Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 37


__ADS_3

Arya menarik tangan Bunga yang menutupi wajahnya . Arya tersenyum melihat wajah Bunga napak memerah merona , ia tau Bunga malu karna ketangkap basah ingin mencium bibirnya .


"Kenapa wajahmu merah sayang ?"


Ini si burung gagak nyebelin juga lama lama !,batin Bunga .


"Hm..?" Arya mengulum senyumnya .


"Malu Pak Arya..!" kesal Bunga ,karna Arya terus menggodanya ,membuat Arya tertawa kecil .


"Gemas banget sih kamu istriku !" mengecup bibir Bunga . kemudian menariknya ke dalam pelukannya .


"Maaf ya ! tadi malam aku meninggalkanmu !" Arya mengecup kening Bunga lagi .


Bunga mengerucutkan bibirnya di dalam pelukan Arya ."Aku juga sakit , karna Pak Arya menghukumku berlari di bawah terik matahari siang !" ucap Bunga .


"Makanya jangan suka bolos !"


Bunga mendengus , kalau masalah sekolah , si burung gagak yang berubah menjadi kucing peliharaannya itu , akan tetap menjadi macan ketika di sekolah .


"Makanya Pak Arya jangan terlalu sibuk ngurusin siswi kesayanganmu si Zoya Zoya itu !" kesal Bunga , menunjukkan ketidak sukaannya .


"Dia bukan siswi kesayanganku sayang !, tapi ini !" Arya mencium pipi Bunga ." ini siswi kesayanganku , siswi teristimewaku !." ucap Arya lagi , menarik hidung mancung Bunga yang mancungnya pas pasan .


"Sakit Pak Arya !" keluh Bunga , cemberut, tangannya mengusap usap hidungnya .


"Sampai kapan kamu harus memanggilku Pak Arya ?. Apa gak ada panggilan yang spesial untukku ?." tanya Arya .


"Gak ada !" jawab Bunga singkat padat dan jelas .


"Kemarin kamu sempat memanggilku Aaryan , kenapa gak memanggilku seperti itu lagi ?, aku menyukainya."


"Ya udah deh ! aku panggil Aaryan !"


"Coba sebut lagi sayang !"


"Aar..yan !"


"Sekali lagi sayang !"


"Aaryan ! Aaryan ! Aaryan Aaryan ! Aaryan !"


Arya semakin mengembangkan senyumnya , ia sangat senang Bunga memanggailnya Aaryan , menurutnya itu adalah panggilan khusus Bunga untuknya .


"Bunga ! Bunga ! Bunga ! Bunga ! Bunga !" balas Arya ."Aku mencintaimu Bungaku sayang !"ucap Arya lagi , mengecup bibir Bunga .


"Aku juga mencintaimu Aaryan !" membalas mengecup bibir Arya .


"Oh ! cintaku ! sayangku ! gadisku ! Bungaku !"


Mmmuaah ! mmuaah ! mmuaah ! mmuaah ! . Arya mengecup seluruh wajah Bunga gemas . Membuat Bunga tertawa tawa senang .


Arya sudah tidak tau lagi mau diapakan gadisnya itu . Mau dimakan tapi belum waktunya , masih kurang matang untuk dibuat adonan kue .

__ADS_1


.


.


Di SMA HARAPAN


"Tar ! kok Pak ganteng gak masuk ? , tumbenan dia absen !" tanya Vani bernada lesu.


"Gak tau !" jawab Tari tanpa melihat Vani , ia sibuk dengan novel onlinenya .


"Bunga juga gak datang !" ucap Vani lagi .


"Si Bunga 'kan sudah biasa absen !" komentar Tari .


"Iya juga sih !" balas Vani ."Tar !" panggil Vani lagi .


"Apa sih ?" Tari mulai kesal .


"Kamu percaya ? Kalau Bunga tunangannya Pak Arya ?" tanya Vani .


"Siapa yang bilang ?"


"Ck ! , kemarin pagi dia mengakuinya sama Zoya !" jawab Vani .


"Kamu percaya ?" tanya balik Tari .


Vani menggelengkan kepalanya ," gimana aku mau percaya , setiap di tanya aja gak pernah beres jawabannya . Semua yang keluar dari mulutnya kebanyakan sampah !" jawab Vani .


"Iya juga sih ! , ya udah lah ! terserah dia mau jadi tunagan siapa , yang penting dia gak jadi tunangan Bapak kita !" balas Tari .


Di kelas lain .


Kenapa Pak Arya gak datang ya ? , bukankah dia tadi malam baik baik aja ?,batin Zoya .Semenjak pagi ia belum melihay Arya , dan mobilnya pun tidak ada di parkiran .


Semua siswi pada kasak kusuk mempertanyakan ketidak hadiran Arya . Karna tidak biasanya Arya absen . Sehari saja mereka tidak melihat wajah guru tampan itu , semangat belajar mereka langsung hilang .


.


.


Arya menyibak selimut Bunga yang masih tidur pulas . Seperti sudah kebiasaan , Arya akan membangunkan Bunga dengan mencium bibirnya sampai Bunga mengheliat karna terusik . Semalam mereka sudah pulang dari Rumah Sakit , karna Bunga sudah tidak demam lagi .


"Sayang ! ayo bangun ! , sudah pagi !" ucap Arya setelah melepas ciumannya .


Dengan mata masih terpejam , Bunga mengulurkan kedua tangannya ke arah Arya , minta di gendong .


Arya yang paham pun langsung menggendong tubuh bayi besarnya itu , membawanya masuk ke kamar mandi yang ada di kamar Bunga . Dan menurunkan Bunga di bawah shower .


"Apa kamu ingin kumandiin Bungaku !" bisik Arya di telinga Bunga . melihat Bunga masih memejamkan matanya .


Eh ! malah Bunga memeluk Arya , menyandarkan kepalanya di dada bidang Arya .


"Aku masih ngantuk banget !" gumam Bunga .

__ADS_1


Melihat itu , Arya langsung menarik tekuk Bunga kebelakang , dan langsung mencium bibir Bunga rakus , Arya pun menurunkan ciumannya ke leher Bunga , meninggalkan tanda kepemilikan disana .


"Iya ! aku mandi !" Bunga lansung melepas diri dari Arya . Ia takut Arya akan menghabisinya sampai ke dalam dalam , bisa bahaya , Bunga belum siap jika perutnya menjadi tekdung . Meskipun dia sudah mencintai Arya , tapi Bunga belum siap menunaikan ibadah suami istri itu .


Arya mengembangkan senyumnya dan langsung keluar dari dalam kamar mandi, karna sudah berhasil mengerjai Bunga , meski ia sendiri juga ikut dikerjainya . Dan seperti rutinitasnya sebagai emak emak yang memiliki anak TK , ia akan menyiapkan pakaian seragam sekolah Bunga , lengkap dengan pakaian dalam dan kaos kaki Bunga .


Setelah selesai , Arya kembali ke kamarnya dilantai dua dan masuk ke dalam kamar mandi .


Ya Tuhan ! sampai kapan aku tersiksa seperti ini !, batin Arya , melihat pusakanya memberontak , meminta pelurunya di tembakkan .


Lama di kamar mandi , akhirnya Arya keluar dengan wajah yang nampak lelah dan lega . Entah apa yang di kerjainnya di dalam kamar mandi , hanya Aaryan Dakhy Alfarizqi lah yang tau .


Arya menuruni anak tangga rumahnya turun ke lantai bawah , berjalan ke arah kamar Bunga dan langsung membuka daun pintu berwarna coklat itu .


"Sayang ! yuk sarapan !" ajak Arya melangkah mendekati Bunga yang duduk di pinggir tempat tidur , sibuk dengan handphon di tangannya .


Tanpa melihat Arya , Bunga berdiri sambil kedua tangannya sibuk memainkan game di phoselnya , berjalan keluar kamar tanpa peduli dengan tasnya .


Arya hanya bisa menghela napasnya , lalu mengambil tas Bunga dari atas meja belajar , membawanya keluar . Tapi ya sudah lah ! , empat Bulan tinggal bersamanya , Bunga kelihatan sudah banyak berubah . Bunga sudah rajin belajar , dan tidak bolos lagi , karna Arya sudah menutup semua akses Bunga untuk membolos .


Karna setelah menikahi Bunga , Pengelolaan sekolah di serahkan Pak Fariq kepadanya . Sehingga Arya bisa leluasa untuk melakukan tindakan di sekolah itu . Dan inilah salah satunya alasan kenapa Arya menikahi Bunga . Selain dia mencintai Bunga , Mendiang Kakek Samsul mewasiatkan supaya Arya lah yang mengelola sekolah milik Bunga, sampai Bunga bisa mengelolanya . Dan Kakek Samsul juga meminta Arya untuk menjaga cucu satu satunya Bunga .


"Sayang !" tegur Arya , mengambil handphon dari tangan Bunga .


"Aaryan !" kesal Bunga .


"Nanti main gamenya pulang sekolah , sekarang ayo cepat sarapan , nanti kita bisa terlambat" omel Arya .


Semenjak Bunga tinggal bersamanya , membuat Arya berobah menjadi banyak bicara dan cerewet kaya emak emak .


Bunga mencebikkan bibirnya , menarik sarapan kesukaannya ."Makanya ! jangan lama lama turunnya ,entah apa yang di kerjain" balas Bunga mengomel . Membuat Arya terdiam , mengingat apa yang dikerjainnya di dalam kamar mandi .


"Bu Ipa mana ? , kok gak ikut sarapan ?" tanya Bunga menyuapkan pecal kesukaannya ke mulutnya .


"Ke pasar !" jawab Arya .


"Oh !" Bunga menyuapkan lagi makanannya .


"Istriku ini ! , kapan belajar menjadi istri yang soleha ?" tanya Arya .


"Jadi murid teladan aja belum lulus , masa mau belajar jadi istri yang soleha . Belajar itu juga ada tahapnya kali ! . Seperti sekolah ada tingkatannya . Dari TK , SD ,SMP ,SMA , DIPLOMA , S1,S2,S3 dan..."


Hap !


Bunga langsung diam karna Arya memasukkan satu potong telor bulat kemulutnya .Karna mendengar jawaban Bunga yang ngaur tidak jelas .


"Diam !"


Bunga menguyah telor yang dimasukkan Arya ke mulutnya dengan susah payah , karna mulutnya penuh makanan , dengan menyorot tajam Arya yang tertawa cekikikan , melihat pipinya yang mengembang .


Awas kamu burung gagak !,batin Bunga


.

__ADS_1


.


__ADS_2