
Mama Indah memasuki kamar Bunga untuk menjemput Bunga , karna ijab kabul akan segera di mulai .
"Sudah siap sayang ?" Tanya Mama Indah sembari melangkahkan kakinya mendekanti Bunga yang duduk di kursi meja rias .
Bunga tidak menjawab , Ia hanya memanyunkan bibirnya . Memandangi wajahnya di cermin yang terlihat cantik dengan make up pengantin .
"Ayo turun , ijab kabulnya akan segera di mulai" ajak Mama Indah .
"Bunga gak mau Ma ! , suruh si Burung Gagak itu menjemputku sendiri setelah ia selesai dengan tugasnya di bawah" tolak Bunga .
"Gak bisa seperti itu sayang ! , semua orang sudah pada menunggu di bawah" ujar Mama Indah .
"Itu salah satu syarat untuk menikahi Bunga Ma !." Bunga memang sangat pintar ber alibi . di balik otaknya yang kerdil , dia memiliki kelebihan beralibi yang benar dan tepat sasaran .
"Baiklah ! , Mama akan sampaikan kepada mereka" pasrah Mama Indah .Melangkahkan kakinya keluar dari kamar Bunga , menuruni anak tangga ke ruang tamu .
"Ma ! , Bunganya mana ?" tanya Pak Fariq , melihat Mama Indah datang sendirian .
"Iya Ma ! , Bunga mana ?" Rania yang bertanya .
"Apa Kak Bunga kabur seperti di novel novel Ma ?" Sofia bertanya , otak nya berkelana ke cerita cerita novel yang di bacanya . Pengantin kabur karna dipaksa menikah .
Semua yang ada di ruang tamu menoleh ke arah Mama Indah .
"Bunga bilang , dia ingin Arya yang menjemput dia setelah selesai mengucapkan ijab kabul" jawab Mama Indah . Kemudian duduk di samping suamainya .
Semua orang bernapas lega , hampir saja mereka sepemikiran dengan Sofia . Bunga kabut karna terpakasa menikah .
"Tidak masalah , ayo kita mulai saja ijab kabulnya " Nenek marni yang berbicara . Penghulu yang di undang dari KUA pun menganggukkan kepalanya pertanda setuju .
"Ada ada aja itu anak !" Pak Fariq menggeleng gelengkan kepalanya . Putri kedua mereka itu , selalu saja tingkahnya aneh aneh .
"Saya terima nikahnya Bunga Adelwis binti Zainal Abidin dengan mahar seperangkat alat shalat dan uang tunai 17 juta dibayar tunai !"
Arya mengucapkan ijab kabul hanya dengan sekali tarikan napas .
"Bagaimana saksi ?" tanya Pak penghulu .
"SAH !"
__ADS_1
Seru semua yang ada di ruangan itu bernapas lega . Kemudian di lanjutkan dengan membaca do'a .
Selesai membaca do'a , Arya pun menyalam Pak Fariq , Mama Indah dan Nenek Marni dan penghulu yang meminpin jalannya ijab kabul .
"Nak Arya ! sana jemput istrimu !" suruh Mama Indah .
"Iya Tante" jawab Arya , sedikit menganggukkan kepalanya .
"Kok Tante ? , Mama dong !" ujar Mama Indah , Mama Indah memanyunkan bibirnya , sok imut .
"Iya..Ma !" jawab Arya .
"Ayo sana cepat ! , gak usah malu malu !" suruh Mama Indah lagi , karna Arya masih belum beranjak dari duduknya .
Iya Ma !" jawab Arya lagi ," Pak ! Nenek ! Arya ke atas dulu !" pamit Arya , sedikit merasa sungkan .
"Pintu kamar Bunga ! berwarna Biru..!" seru Mama Indah , setelah Arya sampai di pertengahan tangga .
Arya pun langsung berjalan ke arah pintu berwarna Biru tua dilantai dua rumah Bunga . Arya menarik napasnya dalam lalu mengeluarkannya agak kasar untuk menetralkan jantungnya yang berpacu . Ia sangat gugup untuk menemui istrinya pertama kali . Kemudian Arya mengetok pintu kamar Bunga tiga kali .
"Masuk !" sahut dari dalam .
Arya pun memutar knop pintu di depannya dan langsung mendorongnya . Ia melihat Bunga duduk di tepi ranjang dengan memakai kebaya putih , rambutnya di sanggul rapi kebelakang menghadap jendela membelakanginya .
"Walaikum salam !" balas Bunga tanpa ingin melihat ke arah Arya .
"Bunga ! ayok ! semua sudah menunggu di bawah !" ajak Arya , berjalan mendekati Bunga .
Bunga diam tidak menjawab , pandangannya masih setia menghadap jendela kamarnya .
"Bunga !" panggil Arya lagi .
Melihat Arya sudah berdiri di sampingnya , Bunga pun memutar kepalanya ke arah Arya yang melihatnya .
"Bu..bunga !" ucap Arya terbata .Ia kaget melihat wajah Bunga yang di make up seperti kucing . Bibir merah berbentuk Love, di samping kiri kanannya di buat garis garis hitam seperti kumis , di ujung hidung Bunga diberi warna hitam berbentuk bulat . Di tulang pipinya di kasih blush on tebal dan di tengah tengahnya ada gambar ikan berwarna putih . Kelopak matanya berwana biru muda ada bling blingnya . Ujung alisnya di buat menjuntai ke atas , sangat aneh dan lucu .
"Selamat datang suamiku !" Bunga berdiri dari tempat duduknya , meraih tangan Arya lalu menciumnya dengan senyum menyeringai lebar ."Apa kamu tidak ingin mencium istrimu ini suamiku ?" ucapnya lagi . Ia berharap Arya kapok menikahinya .
Arya mengulum senyumnya , melangkah mendekati bunga , Sangat dekat , jarak mereka tidak sampai satu jengkal .
__ADS_1
"Tentu aku akan menciummu istriku !"
Kemudian Arya membungkukkan badannya , mendekatkan wajahnya ke wajah Bunga . refleks Bunga menjauhkan wajahnya , yang langsung di tahan tangan Arya dari belakang . Arya semakin mendekatkan wajahnya , sampai hidung mereka bersentuhan . Kemudian ia mengecup bibir Bunga kilas , membuat Bunga terlonjak .
Bunga kaget , tiba tiba wajahnya terasa panas , dan mungkin sudah merah di balik Make upnya . Bunga menajamkan pandangannya ke mata Arya , menyatakan kemarahannya . Bunga tidak terima Arya mengecup bibirnya .
"Kamu yang memintanya !" ucap Arya penuh kemenangan . Menarik tangan Bunga keluar dari kamar sambil tergelak .
"Lepasin !" Bunga berusaha menarik tangannya, tapi tidak berhasil .
Arya masih tertawa terbahak , sudah lama sakali ia tidak tertawa selepas ini . Semenjak kedua orang tuanya meninggal , baru kali ini ada yang membuatnya tertawa sampai terbahak bahak.
"Arya ! ada apa ?" tanya Nenek Marni .
Mereka semua menyusul ke bawah tangga mendengar Arya terbahak bahak .
"Lihat istriku Nek ! , dia sangat lucu !" jawab Arya setelah mereka menapakkan kaki di lantai bawah . Tawanya belum bisa ia hentikan .
Mama Indah , Pak Fariq , Nenek Marni , Rania dan Sofia , sama sama mengarahkan tatapan mereka kepada Bunga . Seperti di komando , mereka pun sama sama tertawa terbahak . Bunga sangat kelihatan lucu dan menghemaskan dengan dandanannya seperti badut kucing .
"Apa kalian terhibur !!!? , Apa kalian senang !!!? .Sampai kalian tertawa bahagia !!!" Pekik Bunga , kemudian berlari menaiki tangga kembali ke kamarnya . Bunga langsung mengunci kamarnya rapat rapat . Bunga menangis menumpahkan kesedihannya . Tadi Bunga berharap Arya tidak suka atau malu dengan dandanannya , tapi Bunga salah , malah ia menjadi bahan tertawaan keluarganya . Bunga tidak terima di tertawai .
"Aldo..!" pemilik nama itu yang Bunga harapkan sekarang datang memeluknya , menghapus air matanya .
Kenapa ia tidak lahir sebagai laki laki aja ?. supaya perjodohan itu hangus . Rasa syukur itu hilang seketika dari diri Bunga .
"Bunga ! sayang ! , Buka pintunya sayang !" Sahut Mama Indah dari luar .
Bunga tidak mendengarnya , pura pura tidak mendengarnya . Bunga berpikir , apa setiap wasiat orang yang sudah meninggal itu harus di jalankan ? . Bagaimana jika wasiatnya keburukan ?. Apa harus di jalankan juga ?. Bunga menangis , menurutnya itu tidak benar .
Arya ! , Apa yang ia pikirkan ? , kenapa dia tidak merasa terbebani pernikahan wasiat Kakeknya itu ? . dia terlihat enjoi aja ! pikir Bunga .
Di ruang tamu , tiba tiba Nenek Marni merasa dadanya sesak . Tubuhnya lunglai dan hampir terjatuh jika Arya tidak langsung menagkapnya .
"Nenek !" Arya langsung kawatir , melihat Neneknya langsung tidak sadarkan diri di pelukannya .
"Nenek !"
.
__ADS_1
.
.