
"Aku ingin kamu menyebarkan vidio bukti bukti kalau Bunga tinggal satu rumah dengan Pak Arya . Aku gak mau tau !" ucap seorang wanita lewat telephon .
"Kamu kasih dulu uangnya !" ujar seorang cowok dari sebrang telephon .
"Ya udah ! , nanti pulang sekolah , tunggu aku di persimpangan dekat sekolah !" balasnya , dan langsung menutup sambungan telephonnya .
Sudah cukup waktunya aku membiarkan kalian bersenang senang . Aku akan menghancurkan nama baik kalian berdua ,batin cewek itu , mengeraskan rahangnya . Frisilia pun melangkahkan kakinya kembali melanjutkan proses mengajarnya .
.
.
Bel istirahat kedua , Arya kembali keruangannya . Arya menggelengkan kepalanya melihat Bunga masih tertidur pulas .
Betah banget dia tidur !, batin Arya . menutup pintu ruangannya kembali dan memguncinya .
Arya pun membangunkan Bunga , seperti biasa , ia akan membangunkan Bunga dengan cara yang nikmat .
"Ayo sayang ! ini sudah siang , kamu makan dulu " ucap Arya setelah Bunga terbangun .
"Udah siang ya ! , perasaan aku tidur baru sebentar " balas Bunga , menguap sambil menggeliatkan tubuhnya .
Tok tok tok !!!
Bunga langsung mengalihkan tatapannya kepada Arya dan langsung duduk, karna mendengar ada yang mengetok pintu . Bunga kawatir yang datang itu , guru lain , Nanti bisa repot urusannya .
"Itu tukang kantin mengantar makanan" ucap Arya , berdiri dari samping Bunga , berjalan ke arah pintu lalu membukanya .
"Ini Pak ! pesanannya"
Benar Tukang kantinlah yang datang , tadi Arya memesan makanan menyuruhnya di antar keruangannya .
"Trimakasih !"
Arya pun menerima kantong plastik yang berisi dua bungkus makanan dari tukang kantin tersebut .
"Sama sama Pak !" balas si tukang kantin .
Arya langsung menutup pintunya dan menguncinya kembali .
"Sayang ! cuci muka sana !, biar kita makan " ucap Arya ,berjalan ke arah sofa , meletakkan makanan di atas meja sambil mendudukkan tubuhnya .
"Aku malas !"
"Biar wajahnya segar sayang ! , biar gak ngantuk lagi !"ucap Arya .
"Siap makan , aku masih ingin tidur !" Bunga mengambil satu bungkus makanan dari dalam plastik .
"Nanti malam kamu gak bisa tidur , kalau kebanyakan tidur siang !."
__ADS_1
"Bisa ! asal jangan di gangguin"sanggah Bunga cepat , menyendokkan makanan ke mulutnya .
Arya mendekatkan wajahnya ke telinga Bunga , Meniup telinga Bunga dengan napas hangatnya .
"Katakan Bungaku !, kalau kamu tidak menyukainya ! " ucap Arya lembut , Hidungnya menempel di daun telinga Bunga . sontak membuat Bunga merinding si bulu roma dan membuat tubuhnya panas dingin .
"Hm..!" Arya meniup telinga Bunga lagi , membuat Bunga menghentikan kunyahannya , dan menggigit bibir bawahnya , merasakan tubuhnya bereaksi .
Melihat itu , Arya mengembangkan senyumnya ."katakan sayang !"ucapnya menggigit kecil daun telinga Bunga .
"I..iya ! aku menyukainya" gugub Bunga . Ia takut Arya semakin menjadi jadi menggodanya .
Ini si burung gagak kelihatannya aja datar diluar , ternyata mesumnya kebangetan , setiap pulang sekolah dan setiap malam , gak ada bosannya dia menerkamku , apa dia gak ada capeknya , tulang tulangku rasanya sudah remuk semua .batin Bunga
Arya tertawa tawa , sambil satu tangannya terangkat mengacak acak ujung kepala Bunga gemas .
"Makanlah sayang ! tanpa kamu katakan pun aku sudah tau kalau kamu sangat menyukainya sayang !" ucapnya .
"Aaryan !" rengek Bunga manja , wajahnya merah malu , sering kali Arya menggodanya .
"Apa Bungaku ! cintaku ! sayangku !" Arya menarik Bunga ke dalam pelukannya , kemudian mengecup ngecup pipinya .
Tok tok tok !!!
Arya dan Bunga langsung saling berpandangan , kemudian melepas pelukan mereka .
"Sssttt....! sana sembunyi di bawah meja !".suruh Arya , berbicara berbisik menunjuk meja kerjanya dengan dagu .
Melihat Bunga sudah bersembunyi , Arya pun berjalan ke arah pintu dan langsung membukanya .
"Silahkan masuk Pak Siddiq !" ucap Arya, mempersilahkan kepada Pak kepala sekolah . kemudian mempersilahkannya duduk .
"Lagi makan ya ?" tanya Pak Siddiq , melihat di meja sofa ada makanan .
"Iya Pak !" jawab Arya mendudukkan tubuhnya di sofa yang berseberangan .Arya menghela napas lega karna makanannya baru di buka satu .Coba tadi ia sudah membuka makanannya juga . Pak kepsek 'kan pasti nanya , satunya makanan siapa ? , mengingat Arya hanya sendiri di ruangan itu .
"Begini Pak Arya ! , saya kesini mau membahas masalah uang pendaftaran Tahun ajaran baru yang akan datang , uang SPP dan Bea Siswa untuk murid berprestasi" ucap Pak Siddiq , si kepala aekolah .
"Oh ! itu ya Pak !" balas Arya
Mereka pun sibuk membahas rancangan perencanaan masalah uang pendaftaran , SPP , dan Bea siswa berprestasi dari SMA HARAPAN untuk lanjut ke universitas .
Bunga yang bersembunyi di balik meja kerja Arya , sudah memberenggut kesal di dalam hati. Kakinya sudah terasa keram , karena kelamaan terlipat .
Aduh ! lama banget sih Pak Siddiq disini !, apa gak bisa apa ? , besok besok aja ngebahasnya . Kakiku keram banget . Si Burung gagak juga ! , kenapa harus nyuruh aku sembunyi di bawah kolong meja ?, gak ada tempat yang lebih nyaman lagi apa ?. sungut Bunga dalam hati .
Sepuluh menit
Lima belas menit
__ADS_1
Tiga puluh menit
Empat puluh menit
Satu jam
Satu setengah jam
Dukk !!!
"Aw !" keluh Bunga menutup mulutnya dengan tangan, kepalanya kejedot saat ia bergerak di bawah meja .
"Suara apa itu ?" tanya Pak Siddiq .
"Saya juga gak tau Pak ! , saya periksa dulu , mungkin saja tikus" jawab Arya , berusaha tetap tenang . Arya pun berjalan ke arah mejanya , menunduk berpura pura mencari sesuatu yang menimbulkan bunyi itu . Arya menahan senyumnya melihat Bunga yang duduk terlipat di bawah meja , menatapnya dengan tajam . Cepat bawa keluar Pak Siddiq ! , kira kira seperti itulah arti tatapan Bunga kepada Arya .
Arya yang membungkuk pun , menyempatkan diri mengecup bibir Bunga , membuat Bunga membolakan matanya .
"Oh ! ini laci meja , tadi lupa saya tutup Pak ! , mungkin tikus baru keluar dari sini !" ucap Arya , mendorong laci mejanya , yang di tariknya terlebih dahulu . Kemudian kembali ke sofa .
Mereka pun melanjutkan pembahsan mereka tadi .
Tiga puluh menit berlalu
"Kalau begitu , saya permisi dulu Pak Arya , sebentar lagi sudah waktunya jam pulang" pamit Pak siddiq ,berdiri dari tempat duduknya kemudian keluar dari ruangan Arya .
Bunga yang di bawah kolong meja dari dua jam yang lalu , akhirnya bernapas lega .
Arya langsung menutup dan mengunci pintu rungannya . Bunga yang di bawah meja pun keluar .
"Aaryan !, kakiku keram banget , aku gak bisa jalan !" keluh Bunga , mendudukan tubuhnya di kursi kerja Arya .
Arya tersenyum , berjalan mendekati Bunga . Kemudian mengangkat tubuh Bunga membawanya ke sofa , mendudukkan Bunga di atas sofa .
"Kita sudah seperti orang yang takut kepergok pacaran . Padahal kita sudah suami istri" ujar Bunga .
"Kita 'kan lagi pacaran sayang !" balas Arya , menarik kaki Bunga ke pangkuannya , lalu memijat mijatnya .
"Aduh aduh aduh ! pelan pelan !" keluh Bunga , karna kakinya yang dipijat Arya , terasa seperti di kerubungi semut .
Tok tok tok !!!
Bunga dan Arya saling berpandangan lagi , mendengar ada yang megetok pintu dari luar
"Aish..! siapa lagi sih !" kesal Arya . Kemudian di angkatnya tubuh Bunga , dikembalikannya ke bawah kolong meja .
"Aaryan...!" geram Bunga berbisik .
"Sssttt....!" Arya menempelkan jari telunjuknya di bibirnya . kemudian berjalan ke arah pintu dan langsung membukanya .
__ADS_1
.
.