah Arya .
Bu Ipa yang bingung dengan perdebatan antara kakak dan adik itu , diam saja . Tersadar Bunga pergi dari rumah , Bu Ipa pun langsung pergi masuk ke kamarnya , ia ingin mengabari Arya , kalau Bunga pergi meninggalkan rumah .
"Halo Bu ! ada apa ? , Bunga baik baik saja kan ?"cercah Arya langsung , setelah mengangkat telephon dari Bu Ipa .
"Begini nak Arya !" Bu Ipa pun menceritakan kedatangan Rania ke rumah Arya , dan menceritakan perdebatan kakak beradik itu , dan Bunga yang pergi meninggalkan rumah .
"Iya Bu ! aku pulang sekarang !" Arya langsung mematikan sambungan telephonnya , kemudian bergegas pulang . Ia sangat kawatir dengan Bunga , kawatir mental Bunga tergoncang lagi . Apa lagi sampai Bunga mengalami pendarahan lagi, jangan sampai iti terjadi lagi dengan istrinya , bisa bisa nyawa istrinya tidak tertolong lagi .
Arya memarkirkan mobilnya sembarangan di halaman rumahnya . Gegas Arya turun dari dalam mobilnya masuk ke dalam rumah .
"Rania !!!" teriak Arya dengan emosi .
Bu Ipa langsung keluar dari arah dapur , mendengar majikannya berteriak ,di ikuti Rania dari belakang .
Arya langsung menarik kasar Rania dari belakang Bu Ipa , lalu menghempaskannya ke lantai .
"Aw !" keluh Rania , merasakan sakit di sikunya yang terbentur ke lantai .
"Apa kamu ingin aku melakukan tindak kekerasan kepadamu Rania !!! . Kamu sudah tau bagaimana kondisi kesehatan Bunga !!! , masih saja kamu menggagu pikirannya !!! , Kakak macam apa kamu ini !!? . Apa hanya kamu yang punya perasaan , dan orang lain tidak !!!" bentak Arya bernada tinggi .Membuat nyali Rania menciut , ia tidak menyangka Arya segalak itu jika lagi marah , wajahnya dan matanya nampak memerah padam .
"Jika sesuatu terjadi dengan Bunga ! aku tidak akan memberimu ampun Rania !" geram Arya mengeraskan rahangnya . Menarik Rania dari lantai , menyeretnya keluar rumah , menghempaskanya ke halaman rumah ."Jangan pernah lagi menginjakkan kaki di rumahku !" ujar Arya , langsung masuk ke dalam mobilnya , ia ingin pergi mencari Bunga . Arya melajukan kenderaannya keluar dari halaman rumahnya , menghiraukan Rania yang menangis , kesakitan di tangan dan lututnya , akibat di hempaskan Arya dua kali .
.
.
__ADS_1