Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 66


__ADS_3

"Apa kamu sudah gila Rania ?Hah !!!" bentak Pak Fariq , melihat kamar Rania berantakan seperti kapal pecah .


"Mama ! bereskan Rania , aku akan menelephon Pak Siddiq . Kemarin dia meminta untuk menjodohkan anaknya dengan Rania . Kalau begini caranya , Papa setuju . Kita nikahkan saja anak bodoh ini . Hanya karna putus cinta , dia menjadi gila" ujar Pak Fariq , keluar dari kamar Rania . Turun ke lantai bawah menuju kamarnya .


Sampai di dalam kamar , Pak Fariq langsung mengambil handphonnya dari atas meja nakas , lalu menelephon Pak Siddiq sahabatnya .


"Halo Pak Siddiq ! apa saya mengganggu ?" tanya Pak Fariq , setelah Pak Siddiq mengangkat telephonnya .


"Ada apa ! kau menelephon malam malam begini ?, apa itu sangat penting ?" tanya Pak Siddiq dari seberang telephon .


"Aku terima penawaranmu untuk menjodohkan anak anak kita . Aku ingin kita segera menikahkan mereka !" jawab Pak fariq langsung .


"Apa yang terjadi ?" bingung Pak Siddiq .


"Putriku hampir gila karna laki laki , tidak ada cara lain selain menikahkannya dengan laki laki lain" jawab Pak Fariq .


"Terserahmu saja , besok aku dan istrimu akan datang melamar putrimu" ucap Pak Siddiq , Pak Siddiq sangat senang , akhirnya keinginannya berbesan dengan Pak Fariq , akhirnya kesampaian .


"Ya udah , besok saya tunggu kedatangan kalian . Bawa juga calon menantuku" balas Pak Fariq . kemudian mematikan sambungan telephonnya setelah mengucap salam .


Di kamar Rania , Mama Indah dengan sabar membereskan kamar Rania di bantu Bi Siti pembantu di rumah itu . Selesai membereskan kamar Rania yang berantakan , Mama Indah pun menyeret Rania ke kamar mandi , dan langsung menyiramnya dengan air dingin .


"Mau tidak mau , kamu harus menerima perjodohan dengan anaknya Pak Siddiq ! . Itu hukuman untukmu yang sudah berani mengganggu suami adikmu sendiri" omel Mama Indah , terus menyiram putrinya dengan air dingin .


"Aku gak mau Ma !" bantah Rania .


"Jika kamu berani melawan Papamu , silahkan membantah !" ucap Mama Indah . Kemudian melemparkan handuk kepada Rania .


"Mama tunggu lima menit , kalau kamu tidak keluar dari kamar mandi ini , awas , Mama rendam kamu dengan air es !" ancam Mama Indah . Mama Indah pun keluar dari dalam kamar mandi .


Meski Mama Indah orang yang humoris , ia sangat tegas dan galak kepada putri putri mereka . Tidak ada yang berani melawannya , karna Mama Indah tidak akan segan segan memberikan hukuman kepada putrinya yang berani membantahnya .


Tidak berani membantah Mama Indah , Rania langsung membuka bajunya yang basah . Mama Indah benar benar keterlaluan menyiramnya dengan air dingin malam malam . Rania keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk di lilit di dadanya . Melangkahkan kakinya ke arah lemari pakaian , untuk mengambil baju ganti .


"Ma ! Rania gak mau di jodohkan Ma !" ucap Rania kepada Mama Indah setelah selesai memakai pakaiannya .


"Kamu harus di nikahkan Rania !, supaya kamu tidak berpikir merebut Arya dari Bunga lagi . Papamu sudah menyuruh keluarga Pak Siddiq besok datang kesini untuk melamarmu !" ujar Mama Indah .


"Gak Ma ! Rania gak mau , anak Pak Siddiq masih sekolah . Aku gak mau di nikahkan sama anak anak Ma !" Rania menggeleng gelengkan kepalanya . Tidak habis pikir dengan orang tuanya yang akan menikahkannya dengan anak ABG .

__ADS_1


"Silahkan katakan kepada Papa kamu , kalau kamu berani menolaknya" ujar Mama Indah , berdiri dari tepi tempat tidur yang di dudukinya dari tadi . Kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar Rania .


"Jangan coba coba kabur , melarikan diri !" ancam Mama Indah , memutar tubuhnya ke arah Rania , sebelum ia menutup pintunya .


Mama Indah berjalan menuruni anak tangga ke lantai bawah , masuk ke dalam kamarnya .


"Bagaimana Pah ?" tanya Mama Indah kepada suaminya .


"Besok mereka akan datang kesini !" jawab Pak Fariq .


"Apa Papa yakin ?, menikahkan Rania dengan anak Pak Siddiq ?" tanya Mama Indah lagi .


"Yakin Ma ! , tidak ada cara lain , aku gak Mau keluarga kita berantakan Ma !" jawab Pak Fariq .


"Terserah Papa aja , Mama ngikut aja !" Mama Indah membaringkan tubuhnya di samping Pak Fariq . Menarik selimut menutup tubuhnya sampai dada .


.


.


Arya dan Bunga sama sama menuruni anak tangga dengan bergandengan tangan . Mereka sudah sama sama rapi dengan pakaian melekat di tubuh mereka masing masing . Hari ini adalah hari ke dua Bunga melaksanakan ujian kenaikan .


Arya dan Bunga saling pandang , mendengar ada yang menekan bel di luar rumah . Menandakan ada orang bertamu pagi pagi ke rumah mereka .


"Siapa ?" tanya Bunga mengernyitkan keningnya.


"Gak tau sayang !" jawab Arya .


Mereka pun sama sama melangkahkan kaki mereka ke arah pintu , melihat siapa yang datang pagi pagi ke rumah mereka .


Arya langsung membuka pintu rumahnya dari dalam . Arya menghela napasnya melihat siapa yang berdiri di depan pintu .


"Ada apa Rania ?" tanya Arya , menahan kekesalannya .


Bunga yang berada di belakang Arya , melangkahkan kakinya ke depan Arya , mendengar Arya menyebut nama kakanya Rania .


"Kak Rania !, ada apa kamu datang kesini pagi pagi ?. Mau mengusik rumah tanggaku !" tuduh Bunga langsung . Menatap Kakaknya itu dengan tatapan tak suka .


"Bunga ! aku minta maaf soal semalam . Kesini aku mau minta tolong sama kamu !. Tolong bilang sama Papa untuk tidak menjodohkanku dengan anaknya Pak Siddiq . Aku janji tidak akan mengganggu kalian lagi" mohon Rania mengiba , berharap Bunga mau menolongnya .

__ADS_1


Arya yang mendengar penuturan Rania , mengulum senyumnya supaya tidak tertawa . Tentu Arya kenal dengan anaknya Pak Siddiq yang akan di jodohkan dengan Rania .


"Aku tidak bisa menolongmu kak Rania !, seperti aku dulu , tidak ada yang menolongku dari perjodohan kakek Samsul" jawab Bunga .


"Sayang ! kok ngomong gitu ?" ucap Arya , mendengar perkataan Bunga , sepertinya belum terima karna sudah dipaksa menikah dengannya saat itu .


"Kan benar seperti itu ! , gak ada yang menolongku dari pernikahan konyol itu !" jawab bunga santai .


"Apa kamu belum terima pernikahan kita sayang ?"Arya memeluk Bunga dari belakang , meletakkan dagunya di bahu Bunga , mengecup pipi Bunga dari samping .


"Belum !" jawab Bunga .


"Kok gitu sayang ?"


Melihat kemesraan Bunga dan Arya , Rania perlahan melangkahkan kakinya meninggalkan kediaman Arya . Sepertinya suami istri di depannya sengaja bermesra mesraan di depannya .


"Karna kamu melanggar semua janjimu !" Bunga melepas tangan Arya yang melingkar di perutnya , kemudian melangkahkan kakinya berjalan ke arah ruangan makan .


"Sayang !" panggil Arya , mempercepat langkahnya menyusul Bunga . Di lihatnya Bunga sudah duduk di kursi meja makan , sudah memakan sarapan kesukaannya .


"Aaryan !" panggil Bunga , setelah menelan makanan di mulutnya .


"Apa sayang ?" Arya medudukkan tubuhnya di samping Bunga .


"Bisakah aku meminta kamu setiap hari makan malam di rumah bersamaku ?" tanya Bunga sekaligus meminta .


Arya menajamkan pandangannya kepada Bunga , memandang Bunga dengan intens .


"Aku kesepian !" ucap Bunga lagi .


Arya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum , satu tangannya terangkat mengusap kepala Bunga .


"Iya sayang !, maaf ! selama ini aku gak kepikiran kesana"ucap Arya .


Selesai menghabiskan sarapan di piring masing masing . Mereka pun langsung berangkat kesekolah .


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2