
"Silahkan kalian bertiga berbaris !" suruh Arya kelada Bunga Vani dan Tari yang sudah berdiri di depan kelas .
"Bunga ! kamu pegang telinga Vani , dan kamu juga Vani ! , kamu pegang telinga Tari" suruh Arya lagi , setelah mereka bertiga berbaris .
Sudah tau apa yang akan terjadi ?.
Arya berdiri dari kursinya , dan langsung memegang telinga Bunga dan menjewernya , lumayan kuat .
"Aw ! Bunga ! sakit !" ringis Vani , ia pun tanpa sadar menjewer telinga Tari sekuat Bunga menjewer telinganya .
"Sakit Vani..!" pekik Tari .
Membuat satu kelas tertawa tawa melihat mereka , mendapat bonus hukuman dari Arya . Di dalam kelas mereka ketiga sahabat itulah yang paling sering mendapat hukuman .
Bunga yang telinganya di jewer Arya hanya diam memejamkan matanya rapat rapat , dan juga merapatkan giginya menahan rasa sakit . Meski baru tadi malam mereka sayang sayang dan cinta cintaan . Arya tetap tidak berperasaan menjewer telinganya .
Awas kamu burung gagak !, Ancam Bunga dalam hati .
Rasain istriku sayang ! , berani beraninya kamu merayuku saat di kelas . Tau sendiri resikonya , batin Arya menyeringai .
"Tari ! Vani ! tau apa kesalahan kalian ?" tanya Arya .
"Berbisik bisik Pak !" Tari yang menjawab .
"Apa yang kalian bisik bisikkan ?" tanya Arya lagin.
"Vani gak terima , saya menjewernya lima kali Pak !, padahal dia memiliki salah lima Pak !" jawab Tari .
"Tari ! silahkan duduk !" suruh Arya .
Arya pun melepas tangannya dari telinga Bunga . Kemudian berpindah ke sebelah Vani , menjewer telinga Vani lima kali .
"Sakit Pak !" keluh Vani ,
"Kamu yang memintanya !" balas Arya .
"Kejam amat !" Vani mengerucutkan bibirnya , setelah Arya melepas telinganya .
"Silahkan duduk !" suruh Arya , menghiraukan Vani yang meringis .
"Pak ! ulangan Bunga salah berapa ?, kenapa telinganya hanya di jewer tiga kali ? . Aku rasa ulangan Bunga pasti banyak salahnya !" protes Vani , tidak terima di antara mereka bertiga dia yang paling banyak dapat jeweran .
"Tiga !" jawab Arya singkat .
Wajah Bunga langsung berbinar cerah , mendapatkan nilai yang lumayan tinggi . Berjalan ke bangkunya sambil bertepuk tepuk tangan kecil , seperti anak kecil yang di belikan Mamaknya kinderjoy di mini market dekat rumahnya .
Semua yang ada di kelas tidak percaya , bunga hanya memiliki salah tiga . Mengingat Bunga selama ini sudah di cap sebagai murid terbodoh dan terbandel . Malah Bunga sudah di juliki dengan hantu sekolah . Karna datang dan pergi sesuka hatinya .
Vani berbalik badan berjalan ke bangkunya menghentak hentakkan kakinya dengan bibir yang mengerucut , ia tidak menyangka Bunga mendapat nilai yang tinggi , karna selama ini Bunga sangatlah bodoh dan bandel . Meski Vani adalah murid teladan tidak pernah bolos dan absen , tapi Ia bukanlah termasuk murid berotak pintar , otaknya masih di bawah Bunga .Hanya saja selama ini Bunga tidak pernah belajar .
"Mari kita lanjut pelajaran selanjutnya !" ucap Arya . Kemudian melanjutkan proses mengajarnya .
.
.
Bunga mematut wajahnya di depan cermin di dalam toilet sekolah . Memperhatikan wajahnya yang sudah mulai nampak bersih dan sehat . Sudah tidak terlihat kusam dan warnanya belang lagi . Karna ia sudah merawat kulitnya dengan skincare mahal rekomendasi dari Dokter . Dan rambutnya juga sudah tidak terlihat kering lagi , sudah nampak sehat berkilau . Dan giginya !, jangan di tanya , masih maju mundur cantik .
Bunga mencebikkan bibirnya , melihat giginya yang masih maju mundur . Entah berapa lama gigi giginya itu bisa rapi ? , sepertinya Bunga harus bersabar selama setahunan lagi , mungkin .
"Wah ! Nyonya Arya rupanya !"
__ADS_1
Bunga memgalihkan pandangannya ke arah orang yang menyapanya , kemudian menarik sudut bibirnya ke atas , tersenyum ramah .
"Anda benar sekali Nona Zoya Farosa !" balas Bunga .
Zoya melangkahkan kakinya mendekati Bunga , kemudian berbisik ketelinga Bunga .
"Aku tau ! kamu dan Pak Arya tinggal satu rumah . Dan kamu tau apa resikonya jika orang orang di sekolah mengetahuinya ? . Revutasi Pak Arya sebagai guru akan hancur..! karna sudah kumpul kebo dengan muridnya . Dan yang paling fatal.. Nama baik sekolah ini akan ternodai ! . Kamu paham maksudku 'kan ?" Bisik Zoya dengan suara lembutnya ,lalu tersenyum licik ke arah Bunga .Melangkahkan kakinya keluar dari dalam toilet , meninggalkan Bunga yang membeku di tempatnya .
Ketika pasangan kita dalam bahanya , disitulah letak kelemahan kita . Itulah yang di rasakan Bunga saat ini .
Bunga menelan salivanya dengan susah payah , benar yang di katakan Zoya . Revutasi Arya pasti rusak jika orang orang mengetahui mereka tinggal satu rumah . Meski mereka sudah menikah sah menjadi suami istri , tapi masalahnya tidak ada yang mengetahui itu . Dan jika ada orang orang disekolah juga mengetahui pernikahan mereka , itu juga akan menjadi ancaman kepada mereka . Masalah sekolah Bunga tidak terlalu peduli . Jika sekolah hancur , warisan peninggalan Kakeknya masih banyak , ia tidak akan jatuh miskin , itu pemikiran Bunga .
Apa yang harus kulakukan ?, tanya Bunga dalam hati .
Bunga mengangkat kepalanya , ah ! tidak semudah itu Bunga bisa di tindas .
Berani kamu mengancamku Zoya !,akan kubuat kau tidak betah di sekolah ini !, batin Bunga . Melangkahkan kakinya keluar dari dalam toilet , kembali masuk ke dalam kelasnya .
Biar ngehalunya tambah lanjar
Pak Arya , guru tertampan dan galak , jarang senyum jika di sekolah .
Bunga , gadis tomboy imut imut manja menggemaskan .
Zoya
Visual persi othor ya ! , kalau gak cocok ,
bayangin aja deh ! pacar masing masing. wkwkwk....!
.
.
Tok tok tok !!!
Bunga mengetok pintu kelasnya .
"Masuk !" sahut dari dalam .
Bunga membuka pintu melangkahkan kakinya masuk berjalan ke arah bangkunya .
"Kenapa lama ?" tanya Ibu Frisilia , menatap Bunga tidak suka , lebih tepatnya cemburu .
"Saya sakit perut Bu ! mules mules" jawab Bunga mendudukkan bokongnya di bangkunya .
"Kamu permisi ke toilet sudah lebih setengah jam Bunga !" ujar Frisilia .
Bunga diam ,Waduh ! masa aku berkaca kaca sampai selama itu ?,batin Bunga .
"Maaf Bu ! , namanya juga mules !" balas Bunga .
"Cepat kerjakan tugasnya !, tinggal kamu yang belum selesai !" suruh Frisilia .
__ADS_1
"Baik Bu..!".balas Bunga , kemudian mengerjakan tugas mapel B. Indonesianya .
Dari tatapanmu itu ! , sepertinya kau mengundang permusuhan denganku Bu Frisil yang cantik !,batin Bunga , menyipitkan matanya .
Semenjak orang orang mengetahui pertunangannya dengan Arya . hampir semua orang menatapnya tak suka . Bukan Bunga tidak sadar akan hal itu , tapi bagaimana lagi . Kita gak bisa memaksa orang untuk suka sama kita bukan ! .
.
.
Bunga menyeringai dalam hati , melihat Zoya memasuki kantin bersama teman temannya .
Aku bukanlah bawang putih yang bisa kamu tindas bawang merah !. Dan aku juga bukanlah protagonis di dalam sinetron yang memiliki cukup kesabaran dan ketabahan Zoya Farosa . Aku adalah Bunga Adelwis dari pegunungan es , yang bisa membekukan siapa yang ingin membakarku . Huahahaha......!!! .
Bunga melangkahkan kakinya membawa nampan yang berisi , somay dan jus mangga kesukaannya , berjalan ke arah Zoya yang berjalan ke arah stan penjual bakso .
"Aaaa...kecoa...!" jerit Bunga di dekat Zoya .
"Aaa...! mana kecoanya mana mana mana ....!" jerit Zoya heboh , melompat lompat , dan memanjat ke atas meja kantin yang lagi kosong , sambil mengibas ibas baju dan roknya . Begitu juga dengan ketiga teman Zoya yang datang bersamanya .
"Huahahaha......!" tawa bunga pecah karna sudah berhasil mengerjai Zoya .Kemudian berjalan ke arah meja yang biasa ia tempati dengan teman temannya .
"Bunga ! Zoya sama teman temannya kenapa ?" tanya Gandi yang sudah duduk telebih dahulu di meja langganan mereka .
"Dia takut kecoa !" jawab Bunga , menyuapkan somay kemulutnya setelah ia duduk , tersenyum puas .
"Oo.." balas Gandi .
"Leo mana ?" tanya Bunga .
"Lagi pesan makanan !" jawab Gandi , Bunga menganggukkan kepalanya .
"Bubu !" panggil Gandi .
"Mh..!" jawab Bunga karna mulutnya berisi makanan .
tiba tiba
Buyyarrr.... !
Bunga menghentikan kunyahannya , karna ada yang menyiram kepalanya dari belakang .
Bunga menggebrak meja dan langsung berdiri , memutar tubuhnya ke arah orang yang berani menyiramnya .
"Kamu mengerjai kami 'kan ?" gertak Zoya , menatap Bunga dengan tatapan permusuhan .
" Kalau kamu tau , kamu di kerjain , kenapa kamu takut dan melompat lompat kaya orang gila ?" tanya balik Bunga , menatap Zoya menantang .
Zoya terdiam , benar yang dikatakan Bunga , Zoya mengeraskan rahangnya .
"Jangan main main denganku ! jika tidak ingin rahasiamu terbongkar !" Ancam Zoya , berbicra dengan merapatkan gigi giginya .
"Oh ya !" tantang Bunga tidak takut .
"Lihat aja !" geram Zoya .
"Apa kamu sudah kehabisan cara dan kehabisan akal untuk mendapatkan Pak Arya ?. Ckckck.....! , kasihan banget ya ! dirimu ! . Lihat aku ! , tanpa usaha , Pak Arya menyematkan cicin ini di jari manisku . Kamu bisa bayangin gak ?, bagaimana bibir Pak Arya mengecup cicin yang berada di jari manisku ini . Oh sungguh so sweet !" Ucap Bunga tersenyum manis, kemudian mengecup cincin di jari manisnya .
Membuat Zoya menggemeletukkan giginya .
.
__ADS_1
.