
"Sebenarnya aku tunangan bukan bersama Aldo !" Bunga menghentikan bicaranya .Kasi tau gak ya ?,batin Bunga .
Vani Tari Leo dan Gandi menajamkan pandangan mereka ke arah Bunga .
"Trus dengan siapa ?" Gandi yang bertanya .
"Dengan pak Arya !" jawab Bunga sumiringah .
"Huahahahaha....!!!"Tawa Gandi Vani Tari dan Leo pecah seketika . Sontak mereka menjadi pusat perhatian semua penghuni kantin .
"Bubu ! kami tau ! kalau kamu lagi bersedih di tinggal Aldo . Tapi kalau mimpi jangan ketinggian deh Bu ! . Entar jatuh pantatnya bonyok 'kan ! sakit !" ujar Gandi di sela sela tawanya .
"Iya Bubu !, benar kata Gandi , mimpi jangan ketinggian !" sambung Tari .
"Iya Bu ! , kamu sama Pak Arya itu , ibarat nilai ! kamu nilai lima , Pak Arya nilai sembilan , mendekati sempurna . Sadar Bubu sayang ! , kami tau kamu sangat merindukan Aldo , jangan membuat kami tambah sedih memikirkan kalian . lanjut Vani .
"Kenapa kalian gak percaya ?, kami memakai cincin yang sama" tanya Bunga . ia ingin ke empat sahabatnya mempercayainya .
"Sudah ya Bubu ! , yuk kita masuk sebentar lagi bel masuk !" ajak Gandi . beranjak dari kursinya , di ikuti yang lainnya .
kenapa mereka gak percaya kalau aku tunagan Pak Arya ?, batin Bunga , ia sedih ke empat sahabatnya tidak percaya dengan yang ia katakan .
Mobil Arya memasuki gerbang sekolah . Memarkirkannya di tempat biasa ia parkir . Arya dan Zoya sama sama turun dari dalam mobil milik Arya . Wajah mereka nampak berbinar cerah memancarkan kebahagiaan . Mereka sama sama berjalan menuju ruangan Arya , sambil berbincang dan sesekali mereka tertawa kecil , entah apa yang mereka bicarakan.
para siswa siswi yang melihatnya hanya bisa mengatakan kekaguman mereka kepada Arya dan Zoya . Semua terdengar memuji , dan mengatakan Arya dan Zoya serasi .
Mereka memang terlihat serasi !" batin Bunga , tidak Bunga pungkuri , ia juga memuji kecantikan seorang Zoya Farosa . Memutar tubuhnya berjalan masuk ke dalam kelas.
Meski Bunga dan Arya sering datang bersama kesekolah dan pulang juga . Tidak ada yang menduga kalau mereka punya hubungan spesial . Orang selalu beranggapan Bunga adalah tawanan sekolah , yang diawasi ketat oleh Arya . Mereka berpikir , Arya ditugaskan Pak Fariq untuk mengawasi Bunga supaya tidak memiliki kesempatan bolos .
Di dalam kelas , Bunga duduk memanyunkan bibirnya . Sebagai remaja yang masih puber, tentu ia ingin sekali orang mengetahui hubungannya dengan Arya . Tapi boro boro orang lain akan percaya , sahabatnya sendiri tidak percaya dengan yang ia katakan .
.
.
Bunga berdiri menyandarkan tubuhnya di mobil milik Arya , menunggu Arya keluar dari ruangannya . Sekolah sudah nampak sunyi , semua sudah pada pulang , namun Arya belum juga keluar .
"Lama banget sih ! si burung gagak itu !" gerutu Bunga , sudah lima bekas menit ia menunggu , Arya belum juga menampakkan batang hidungnya .
Tidak lama kemudian , Akhirnya Arya pun datang , tapi tidak sendiri , dia bersama Zoya . Membuat Bunga mengernyitkan keningnya .
__ADS_1
apa yang mereka lakukan berdua di situ ?, orang udah pada pulang semua . Apa jangan jangan benar ! mereka punya hubungan ?,batin Bunga dengan kecurigaannya .
"Sudah lama nunggu ?" tanya Arya kepada Bunga .
"Belum ! baru setengah jam !" ketus Bunga , membuka pintu di sampingnya lansung masuk .
"Kalau begitu saya permisi Pak !" pamit Zoya kepada Arya .
"Pulang naik apa ?" tanya Arya , melihat di parkiran hanya tinggal kenderaannya .
"Naik angkot Pak !" jawab Zoya .
"Ayo biar Bapak antar aja , nanti nunggu angkot pasti lama !" tawar Arya .
"Gak usah Pak !" tolak Zoya .
"Gak apa apa ! ayo masuk !" Arya membuka pintu penumpang belakang .
"Gak enak sama Bapak !" ucap Zoya merasa sungkan , sudah tidak bisa menolak ajakan gurunya . Terpaksa Zoya masuk ke dalam mobil Arya .
"Sayang ! kita mengantar Zoya ke rumahnya dulu ya !" ucap Arya kepada Bunga , yang lagi sibuk main game online di handphonnya .
Zoya langsung mengernyitkan keningnya mendengar Arya memanggil Bunga , sayang . Dia gak salah dengar 'kan ?.
"Ingin makan apa ? Hm..!" Arya mengacak acak ujung kepala Bunga .
"Ingin minum air kelapa muda sama makan batagor sama mmm...apa yah ?, krupuk kuah sate " jawab Bunga setelah seperkian detik berpikir .
"Ya udah !" balas Arya .
"Zoya gak buru buru 'kan ?, gak apa apa kita cari makan dulu ?" tanya Arya kepada Zoya . Melajukan kenderaannya keluar dari pekarangan sekolah .
"Gak apa apa Pak !" jawab Zoya , tersenyum di paksakan . Semakin bertanya tanya apa hubungan antar Gurunya itu dengan Bunga . Sepertinya terlihat Pak gurunya itu perhatian kepada Bunga .
"Gak apa apa 'kan Zoy ? , soalnya aku lapar banget !" tanya ulang Bunga ramah .
"Gak apa apa Bunga !" balas Zoya .
"Zoy !" panggil Bunga ." Kamu sudah bertunangan ya ?" tanya Bunga .
"Belum !" jawab Zoya .
__ADS_1
"Postingan di IGmu itu ?"tanya Bunga , mengingat postingan Zoya , gambar sepasang tangan sama sama memakai cincin .
"Iseng aja !" jawab Zoya .
"Gosip yang di grup chat sekolah ?" tanya Bunga lagi .
Arya mengusap kepala Bunga dengan satu tangannya , ia paham maksud Bunga menayakan soal gosib itu kepada Zoya .
"Aku gak tau ! , akhir akhir ini aku hanya sibuk belajar untuk cerdas cermat . Aku gak pernah buka grup chat" jawab Zoya .
"Tapi Pak Arya sama kamu lagi tranding topik , menyatakan kalian bertungan !" ucap Bunga lagi .
"Sayang..!" tegur Arya , lagi ia mengusap kepala Bunga .
Beberapa kali kalian makan berdua di sebuah caafe . Seperti membuktikan kalian punya hubungan !" ujar Bunga secara tidak langsung menuduh Arya selingkuh .
"Bunga !" tegur Arya , mengeraskan suaranya .
"Kenapa Pak Arya ?, benarkan ? , Bapak selingkuh dengan Zoya ! . Kalau memang urusan sekolah ! , kenapa harus diselesaikannya di luar sekolah ? berdua duaan ?. Makanya kalian gak mau menyangkal gosip tentang pertunagan kalian " marah Bunga .
Jangan salahkan Bunga , ia masih labil , emosinya cepat naik susah untuk di kontrol . Ia hanya ingin menyampaikan isi hati kecilnya sebagai gadis remaja yang lagi puberitas . Ia ingin kisah percintaannya ter expos ke pumlik . Ia juga sudah capek menjalin kasih dengan Aldo secara diam diam . Sekarang ia ingin orang tau siapa pasangannya .
Mungkin juga Bunga mulai gerah mendengar pujian pujian untuk Arya dan Zoya . Di tambah lagi , ke empat sahabatnya tidak percaya dengan yang ia katakan , kalau ia adalah tunangan guru tampan mereka . Untuk pertama kalinya Bunga merasa terhina .
ops ! kenapa begitu , Bunga tidak sadar kalau dia sekarang sedang cemburu . Dan takut tersingkir karna kalah saing dengan wajahnya yang cantiknya tak seberapa .
Arya terpaksa menepikan mobilnya , mendengar Bunga marah marah . Karna ia tidak akan bisa pokus menyetir , apa lagi melihat Bunga menangis .
Zoya yang duduk di belakang , ia haya diam dengan seribu kebingungan dan yang pasti penasaran .
"Sayang !" Arya menarik Bunga ke dalam pelukannya , yang langsung di tepis Bunga .
"Aku 'kan sudah bilang ! jangan di tanggapi gosip itu !" ucap Arya , mengeratkan pelukannya , karna Bunga terus meronta .
"Telingaku panas mendengar kalian banjir pujian setiap hari . Istri mana yang tidak sakit hati ? mendengar suaminya di cocok cocokkan dengan cewek lain !" tangis Bunga terisak di dalam pelukan Arya .
Istri ? suami ?,batin Zoya .
"Sayang ! Maaf !" Arya mencium ujung kepala Bunga lama .
.
__ADS_1
.