
"Arya aku pamit dulu !, sekali lagi aku minta maaf !" ucap Farhan setelah hampir satu jam mereka mengobrol di ruang perawatan Bunga .
"Oh ! apa kamu langsung pulang ke kota M ?" tanya Arya .
"Iya !, aku tidak bisa ninggalin anak dan istriku lama lama ! . Nanti kalau ngadain resepsi jangan lupa undangannya .Semoga kamu dan istrimu cepat dapat momongan !" jawab Farhan.
"Iya ! tapi itu sepertinya masih lama , doakan saja !"balas Arya . mengikuti Farhan berdiri dari sofa berjalan ke arah ketiga gadis yang berada di atas brankar .
"Sayang ! perkenalkan ini temanku ! namanya Farhan !" ucap Arya kepada Bunga .
Ke tiga gadis itu pun menghentikan obrolan mereka , sama sama mengalihkan tatapan mereka kepada Farhan dan Arya .
"Farhan !" ucap Farhan teraenyum , megulurkan tanganya kepada Bunga .
"Bunga !" balas Bunga tidak kalah ramahnya , setelah menerima uluran tangan Farhan .
"Ternyata sekarang kamu tumbuh menjadi gadis yang manis ! , pantas Arya tidak sabar ingin memilikimu !" ucap Farhan lagi .
Bunga menaikkan alisnya , kenapa pria yang baru berkenalan dengannya itu , berbicara seperti itu ?. Bukankah mereka tidak pernah bertemu atau kenal sebelumnya ! .
"Kamu 'kan ! dulu gadis tomboy yang suka balap sepeda itu ?" tanya Farhan lagi.
"Dari mana Pak Farhan tau ?" tanya Bunga .
"Jangankan mengenalmu Farhan !, Aku yang sering ke rumahnya dulu dia gak kenal . Dia hanya sibuk di Dunianya sendiri , tanpa peduli siapa yang datang ke rumahnya"ujar Arya .
"Wah ! ternyata sudah dari dulu kamu memperhatikannya" tuduh Farhan .
"Sepertinya begitu, tapi dulu dia masih sangat kecil , masih SD !" balas Arya tersenyum .
"Nyonya Arya !, saya pamit dulu ! , semoga cepat sembuh !, dan semoga kalian cepat dapat momongan !" pamit Farhan , tangannya terangkat mengacak acak ujung kepala Bunga , entah kenapa ia gemas melihat Bunga .Bunga hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum .
"Dia itu istriku.. woi !" protes Arya , menyingkirkan tangan Farhan .
"Dasar pencemburu !" maki Farhan .
"Terserahku !" balas Arya .
__ADS_1
"Hai ciwi ciwi !, apa kalian gak ingin berkenalan denganku ?" goda Farhan mengedipkan matanya kepada Vani dan Tari .
"Kami gak suka kenalan dengan Bapak Bapak !" balas Vani .
"Betul !" sambung Tari .
"Ayo sana cepat pulang ! , anak sudah mau dua juga , masih saja godain cewek !" usir Arya , mendorong tubuh sahabatnya itu .
Farhan mencebikkan bibirnya ," kaya gak suka aja dulu kamu menggoda cewek !" balas Farhan .
"Aku gak sepertimu !" sanggah Arya cepat , ia memang tidak suka menggoda cewek selain dengan cewek yang ia sukai . Arya kemudian mendekati Bunga ." sayang ! aku mengantarnya dulu ke bawah ya !" ucapnya kepada Bunga , kemudian mencium kening Bunga .
"Tari ! Vani kalian belum mau pulang 'kan ! , Bapak titip Bunga dulu !" ucapnya lagi kepasa kedua sahabat istrinya itu .
"Belum Pak ! , tapi Bapak jangan lama lama !" Vani yang menjawab .
"Sebentar aja !" balas Arya . kemudian keluar dari ruang perawatan Bunga bersama Farhan .
"Bukankah kamu sempat berpacaran dengan Rania ?. Kenapa bisa kamu menikah dengan adiknya ?" tanya Farhan , setelah mereka berjalan di lorong rumah sakit menuju lif .
Arya mengangkat bahunya ," mungkin sudah jodoh !" jawab Arya singkat , mereka pun masuk ke dalam untuk turun ke lantai bawah .
"Bubu ! coba telephon Pak Arya , kami sudah mau pulang nih !" ujar Tari , karna hari sudah hampir malam .
"Kalian pulang aja ! , gak apa apa kok ! aku di tinggal sendiri !" ucap Bunga .
"Kami gak tega tau ! ninggalin kamu dalam keadaan sakit seperti ini !" balas Vani .
"Gak apa apa ! , bentar lagi dia pasti datang !" ucap Bunga .
"Benaran gak apa apa ?" jelas Tari .
"Iya ! sana kalian pulang !, aku juga mau istirahat !" ucap Bunga .
"Ya udah ! kalau begitu kami pulang dulu , besok kami kesini lagi !" ujar Vani . Bunga menganggukkan kepalanya . Vani Tari dan Gandi pun meninggalkan ruangan perawatan Bunga .
Di kanti rumah sakit , ternyata Arya bertemu dengan keliama orang tua yang menyeret Bunga dari dalam toilet sekolah waktu itu , beserta orang tua Leo dan Zoya . Mereka sengaja datang untuk meminta maaf kepada Arya langsung dan ingin menjenguk Bunga untuk melihat keadaannya . Karna Arya tidak ingin membuat emosi Bunga terpancing lagi , dengan kedatangan para orang tua dari orang orang yang menzholiminya . Arya pun tidak memperbolehkan mereka langsung menemui Bunga , sehingga mereka berkumpul di kantin Rumah Sakit .
__ADS_1
"Sekali lagi , kami minta maaf atas perbuatan anak anak kami Pak Arya !. Jujur kami juga sangat menyesalkan perbuatan mereka . Dan ijinkan kami menanggung biaya pengobatan istri Bapak sampai sembuh !" ujar Pak Sanjaya .
"Saya sudah memaafkanya Pak !, untuk biaya pengobatan istri saya..saya masih sanggup membayarnya Pak ! . Saya rasa itu tidak perlu !" balas Arya .
"Kami tau Pak Arya !, bukan maksud kami untuk mengukur kemampuan Pak Arya . Anggap saja ini bentuk pertanggung jawaban kami atas perbuatan anak anak kami" ujar Pak Sanjaya lagi .
"Iya Pak Arya !" sambung salah satu orang tua yang menyeret Bunga .
"Baiklah ! terserah kalian saja ! , saya sudah terlalu lama meninggalkan istri saya , kalau begitu..saya permisi duluan !" pamit Arya , berdiri dari tempat duduknya , di ikuti para orang tua murid itu .
"Sakali lagi kami minta maaf Pak Arya !" ucap Pak sanjaya lagi , menyalam tangan Arya , di ikuti yang lainya , melakukan hak yang sama . Arya pun segera kembali ke kamar perawatan Bunga .
Arya membuka perlahan pintu kamar perawatan Bunga . Ia sudah tau kalau ketiga sahabat istrinya itu sudah pulang , karna Bunga sudah mengirim pesan kepadanya , di lihatnya Bunga sudah tertidur . Arya pun melangkahkan kakinya ke arah brankar Bunga . Membuka sendalnya , kemudian naik ke atas brankar , membaringkan tubuhnya di samping Bunga , menarik Bunga ke dalam pelukannya .
"Aaryan..!" gumam Bunga , merasakan kehadiran Arya di sampingnya .
"Apa sayang ? Hm..! , aku pikir tidurmu sudah nyenyak !" tanya Arya , mengcup pelipis Bunga .
"Kenapa lama ?" tanya balik Bunga .
"Tadi jumpa teman lama di bawah , dia mengajak ngopi sebentar . Gak enak menolaknya , karna kami sudah sangat lama gak bertemu" bohong Arya . Bunga pun mengangguk pelan saja , karna ia mengantuk .
"Tidurlah sayang !, biar kamu cepat sembuh ! , biar kita cepat bisa mencapai surga bersama" ucap Arya menggoda Bunga .
"Dasar guru mesum ! , sama muridnya lagi !, gak ada malunya !" maki Bunga tanpa membuka matanya.
Arya malah tertawa cekikikan , lalu merapatkan tubuhnya ke tubuh Bunga ."Bukan aku yang mesum sayang ! , tapi juniorku !" bisik Arya ketelinga Bunga . menggesek gesekkan juniornya ke pinggang Bunga yang sudah menjadi angka satu tegak lurus ."Apa kamu bisa merasakannya sayang ?, cepatlah sembuh , dia sudah sangat merindukanmu !" bisik Arya lagi , napas hangatnya menyapu daun telinga Bunga , sehingga membuat Bunga merinding ,Bunga mengalihkan tatapanya ke arah lain , menyembunyikan wajahnya yang merah merona . Kan ! pikiran kotor Bunga jadi melanglang buana ke hukuman di atas kasur .
"Aku tau kamu juga merindukannya sayang !, tidurlah ! biar kamu cepat sembuh" ucap Arya lagi , ia sangat senang menggoda bunga dengan kalimat kalimat mesumnya . melihat wajah Bunga yang merona , menurutnya Bunga terlihat cantik dan menggemaskan . Arya mengembangkan senyumnya sampai menampakkan gigi giginya yang berjejer rapi , melihat Bunga yang malu .
Cup !
Satu kecupan Arya daratkan di pipi Bunga ."Kenapa masih malu sayang !, kita sudah saling mengenal luar dan dalam !."
"Aaryan...!" rengek Bunga manja , menarik selimut menutup wajahnya . Arya benar benar keterlaluan , selalu saja menggodanya .
.
__ADS_1
.