
Usai mandi dan berpakaian, kedua insan yang baru selesai memadu kasih itu pun, keluar dari dalam kamar mereka dengan bergandengan tangan menuruni anak tangga ke lantai bawah. Mereka sama sama memakai baju kaos oblong warna putih di padukan dengan celana jins panjang berwarna hitam. Wajah mereka terlihat segar dan berbinar, dengan rambut yang sama sama masih setengah basah.
"Bu ! nanti gak usah masak untuk kami ya !, kami mau pergi jalan jalan sekalian makan di luar" ucap Arya kepada Bu Ipa yang kebetulan lewat di bawah tangga.
"Iya nak Arya !" balas Bu Ipa tersenyum.
"Kalau begitu, kami pergi dulu ya Bu !"pamit Arya. Begitu juga dengan Bunga , ia pun berpamitan kepada wanita paru baya yang bekerja di rumah suaminya itu. Lalu mereka keluar dari rumah tanpa melepas tautan tangan mereka.
"Tunggu di sini, aku keluarin motornya dulu" melepas pegangan tangannya, masuk ke dalam garasi.
Tak lama kemudian Arya keluar dari dalam garasi dengan mengenderai motor milik Bunga.
Bunga mengembangkan senyumnya , melihat Arya untuk pertama kali mengendarai motor. Arya terlihat sangat keren, ketampanannya bertambah tiga kali lipat, menurut Bunga. Bunga langsung berjalan ke arah Arya dan langsung naik ke atas motor, duduk di belakang Arya.
"Kamu sangat tampan Aaryan !"puji Bunga lalu mengecup pipi Arya dari samping.
"Apa kamu lagi menggodaku sayang ?" Arya memutar sedikit tubuhnya, membalas mengecup pipi Bunga."Dan kamu sangat seksi dengan pantat bahenolmu sayang !, aku sangat menyukainya !"bisik Arya ke telinga Bunga, kemudian menggigit kecil daun telinga Bunga.
"Genit !" ucap Bunga tersenyum, Bunga sudah mulai terbiasa dengan omongan omongan mesum Arya, Bunga sudah tidak salah tingkah lagi mendengarnya.
Arya malah terkekeh, kemudian memberikan helem kepada Bunga. Setelah mereka memasang helem masing masing, Arya pun melajukan motornya keluar dari halaman rumahnya. Bunga pun memeluk Arya dari belakang dengan erat, dan meletakkan dagunya di bahu Arya .
Arya benar benar sangat berbeda sifat ketika bersamanya . Sangat jauh berbeda ketika di sekolah dan bersama orang lain. Terkadang Bunga tidak menyangka kalau yang duduk di depannya itu adalah Pak Arya, guru galak dan suka membentaknya dan menghukumnya di sekolah . Saat mereka berdua, Arya berubah sosok yang perhatian, lembut dan penyayang.
"Mau makan apa cinta ?"tanya Arya.
"Apa ya !, mmm....!" Bunga berpikir sebentar." Daging sapi lada hitam" jawabnya kemudian.
"Oke !"balas Arya, lalu menambah kecepatan motornya di jalan raya.
Sampai di sebuah mall, Arya pun memarkirkan motornya di tempat parkiran khusus motor. Bunga turun dari atas motor, membuka helemnya, lalu memberikannya kepada Arya. Begitu juga dengan Arya, ia pun membuka helemnya kemudian turun dari atas motor. Setelah menyimpan helem mereka, mereka pun melangkahkan kaki mereka sambil bergandengan tangan masuk ke salah satu restoran di dalam mall.
__ADS_1
Setelah mereka duduk di salah satu meja kosong, mereka pun memesan makanan . Tak lama kemudian pesanan mereka datang, mereka pun langsung menyantapnya.
"Aaryan ! habis ini kita kemana ?" tanya Bunga, menyuapkan nasi dan potongan daging ke mulutnya.
"Istriku pengennya kemana ?"tanya balik Arya, sambil tangannya merapikan rambut Bunga yang hampir menyentuh makanan ke belakang.
"Berbulan madu !"jawab Bunga , tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya kepada Arya.
Arya yang gemas istri labilnya yang menggodanya, pun mencubit pipi Bunga."Kita bisa melakukannya di rumah sayang !. Tapi kalau kamu menginginkannya, nanti setelah kamu menerima raport, kita bisa pergi. Kamu ingin kita bulan madu kemana ? Hm..!"tanya Arya.
"Benaran ?"tanya Bunga sumiringah.
"Iya istriku !, tapi ada syaratnya !"jawab Arya. Bunga langsung mengerucutkan bibirnya.
"Apa ?"
"Kamu harus mendapat ranking sepuluh besar !" jawab Arya.
Bunga langsung menghela napas lemah mendengarnya . Menatap Arya dengan menyipitkan matanya dan bibirnya cemberut.
.
.
Aku harus mencari surat surat itu sampai dapat , batin Rania. Memutar pandangannya keseluruh ruangan kamar Bunga. Berpikir kira kira dimana Bunga menyimpan surat surat kekayaan Bunga.
Brankk !!
Tiba tiba pintu kamar Bunga tertutup kuat, sampai Rania terlonjak kaget. Kemudian Rania memutar tubuhnya ke arah pintu. Terdengar seperti ada yang mengunci pintu dari luar.
"Siapa ?" seru Rania melangkahkan kakinya ke arah pintu, dan langsung menggendor gendor pintu kamar Bunga dari dalam.
__ADS_1
"Buka pintunya !!!" teriaknya .
"Maafkan aku Kak Rania !, aku harus mengurungmu !. Aku gak mau kakak berbuat jahat kepada Kak Bunga !. Kenapa Kakak berobah ?, Aku kecewa sama Kakak !. Kenapa Kakak ingin mengambil harta kak Bunga ?, bukankah kita selama ini sudah hidup enak dari uang Kak Bunga ?" balas Sofia dari luar kamar.
Tadi saat baru pulang sekolah, Sofia melihat kamar Bunga tidak tertutup rapat. Sofia berpikir di dalam kamar itu adalah Bunga. Sofia yang kangen dengan kakak keduanya, berniat masuk ke dalam. Mendengar suara gumaman di dalam kamar bukanlah suara Bunga, Sofia mengurungkan langkahnya . Ia pun berdiam diri di depan pintu kamar Bunga, sesekali ia mengintip melihat apa yang di lakukan Rania di kamar Bunga, Sofia pun menguping semua ucapan kakaknya Rania. Tidak menyangka kakaknya Rania sejahat itu , Sofia pun menarik kunci di balik pintu kamar Bunga pelan pelan , kemudian menarik daun pintunya kuat dan langsung menguncinya.
"Buka pintunya Sofia !!!"
"Gak Kak !" Sofia langsung pergi dari depan kamar Bunga, membawa kuncinya masuk ke dalam kamarnya .Sofia pun mengeluarkan handphonnya dari saku rok seragam sekolahnya, mengirim pesan kepada Kakaknya Bunga.
Di kamar Bunga, ia terus mencari surat sertifikat harta warisan Kakek Samsul. Ia harus mendapatkannya, Bunga harus membayar Arya dengan harta yang dimilikinya.
Rania mengembangkan senyumnya saat ia melihat map berwarna biru berada di selipan baju baju milik Bunga. Rania langsung mengambil Map itu, membukanya untuk memastikan apakah itu benar surat surat kekayaan Bunga. Benar !, itu adalah surat seluruh harta warisan Kakek Samsul. Rania semakin tersenyum sumiringah, berhayal dia akan menjadi orang kaya sesungguhnya. Bukan hanya menompang kaya di harta milik Bunga, seperti selama ini.
Sekarang yang perlu Rania pikirkan, bagaimana caranya ia bisa keluar dari kamar Bunga membawa kabur surat surat di tangannya. Rania berjalan ke arah pintu kaca kamar Bunga, berjalan ke arah pinggir balkon, dan memandang ke bawah.
Aku harus kabur dari sini !,batin Rania. Kembali masuk ke dalam kamar, menarik sprai kasur Bunga, membawanya ke balkon . Rania memasukkan map di tangannya ke dalam tasnya. Rania mengikat ujung sprei di tangannya ke besi pagar balkon dengan kuat . Ia akan turun kebawah lewat sprei itu .
.
.
"Sayang ! ada apa ?"tanya Arya melihat raut kemarahan di wajah Bunga, setelah membaca pesan masuk ke phonselnya.
Bunga tidak menjawab, ia memberikan handphonnya kepada Arya, supaya Arya membaca pesan di layar HPnya. Arya menerimanya dan langsung membaca pesan di handphon istrinya. Arya menghela napasnya, tidak menyangka wanita yang pernah dicintainya itu, bisa berbuat jahat.
Arya langsung mengeluarkan phonselnya dari saku celana jinsnya. Menghidupkan layarnya, lalu mencari no seseorang disana. Arya pun langsung mendial tombol panggilan ke no seseorang tersebut.
"Halo Pak ! selamat sore !"sapa Arya setelah panggilan teleohonnya di angkat.
"Selamat sore !, Ada yang bisa saya bantu Pak Arya ?" tanya seseorang dari sebrang sana.
__ADS_1
.
.