Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 17


__ADS_3

Arya menahan rasa cemburunya , mendengar Bunga meneriakkan nama pria lain di dalam pelukannya . Ya ! Arya cemburu dengan kedekatan Bunga dengan Aldo , Sehingga ia meminta Nenek Marni membantunya , supaya ia bisa memiliki Bunga sepenuhnya dengan menikahinya . Dengan memanfaatkan surat wasiat perjodohan konyol itu .


"Aku minta maaf ! , aku tidak akan mengulanginya lagi" ucap Arya , hanya membujuk Bunga yang bisa ia lakukan saat ini .


"Ceraikan aku sekarang Aaryan..!." Bunga tidak lagi memanggil Arya dengan embek embel Pak atau Bapak . Menurut Bunga itu sudah tidak penting lagi , apa lagi mereka lagi tidak berada di lingkungan sekolah .


"Itu tidak akan Bunga !"


"Kenapa ?, bukankah kita tidak saling mencintai ?" tanya Bunga.


"Akan Bunga ! , kita akan saling mencintai !" jawab Arya .


Bunga menggeleng gekengkan kepalanya di dalam pelukan Arya .


"Aku mencintai laki laki lain , aku mencintai Aldo" aku Bunga dengan suara lirih .


"Aku tau ! , tapi aku tidak akan menceraikanmu sampai kapan pun ! . Selama aku hidup !" balas Arya .


"Kenapa ?" tanya Bunga lemah .


"Karna kamu sudah menjadi istriku !" jawab Arya , tidak ingin mengakui perasaan cintanya .


Bunga diam tidak bersuara lagi , tubuhnya melemah seperti tak bertulang . Bibirnya bergetar , menangis pilu . Harapannya putus untuk bisa bersama Aldo , apa lagi Aldo sudah pergi menjauhinya .


"Sssttt....!"


Arya menepis cairan bening yang meleleh di wajah Bunga dengan jari tangannya . Kemudian mencium kening Bunga lama dengan rasa cinta . setelah melepas ciumannya , ia pun mengangkat tubuh Bunga , menggendongnya ala bridal style , membawanya kembali ke meja makan .


Mendudukkan tubuhnya di kursi , membiarkan Bunga berada di atas pangkuannya .


"Minumlah !" ucap Arya ,setelah mengambil gelas yang berisi air putih di depannya , menempelkannya ke bibir Bunga .


Bunga menolak dengan menggelengkan kepalanya .


"Menikah itu bukan perkara main main Bunga ! , itu adalah hal yang sakral , berurusan langsung dengan Tuhan , apapun alasannya kita menikah Bunga !" jelas Arya .


"Apa alasanmu menikahiku ?" tanya Bunga menatap mata Arya .


"Tidak ada !" jawab Arya . membalas menatap Bunga , samapi lama mereka bertatapan saling diam .


"Jangan meninggalkanku Bunga !, aku tidak memiliki siapa siapa lagi selain dirimu" pinta Arya dengan wajah memohon .


Bunga diam tidak menjawab, ia terus memandangi wajah Arya tanpa berkedip . Ia tidak sadar kalau ia berada di atas pangkuan Pak Guru galak idola satu sekolahnya itu .


Krrriukk krrucuk krrucuk...!

__ADS_1


Tanpa sadar Bunga menyembunyikan wajahnya di dada bidak Arya , karna malu mendengar perutnya berbunyi .


Arya mengulum senyum , sambil tanganya mengusap kepala Bunga , mencium ubun ubun Bunga , Gemas melihat tingkah istri kecilnya itu . Ingin rasanya Arya memakan Bunga habis hingga ke tulang tulang , tapi ia harus menahannya sampai setahun lebih lagi , atau sampai Bunga siap dan mencintainya . Karna ia harus menjaga kesucian Bunga seperti janjinya kepada Pak Fariq .


" Sarapanlah ! , para cacing cacingmu sudah berdemo karna kamu belum membagi bagi mereka sembako pagi ini . Bu Ipa sudah membuatkan pecal untukmu !. selesai sarapan aku akan mengantarmu pulang" ucap Arya lembut . Menghapus air mata Bunga , lagi ! ia mencium kening Bunga .


Bunga mendongakkan kepalanya ke arah Arya dengan kening yang mengerut , menyiratkan tanda tanya .


"Kenapa ?Hm..!" tanya Arya ,sambil tangannya merapikan rambut Bunga kebelakang .


Bunga menggelengkan kepalanya lagi , kemudian bergerak ingin turun dari pangkuan Arya , tapi Arya menahannya . Pangkuan Arya ! , Bunga baru menyadari kalau ia berada di atas pangkuan Arya dan memeluknya , ternyata sangat nyaman dan hangat . Seketika wajah Bunga terasa panas dan mungkin sudah merona merah , ia mendadak malu .


Semenjak kapan aku tau malu ?, dan tadi si burung gagak ini memelukku menciumiku ! . Kenapa aku jadi patuh begini ya ?. Ada apa denganku ? , batin Bunga .


Arya pun mengambil pecal yang terhidang di meja makan , menyendoknya , kemudian menyuapkannya ke mulut Bunga .


"Biarkan aku menyuapimu !" ucap Arya , karna Bunga tidak membuka mulutnya .


"Aku mau makan sendiri !" tolak Bunga .


"Sekali saja !"


Bunga diam , dipandanginya wajah Arya , perlahan ia pun membuka mulutnya menerima suapan dari Arya . Mengunyah makanan di mulutnya tanpa melepas pandangannya dari Arya .


"Kenapa ? Hm..! , apa suamimu ini sangat tampan di lagi hari , membuatmu terpesona?." Arya mengembangkan senyumnya .


"Aku tau disekolah para cewek cewek banyak menyukaiku ! . Kamulah yang beruntung bisa mendapatkanku Bunga !" ucap Arya lagi dengan percaya dirinya .


Bunga memutar bola matanya jengah dengan kepercayaan diri Arya , meski pada kenyataannya seperti itu .


"Tapi aku tidak menyukaimu !" imbuh Bunga .


"Aku tau ! , justru itu ! aku merasa memiliki tantangan untuk membuatmu menyukaiku !" balas Arya .


"Tidak akan !"


"Oh ya ?"


"Cintaku sudah mentok untuk Aldo" ucap Bumga. Membuat Arya cemburu .


"Jangan sebut nama laki laki lain di depanku Bunga !, aku ini suamimu !" ucap Arya tidak suka .


"Kenapa ?, bukankah kamu tidak mencintaiku ? , aku rasa itu tidak masalah" tanya Bunga .


"Masalah !"

__ADS_1


"Apa masalahnya ?"


"Ayo habiskan sarapanmu ! , biar kamu ku antar pulang !" suruh Arya , tidak ingin menjawab pertanyaan Bunga .


"Jangan jangan kamu mencintaiku !" tebak Bunga , berbicara dengan memicingkan matanya ke arah Arya . Memperhatikan raut wajah Arya yang tidak bereaksi sama sekali .


Arya mendekatkan wajahnya ke wajah Bunga ." Aku tidak mencintaimu Bunga ! , tapi sangat mencintaimu !" ucap Arya di atas wajah Bunga .


Entah kenapa seketika wajah Bunga memerah , terasa panas seperti ingin terbakar .Dan jantungnya ? jantunya serasa seperti genderang perang , bertalu talu mendengar ucapan Arya . kemudian Bunga mengalihkan wajahnya ke arah lain, Membuat Arya tertawa cekikikan , melihat Bunga salah tingkah .


Arya mengacak acak rambut Bunga gemas , kemudian memindahkan Bunga ke kursi yang ada di sampingnya .


" Sarapanlah !" ucapnya .


Bunga diam tidak menjawab , menarik piring yang berisi pecal ke dekatnya , dan langsung melahapnya , menyibukkan diri untuk menentralkan detak jantungnya yang seperti meloncat loncat .


Ingat Bunga ! kalau kamu membencinya !batin Bunga . Ia tidak ingin terbuai dengan perlakuan Arya , meski tanpa ia sadari , ia sudah terbuai .


Usai mereka menghabiskan sarapan mereka , Arya pun mengantar Bunga pulang ke rumah orang tuanya .


"Besok kamu harus masuk sekolah !, kalau tidak ! , aku akan menghukummu !" Ancam Arya . Setelah ia melajukan kenderaannya keluar dari pekarangan rumahnya .


"Aku sudah biasa di beri hukuman !" ucap Bunga .


"Aku akan memberikan hukuman yang tidak bisa kamu bayangkan sebelumnya !" balas Arya .


"Hukuman apa ?"


"Melakukan adegan 21+" jawab Arya . tanpa melihat ke arah Bunga , karna sibuk memperhatikan jalan di depannya .


Bunga langsung bergidik ngeri mendengarnya , mengerti akan hukuman yang akan diberikan Arya kepadanya .


"Aku masih di bawah umur !, aku bisa melaporkanmu ke dinas perlindungan anak !" ancam Bunga balik .


Arya tersenyum mendengar jawaban Bunga . Sebenarnya Bunganya bukanlah benar benar bodoh , hanya saja tidak peduli dengan yang namanya belajar .


"Laporkan saja !" Balas Arya dengan santai .


"Dasar pedo.."


"Kamu sudah tujuh belas Tahum Bunga ! bukan lagi anak anak ! . Aku juga belum menyentuhmu , memintamu untuk melayaniku !." potong Arya langsung , terdengar marah ."Jangan ucapkan kata itu lagi" tegur Arya , merendahkan suaranya . Ia benar benar tidak terima , Bunga menyebutnya pedopil .


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2