Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 23


__ADS_3

"kembaliannya buat Bapak aja !" ucap Bunga kepada ojek online yang mengantar pesanannya .


"Trimakasih Dek !" ucap tukang ojek itu tersenyum .


"Sama sama Pak !" balas Bunga , kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam pagar , dan menguncinya . Dan buru buru masuk ke dalam rumah , jangan sampai ada yang melihatnya .


"Damainya hidupku ! , tanpa ada gangguan !" ucap bunga , menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa , mengusap usap perutnya yang terasa kenyang habis di isi . Tiba tiba Bunga merindukan Aldo saat ia menatap langit langit kamar yang ia tempati .


"Aldo..! , coba kamu gak pergi !. coba kamu masih disini !. Aku merindukanmu Aldo ! , aku gak tau harus bagaimana ! , apa sebenarnya kamu tidak mencintaiku ? . Kamu pergi sebelum aku menjelaskan semuanya padanmu !." Air mata Bunga luruh , mengingat Aldo kekasih hatinya .


"Aku ingin bersamamu Aldo..! , aku rindu pelukanmu !, rindu perhatianmu , rindu semua yang ada pada dirimu ! " lirih Bunga , mengahapus air matanya , yang tidak mau berhenti keluar .


"Ayah ! Ibu ! , tolong kalian bilang sama kakek untuk membatalkan perjodohan ini ! . Bunga mohon Ayah ! , Ibu ! , Bunga tidak tau bagaimana cara menyanyangi Bunga dulu , tapi Bunga sangat yakin , kalian pasti sangat menyanyagi Bunga !" ucap Bunga lagi , ia hanya bisa membayangkan photo kedua orang tuanya , karna Bunga belum sempat mengenalnya . Lama Bunga menangis sampai akhirnya ia ketiduran .


Tok tok tok !!!


Pak Fariq ,Mama Indah ,Arya , Rania dan Sofia yang berada di ruang tamu , refleks mengalihkan tatapan mereka ke arah pintu mendengar ada yang mengetuknya dari luar , kemudian mereka saling pandang .


"Ma ! Pa ! mungkin itu Kakak Bunga yang datang" ujar Sofia .


"Biar aku yang membuka pintunya" Arya berbicara sembari melangkah ke arah pintu dan langsung membukanya .


"Selamat malam Pak !" ternyata polisi yang datang .


"Selamat malam juga Pak ! , silahkan masuk Pak !" ucap Arya mempersilahkan dua orang polisi itu datang .


Mama Indah dan Pak Fariq pun berdiri dari sofa , menyambut kedatangan dua polisi tersebut .


"Bagaimana perkembangan pencarian putri kami Pak ?" tanya Pak Fariq langsung .


"Sudah Pak !, dia baik baik saja , dia berada tidak jauh dari sini " jawab polisi itu .


"Dimana ?" tanya Arya .


"Mari kita kesana Pak !" ajak Polisi itu .


"Baik Pak !" balas pak Fariq .


Mereka semua pun ikut dengan polisi itu , untuk mencari Bunga .


*** "Ayah ! Ibu ! , kalian datang ?" Bunga mendudukkan tubuhnya . Ayah dan Ibunya pun duduk di samping kiri dan kanannya , mengusap usap kepala dan punggungnya .

__ADS_1


"Iya sayang ! " Balas Ibunya .


"Kenapa Ibu sama Ayah meninggalkan Bunga ?" tanya Bunga .


Kedua orang tuanya pun sama sama melengkungkan bibir mereka ke atas .


"Kami tidak meninggalkanmu sayang ! , kami selalu ada di dekatmu !, selalu memperhatikan putri kami yang nakal ini !" jawab Ibunya dengan suara lembut .


"Iya nak ! , kami selalu ada di dekatmu !" sambung Ayah Bunga .


"Ibu ! Ayah ! , Bunga gak mau nikah sama si burung gagak itu !" rengek Bunga manja , menyandarkan kepalanya di bahu Ibunya .


"Kenapa sayang ? , bukankah dia pria yang baik ?" tanya Ibu Bunga , membawa Bunga ke dalam pelukannya .


"Aku tidak menyukainya Bu ! , dia galak sering menghukum Bunga disekolah " Adu Bunga , berbicara dengan memanyunkan bibirnya .


Ayah dan Ibu Bunga sama sama tersenyum saling berpandangan .


"Yakin kamu tidak menyukainya ?" tanya Ibu Bunga , dari tadi tangannya tidak berhenti mengusap usap kepala putri tercintanya . Bunga menganggukkan kepalanya , yakin .


"Aku menyukai laki laki lain Bu !" uvap Bunga pelan , tapi masih bisa di dengar Ayah dan Ibunya .


Lagi ! , kedua orang tua Bunga tersenyum .


"Bunga gak Mau Bu ! , Ayah ! bantu bunga bilang sama kakek untuk membatalkan perjodohan kami !" mohon Bunga kepada Ayahnya .


"Coba lihat suamimu sekali lagi !" suruh Ibunya Bunga .


"Gak mau Ibu ! " rengek Bunga manja .


"Jangan sampai kamu menyesal sayang !" ucap Ibunya lembut .


Bunga pun mengalihkan tatapannya ke arah Arya yang datang mendekatinya dengan memakai baju putih , wajahnya nampak bersinar , terlihat sangat tampan , mata Bunga tidak berkedip melihatnya .


"Sayang ! , Ibu sama Ayah harus pergi , tetaplah bersama suamimu ! . Dia sangat mencintaimu sayang ! .


"Tapi Bu ! "


Ibu dan Ayah Bunga pun mencium keningnya , lalu pergi .***


"Tadi sore kami melihatnya disini Pak ! , dia lagi menerima pesanan dari tukang ojek online dan Masuk ke dalam rumah ini" jelas polisi itu .

__ADS_1


Pak Fariq memijit pelipisnya yang terasa pening , tidak habis pikir dengan tingkah putri mereka .


"Pah ! pagarnya terkunci , bagaimana bisa Bunga ada disini ?" tanya Mama Indah kepada suaminya .


"Papa juga gak tau Ma ! , kita tau sendiri , putri kita itu selalu banyak akal" jawab Pak Farik .


"Aku rasa Bunga memiliki kunci rumah ini , Bunga 'kan bebas keluar masuk rumah ini !" ujar Rania .


"Bagaimana kita bisa masuk ke dalam Pak !, kita 'kan gak punya kuncinya ?" tanya Mama Indah lagi , tidak bisa berpikir dengan jernih karna kekawatirannya kepada Bunga .


"Ma ! Pa ! , aku akan menjemput Bu Asih untuk membuka rumah ini . Aku rasa dia memegang kunci rumah ini , karna dia yang membersihkan sekali seminggu" ujar Rania , langsung melangkahkan kakinya , kembali ke rumah mereka .


"Nak Arya !, setelah ini bawalah dia tinggal bersama mu ! , kami akan pindah dari sini untuk sementara waktu . Papa sudah gak tau lagi bagaimana cara mendidiknya . Papa percaya sama kamu kamu pasti bisa membuat Bunga berobah !" Ucap Pak Fariq , dengan tatapan sendu .


"Kalian mau pindah kemana Pah ?" tanya Arya .


"Hanya pindah rumah aja Nak ! , masih di kota ini" jawab pak Fariq . Kemudian Pak Fariq membicarakan sesuatau kepada Arya . Arya pun mengangguk anggukkan kepalanya , menyetujui rencana Pak Fariq .


Kurang lebih setengah jam , Rania memarkirkan mobilnya tepat di depan pagar belakang rumah Aldo . Kemudian turun dari dalam mobilnya di ikuti Bu Asih turun dari kursi penumpang depan dan langsung berjalan ke arah pagar dan langsung membukanya .


"Pak Fariq ! Bu Indah ! silahkan masuk !" ucap Bu Asih . Mereka semua pun masuk bersama dengan kedua orang polisi yang bertugas mencari keberadaan Bunga .


Sampai di lantai dua rumah Aldo , Rania pun membuka pintu kamar Aldo yang ternyata gak di kunci ,membuka pintu itu perlahan .


"Ya Ampun Bunga...!" geram Rania merapatkan giginya , melihat Bunga tertidur pulas di atas sofa . Melangkahkan kakinya mendekati Bunga , di ikuti yang lainnya .


"Apa benar ini putri Bapak ?" tanya salah satu polisi itu .


"Benar Pak !" jawab Pak Fariq , melihat putrinyalah yang tertidur pulas di atas sofa .


"Kalau begitu kami permisi Pak !" pamit polisi itu .


"Iya Pak ! , trimakasih sudah membantu mencari putri kami !" Pak Fariq pun menyalam kedua polisi yang sudah berhasil menemukan keberadaan putri mereka .


Begitu juga dengan Arya melakukan hal yang sama kepada kedua polisi itu , karna sudah menemukan istri tercintanya .


"Kenapa nak Bunga ada disini ?" tanya Bu Asih , seingat dia ia sudah mengunci semua akses masuk ke rumah majikannya itu .


"Dia pasti mempunyai duplikat kunci kunci rumah ini Bu !" Jawab Rania . kemudian ia pun bejalan ke arah meja belajar yang ada di kamar itu , mengambil tas Bunga dan menggeledahnya , dan mengambil kunci yang di duga kunci duplikat rumah Aldo dan memberikannya kepada Bu Asih .


Arya mendekati Bunga , mendudukkan tubuhnya di samping Bunga . Memandangi wajah Bunga yang tampak sembab. Sepertinya dia habis menangis ,batin Arya menghela napasnya .

__ADS_1


Kemudian Arya berdiri lagi , lalu mengangkat tubuh Bunga , membawanya keluar kamar Aldo tanpa membangunkannya .


__ADS_2