
Arya !, aku pikir kamu tidak serius dengan Bunga . Aku pikir pernikahan kalian hanya pormalitas aja !, aku pikir aku masih ada harapan !.batin Rania berjalan di lorong rumah sakit .
Jangan salahkan aku Rania ! , karna hati ini sudah menemukan tempatnya berlabuh . Apa pun dulu alasanmu selingkuh ,tetap saja itu melukai hatiku ! . Seharusnya dulu kita sama sama memperjuangkan cinta kita . Tapi kamu malah memyelingkuhiku !, batin Arya , memandang wajah Bunga , lalu mengecup punggung tangan Bunga yang di pegangnya dari tadi . Bunga sudah memikat hatinya , mengisi hatinya , mengobati hatinya yang terluka .
.
.
Singkat cerita
Saat itu Arya masih berusia 21 Tahun , Rania 18 Tahun . Mereka sama sama melanjutkan pendidikan mereka di luar Negri di Universitas yang sama . Saat itu Arya melanjutkan pendidikan ke Sarjananya dan Rania Baru masuk Kuliah . Mereka sama sama tinggal di apartemen yang sama tapi beda lantai . Karna Rania saat itu baru di kota tersebut , Kakek Samsul pun meminta Arya untuk menjaga dan mengawasi Rania , membuat mereka sering bertemu . Dan disitulah hubungan mereka dimulai , mereka sama sama jatuh cinta . Delapan Bulan berjalan , hubungan mereka baik baik saja , sampai tiba mereka mendapat kabar , Kakek Samsul sakit parah . Mereka pun sama sama pulang ke Tanah air , untuk menjenguk orang yang telah membiayai sekolah mereka .
Di Rumah Sakit saat itu , Rania dan Arya sama sama menemui Kakek Samsul di ruang ICU , dan hanya mereka bertiga yang berada diruangan itu . Sebelum Kakek Samsul menghembuskan napas terakhirnya . Kakek Samsul mengatakan kalau dia sudah menjodohkan Bunga dan Arya sejak keduanya belum lahir ke Dunia . Sontak mengagetkan Arya dan Rania , dan mereka pun pada saat itu saling terdiam berpandangan .Di situ Kakek Samsul meminta kepada Arya , untuk menjaga Bunga cucu kandung satu satunya . Kakek Samsul berharap Arya mau menerima perjodohan itu, meski kakek Samsul tidak memaksanya .
Mulai dari situ ,Rania perlahan lahan berobah menjauhi Arya , dan menyelingkuhi Arya . Sampai Arya mengetahuinya , hubungan merekapun berakhir . Setelah Arya menyelesaikan kuliahnya , ia pun kembali ke tanah air, mengabdikan dirinya sebagai guru di sekolah milik Kakek Samsul . Dan mengembangkan usaha penjualan handphonnya yang di biayai Kakek Samsul saat ia masih SMA , untuk menunjang kebutuhannya dan Nenek Marni .
.
.
Bunga membuka matanya , karna merasa tidurnya sudah puas . Bunga menatap kesekeliling ruangan berwarna putih itu , menyatakan kalau dia masih berada di rumah sakit .
"Sayang !" Arya yang lagi sarapan di sofa ruang perawatan , langsung berdiri dan berjalan ke arah brankar ,melihat Bunga membuka matanya. Langsung mencium kening Bunga penuh rasa haru .
"Aku sangat kawatir sama kamu sayang !" ucap Arya , meneteskan air matanya . Lagi Arya mencium kening Bunga .
"Aaryan..!" panggil Bunga lemah , memandang wajah Arya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Katakan sayang ! , dimananya yang sakit ?" tanya Arya , mengusap usap kepala Bunga , Bunga menggelengkan kepalanya .
"Aku mencintaimu !" ucap Bunga , netranya tidak putus menatap bola mata Arya yang berada tepat di atas matanya .
"Aku lebih sangat mencintaimu Bungaku !" balas Arya , mengecup bibir Bunga yang baru mangatakan cinta itu . Bunga menarik kedua sudut bibirnya ke atas , tersenyum lemah .
__ADS_1
"Apa kamu ingin makan sayang ? , biar aku pesankan , Hm..?. Kamu ingin makan apa sayang ?" tanya Arya lembut .Bunga menganggukkan kepalanya , karna perutnya memang sudah lapar .
"Apa aja ! , yang penting bisa bikin kenyang !" jawab Bunga . Arya menganggukkan kepalanya , ia sudah hapal dengan makanan kesukaan Bunga . Kemudian mengambil phonselnya dari atas meja nakas , menghidupkan layarnya , membuka aplikasi gofood .
Selagi menunggu pesanan makanan untuk Bunga . Arya meletakkan phonselnya kembali ke atas meja nakas . Kemudian membuka laci meja , mengambil handuk kecil dari sana . Arya masuk ke dalam kamar mandi , membasahi handuk kecil itu dengan air hangat , lalu memerasnya . Arya kembali keluar dari dalam kamar mandi berjalan ke arah brankar Bunga , membawa haduk kecil yang sudah dibasahinya . Arya melap wajah Bunga dengan handuk di tangannya , dan melapa kudua tangan Bunga sampai ke selah selah jarinya .
Bunga yang masih tubuhnya lemah , hanya diam saja Arya membersihkan wajah dan tangannya . Bunga tidak putus memandangi wajah Arya , yang tampan itu . Entah apa yang di pikiran Bunga hanya dia yang tau .
"Kenapa istriku ? , apa suamimu ini sangat tampan ?" goda Arya , sadar Bunga memandanginya .
"Sangat tampan ! , membuatku tergila gila !" balas Bunga tersenyum lemah .
"Ketampananku ini hanya kamu yang bisa menikmatinya sayang !" goda Arya lagi , tersenyum dengan sejuta pesonanya .
"Sepertinya aku harus berterima kasih kepada Kakek , yang sudah menjodohkan kita !" ucap Bunga lagi .
"Itu harus sayang !" balas Arya , mengecup telapak tangan Bunga .
Arya terdiam menajamkan tatapannya ke wajah Bunga . Apa Bunga tidak tau ?, kalau orang tuanya juga meninggal dalam kecelakaan pesawat itu bersama dengan orang tuanya.
"Mereka meninggal di dalam kecelakaan pesawat yang sama bersama kedua orang tuamu . Dan jasad mereka juga tidak di temukan" jawab Arya , kemudian menghela napasnya , mengusir kegundahannya .
Bunga terdiam , menajamkan pandangannya ke wajah Arya .
Tok tok tok !
Obrolan mereka terhenti karna mendengar ada yang mengetok pintu . Arya gegas berdiri , berjalan ke arah pintu dan langsung membukanya . Ternyata tukang gofood yang datang mengantar pesanan makanan untuk Bunga . Arya mengambil katong plastik yang berisi makanan dari tukang gofood , dan membarikan selembar uang berwarna merah .
"Kembaliannya untuk Bapak saja !" ucap Arya , saat pengantar makanan itu mau mengambil uang kembalian .
"Trimakasih Mas !" balas si Bapak yang tampak usianya sudah tidak muda lagi , dengan wajah berbinar .
"Sama sama !" balas Arya, memberikan senyumnya .
__ADS_1
Si Bapak tukang gofood itu pun langsung pergi , Arya juga menutup pintu ruang perawatan Bunga . Arya berjalan ke arah brankar Bunga , menenteng kantong plastik yang berisi makanan . Setelah Arya menyitel ranjang Bunga , meninggikan sebelah kepalanya . Arya pun membuka kotak makanannya , lalu menyuapi Bunga makan , Bunga pun langsung menerimanya .
"Kok gak ada rasa cabenya ?" tanya Bunga , menguyah makanan di mulutnya .
"Kata Dokter kamu belum boleh makan pedas sayang !, nanti perutmu panas" jawab Arya , menyendok makanan dari kotaknya , menyuapkannya ke mulut Bunga .
"Gak enak !"
"Makanya kamu harus sembuh , biar bisa makan pedas lagi !" ucap Arya ,tangannya mengusap kepala Bunga .
"Emang aku kenapa ?" Bunga mengernyitkan keningnya . Ia tidak tau kalau dia mengalami pendarahan lagi .
"Gak apa apa sayang !" jawab Arya ." Ayo cepat habiskan makanannya , biar cepat sembuh ! . Aku sudah kangen menghukummu di atas tempat tidur !" ucap Arya tersenyum .
"Gak Ah ! , nanti aku hamil lagi , gak bisa ngelanjutin sekolah !" tolak Bunga .
"Yakin gak mau sayang ! , kan bisa pake pengaman biar gak hamil ! . Kalau kamu hamil juga gak apa apa , sekolahnya di tunda dulu setahun . Udah itu baru lanjut lagi" ucap Arya , ia tidak serius ingin membuat Bunga hamil dalam waktu dekat .
"Mesum !"
"Sama istri sendiri pahala sayang !" balas Arya , mengisap jempol tangan Bunga .
"Di sekolah kaya singa ! , kalau di rumah berobah jadi kucing !" cibir Bunga . Arya malah tertawa cekikikan .
"Bukankah kamu menyukaiku yang berobah jadi kucing ?" tanya Arya tersenyum .
"Au Ah !" Bunga memutar bola matanya malas .
.
.
.
__ADS_1