Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 19


__ADS_3

Tok tok tok !!!


"Masuk !" sahut dari dalam kelas Bunga .


Bunga pun dengan santai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas .


"Silahkan kumpul PRnya dan silahkan berdiri satu kaki di sudut sana !."


Bunga langsung menajamkam pandangannya kepada Guru galak yang sudah sah menjadi suaminya itu .


Kalau aku tau si burung gagak ini yang masuk jam pertama , mending tadi aku tidak masuk !, batin Bunga .


"Aku gak tau kalau ada PR Pak !"


"Mendekat kesini !" Arya melambaikan tangannya ke arah Bunga .


Bunga pun melangkahkan kakinya mendekati Arya .


Takk !


"Aw !"


Bunga langsung memegang keningnya yang disentil guru matematikanya itu , lagi lagi ia mendapat sentilan dari guru yang dinamainya Burung gagak . aku pikir dia akan berobah , ternyata masih kejam ! kemarin apa itu ? , manis banget , imut kaya kucing anggora , sekarang berubah lagi jadi macan , batin Bunga .


"Silahkan berdiri selama pelajaran saya berlangsung !" ucap Arya lagi . Kemudian melanjutkan proses mengajarnya .


Bunga berjalan ke sudut kelas dengan menghentak hentakkan kakinya , cemberut memanyunkan bibirnya . Kemudian berdiri dengan satu kaki . Pandangan Bunga meneduh , saat netranya mengarah ke bangku yang biasa di duduki Aldo . Berat baginya menerima ketidak hadiran Aldo sahabat sekaligus kekasihnya .


"Van !" pnaggil Tari pelan .


"Hm..!" balas Vani .


"Lihat tuh ! , ada cincin di jari manis Pak Arya !" bisik Tari ketelinga Vani .


Vani langsung mengalihkan pandangannya ke arah tangan Arya yang menulis sambil menjelaskan di papan tulis .


"Sepertinya Pak Arya sudah tunangan , kira kira dengan siapa ya ?"tanya Tari lagi kepada Vani , berpikit keras dengan siapa Arya bertunagan sampai keningnya mengerut .


"Itu tidak bisa di biarkan ! , aku harus segera menikungnya di sepertiga malam." ucap Vani , membuat Tari memutar bola matanya jengah . Terkadang Tari bingung , kenapa ia memiliki dua teman yang tidak waras ?.


"Bunga ! perhatikan apa yang saya jelaskan , jangan bengong !" tegur Arya , melihat Bunga hanya bengong saja .

__ADS_1


"Saya gak bisa konsentrasi kalau saya berdiri satu kaki Pak !" balas Bunga . Membalas tatapan Arya tajam . Lihat saja ! , akan kuhabiskan duit di dalam atm mu ini , batin Bunga .


Pulang sekolah ia sudah berencana pergi ke Mall , berbelanja belanja , dan makan makan enak , mengajak Vani dan Tari sahabatnya .


"Kemari !" suruh Arya , Bunga pun mendekat ."Kerjakan soal di papan tulis !"


"Aku gak bisa Pak !"


"Kerjakan !" gertak Arya meninggikan suaranya , mengagetkan semua murid di dalam kelas. Rasanya Arya sudah tidak bisa lagi memberi Bunga toleransi . Apa lagi Bunga sudah menjadi istrinya , ia ingin merobah Bunga . Tidak harus pintar , tapi setidaknya Bunga ada usaha untuk belajar , terutama masalah di siplin .


"Ayo kerjakan !" Arya merendahkan nada bicaranya ." Saya ingin lihat kemampuanmu !"ucap Arya lagi , memberikan Bunga sipidol berwarna hitam ." cepat !" tegasnya .


Kenapa Burung Gagak ini malah semakin galak ?, batin Bunga . Mengambil sipidol dari tangan Arya , kemudian berjalan ke papan tulis . Setelah Bunga memperhatika soal yang ditulis Arya di papan tulis , Bunga pun langsung mengerjakannya .


"Semuanya juga ikut mengerjakan dibuku masing masing" perintah Arya ke anak didiknya .


Tidak lama kemudian Bunga sudah selesai soal di papan tulis .


"Sudah Pak !" ucap Bunga menjauh dari papan tulis .


Arya memperhatikan soal yang sudah di kerjakan Bunga , ternyata jawabannya benar . Ternyata istriku ini gak bodoh bodoh amat , hanya malas dan bandel . Baiklah istriku sayang ! , aku sudah tau apa yang harus aku lakukan , demi anak anak kita kelak !, batin Arya , tersenyum di dalam hati .


"Apa kamu yakin yang kamu kerjakan sudah benar ?" tanya Arya .


"Periksa lagi !" suruh Arya , berbicara tegas .


Bunga mencebikkan bibirnya , memicingkan matanya ke arah Arya dengan bibir cemberut , kemudian mengalihkan tatapannya ke arah soal yang di kerjakannya di papan tulis .


" Bagaimana Bunga ? , apa sudah benar ?"


Bunga menggaruk kepalanya yang mendadak gatal , ia tidak tau apakah yang di kerjakannya sudah benar atau tidak . Karna dia asal mengerjakannya saja , dengan sisa sisa yang terekam dimemorinya yang sekilas ia dengar saat Arya menjelaskan tadi .


"Silahkan berdiri kembali ke sudut sana . saya beri toleransi untukmu berdiri dua kaki." ujar Arya .


"Saya sudah gak kuat Pak ! , kali ini aja saya boleh duduk ya !" mohon Bunga , memasang wajah memelas .


"Yang tidak sama jawabannya dengan yang dikerjakan Bunga , silahkan kedepan !" perintah Arya kepada siswa siswi kelas dua5 . Menghiraukan Bunga yang memohon dengan wajah memelas .


Ada sepuluh orang yang maju ke depan . Arya pun menyuruhnya berbaris di depan papan tulis .


"Pegang telinga kalian dengan posisi menyilang !" perintahnya ." Skotjang sepuluh kali" perintahnya lagi .

__ADS_1


Tidak ada yang berani membantah , sepuluh orang yang memiliki jawaban yang salah itu langsung melakukan skotjang .Karna Arya akan menambah hukuman bagi siapa yang berani membantahnya , tentu dengan hukuman yang lebih berat .


Di kantin sekolah saat istirahat , seperti biasa , Bunga , Vani ,Tari , Leo, Gandi dan kurang satu lagi Aldo . Mereka sama sama duduk di kantin mengisi perut mereka yang hampir kosong .


Bunga hanya mengaduk aduk bakso di makkoknya . Ia tidak berselera untuk makan , ia mengingat kebiasaannya sering makan di kanti disuapi Aldo . Mata Bunga berkaca kaca , ia sangat merindukan Aldo . Tanpa Bunga sadari , air matanya keluar tanpa di perintah .


"Bunga !, kamu baik baik aja ?" tanya Tari melihat Bunga menangis . Mereka pun tau alasan Bunga menangis , pasti Aldo .


Bunga berdiri dari kursinya ," Tar ! bawa pulang tasku nanti ya !" Pintanya kepada Tari . Kemudian Bunga berlari keluar kantin sambil menghapus air matanya .


"Kenapa sih si Aldo main pindah pindah aja ?, gak mikir dia gimana perasaan Bunga ia tinggalkan ?" tanya Leo , kasihan melihat Bunga sahabat mereka ."Pake acara gak bisa di hubungi lagi !" lanjut Leo .


"Aldo tidak akan pindah jika itu tidak sangat penting !. Aldo juga mungkin merasa berat meninggalkan Bunga . Tapi ia harus memilih !" Jawab Gandi .


"Iya juga sih !" balas Leo .


Bunga berlari keluar ke arah parkiran motornya , melajukannya ke arah gerbang .


"Pak ! buka pagarnya !" perintah Bunga , kepada satpam yang berjaga .


"Maaf Nak Bunga ! , Kunci gerbang diambil Pak Arya . Saya tidak bisa membukanya." balas Satpam yang bernama Salman .


Bunga turun dari motor gedenya , kemudian melangkahkan kakinya mendekati gerbang besi yang tingginya dua meter , lalu memanjatnya . Tanpa peduli Pak Satpam yang melarangnya .


"Nak Bunga nanti bisa jatuh !" ujar Satpam itu .


"Kalau saya jatuh ! , itu salah Bapak !" balas Bunga , ia sudah sampai di atas gerbang .


"Kok salah saya ?" bingung Pak Salman . Yang manjat gerbang siapa yang disalahin siapa ?.


"Karna Bapak tidak mau membuka gerbangnya !" jawab Bunga .


"Ini masih jam belajar nak Bunga !"


"Suka suka pemilik perusahaan dok Pak ! , ini sekolahkan milikku ! . Kenapa Bapak melarang saya keluar masuk ! , Bapak mau saya pecat ?."


Wah ! , jiwa sombongnya keluar demi bisa cabut membolos . Bunga tidak serius berbicara seperti itu , Bunga bukanlah orang yang sombong . Bunga hanya ber alibi demi kelancaran tujuannya .


"Turun atau saya hukum !" Bunga mengalihkan pandangannya kesumber suara yang sangat ia kenal . Bunga tidak tau dari tadi Arya sudah memperhatikannya .


"Iya ! aku turun !"

__ADS_1


Bunga turun dengan cepat dari atas gerbang , tapi tidak ke dalam melainkan keluar gerbang dan langsung berlari .


"Ya Tuhan !" gumam Arya . Bunga benar benar kelewat bandel .


__ADS_2