Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 09


__ADS_3

"Bukankah cucu Nenek galak ? , jangan kawatir , setan tidak akan ada yang berani menguntit kalian." Nenek marni tergelak , setelah berbicara membalas perkataan Bunga . Baginya Bunga sangatlah lucu .


Bunga mengerucutkan bibirnya karna tidak bisa membalas omongan Nenek Marni .


"Ayo Arya ! sana bawa calon istrimu jalan jalan . Ingat ! jangan menghukumnya besok berdiri satu kaki di sekolah !." Nenek Marni terawa lagi . Menurutnya menggoda Bunga adalah obat mujarab baginya .


"Iya Nek !" jawab Arya , kemudian mencium pipi Nenek Marni hendak berpamitan .


Bunga semakin memanyunkan bibirnya .seganas ganasnya binatang buas , ia akan patuh kepada pawangnya .batin Bunga , melihat Arya begitu patuh kepada Neneknya .


"Sana kalian pergi cari cincin pernikahan kalian" Suruh Mama Indah kepada Bunga .


"Tapi Ma !"


"Yuk !" Ajak Arya meraih pergelangan tangan Bunga .


"Jangan pegang pengang ! dosa !" ketus Bunga , menarik tangannya , tapi tidak lepas , karna Arya memengangnya kuat .


"Nenek ! Tante ! kami pergi dulu" pamit Arya . menarik Bunga keluar dari ruang ICU .


"Nanti putri Mama di antar langsung pulang kerumah ya Arya !" sahut Mama Indah tersenyum .


"Iya Tante !" balas Arya , sebelum mereka keluar pintu .


"Lepasin tanganku !" ketus Bunga , setelah mereka sampai di luar .


Tanpa berbicara , Arya menatap Bunga tajam . menarik Bunga berjalan di koridor Rumah Sakit , memasuki lif untuk turun ke lantai bawah .


"Lepas !"


Bunga masih berusaha melepaskan tanganya .


"Bisa diam ?" ucap Arya dingin .


Sampai di parkiran , Arya menarik Bunga , memaksanya masuk ke dalam mobil miliknya dan langsung menguncinya .


"Pak Aaryan Dhaky Alfarizqi ! , aku gak mau ikut demganmu !" teriak Bunga di dalam mobil , geram dengan Arya .


Arya masuk ke dalam mobil , duduk di kursi pengemudi dengan memasang wajah datarnya dan langsung melajukan kenderaannya keluar dari parkiran Rumah Sakit .


"Pak Arya !!!" pekik Bunga .


"Diam !!!" bentak Arya , membuat Bunga terlonjak kaget dan menciut . Benar benar galak ! pikir Bunga .


Bunga diam membeku , pandangannya ia arahkan keluar kaca mobil . Mata Bunga berkaca kaca , ia ingin mememui Aldo kekasihnya .


Yah ! , setelah ia di antar pulang , ia akan menemui Aldo ,menceritakan perjodohannya dengan pak Arya . Ia akan menangis di dalam peluakan Aldo , menumpahkan kegundahannya . Ia akan menyuruh Aldo menunggunya sampai mereka lulus sekolah . Karna menurut Bunga pernikahannya dengan Arya hanya sementara karna mereka tidak saling mencintai .

__ADS_1


Bunga merapatkan giginya , supaya bibirnya tidak bergetar menahan tangis yang hampir tidak bisa ia bendung .


"Ayo turun ! , kalau kamu ingin cepat di antar pulang , ikut denganku membeli cincin." Bunga tersadar dari lamunannya , mendengar perintah dari Arya .


Tanpa menjawab Bunga membuka pintu di dampingnya dan segera turun , mengikuti Arya masuk ke salah satu Mall di daerahnya .


Melihat Bunga berjalan dengan lambat , Arya menghentikan langkahnya . kemudian menarik tangan Bunga , supaya berjalan lebih cepat .


Bunga tidak meronta lagi , ia hanya diam saja mengikuti langkah kaki Arya . Bukan karna Bunga takut , tidak ! , Bunga tidak takut . Saat ini ia memikirkan Aldo , memikirkan nasib cinta mereka , mampukah mereka jika harus berpisah ?.


Bunga terkesiap tersadar dari lamunannya, merasakan tangan Arya melingkar di pinggang belakangnya . Refleks Bunga mendongakkan kepalanya melihat wajah Arya , yang ternyata memandang lurus ke depan .


"Bersikaplah seolah olah kita pasangan yang saling mencintai"


Bunga langsung membuang pandangannya ke arah lain mendengar ucapan Arya . Bunga pikir Arya tidak tau kalau ia memperhatikan wajah Arya .


"Semoga ke pura puraan ini cepat berakhir , aku sangat menunggu waktu itu tiba !" balas Bunga , tanpa melihat ke arah Arya .


Arya tidak menanggapi perkataan Bunga , ia pun membawa Bunga masuk ke salah satu toko yang menjual perhiasan .


"Mabk !" Arya pun meberikan kertas nota pembelian kepada karyawan toko . Karyawan toko itu langsung paham dan menerima nota bukti pemesanan cincin pernikahan .


"Sebentar ya Mas !"


karyawan Toko itu pun segera mengambil pesanan Arya .


Cincin berwarna kuning emas berpadu dengan emas putih , ada berlian kecil berwarna putih tersemat di tengahnya . Terlihat sederhana tapi nampak indah , Bunga langsung menyukainya .


Arya langsung mengambil satu cincin berukuran lebih kecil , menyematkannya ke jari manis Bunga untuk mengukurnya .


"Sempit !" ucap Bunga .


Arya pun mengeluarkan cincin itu perlahan dari jari Bunga .


"Sakit !" Ringis Bunga .


"Maaf !" Ucap Arya , lalu mengusap jari Bunga yang sudah memerah . Meniup niupnya dan sesekali menciumnya .


"Masih sakit ?" tanya Arya lembut .


"Sudah gak lagi" jawab Bunga , Arya mengacak acak ujung kepala Bunga .


"Mbak ! tolong lingkar cincinnya dibesarin , sesuaikan dengan lingkar jari calon istri saya !" Suruh Arya kepada si Mbak penjaga toko .


"Baik Pak !"


Ternyata bisa juga dia romantis ,walaupun hanya acting . Untung aku sudah tau , jadi aku gak terbuai dengan acting manisnya ,batin Bunga .

__ADS_1


"Mas ! coba lagi ke jari si Mbaknya" ucap karyawan toko itu memberikan cincin yang lingkarannya sudah di perbesar kepada Arya .


Arya langsung mengambilnya dan memasangkan cincin yang tadi ke jari manis Bunga .


"Apa udah pas ?" tanya Arya .


"Sudah !" jawab Bunga .


Arya melepas cincin itu kembali , memberikannya kepada penjaga toko untuk di bungkus tanpa ada bertanya kepada Bunga , apakah Bunga menyukainya atau tidak . Dan Bunga , ia pun tidak ada komentar apapun , karna ia tidak menganggap serius pernikahan mereka dan Bunga juga menyukai model cincin yang di pesan Arya .


Setelah penjaga toko itu memberikan cincin yang sudah di bungkus kepada Arya , mereka pun segera meninggalkan toko perhiasan itu . Tidak perlu melakukan pembayaran lagi , karna Arya sudah membayar lunas sebelumnya .


" Antar aku pulang !" ketus Bunga , karna menurutnya sudah tidak ada keperluan lagi di dalam mall.


Arya tidak menjawab , malah ia menarik Bunga ke salah satu tempat makan di dalam Mall tersebut.


"Duduk !" perintah Arya .


"Aku..mau..pulang..!" bantah Bunga , berbicara pelan dan menekan setiap katanya .


"Duduk !" perintah Arya lagi , menatap Bunga nyalang .


Bunga berdecih , menatap Arya dengan tatapan menantang ." Disekolah Bapak boleh memerintah saya , tapi diluar sekolah jangan harap saya akan mematuhinya."


"Kalau kamu gak mau duduk , saya cium kamu disini !" bisik Arya ketelinga Bunga . Membuat Bunga langsung patuh , dan mendudukkan tubuhnya di kursi yang sudah di tarik Arya untuknya . Di cium orang yang Bunga tidak sukai ! , tidak ! , jangan sampai itu terjadi , di tempat umum lagi , mau di tarok dimana mukanya yang cantiknya hanya pas pasan , lebih baik Bunga menurut saja .


Arya mengulum senyum , melihat tingkah Bunga yang langsung patuh tanpa bantahan . Arya pun mendudukkan tubuhnya duduk di kursi di samping Bunga .


"Mau pesan apa Mas ! Mbak ?" tanya si pelayan cafee , datang setelah mereka duduk .


"Aku minum aja !, aku pesan jus mangga !" jawab Bunga .


"Sapi lada hitam satu , batagor satu , jus jeruk satu , jus mangga satu , sama burger satu" ucap Arya .


"Masih ada lagi mas ? mbak ?" tanya sipelayan , setelah menulis pesanan mereka .


"Itu aja" jawab Arya .


"Di tunggu ya Mas ! Mbak !" ucap pelayan wanita yang nampak usianya masih muda , lalu undur diri meninggalkan meja Arya dan Bunga .


Selama menunggu makanan , calon penganten baru itu hanya diam saja . Mereka sibuk dengan handphon masing masing . Jika Arya sibuk mengecek bisnisnya , kalau Bunga sibuk dengan game onlinenya . Hening !


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2