Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 60


__ADS_3

"Bunga....!" Tangis Vani .


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu , Vani langsung mendorong pintu ruang perawatan Bunga . Langsung masuk berlari ke arah Bunga yang setengah berbaring di atas brankar ,di ikuti Tari dan Gandi . Tanpa mempedulikan Arya yang duduk di samping brankar . Vani langsung memeluk Bunga yang masih lemas , dan menciumi seluruh wajah sahabatnya itu .


"Aku pikir kemarin kamu sudah mau go it , Kalau kamu go it nanti siapa temanku brantem ? .Gak seru tau kalau gak ada kamu !." ujar Vani .


"Hei hei hei.. ngomong yang benar !, kebiasaan itu mulut gak ada filternya" ujar Gandi , menarik kerah baju Vani dari belakang , supaya Vani melepas pelukannya dari Bunga .


Bunga yang masih lemas pun memutar kedua bola matanya malas . Arya , ia hanya geleng geleng kepala melihat ke gesrekan Vani yang sama dengan Bunga .


Tari pun memutar bola matanya malas , kemudian mendekati Bunga , dan memeluk Bunga .


"Cepat sembuh ya Bunga !, kami kangen tau gak ada kamu !" ujar Tari . Bunga menganggukkan kepalanya sambil tersemyum samar .


"Selamat sore Pak Arya !" sapa Tari kepada guru matematika mereka itu .


"Selamat sore juga !" balas Arya tersenyum .


"Bunga ! kapan kamu sembuh ?, betah banget tidur di sini !" tanya Vani lagi ,mendekati Bunga kembali .


"Sampai telorku netas !" jawab Bunga . Vani lupa kalau yang dia tanya itu otaknya geser .


"Apa kamu gak pengen ikut ujian ?" tanya Vani .


"Tanpa aku ikut ujian , aku bisa naik kelas . Aku yang punya sekolah itu , jadi suka sukaku . Lagian aku sudah kaya , gak usah pun aku pintar , gak masalah . Aku mempunyai suami yang pintar , aku serahkan aja semua sama suamiku yang tampan kebangatan ini".jawab Bunga tersenyum .


"Terserahlah !" kesal Vani.


"Kalian bawa makanan apa untukku ?, jangan bilang kalian datang dengan tangan kosong !" tanya Bunga .


"Tuh ! sate ayam kuah kacang" tunjuk Vani dengan dagunya ke arah meja sofa .


"Bawa sini ! aku mau makan" suruh Bunga .


Tiba tiba handphon Arya berbunyi di atas nakas , ia pun langsung mengambilnya , melihat siapa yang menelephon .


Farhan ! batin Arya .


"Sayang ! sebentar ya ! aku nerima telephon dulu !" pamit Arya , berdiri dari tempat duduknya , berjalan ke arah pintu keluar dari ruang perawatan Bunga .


Setelah menutup pintu ruang perawatan Bunga , Arya pun menerima telephon dari sahabatnya itu .


"Halo Farhan !" sapa Arya ,


"Halo juga Arya ! , aku sudah berada di parkiran Rumah Sakit , kamu dimana ?" tanya Farhan dari sebrang telephon .


"Oh ! , di ruag melati sepuluh di lantai tiga !" jawab Arya .

__ADS_1


"Aku minta maaf atas perbuatan adikku !" ucap Farhan .


Arya menghela napasnya ,tidak tau harus berbicara apa . Ia benar benar sungguh sangat kecewa dengan Frisilia adik sahabatnya . Tapi etikat baik sahabatnya itu harus dia hargai ,datang meminta maaf kepadanya .


"Aku sudah memaafkannya" balas Arya ."Tapi jangan membahas itu nanti di depan istriku !" ucap Arya lagi .


"Kenapa ?" tanya Farhan heran .


"Jangan menyinggung masalah yang menimpanya di sekolah !" ucap Arya lagi .


"Baiklah , aku tutup telephonnya , ini aku sudah berada di dalam lif" balas Farhan , langsung mematikan sambungan telephonnya .


Arya pun masuk kembali keruangan perawatan Bunga . Di lihatnya Bunga lagi sibuk memakan sate yang di bawa ketiga sahabatnya . Arya pun melangkahkan kakinya ke arah sofa , mendudukan tubuhnya di samping Gandi . Membiarka Vani dan Tari duduk bersama Bunga di atas brankar , bercengkrama sambil memakan sate .


"Mana tugas tugas matematika yang saya suruh kamu kumpulkan ?" tanya Arya kepada Gandi .


"Oh !" Gandi pun membuka resleting tasnya , mengeluarkan tumpukan kertas yang berisi tugas matematika dari beberapa kelas .


Arya menerimanya , kemudian langsung mengecek satu persatu jawaban soal tugas matematika yang di kerjakan murid muridnya , dengan sabar . Meskipun Arya tidak pergi ke sekolah , bukan berarti ia libur menjadi guru . Dan bukan berarti tugasnya sebagai guru selesai jika sudah pulang mengajar , ia juga sering mempunyai PR . Tugasnya yang tidak sempat ia kerjakan di sekolah , ia akan membawanya pulang , mengerjakannya di rumah . Tugasnya sangat banyak , apa lagi di tambah sekarang , ia harus menjadi guru privat Bunga dari semua mata pelajaran setiap malam , di tambah lagi ia harus mengurus usahanya .


"Bantu saya mengeceknya sebagian" suruh Arya , meletakkan setumpuk kertas di depan Gandi .


"Aku gak bisa Pak !, nanti salah salah !" tolak Gandi karna ia memang tidak pintar pintar amat .


"Cepat kerjakan , atau nanti nilai rapotmu saya kurangi !" ancam Arya .


"Serius Pak ! aku gak tau mana jawaban mana yang benar mana yang salah" tolak Gandi lagi .


"Ini contohnya !" Arya memberikan soal jawaban yang sudah di perbaikinya kepada Gandi ." Nanti sebagian bawa pulang ke rumahmu !" perintahnya lagi .Membuat Gandi menggaruk leher belakangnya , rencananya pulang dari rumah sakit , ia mau pergi latihan foodsall bersama teman temannya .


"Besok harus selesai dan antar kesini !" perintah Arya lagi .


"Tapi Pak !..


Tok tok tok !


Gandi tidak melanjutkan bicaranya karna ada yang mengetok pintu kamar perawatan Bunga .


"Masuk !" sahut Arya , ia sudah tau , kalau yang mengetok pintu itu adalah Farhan sahabatnya .


Ceklek !


Pintu terbuka , benar ! Farhanlah yang datang . Farhan langsung masuk melangkahkan kakinya ke arah sofa dimana Arya duduk .


"Apa kabar bro !" sapa Farhan .


Arya pun berdiri dari tempat duduknya , menyambut Farhan sahabatnya , mereka pun bersalaman kemudian berpelukan .

__ADS_1


"Sekali lagi atas nama keluargaku , aku minta maaf !" ucap Farhan , merasa tidak enak hati kepada Arya .


"Semuanya sudah berlalu , mungkin takdirnya sudah seperti itu !"balas Arya .


"Kenapa kamu menikah gak kasih kabar ?" tanya Faran .


"Menikahnya mendadak ! , kami juga belum mengadakan resepsi !" jawab Arya .


"Yang mana satu istrimu ?" tanya Farhan lagi , melihat di atas brankar ada tiga cewek cabe cabean .


"Yang lagi berbaring !" jawab Arya tersenyum .


"Wah !Ternyata seleramu cewek cabe cabean !" goda Farhan , geleng geleng kepala melihat istri sahabatnya itu masihlah anak ABG. Arya hanya menanggapinya dengan tersenyum .


"Apa mereka murid muridmu ?" tanya Farhan lagi .


"Iya ! mereka adalah sahabat sahabat istriku . Kapan kamu pulang ?, bagaimana kabar anak dan istrimu ?" tanya balik Arya .


"Tadi pagi , mereka baik ! , istriku lagi hamil anak kedua sekarang" jawab Farhan .


"Bukankah anak pertamamu masih kecil ?, belum genap satu Tahun . Bagaimana bisa kamu tega menghamili istrimu secepat itu ?" tanya Arya , seingatnya , istri sahabatnya itu baru melahirkan .


"Itu dia , padahal istriku hanya sekali aja lupa mengkonsumsi pencegah kehamilannya , eh ! langsung jadi !" jawab Farhan .


Arya dan Farhan pun melanjutkan obrolan mereka , melupakan Gandi yang sibuk mengecek kertas kertas di depannya , tugas yang di berikan Arya kepadanya .


Seharusnya aku gak usah dekat dekat dengan Pak Arya , kalau begini ceritanya . sungut Gandi dalam hati, sambil sibuk mengoreksi tugas tugas matematika di pangkuannya .


Ketiga gadis ABG yang berada di atas brankar , mereka sibuk di Dunia mereka sendiri , sedikit pun perhatian mereka tidak teralihkan dengan kedatangan Farhan , entah apa yang mereka bicarakan , kadang mereka terlihat tertawa cekikikan bersama .


"Sepertinya aku pernah melihat istrimu itu !" ujar Farhan sambil mengingat ingat .


"Dia adalah cucunya Kakek Samsul" ucap Arya .


"Apa dia dulu gadis kecil tomboy yang suka balap sepeda di komplek perumahan kakek Samsul ?" tanya Farhan . Dulu Farhan sangat sering menemani Arya menemui Kakek Samsul ke rumahnya .


"Iya !" jawab Arya melebarkan senyumnya .


"Ternyata dia sekarang tumbuh menjadi gadis yang sangat imut dan menggemaskan , pantas saja kamu naksir " ujar Farhan .Mengingat dulu Bunga terlihat sangat urakan , dekil , rambut di potong pendek seperti cowok , kulit menghitam karna suka main panas panasan .


"Makanya aku mengikatnya cepat !, sebelum di duluan orang !" ucap Arya .


"Kamu gak sabaran aja !" Farhan geleng geleng kepala dengan sahabat berotak encer itu .


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2