Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 68


__ADS_3

"Vani ! apa aku jelek banget ya ? , kenapa semua orang mengatakan aku gak pantas untuk Aaryan ?. Apa aku meninggalkan Aaryan aja ya ?. Aku capek kalau seperti ini terus , aku ingin hidup tenang , bisa menjalani hidup normal sebagaimana mestinya . Aku gak sanggup jika setiap hari harus menghadapi tatapan kebencian orang . Entah apa salahku ?" tangis Bunga dalam pelukan sahabatnya Vani .


"Sssttt...! , jangan pedulikan orang , mereka hanya iri melihatmu . Yang penting Pak Arya mencintaimu , dia benar benar menyayangimu !" balas Vani , dari tadi tangannya tidak berhenti mengusap usap punggung Bunga dari belakang .


"Yang paling aku kecewa adalah Kak Rania , kenapa dia mengejar Aaryan setelah kami menikah ?. Kenapa gak sebelum aku dengan Aaryan menikah ?" tangis Bunga lagi .


Vani diam tidak menjawab , ia juga tidak tau kenapa Kakaknya Bunga melakukan itu .


Tiba tiba HP milik Vani berbunyi pertanda ada panggilan masuk . Vani melepas pelukannya dari Bunga , mengambil handphonnya yang terletak di sampingnya di atas kasur, dan langsung mendial timbol hijau di layar phonselnya .


"Halo Pak Arya !" sapa Vani .


"Vani ! apa Bunga ada di rumahmu ?" tanya Arya langsung .


"Ada Pak ! , ini Bunga lagi bersamaku" jawab Vani .


"Bapak menuju kesana sekarang !" ucap Arya , langsung mematikan sambungan telephonnya . Menambah kecepatan kenderaannya menuju rumah Vani . Arya bernapas lega , Bunga ternyata di rumah sahabatnya .


"Pak Arya menayakan kamu , aku bilang kamu disini , sekarang Pak Arya lagi perjalanan kesini" ujar Vani . Bunga menganggukkan kepalanya , Ia juga butuh Arya saat ini , Bunga butuh Arya memeluknya , memberinya kekuatan dan ketenangan .


Tak lama kemudian terdengar deru suara mobil di depan rumah Vani . Vani pun mengintip dari kaca jendela kamarnya , melihat siapa yang datang , benar Aryalah yang datang . Vani pun keluar kamarnya turun kelantai bawah , melangkahkan kakinya ke arah pintu , lalu membukanya keluar dari dalam rumah , untuk membukakan pagar untuk Arya .


"Silahkan masuk Pak Arya !, Bunga berada di kamarku" ucap Vani , setelah membuka pagar untuk Arya .


"Apa gak apa apa aku masuk ?"tanya Arya , ia ragu jika harus masuk ke rumah seorang perempuan .


"Gak apa apa Pak ! , kita kan gak berdua duaan , ada Bunga dan pembantu di dalam !" jawab Vani cengengesan .


"Tolong panggilkan Bunganya keluar dari kamarmu ya !" suruh Arya , cukup ia masuk sampai ruang tamu anak muridnya itu . Arya merasa sungkan dan tidak sopan jika ia harus masuk ke kamar seorang gadis , meski istrinya ada di dalam .


"Iya Pak ! silahkan duduk " Vani kembali melangkahkan kakinya menaiki anak tanga rumahnya ,masuk ke dalam kamarnya .


"Bubu ! Pak Arya sudah nunggu di bawah !" ucap Vani setelah masuk ke dalam kamarnya .


"Kenapa gak menjemputku langsung kesini ?" tanya Bunga .


Vani memutar bola matanya malas , melihat kemanjaan sahabatnya yang tidak biasa itu ."Ini kamar anak perawan , Pak Arya gak mau ikut masuk . Jadi gak usah manja !, udah jadi istri juga , sebentar lagi jadi Ibu !" ujar Vani . Menarik Bunga supaya berdiri dari tepi tempat tidur . Menariknya keluar kamar , membawanya turun ke lantai bawah .


"Sayang !" Arya langsung berdiri dari sofa , berjalan mendekati Bunga . Arya menarik Bunga ke dalam pelukannya , mengecup ujung kepala Bunga .


"Aaryan ! aku lelah dengan semuanya Aaryan !" tangis Bunga dari dalam pelukan Arya .


"Kamu adalah orang yang kuat , kamu pasti sanggup menghadapi semua sayang !. Dan aku tidak akan membiarkanmu menghadapinya sendirian sayang ! , ada aku yang selalu ada untukmu !" Arya mengecup ngecup ujung kepala Bunga berkali kali .

__ADS_1


"Gak Aaryan !, aku memang tidak pantas untukmu ,aku ini jelek dan bodoh !."


"Bagiku kamu adalah wanita yang paling cantik sayang ! , dan kamu tidak bodoh , kamu itu pintar , pintar di bidangmu !" ucap Arya .Menghapus air mata Bunga dengan menggunakan jari jempolnya , merapikan rambut Bunga ke belakang telinganya , kemudian mengecup kening Bunga .


"Vani kami pulang dulu , trimakasih sudah sudah memberi istriku tompangan" pamit Arya .


"Iya Pak !, gak apa apa !" balas Vani tersenyum ramah .


Arya pun menuntut Bunga berjalan keluar dari rumah Vani . Berjalan ke kekuar dari halaman rumah Vani menuju mobilnya yang ia parkirkan di depan pagar . Arya membuka pintu penumpang di samping kemudi , menuntun Bunga masuk dan duduk ke dalam mobil .


Setelah menutup pintu di samping Bunga , Arya berjalan memutari bagian depan mobilnya , ke arah pintu kursi kemudi . Langsung membuka pintunya dan masuk . Arya pun melajukan kenderaannya setelah menutup pintu di sampingnya .


Melihat Bunga diam dengan pandangan lurus ke depan . Arya meraih kepala Bunga , supaya Bunga menyenderkan kepalanya di lengan Arya .


"Kata Bu Ipa tadi istriku ini belajar masak . Pasti masakan istriku ini enak , karna aku yakin , istriku ini memasak dengan memakai bumbu cinta" ucap Arya tersenyum , mencoba mengalihkan pikiran Bunga .


"Pasti gak enak !, tadi aku kasih bawangnya cuma tiga . Mataku perih saat mengupas bawang , Bu Ipa gak mau bantu sama sekali !."


Arya semakin mengembangkan senyumnya , istri labilnya itu memang sangat mudah ia kendalikan . Cukup di ajak berbicara yang manis manis , dan di bujuk dan di rayu plus di gombal , hatinya sudah membaik .


"Gak apa apa ! , istriku yang cantik imut imut manja ini kan , belajar baru pertama kali . Nanti kalau rajin belajarnya dan sudah terbiasa , pasti matanya gak perih lagi" balas Arya , mengusap kepala Bunga .


"Sepertinya istriku belum mandi , masih bau bawang !" ucap Arya , saat ia mengambil satu tangan Bunga dan mengecupnya .


"Tadi 'kan belum sempat mandi !, sudah datang pengganggu !" balas Bunga .


Blush !


Wajah Bunga langsung merah merona bak kepiting rebus . Meski Arya sudah sering megajaknya bercinta , tetap Bunga masih malu , jika Arya berbicara menjurus ke hal hal yang berbau mesum .


Arya menurunkan laju kenderaannya saat hendak memasuki halaman rumahnya . Mengginjak rem untuk menghentikan laju mobilnya . Arya menghela napas kasar , saat manik matanya melihat sosok yang pernah dia cintai dulu , masih berada di teras rumahnya . Arya tidak menyangka , Rania yang bersikap lemah lembut selama ini , memiliki hati yang keras . Bukankah tadi Arya sudah mengusirnya dengan kasar ?, seharusnya Rania sudah pergi meninggalkan rumahnya .


Arya membuka pintu di sampingnya ,kemudian turun . Begitu juga dengan Bunga , turun dari pintu sebelahnya .


Rania langsung mendekati Bunga , meraih tangan Bunga dan memegangnya . Rania masih kekeh memohon supaya Bunga membantunya , berbicara kepada Pak Fariq, untuk membatalkan perjodohannya dengan anak Pak Siddiq .


"Bunga ! kakak mohon !, tolong bilang sama Papa supaya tidak menjodohkanku dengan anak Pak Siddiq" ucap Rania penuh harap .


Bunga diam tidak menjawab , ia malas meladeni kakak yang ternyata tidak memiliki hubungan darah dengannya itu .


"Kenapa Rania ? , apa kamu merasa anak Pak Siddiq tidak pantas untukmu ?. Lantas seperti apa orang yang pantas untukmu ? menurutmu !" tanya Arya , menatap sinis kepada Rania . Arya pun menarik Bunga , supaya tangan Bunga terlepas dari genggaman Rania ."Uruslah urusanmu sendiri , jangan melibatkan aku dan istriku " ucapnya lagi , membawa Bunga masuk ke dalam rumah mereka .


Tidak peduli dengan Rania yang berdiri mematung di depan rumah mereka . Arya pun mengangkat tubuh Bunga , menggendongnya , berjalan menaiki anak tangga ke lantai dua rumah mereka .

__ADS_1


"Buka pintunya sayang !"suruh Arya , setelah mereka sampai di depan pintu kamar mereka . Bunga pun memutar knop pintu kamarnya , Arya mendorong pintu dengan lututnya sampai pintu terbuka .


Melihat wajah Bunga yang kusut , sepertinya Arya harus memberi istrinya hiburan . Supaya semangat istrinya kembali lagi . Arya langsung membawa Bunga masuk ke dalam kamar mandi , sepertinya ajakan mandi bersama tadi , benar benar terjadi , mereka benar hanya mandi saja .


Keluar dari dalam kamar mandi , nampak wajah kedua sejoli itu , cerah berseri seri . Mereka berhasil melupakan mahluk pengganggu yang mungkin sudah pergi atau masih berdiri di depan rumah mereka , Arya dan Bunga tidak tau .


Seperti biasa , Arya sebagai sosok pengganti Ibu bagi Bunga . Arya mengambil pakaian lengkap Bunga dari dalam lemari . Kali Ini Arya memakaikannya ke tubuh Bunga yang sebelumnya sudah ia dudukkan di pinggir tempat tidur .


"Aaryan ! aku bisa pakai baju sendiri !" ucap Bunga , karna Arya memperlakukannya seperti bocah tiga Tahun .


Arya tidak mengidahkan protes Bunga , ia pun terus memakaikan pakaian ke tubuh Bunga sampai selesai .


Cup !


Arya tersenyum setelah mendaratkan satu kecupan di bibir Bunga yang mengerucut .


.


.


Arya menggandeng tangan Bunga berjalan menuruni tangga rumah mereka . Kini waktunya mereka makan malam , Arya dan Bunga pun berjalan ke arah meja makan yang satu ruangan dengan ruang memasak . Disana sudah ada Ibu Ipa menghidangkan masakan yang di masak Bunga tadi . Seperti apa rasanya , belum ada yang tau , Karna Bunga sendiri juga tidak mencicipi masakannya sendiri .


Arya mebarik satu kursi , kemudian menuntun Bunga duduk . Kemudian Arya mendudukkan tubuhnya di samping Bunga . Melihat hidangan di atas meja , Arya sudah sangat yakin itu benar hasil masakan istrinya , dilihat dari potongan Wortel yang tidak beraturan , bahkan ada yang terlihat seperti bekas gigitan tikus . dan potingan sayur brokoli dan Bunga kolnya , terluhat hancur di cincang kecil kecil .


Arya mengusi piring di depannya dengan nasi , kemudian menyendok sop ayam dari mangkok ke piringnya .


Bunga yang duduk di samping Arya merasa was was , kawatir Arya melepehkan masakannya karna rasanya hancur .


"Aaryan ! gak usah di makan ya masakanku , sepertinya gak enak , kita pesan makanan aja ya ! , kalau gak kita makan di luar aja !" ucap Bunga , mendadak tidak percaya diri dengan masakannya .


Arya yang penasaran dengan masakan perdana istrinya , langsung mencicipinya , menyuapkan potongan sayur beserta kuahnya ke mulutnya , dan langsung menguyahnya , meresapi setiap rasa dan aroma makanan di mulutnya perlahan .


"Bagaimana rasa masakan istrimu nak Arya ?, apa sudah lolos jadi istri yang soleha ?" tanya Bu Ipa tersenyum penuh arti .


Melihat Arya diam menguyah makanan di mulutnya . Bunga menarik piring dari depan Arya .


"Gak usah di makan ya ! pasti gak enak !" ucapnya .


"Siapa bilang gak enak !, ini enak banget malah !" Arya menahan piringnya yang di tarik Bunga . Kemudian melanjutkan makannya dengan lahap .


.


.

__ADS_1


.#tembus 1500 kata , mana komen dan like nya ? .


#Coba tebak , kira kira siapakah anak Pak Siddiq yang di jodohkan dengan Rania ?.


__ADS_2