
*Aku harap saat aku pulang nanti
ada keponakan yang menyambutku
memanggiku Om !.
Bunga , aku mencintaimu tulus dari dalam hatiku . Aku tidak perduli seperti apa dirimu . Tapi aku tidak bisa berbuat apa apa selain harus menghapus rasa cinta ini , lakukanlah hal yang sama sepertiku , menghapus rasa cintamu untukku , untuk kebaikan kita berdua , meski rasanya sulit . Takdir tidak ingin kita bersama . Aku ikhlas Bunga , Ikhlas jika kamu harus menikah dengan Pak Arya .
Aku juga rasanya ingin menikahimu saat ini juga ,Tapi itu tidak mungkin . Tidak mungkin aku bisa melawan perjodohan yang sudah di buat kakek Samsul . Aku takut kakek Samsul memarahiku , hehehe . Maaf kemarin aku sempat menguping pembicaraan kalian .
Sekarang aku sudah sampai di Filifina , jangan menyusulku . Karna disini banyak cewek cewek cantik . Aku kawatir kamu akan minder dengan kecantikanmu yang pas pasan itu . Dan aku juga tidak menyukai cewek bodoh sepertimu lagi . Aku akan mencari calon istri disini , yang pintar dan yang pasti lebih cantik .
Aku menyayangimu dan mencintaimu sahabatku . Selamanya kamu akan punya tempat di hatiku . Tidak akan terhapus oleh siapa pun . Sekalipun itu nenek sihir yang membawa tongkat sapu lidi .
Dari sahabatmu yang kamu
cintai .
Aldo Pratama Putra* .
Bunga langsung menjatuhkan tubuhnya kelantai , terduduk lemas dengan berlinang air mata . Aldo sudah mengetahui kalau ia akan menikah dengan Arya , guru mereka, sebelum ia memberitahunya . Aldo pergi meninggalkannya tanpa menemuinya untuk terakhir kalinya . Ia dan Aldo sudah benar benar berpisah . Hubungan mereka benar benar berakhir . Padahal Bunga ingin mengatakan kepada Aldo untuk menunggunya . Bunga tidak serius akan pernikahannya dengan Arya . Bunga sudah berencana akan meminta pisah dengan Arya jika sudah tiba saatnya . Tapi semua itu pupus , karna Aldo telah pergi menjauh darinya , dan mengatakan hubungan mereka berakhir .
"Aldo..!" lirih Bunga , membaringkan tubuhnya di lantai , memeluk surat Aldo . Tubuhnya seketika lemah tak berdaya seperti tak bertulang . Bunga menangis tanpa suara , air matanya terus mengalir , mengatakan kepiluannya , ia tak berdaya , mengatakan Aldo adalah hidupnya .
" Sofia ! panggil Bunga makan malam !" suruh Mama Indah , sambil menghidangkan makanan di atas meja .
"Kak Bunga sepertinya masih di rumah Bang Aldo Ma !" jawab Sofia .
"Oh ! , kalau begitu panggil Papa untuk makan !" suruh Mama Indah lagi ." Kak Rania juga !" sahut Mama Indah , karna Sofia sudah beranjak pergi .
Tidak lama kemudian Pak Fariq , Rania dan Sofia datang bersama dan langsung duduk di kursi meja makan .
"Bunga mana Ma !" tanya Pak Fariq .
"Biasa Pah ! , di rumah Aldo" jawab Mama Indah .
__ADS_1
"Apa kedua anak itu tidak bisa di pisahkan lagi Ma ?" tanya Pak Fariq .
"Mereka sudah bersama dari kecil Pah !" jawab Mama Indah , memberikan piring yang sudah di isi nasi beserta lauk pauk .
"Bagaimana nanti setelah Bunga menikahi dengan Arya? , mereka tidak bisa berobah !" tanya Pak Fariq lagi .
"Pah ! , kenapa harus sekarang sih pah ? menikahkan mereka . Kasihan Bunga Pah !" tanya Rania kakak Bunga , kemudian menyuapkan makanan ke mulutnya .
"Papa tidak tega untuk menolak permintaan Nenek Marni sayang !" jawab Pak Fariq .
Rania meghela napasnya . Kasihan dengan adik sepupunya itu . Jelas Rania tau , kalau Bunga bukanlah adik kandungnya . Karna saat Bunga lahir , ia sudah berusia enam Tahun , ia sudah bisa mengingatnya . Tapi Rania sangat menyayangi Bunga seperti adiknya sendiri . Terlebih , Bunga tinggal bersama mereka setelah kecelakaan pesawat yang membawa kedua orang tua Bunga .
" Rania kawatir , Bunga merasa di asingkan dari kita Pah . Apa lagi Bunga sudah tau kalau kita bukan keluarga kandungnya" ucap Rania lagi .
"Itu juga surat wasiat kakek Samsul yang membuatya , kakek kandung Bunga , Papa bisa apa ?. Jika mereka memang jodoh , cepat atau lambat mereka pasti menikah sayang . Dan tidak ada salahnya kita mempercepat pernikahan mereka , bukankah itu lebih bagus." jelas Pak Fariq .
"Bunga pasti masih ingin bebas Pah ! , pasti juga dia belum ingin terikat pernikahan." Ujar Rania lagi .
"Papa tau sayang ! , Papa tidak memaksanya . Tapi dia sendirilah yang mengambil keputusan , karna tidak tega dengan Nenek Marni yang mengiba" ucap Pak Fariq .
Apa yang bisa ia lakukan sebagai anak angkat di rumah itu . Dia dan keluarganyalah yang menompang hidup di rumah milik Bunga . Ia hanya bisa membalas jasa Kakek Samsul dengan merawat Bunga dan menyayanginya sepenuh hati . Soal wasiat perjodohan itu , Pak Fariq tidak bisa melakukan apa apa .
"Kita sudah salah Pah ! , Membiarkan Bunga dan Aldo terlalu dekat selama ini . Apa lagi kita sudah tau , Bunga sudah di jodohkan" ungkap Mama Indah .
"Itu karna kita selalu menganggap Bunga selama ini masih anak anak Ma ! . Tidak terasa putri kita sudah pada besar semua" balas Pak Fariq , terharu .
"Iya Pah ! , ternyata kita sudah Tue !"
"Tua Mama !" Sofia yang sudah duduk di bangku kelas 3 SMP itu meluruskan ucapan Mama Indah .
"Sama Aja !" Mama indah mengerucutkan bibirnya sok imut .
"Ih ! Mama ! , sok imut aja , padahal sudah tue !, sudah gak cocok ,Dagunya sudah dua lagi." ejek Sofia .
" Uang jajan Mama pangkas !" Gak terima di ejek putri bungsunya .
__ADS_1
"Gak apa apa ! , Sofia minta sama Papa" balas Sofia .
"Pah ! , lihat hasil perbuatanmu itu ! , durhaka sama Mama !" adunya kepada Pak Fariq suaminya .
"Hasil perbuatan kita berdua Ma !" jelas Pak Fariq .
"Ih ! Mama ! Papa ! , gak lihat ada anak di bawah umur ." sofia kesal dengan kedua orang tua gesreknya .
"Maaf sayang ! , Mama sama Papa lupa !" ucap Mama Indah . Sofia cemberut , pergi meninggalkan kedua mahluk aneh di hadapannya itu , berjalan dengan menghentak hentakkan kakinya.
"Ya ampun Bunga !" Rania mendekati Bunga yang terbaring di lantai di dalam kamar Aldo . Di lihatnya wajah Bunga sembab seperti habis menangis . Ya Bunga memang tadi menagis sampai berjam jam , sampai ia ketiduran di lantai .
Rania mengambil kertas yang ada di dekapan Bunga , lalu membaca tulisan yang ada di dalam kertas putih itu . Rania tidak kaget membaca isi surat Aldo yang menyatakan mereka saling mencintai . Rania sudah tau hubungan adiknya , meski Aldo dan Rania menyembunyikannya .
"Bunga ! bangun !" Rania menggoyang goyang lengan Bunga .
"Bunga !"
"Bunga !"
"Hei hei hei !" Rania menampar nampar pipi Bunga . karna melihat Bunga masih bergeming.
"Aldo..!" lirih Bunga , dengan mata masih terpejam .
"Ini aku ! , bukan Aldo !"
Bunga langsung membuka matanya ."Kak Rania !"ucapnya .
Rania mengembalikan surat Aldo kepada Bunga . Bunga langsung menajamkan pandangannya kepada kakaknya itu .
"Ayo pulang ! , ini sudah malam" Rania berdiri dan langsung melangkahkan kakinya keluar kamar .
"Seharusnya kamu menikah dengan Aldo !, bukan dengan Arya !" batin Rania , menghela napasnya yang terasa sesak .
.
__ADS_1
.
.