Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 81


__ADS_3

"Aaryan ! apa kamu akan mengurungku di kamar seharian ?"sungut Bunga, wajahnya cemberut. Bebar benar suami mesumnya itu, masa ngajak liburan di tapi hanya berdiam diri di kamar hotel. Setelah siap mandi dan sarapan tadi, Bunga kira Arya mau membawanya jalan jalan. Sudah hampir jam tiga sore, Bunga masih berada di dalam selimut, karna Arya tidak membolehkannya meninggalkan tempat tidur.


"Masih terlalu panas sayang !, nanti sore aja kita jalan jalan di pantai" ucap Arya.


"Aaryan !, aku ingin mandi di pantai !"rengek Bunga manja. Menarik rambut Arya, yang menenggelamka wajah di atas dadanya itu.


Arya diam, semakin mengeratkan pelukannya, matanya ngatuk, tubuhnya lelah, sepertinya staminanya sudah habis. Arya memejamkan matanya, karna ngantuknya sudah tak tertahan.


"Aaryan..!"Bunga kesal, melihat suaminya itu. Kebiasaan Arya mengantuk dan langsung tertidur setelah merasakan enak. Tapi Bunga tetap membiarkan Arya tidur.


Sebentar saja, Arya sudah tertidur pulas, terdengar dari dengkuran harus dari hidungnya. Melihat itu, Bunga tersenyum, Bunga pun mengusap usap kepala Arya yang berada di atas dadanya itu, sesekali Bunga mengecup kening dan ubun ubun Arya. Lama kelamaan Bunga pun ikut tertidur.


.


.


Bunga dan Arya berjalan bergandengan tangan di bibir pantai yang tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap.


"Apa kamu tau kenapa aku membawamu krsini ?"tanya Arya.


"Kenapa ?" Bunga menolehkan wajahnya sebentar ke wajah Arya. kemudian kembali memperhatikan kakinya yang memginjak pasir pantai.


"Ini tempat terakhir yang di kunjungi orang tua kita, sebelum mereka meninggal dalam kecelakaan pesawat itu. Orang tuamu membawa kedua orang tuaku berlibur kesini. Dan kamar hotel yang kita tempati itu adalah kamar hotel yang di pakai kedua orang tuamu, saat berbulan madu kesini."jawab Arya.


Bunga menghentikan langkahnya, mengarahkan tatapanya ke wajah Arya, yang membalas menatapnya. Arya tersenyum ke arah Bunga.


Bunga memicingkan matanya ke arah Arya, Bunga bisa menebak, kalau Arya meretas data data pengunjung hotel itu. Makanya Arya mengetahui di hotel dan di kamar mana orang tua Bunga menginap di pulau Dewata itu.


"Aku tidak melakukan hal yang merugikan pihak manapun. Jangan mebatapku seperti itu sayang !, aku hanya mencari tau saja" ucap Arya.


"Kadang aku merasa mereka masih di sini. Makanya aku sangat suka datang ke sini. Setiap aku berkunjung kesini, aku merasa dekat dengan mereka!" ucap Arya menjeda kalimatnya, memandang wajah Bunga dengan mata berkaca kaca."Makanya aku membawamu kesini, aku ingin kita berbagi kebahagiaan dengan mereka di sini !"ucap Arya lagi." Aku yakin ! pasti orang tua kita senang, mereka pasti bahagia melihat kita bahagia, apa lagi kita memberikan cucu kepada mereka" ucap Arya lagi tersenyum.


"Ceritakan ! seperti apa dulu kedua orang tuaku ?" Selain rasa rindu, Bunga tidak tau bagaimana perasaanya kepada kedua mendiang orang tuanya, karna Bunga tidak sempat mengenalnya.


"Aku juga jarang bertemu dengan mereka, wajahmu perpaduan dari wajah mereka. Tentunya mereka sangat menyayangimu !"ucap Arya.

__ADS_1


"Kadang aku ingin cepat mati, biar bisa bertemu dengan kedua orang tuaku, aku sangat penasaran dengan mereka, sangat rindu dengan mereka." ucap Bunga, wajahnya biasa saja saat mengucapkan itu. Mungkin karna Bunga tidak tau rasanya memiliki orang tua kandung.


"Kita kesini untuk bersenang senang, jangan membicarakan mati" Sanggah Arya tidak suka, lebih tepatnya takut kehilangan.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita main air aja !" Bunga berlari ke arah air laut yang berkejar kejaran ke pinggir pantai.


"Ini malam sayang !, nanti masuk angin" Arya mengejar Bunga yang sudah masuk ke laut.


Byarrrr....


Bunga menyemprotkan air laut sampai mengenai baju Arya.


"Sayang..!" tegur Arya


Bunga malah semakin menjadi menyiramnya dengan air luat sambil tertawa tawa. Sepertinya istrinya itu benar ingin mengajak bermain air malam malam. Pakain Arya sudah basah semua karna ulah istrinya itu. Tidak mau kalah, Arya mendekati Bunga, mengangkat tubuh istrinya itu, kemudian menjatuhkannya ke air laut.


Bunga yang sempat tenggelam di air, pun langsung berdiri, dan membalas kejahilan suaminya itu. Dengan mendorongnya kuat sampai terjatu ke air laut. Wajah Bunga sumiringah karna berhasil menumbangkan Arya.


"Aaryan !"panggil Bunga memutar pandangannya, karna Arya tak muncul dari dalam air. Wajah Bunga berobah panik, kawatir Arya terbawa arus ombak.


"Aaryan...!!!" Bunga hampir menangis, bagaimana caranya ia bisa menemukan Arya.


"Aaryan...!" tangis Bunga akhirnya, sudah setengah jam Bunga berdiri di air laut itu, Arya tak juga muncul. Apa Arya tidak bisa berenang ?,seharusnya Bunga tidak ceroboh mendorong Arya sampai terjatuh.


Tiba tiba ada kalung yang terbuat dari cangkang kerang dan sifut laut melingkar di lehernya. Bunga langsung membalik badannya, berharap orang yang melingkarkan kalung kerajinan tangan itu adalah Arya.


"Aaryan !" Bunga langsung memeluk Arya menangis."kenapa kamu membuatku kawatir ?.Kamu membuatku takut Aaryan !, kenapa kamu bisa menghilang ?."


"Aku gak menghilang sayang !, aku hanya pergi sebentar membeli kalung ini untukmu" jawab Arya tersenyum, mengusap usap rambut Bunga yang sudah basah.


"Aku pikir tadi kamu tadi di bawa arus laut, karna gak bisa renang. kamu lewat mana ?, kenapa aku gak melihatmu pergi ?"tanya Bunga.


"Tadi aku menyelam sampai ke sana"tunjuk Arya, ke salah satu pohon kelapa dekat pantai yang di beri lampu hias.


"Kurang kerjaan aja !" berenggut Bunga, kesal, suaminya itu lagi lagi mengerjainya dari kemarin.

__ADS_1


"Apa kamu sangat takut kehilanganku sayang ?" tanya Arya tersenyum. Senang rasanya, istrinya itu sudah mencintainya sepenuh hati.


"Gak tau !" Bunga kesal, ia pun melangkahkan kakinya keluar dari air laut, langsung di ikuti Arya. Menurut Bunga bercanda suaminya itu keterlaluan.


Arya menarik tangan Bunga, menarik Bunga ke dalam pelukannya. Bunga memberontak, berusaha melepaskan diri dari dalam pelukan Arya.


"Maaf !"


Bunga diam, wajahnya nampak kesal dan marah.


"Maaf sayang !" ucap Arya lagi.


"Lepaskan aku Aaryan !!!" marah Bunga.


"Sayang..!"


Arya kaget Bunga membentaknya, dan langsung melepas pelukannya. Arya tidak menyangka Bunga akan sangat marah karna sudah mengerjainya.


"Bercandamu itu gak lucu Aaryan !." Bunga mendorong tubuh Arya, kemudian melahkahkan kakinya lebar dan cepat.


Arya mengejarnya, ia tidak mau kemarahan Bunga sampai berkepanjangan. Jangan sampai marah istrinya itu sampai ke kamar hotel yang mereka sewa. Tidak !, jangan sampai ,kamar itu untuk tempat mereka bersenang senang. Arya menangkap tubuh Bunga lagi, memeluknya erat.


"Aku gak akan membuatmu kawatir lagi sayang !"ucap Arya, mengecup lama ujung kepala Bunga, yang terasa asin menempel di bibirnya.


"Aku gak suka perasaannya dipermainkan Aaryan !." Bunga bukanlah orang yang suka marah berlama lama." Dari kemarin kamu mengerjaiku !, kamu sungguh keterlaluan !" ucapnya lagi.


"Karna aku ingin memberimu surprice sayang." Arya melepas pelukannya, mengambil tangan kiri Bunga, melingkarkan cicin emas putih bertahtakan berlian yang tidak terlalu besar di jari tengah Bunga.


"Tapi caramu keterlaluan !"Bunga masih belum terima, Arya yang membuatnya kawatir.


"Maaf sayang !" Arya membawa tangan Bunga mendekat ke bibirnya, lalu menciumnya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2