Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 65


__ADS_3

"Hubunganku dengan Rania sudah berakhir empat Tahun yang lalu sayang !" jelas Arya .


"Ya..Hubungan kalian mungkin sudah berakhir empat Tahun Yang lalu . Bagaimana dengan cinta kalian , perasaan kalian ?. Apakah sudah benar benar berakhir ?" tanya Bunga dari dalam pelukan Arya .


"Perasaanku sudah berakhir kepadanya , semenjak aku melihat gadis remaja , yang memakai motor gede melintas di sampingku saat memasuki halaman sekolah dua Tahun yang lalu . Semenjak saat itu , hatiku sudah di isi penuh dengan gadis remaja tomboy yang menggemaskan itu !" jawab Arya tersenyum , sambil mengingat pertama kali ia melihat Bunga setelah remaja , Arya langsung tertarik melihatnya , Arya langsung jatuh cinta .


"Bohong !"


"Aku gak bohong sayang..!, apa kamu sendiri tidak bisa merasakan bagaimana perasanku ke kamu ?. Apa selama ini cintaku terkesan di buat buat ? , Hm..!" tanya Arya . Satu tangannya merapikan rambut Bunga yang berantakan ke belakang . Kemudian mencium kening Bunga lama .


"Aku sangat mencintaimu Bunga ! tidak peduli seperti apa dirimu ! dan aku tidak memiliki alasan untuk mencintaimu !. Aku sangat menyayangimu Bunga , sangat !"ucap Arya setelah melepaskan ciumannya . Perlahan tangan Arya meraih dagu Bunga , mendongangkan kepala Bunga ke arahnya . Perlahan Arya mendekatkan wajahnya , menempelkan bibirnya ke bibi Bunga , perlahan menggerakkan bibirnya menyapu permukaan bibir Bunga dengan lembut , mencium Bunga dengan penuh perasaan . Membuat Bunga terbuai dan luluh .


Arya melepaskan pagutannya , kemudian mengeratkan pelukannya kepada Bunga , berkali kali mengecup ujung kepala Bunga .


"Aaryan ! , malam ini juga kita pindah dari sini ! . Kita tinggal di rumahmu aja ! . Aku tidak mau Kak Rania terus berusaha mendekatimu !" ucap Bunga , melepas pelukan Arya . Bunga bergegas mengambil buku bukunya yang berada di atas kasur membawanya ke meja belajar , dan langsung memasukkannya ke dalam tas sekolahnya .


"Apa gak besok aja sayang ? , ini sudah malam banget . Tidak bagus kita pindah dari sini tanpa sepengetahuan Mama sama Papa !."


"Sekarang Aaryan..!" sergah Bunga , tak ingin di bantah . Sambil menyusun barang barangnya dan baju baju Arya ke dalam koper dengan cepat.


"Besok kita bisa kesini memberikan penjelasan kepada Mama Dan Papa !" ucap Bunga lagi , membuat Arya pasrah menuruti ke mauan istrinya .


Setelah selesai , Bunga langsung menarik koper milik Arya , setelah menimpakan tas sekolahnya di atasnya . kemudian menarik tangan Arya keluar dari dalam kamar .


"Sini biar aku yang bawa , ini berat sayang !" Arya meraih koper dari tangan Bunga . menariknya menuruni tangga .


Sampai di lantai bawah , mereka melihat Rania baru masuk ke dalam rumah . Rania menghentikan langkahnya , menatap ke arah Arya dan Bunga , terlihat seperti ingin meninggalkan rumah malam malam . Rania menundukkan pandangannya , melihat Bunga yang tampak marah kepadanya .


Bunga melangkahkan kakinya mendekati Rania . Bunga menghentikan langkahnya , tepat di depan Rania .


"Kenapa setelah aku menikah dengan Arya kak Rania ?" tanya Bunga , memandang wajah Rania dengan pandangan kecewa .


Rania diam , iya tidak bisa menjawab pertanyaan Bunga . Rania tidak tau harus menjawab apa .


"Jawab kak Rania !!!" bentak Bunga tiba tiba . membuat Rania dan Arya terlonjak kaget .

__ADS_1


"Sayang..!" Arya langsug mendekati Bunga , menarik Bunga ke peluakannya , yang langsung di tepis Bunga .


"Aku bisa memberikan seluruh harta Kakek Samsul kepadamu Kak Rania . Tapi tolong ! jangan usik rumah tanggaku !, jangan rayu suamiku !, jangan goda suamiku , Jika kamu menganggapku adik !" lirih Bunga , tak terasa Bunga meneteskan air matanya , kecewa dengan Kakak yang menyayanginya itu .


"Ada apa ini ? , kalian kenapa ribut ribut malam malam begini ? . Arya ! Bunga ! kalian mau kemana malam malam begini ?" tanya Pak Fariq , keluar dari kamarnya bersama Mama Indah . Mereka terbangun karna mendengar suara ribut ribut di dari ruang tamu .


"Aku harus membawa suamiku keluar dari rumah ini sekarang juga Ma ! Pa ! . Sebelum pelakor berhasil merebut suamiku . Ma ! Pa ! , aku dan Arya pamit !." Bunga langsung menarik koper mereke dan Arya keluar dari dalam rumah . Tanpa ingin memberikan penjelasan kepada kedua orang tuanya . Biarkan Rania yang menjelaskan kepada kedua orang tua mereka , pikir Bunga .


"Sayang !, tidak bagus seperti ini !, kita harus pamit baik baik kepada kedua orang tuamu !" ucap Arya menahan tangan Bunga . Arya merasa tidak sopan , pergi begitu saja meninggalkan rumah keluarga Bunga . Setidaknya berpamitan dengan baik , meski harus mengungsi malam malam .


"Aku gak ingin berlama lama di sini Aaryan !, tolong mengeti aku !" Bunga menatap Arya memohon .


Arya menghela napas pasrah ," ya udah !" ucapnya . Arya menarik koper membawanya ke arah bagasi mobilnya dan langsung membukanya . Kemudian memasukkan koper dan tas Bunga ke dalam bagasi , menutupnya kembali . Melihat Bunga sudah masuk ke dalam mobil , Arya pun langsung berjalan ke pintu sebelah kemudi . Arya membuka pintu mobilnya dan langsung masuk duduk di kursi kemudi . Arya menutup kembali pintunya , dan langsung melajukan kenderaannya ke luar dari halaman rumah keluarga Bunga .


"Sayang !" panggil Arya meihat Bunga bengok , sebelah tanganya terangkat mengusap kepala Bunga dari belakang .


"Aku gak apa apa !" Bunga menoleh sebentar ke arah Arya .


Hening


.


.


"Rania ! apa kamu tau sesuatu ?, siapa yang di sebut Bunga pelakor ?, gak mungkin sofia 'kan ?" tanya Mama Indah menelisik .


Rania diam menundukkan kepalanya .


"Jawab Mama Rania !, siapa yang di sebut Bunga pelakor ?, gak mungkin Mama atau Papa 'kan !" tanya Mama Indah lagi , karna Rania tidak mau menjawab .


"A..aku mencintai Arya Ma !, seharusnya aku yang menikah dengan Arya , bukan Bunga" jawab Rania , memberanikan diri menantang tatapan Mama Indah ." Saat kuliah di luar Negri , aku dan Arya pernah berpacaran Ma !, tapi aku harus mundur karna Kakek Samsul sudah menjodohkan Arya dengan Bunga . Aku masih mencintai Arya Ma !, aku tidak bisa melupakannya , sekuat apa pun aku berusaha" ucapnya .


"Apa ada Papa menyuruhmu berpacaran Rania ?. Bukankah Papa dari dulu selalu melarang kalian berpacaran ?. Sekarang kamu tanggung sendiri resikonya " ucap Pak Fariq , menatap kecewa kepada putri sulungnya itu ." Ingat Rania !, kita ini bisa hidup enak , karna harta dari Bunga . Sekalipun sekarang kita punya usaha , itu adalah modal dari Kakek samsul , setidaknya pikirkan itu Rania !" ucap Pak Fariq lagi ." Besok kita harus benar benar pindah dari rumah ini , rumah ini milik Bunga . Kita tidak punya hak atas rumah ini" lanjut Pak Fariq . Memutar tubuhnya ,berjalan gontai kembali masuk ke kamarnya , di ikuti Mama Indah dari belakang .


"Aakhh...!" teriak Rania , menyugar rambutnya kasar dengan kedua tangannya , lalu menghempaskannya . Cintanya harus kandas hanya karna harus membalas budi harta Kakek Samsul yang sudah memberi keluarganya kehidupan yang mewah .

__ADS_1


Rania menaiki tangga kelantai dua , dan masuk ke dalam kamarnya . Rania mengunci menutup pintu kamarnya , dan menguncinya . Rania berjalan ke arah meja rias , lalu memandangi wajahnya di cermin . Cantik !, Rania memang berparas cantik , cantik seperti Mama Indah .


"Aakhh !!!!" teriaknya lagi , menyapu semua yang ada di atas meja dengan tanganya . Rania membuang semua yang ada di kamarnya kelantai . Rania melempar kaca cermi di meja riasnya dengan pas Bunga . Rania juga melempar tv yang ada di kamarnya dengan pecahan pas bunga , sampai layar tv itu pecah .


"Aku mencintaimu Arya...!" tangis Rania menjatuhkan dirinya di lantai kamarnya yang sudah seperti kapal pecah .


"Rania ! buka pintunya !" sahut Pak Fariq dari luar kamar .Ternyata keributan yang di buat Rania terdengar sampai ke kamar Pak Fariq dan Mama Indah dilantai bawah .


"Rania..!" panggil dari luar lagi.


Rania diam , menulikan telinganya , berpura pura tidak mendengar sahutan Pak Fariq .


"Pah !, doprak aja pintunya Pah ! , Mama kawatir putri kita kenapa kenapa Pah !" suruh Mama Indah .


"Iya Ma !"


.


.


Arya memarkirkan mobilnya di halaman rumah minimalis miliknya . Di lihatnya Bunga sudah ketiduran di sampingnya . Arya membuka pintu di sampingnya , dan langsung turun . melangkah kan kakinya ke arah pintu rumahnya , untuk membuka pintu terlebih dahulu . Arya kembali lagi berjalan ke arah mobilnya . Membuka pintu di samping Bunga , lalu mengangkat tubuh Bunga perlahan . Membawanya masuk ke dalam rumah , melangkahkan kakinya berjalan menaiki anak tangga ke lantai dua rumahnya .


Dengan bersusah payah Arya membuka pintu kamar mereka ,karna Bunga yang berada di gendongannya . Apa lagi tubuh Bunga memiliki ukuran yang lumayan besar , karna Bunga bukanlah gadis bertubuh kecil apalagi mungil . Bunga memiliki tubuh yang lumayan tinggi dan berisi , dengan pinggul seperti gitar spayol .


Huh..! akhirnya terbuka juga ,batin Arya , setelah berhasil membuka pintu di depannya bersusah payah . Arya melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mereka , kamar yang sudah seminggu mereka tidak tempati . Kemudian Arya meletakkan Bunga di atas tempat tidur dengan sangat hati hati .


Arya mendudukkan tubuhnya yang kelelahan disamping Bunga , memandangi wajah Bunga yang terlelap . Arya tersenyum , mengulurkan tangannya , merapikan rambut Bunga yang berantakan menutupi wajahnya kebelakang , kemudian Arya mengelus elus pipinya dengan jempol tangannya .


"Kamu sangat cantik istriku..!" gumam Arya , membungkukkan tubuhnya mencium pipi cabi milik Bunga . Meski semua orang bilang istrinya itu tidak cantik dan tidak cocok dengannya . Menurut seorang Arya , istrinya itu sangatlah cantik .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2