
Arya menuruni anak tangga rumahnya dengan raut wajah yang terlihat masih sedih . melangkahkan kakinya menuju arah meja makan untuk sarapan pagi .
"Bu ! apa Bunga belum bangun ?" tanya Arya , kepada pembantu di rumahnya .
"Belum nak Arya ! , tadi Ibu sudah bangunin , tapi Bunganya gak mau bangun !" jawab Bu Saripa .
Arya pun memutar tubuhnya berjalan ke arah kamar yang Bunga tempati, membuka pintu kamar Bunga dengan pelan , dilihatnya Bunga masih tidur dengan posisi tengkurap , mulut menganga sampai sebagian bantalnya basah terkena air liur , dan kaki direnggangkan dengan lebar . Untung Bunga tidur dengan memakai celana selutut , kalau gak ? , bisa dibanyangkan kan ! , bagaimana indahnya pemandangan di pagi hari !.
Arya menggeleng gelengkan kepalanya , entah gadis seperti apa yang dicintainya itu . Arya mendekti Bunga di atas ranjang , kemudian membungkukkan tubuhnya .
"Kalau kamu gak bangun ! aku cium !" ucap Arya di telinga Bunga .
"Hia !"
Bukh !
Refleks Bunga membalik tubuhnya dan langsung melayangkan tinju ke wajah Arya . membuat Arya kaget dan meringis kesakitan memegangi pipinya .
"Sepertinya kamu minta di hukum !" ucap Arya kesal menatap Bunga dengan tajam . Sudah tidak dapat malam pertama , malah dapat bogeman , sungguh sial .
"Maaf Pak ! ,maaf Pak ! , Bunga gak sengaja !" ucap Bunga cengar cengir .Ia takut Arya akan memarahinya .
"Sekarang berdiri satu kaki di depan rumah !." perintah Arya , memberi Bunga hukuman
"kaya bayi baru lahir aja , pagi pagi berjemur."
"Atau kucium !" ancam Arya .
" Iya iya.. aku berjemur , tapi dua kaki ya !" tawar Bunga , turun dari atas tempat tidur berjalan keluar dari dalam kamar ." Disekolah dapat hukuman , disini juga !" memberenggut , Bunga menghentak hentakkan kakinya berjalan menuju halaman rumah .
Arya tidak menjawab , ia hanya memperhatikan Bunga dari belakang dengan mengulum senyumnya . Kemudian Arya pun keluar dari kamar yang di tempati Bunga , berjalan kembali ke meja makan .
"Bu ! , bisa buatkan pecal untuk Bunga ?" tanya Arya kepada Bu Ipa .
"Bisa nak Arya !" jawab Bu Ipa .
"Tolong buatkan ya Bu ! , nanti kalau udah selesai , panggil Bunga untuk sarapan" ucap Arya , kemudian pergi meninggalkan meja makan , berjalan masuk ke arah kamar mendiang Neneknya .
__ADS_1
Arya menghela napas beratnya , saat ia hendak membuka pintu kamar di depannya . Membuka pintu itu perlahan , dan langsung melangkahkan kakinya . Mata Arya kembali berembun , terasa panas ingin mengeluarkan cairannya . Sekelebat kenangan bersama Neneknya terlintas begitu saja di benaknya .
Arya mendudukkan tubuhnya di pinggir kasur yang biasa ia duduki jika ia masuk ke kamar Nenek Marni . Kemudian memutar pandanganya kesetiap sudut ruangan . Canda tawa bersama Nenek Marni terus terngiang di telinganya . Sekarang semua tinggal kenangan .
Di halaman rumah , berkali kali Bunga menghentakkan kakinya dan memberenggut kesal , memaki Arya di dalam hati , karna mendapat hukuman di hari ke dua ia di rumah Arya .
"Kalau seperti ini , mending aku pulang ke rumah . Masa bodo ! si burung gagak itu , dia kan sudah besar , sudah tua pula , ngapain juga harus di temanin ?" ucap Bunga berbicara sendiri .
"Eh ! tunggu tunggu tunggu ! , kenapa pula aku harus patuh ? , ini kan bukan di sekolah ! " ucapnya lagi sendiri , sadar dengan kebodohannya .
Bunga pun mengendap endap masuk ke dalam rumah lewat pintu samping . Masuk kembali ke dalam kamarnya .
"Apa kamu memilih untuk di cium ?"
Suara berat itu mengagetkan Bunga , sampai ia terlonjak kaget memegangi dadanya . Apa dia dari tadi disini ?,batin Bunga .
"nggak Pak ! hehehe...!" cengir Bunga kembali keluar dari dalam kamar . Awas kamu Burung gagak !, batin Bunga .
"Nak Bunga ! sarapannya sudah Ibu siapkan" sahut Bu Ipa . Bunga langsung membalikkan Badannya yang hampir keluar pintu .
"Gak Bu ! , Bunga harus menyelesaikan hukuman Bunga berdiri di bawah terik matahari" jawab Bunga , dengan wajah pura pura sedih , minta dikasihani .
" Bunga gak ingin sarapan Bu !" Bunga langsung membalik badannya berjalan kembali ke tempatnya berdiri tadi , tepat di bawah terik matahari .
Bu Ipa menggeleng gelengkan kepalanya , tidak mengerti dengan kedua majikannya itu . Bu Ipa pun kembali ke dapur .
"Bunga mana Bu ?" Sekarang Arya sudah berada di meja makan .
"Dia berjemur di bawah matahari , katanya dia gak ingin sarapan !" jawab Bu Ipa .
"Ibu makanlah ! , biar Arya yang memanggilnya." Arya berdiri dari tempat duduknya , berjalan ke arah pintu depan rumahnya , untuk mengajak istri kecilnya sarapan .
Arya melangkahkan kakinya ke arah Bunga , tanpa bicara ditariknya tangan Bunga , membawanya masuk ke dalam rumah .
"Jangan pegang pegang !" Bunga menarik tangannya , tapi tidak lepas , karna Arya memegangnya kuat .
Menghiraukan Bunga yang meronta , Arya terus menarik Bunga sampai ke meja makan . Dan mendudukkan Bunga dikursinya tadi .
__ADS_1
"Menurut atau aku cium !" ancam Arya terdengar seperti perintah . Membuat Bunga langsung diam di kursinya .
Kenapa sekarang aku seperti bonekanya ?, ini tidak bisa di biarkan ! , aku harus segera pergi dari tempat terkutuk ini , batin Bunga .
" Nak Arya ! , jangan galak galak ! , masa istrinya di hukum berdiri di bawah terik matahari . Kasihan Bunganya nak Arya ! , nanti kulitnya bisa gosong !" tegur Bu Ipa .
"Itu hukuman bagi istri durhaka Bu ! , dia sudah berani menonjok wajah suaminya." Arya membela diri .
"Dasar pedopil !" maki Bunga .
"Apa kamu bilang ?" Menajamkan tatapannya kepada Bunga .
"Pe..do..pil ! , menikahi gadis di bawah umur !" jelas Bunga menatap Arya dengan tidak kalah tajamnya . Ia belum terima menjadi istri Arya , guru yang paling tidak di sukainya .
"Jaga ucapanmu !" sergah Arya dengan suara dingin . wajah dan matanya terlihat marah . sampai membuat Bunga merinding ketakutan .
"Nak Arya !" tegur Bu Ipa , wanita paruh baya yang sudah dianggap Ibu oleh Arya . Karna melihat wajah Bunga memucat ketakutan .
Bunga berdiri dari tempat duduknya dan langsung berlari keluar rumah . Ia ingin pulang ke rumah orang tuanya saat itu juga , yang lansung di kejar Arya .
"Maaf !"
Arya menangkap tangan Bunga yang hampir keluar dari gerbang halaman rumahnya ,menarik Bunga ke dalam pelukannya .
"Lepasin !" teriak Bunga , meronta di dalam pelokan Arya .
"Ayo sarapan dulu , setelah itu aku akan mengantarmu pulang !." ucap Arya , membawa Bunga kembali masuk ke dalam rumah .
"Aku gak mau ! , aku mau pulang sekarang !." tolak Bunga . air matanya sudah tumpah membasahi wajahnya .
Kenapa ia harus menikah dengan pria galak ?, sudah tua lagi !. Bunga tidak bisa di kerasin , semakin di kerasin , maka hatinya semakin keras . Hanya Aldo lah yang mengerti dirinya , yang paham akan dirinya , Aldo selalu tau apa dan bagaimana maunya .
"Aldo......!" teriak Bunga , memanggil nama Aldo . Ia butuh Aldo untuk menenangkannya , ia butuh Aldo untuk memeluknya .
Jangan salahkan Bunga , atau mengatakan Bunga istri durhaka . karna ia tidak menginginkan pernikahannya dengan Arya , dan saat ini ia belum tau arti menikah . Pelajarannya belum sampai kesana , dan otak minimalisnya belum sanggup mencerna apa itu menikah .
.
__ADS_1
.
.