Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 46


__ADS_3

"Aku ingin kamu menyebarkan vidio bukti bukti kalau Bunga tinggal satu rumah dengan Pak Arya . Aku gak mau tau !" ucap seorang wanita lewat telephon .


"Kamu kasih dulu uangnya !" ujar seorang cowok dari sebrang telephon .


"Ya udah ! , nanti pulang sekolah , tunggu aku di persimpangan dekat sekolah !" balasnya , dan langsung menutup sambungan telephonnya .


Sudah cukup waktunya aku membiarkan kalian bersenang senang . Aku akan menghancurkan nama baik kalian berdua ,batin cewek itu , mengeraskan rahangnya . Frisilia pun melangkahkan kakinya kembali melanjutkan proses mengajarnya .


.


.


Bel istirahat kedua , Arya kembali keruangannya . Arya menggelengkan kepalanya melihat Bunga masih tertidur pulas .


Betah banget dia tidur !, batin Arya . menutup pintu ruangannya kembali dan memguncinya .


Arya pun membangunkan Bunga , seperti biasa , ia akan membangunkan Bunga dengan cara yang nikmat .


"Ayo sayang ! ini sudah siang , kamu makan dulu " ucap Arya setelah Bunga terbangun .


"Udah siang ya ! , perasaan aku tidur baru sebentar " balas Bunga , menguap sambil menggeliatkan tubuhnya .


Tok tok tok !!!


Bunga langsung mengalihkan tatapannya kepada Arya dan langsung duduk, karna mendengar ada yang mengetok pintu . Bunga kawatir yang datang itu , guru lain , Nanti bisa repot urusannya .


"Itu tukang kantin mengantar makanan" ucap Arya , berdiri dari samping Bunga , berjalan ke arah pintu lalu membukanya .


"Ini Pak ! pesanannya"


Benar Tukang kantinlah yang datang , tadi Arya memesan makanan menyuruhnya di antar keruangannya .


"Trimakasih !"


Arya pun menerima kantong plastik yang berisi dua bungkus makanan dari tukang kantin tersebut .


"Sama sama Pak !" balas si tukang kantin .


Arya langsung menutup pintunya dan menguncinya kembali .


"Sayang ! cuci muka sana !, biar kita makan " ucap Arya ,berjalan ke arah sofa , meletakkan makanan di atas meja sambil mendudukkan tubuhnya .


"Aku malas !"


"Biar wajahnya segar sayang ! , biar gak ngantuk lagi !"ucap Arya .


"Siap makan , aku masih ingin tidur !" Bunga mengambil satu bungkus makanan dari dalam plastik .


"Nanti malam kamu gak bisa tidur , kalau kebanyakan tidur siang !."

__ADS_1


"Bisa ! asal jangan di gangguin"sanggah Bunga cepat , menyendokkan makanan ke mulutnya .


Arya mendekatkan wajahnya ke telinga Bunga , Meniup telinga Bunga dengan napas hangatnya .


"Katakan Bungaku !, kalau kamu tidak menyukainya ! " ucap Arya lembut , Hidungnya menempel di daun telinga Bunga . sontak membuat Bunga merinding si bulu roma dan membuat tubuhnya panas dingin .


"Hm..!" Arya meniup telinga Bunga lagi , membuat Bunga menghentikan kunyahannya , dan menggigit bibir bawahnya , merasakan tubuhnya bereaksi .


Melihat itu , Arya mengembangkan senyumnya ."katakan sayang !"ucapnya menggigit kecil daun telinga Bunga .


"I..iya ! aku menyukainya" gugub Bunga . Ia takut Arya semakin menjadi jadi menggodanya .


Ini si burung gagak kelihatannya aja datar diluar , ternyata mesumnya kebangetan , setiap pulang sekolah dan setiap malam , gak ada bosannya dia menerkamku , apa dia gak ada capeknya , tulang tulangku rasanya sudah remuk semua .batin Bunga


Arya tertawa tawa , sambil satu tangannya terangkat mengacak acak ujung kepala Bunga gemas .


"Makanlah sayang ! tanpa kamu katakan pun aku sudah tau kalau kamu sangat menyukainya sayang !" ucapnya .


"Aaryan !" rengek Bunga manja , wajahnya merah malu , sering kali Arya menggodanya .


"Apa Bungaku ! cintaku ! sayangku !" Arya menarik Bunga ke dalam pelukannya , kemudian mengecup ngecup pipinya .


Tok tok tok !!!


Arya dan Bunga langsung saling berpandangan , kemudian melepas pelukan mereka .


"Sssttt....! sana sembunyi di bawah meja !".suruh Arya , berbicara berbisik menunjuk meja kerjanya dengan dagu .


Melihat Bunga sudah bersembunyi , Arya pun berjalan ke arah pintu dan langsung membukanya .


"Silahkan masuk Pak Siddiq !" ucap Arya, mempersilahkan kepada Pak kepala sekolah . kemudian mempersilahkannya duduk .


"Lagi makan ya ?" tanya Pak Siddiq , melihat di meja sofa ada makanan .


"Iya Pak !" jawab Arya mendudukkan tubuhnya di sofa yang berseberangan .Arya menghela napas lega karna makanannya baru di buka satu .Coba tadi ia sudah membuka makanannya juga . Pak kepsek 'kan pasti nanya , satunya makanan siapa ? , mengingat Arya hanya sendiri di ruangan itu .


"Begini Pak Arya ! , saya kesini mau membahas masalah uang pendaftaran Tahun ajaran baru yang akan datang , uang SPP dan Bea Siswa untuk murid berprestasi" ucap Pak Siddiq , si kepala aekolah .


"Oh ! itu ya Pak !" balas Arya


Mereka pun sibuk membahas rancangan perencanaan masalah uang pendaftaran , SPP , dan Bea siswa berprestasi dari SMA HARAPAN untuk lanjut ke universitas .


Bunga yang bersembunyi di balik meja kerja Arya , sudah memberenggut kesal di dalam hati. Kakinya sudah terasa keram , karena kelamaan terlipat .


Aduh ! lama banget sih Pak Siddiq disini !, apa gak bisa apa ? , besok besok aja ngebahasnya . Kakiku keram banget . Si Burung gagak juga ! , kenapa harus nyuruh aku sembunyi di bawah kolong meja ?, gak ada tempat yang lebih nyaman lagi apa ?. sungut Bunga dalam hati .


Sepuluh menit


Lima belas menit

__ADS_1


Tiga puluh menit


Empat puluh menit


Satu jam


Satu setengah jam


Dukk !!!


"Aw !" keluh Bunga menutup mulutnya dengan tangan, kepalanya kejedot saat ia bergerak di bawah meja .


"Suara apa itu ?" tanya Pak Siddiq .


"Saya juga gak tau Pak ! , saya periksa dulu , mungkin saja tikus" jawab Arya , berusaha tetap tenang . Arya pun berjalan ke arah mejanya , menunduk berpura pura mencari sesuatu yang menimbulkan bunyi itu . Arya menahan senyumnya melihat Bunga yang duduk terlipat di bawah meja , menatapnya dengan tajam . Cepat bawa keluar Pak Siddiq ! , kira kira seperti itulah arti tatapan Bunga kepada Arya .


Arya yang membungkuk pun , menyempatkan diri mengecup bibir Bunga , membuat Bunga membolakan matanya .


"Oh ! ini laci meja , tadi lupa saya tutup Pak ! , mungkin tikus baru keluar dari sini !" ucap Arya , mendorong laci mejanya , yang di tariknya terlebih dahulu . Kemudian kembali ke sofa .


Mereka pun melanjutkan pembahsan mereka tadi .


Tiga puluh menit berlalu


"Kalau begitu , saya permisi dulu Pak Arya , sebentar lagi sudah waktunya jam pulang" pamit Pak siddiq ,berdiri dari tempat duduknya kemudian keluar dari ruangan Arya .


Bunga yang di bawah kolong meja dari dua jam yang lalu , akhirnya bernapas lega .


Arya langsung menutup dan mengunci pintu rungannya . Bunga yang di bawah meja pun keluar .


"Aaryan !, kakiku keram banget , aku gak bisa jalan !" keluh Bunga , mendudukan tubuhnya di kursi kerja Arya .


Arya tersenyum , berjalan mendekati Bunga . Kemudian mengangkat tubuh Bunga membawanya ke sofa , mendudukkan Bunga di atas sofa .


"Kita sudah seperti orang yang takut kepergok pacaran . Padahal kita sudah suami istri" ujar Bunga .


"Kita 'kan lagi pacaran sayang !" balas Arya , menarik kaki Bunga ke pangkuannya , lalu memijat mijatnya .


"Aduh aduh aduh ! pelan pelan !" keluh Bunga , karna kakinya yang dipijat Arya , terasa seperti di kerubungi semut .


Tok tok tok !!!


Bunga dan Arya saling berpandangan lagi , mendengar ada yang megetok pintu dari luar


"Aish..! siapa lagi sih !" kesal Arya . Kemudian di angkatnya tubuh Bunga , dikembalikannya ke bawah kolong meja .


"Aaryan...!" geram Bunga berbisik .


"Sssttt....!" Arya menempelkan jari telunjuknya di bibirnya . kemudian berjalan ke arah pintu dan langsung membukanya .

__ADS_1


.


.


__ADS_2