Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 13


__ADS_3

Mama Indah memasuki kamar Bunga untuk menjemput Bunga , karna ijab kabul akan segera di mulai .


"Sudah siap sayang ?" Tanya Mama Indah sembari melangkahkan kakinya mendekanti Bunga yang duduk di kursi meja rias .


Bunga tidak menjawab , Ia hanya memanyunkan bibirnya . Memandangi wajahnya di cermin yang terlihat cantik dengan make up pengantin .


"Ayo turun , ijab kabulnya akan segera di mulai" ajak Mama Indah .


"Bunga gak mau Ma ! , suruh si Burung Gagak itu menjemputku sendiri setelah ia selesai dengan tugasnya di bawah" tolak Bunga .


"Gak bisa seperti itu sayang ! , semua orang sudah pada menunggu di bawah" ujar Mama Indah .


"Itu salah satu syarat untuk menikahi Bunga Ma !." Bunga memang sangat pintar ber alibi . di balik otaknya yang kerdil , dia memiliki kelebihan beralibi yang benar dan tepat sasaran .


"Baiklah ! , Mama akan sampaikan kepada mereka" pasrah Mama Indah .Melangkahkan kakinya keluar dari kamar Bunga , menuruni anak tangga ke ruang tamu .


"Ma ! , Bunganya mana ?" tanya Pak Fariq , melihat Mama Indah datang sendirian .


"Iya Ma ! , Bunga mana ?" Rania yang bertanya .


"Apa Kak Bunga kabur seperti di novel novel Ma ?" Sofia bertanya , otak nya berkelana ke cerita cerita novel yang di bacanya . Pengantin kabur karna dipaksa menikah .


Semua yang ada di ruang tamu menoleh ke arah Mama Indah .


"Bunga bilang , dia ingin Arya yang menjemput dia setelah selesai mengucapkan ijab kabul" jawab Mama Indah . Kemudian duduk di samping suamainya .


Semua orang bernapas lega , hampir saja mereka sepemikiran dengan Sofia . Bunga kabut karna terpakasa menikah .


"Tidak masalah , ayo kita mulai saja ijab kabulnya " Nenek marni yang berbicara . Penghulu yang di undang dari KUA pun menganggukkan kepalanya pertanda setuju .


"Ada ada aja itu anak !" Pak Fariq menggeleng gelengkan kepalanya . Putri kedua mereka itu , selalu saja tingkahnya aneh aneh .


"Saya terima nikahnya Bunga Adelwis binti Zainal Abidin dengan mahar seperangkat alat shalat dan uang tunai 17 juta dibayar tunai !"


Arya mengucapkan ijab kabul hanya dengan sekali tarikan napas .


"Bagaimana saksi ?" tanya Pak penghulu .


"SAH !"

__ADS_1


Seru semua yang ada di ruangan itu bernapas lega . Kemudian di lanjutkan dengan membaca do'a .


Selesai membaca do'a , Arya pun menyalam Pak Fariq , Mama Indah dan Nenek Marni dan penghulu yang meminpin jalannya ijab kabul .


"Nak Arya ! sana jemput istrimu !" suruh Mama Indah .


"Iya Tante" jawab Arya , sedikit menganggukkan kepalanya .


"Kok Tante ? , Mama dong !" ujar Mama Indah , Mama Indah memanyunkan bibirnya , sok imut .


"Iya..Ma !" jawab Arya .


"Ayo sana cepat ! , gak usah malu malu !" suruh Mama Indah lagi , karna Arya masih belum beranjak dari duduknya .


Iya Ma !" jawab Arya lagi ," Pak ! Nenek ! Arya ke atas dulu !" pamit Arya , sedikit merasa sungkan .


"Pintu kamar Bunga ! berwarna Biru..!" seru Mama Indah , setelah Arya sampai di pertengahan tangga .


Arya pun langsung berjalan ke arah pintu berwarna Biru tua dilantai dua rumah Bunga . Arya menarik napasnya dalam lalu mengeluarkannya agak kasar untuk menetralkan jantungnya yang berpacu . Ia sangat gugup untuk menemui istrinya pertama kali . Kemudian Arya mengetok pintu kamar Bunga tiga kali .


"Masuk !" sahut dari dalam .


Arya pun memutar knop pintu di depannya dan langsung mendorongnya . Ia melihat Bunga duduk di tepi ranjang dengan memakai kebaya putih , rambutnya di sanggul rapi kebelakang menghadap jendela membelakanginya .


"Walaikum salam !" balas Bunga tanpa ingin melihat ke arah Arya .


"Bunga ! ayok ! semua sudah menunggu di bawah !" ajak Arya , berjalan mendekati Bunga .


Bunga diam tidak menjawab , pandangannya masih setia menghadap jendela kamarnya .


"Bunga !" panggil Arya lagi .


Melihat Arya sudah berdiri di sampingnya , Bunga pun memutar kepalanya ke arah Arya yang melihatnya .


"Bu..bunga !" ucap Arya terbata .Ia kaget melihat wajah Bunga yang di make up seperti kucing . Bibir merah berbentuk Love, di samping kiri kanannya di buat garis garis hitam seperti kumis , di ujung hidung Bunga diberi warna hitam berbentuk bulat . Di tulang pipinya di kasih blush on tebal dan di tengah tengahnya ada gambar ikan berwarna putih . Kelopak matanya berwana biru muda ada bling blingnya . Ujung alisnya di buat menjuntai ke atas , sangat aneh dan lucu .


"Selamat datang suamiku !" Bunga berdiri dari tempat duduknya , meraih tangan Arya lalu menciumnya dengan senyum menyeringai lebar ."Apa kamu tidak ingin mencium istrimu ini suamiku ?" ucapnya lagi . Ia berharap Arya kapok menikahinya .


Arya mengulum senyumnya , melangkah mendekati bunga , Sangat dekat , jarak mereka tidak sampai satu jengkal .

__ADS_1


"Tentu aku akan menciummu istriku !"


Kemudian Arya membungkukkan badannya , mendekatkan wajahnya ke wajah Bunga . refleks Bunga menjauhkan wajahnya , yang langsung di tahan tangan Arya dari belakang . Arya semakin mendekatkan wajahnya , sampai hidung mereka bersentuhan . Kemudian ia mengecup bibir Bunga kilas , membuat Bunga terlonjak .


Bunga kaget , tiba tiba wajahnya terasa panas , dan mungkin sudah merah di balik Make upnya . Bunga menajamkan pandangannya ke mata Arya , menyatakan kemarahannya . Bunga tidak terima Arya mengecup bibirnya .


"Kamu yang memintanya !" ucap Arya penuh kemenangan . Menarik tangan Bunga keluar dari kamar sambil tergelak .


"Lepasin !" Bunga berusaha menarik tangannya, tapi tidak berhasil .


Arya masih tertawa terbahak , sudah lama sakali ia tidak tertawa selepas ini . Semenjak kedua orang tuanya meninggal , baru kali ini ada yang membuatnya tertawa sampai terbahak bahak.


"Arya ! ada apa ?" tanya Nenek Marni .


Mereka semua menyusul ke bawah tangga mendengar Arya terbahak bahak .


"Lihat istriku Nek ! , dia sangat lucu !" jawab Arya setelah mereka menapakkan kaki di lantai bawah . Tawanya belum bisa ia hentikan .


Mama Indah , Pak Fariq , Nenek Marni , Rania dan Sofia , sama sama mengarahkan tatapan mereka kepada Bunga . Seperti di komando , mereka pun sama sama tertawa terbahak . Bunga sangat kelihatan lucu dan menghemaskan dengan dandanannya seperti badut kucing .


"Apa kalian terhibur !!!? , Apa kalian senang !!!? .Sampai kalian tertawa bahagia !!!" Pekik Bunga , kemudian berlari menaiki tangga kembali ke kamarnya . Bunga langsung mengunci kamarnya rapat rapat . Bunga menangis menumpahkan kesedihannya . Tadi Bunga berharap Arya tidak suka atau malu dengan dandanannya , tapi Bunga salah , malah ia menjadi bahan tertawaan keluarganya . Bunga tidak terima di tertawai .


"Aldo..!" pemilik nama itu yang Bunga harapkan sekarang datang memeluknya , menghapus air matanya .


Kenapa ia tidak lahir sebagai laki laki aja ?. supaya perjodohan itu hangus . Rasa syukur itu hilang seketika dari diri Bunga .


"Bunga ! sayang ! , Buka pintunya sayang !" Sahut Mama Indah dari luar .


Bunga tidak mendengarnya , pura pura tidak mendengarnya . Bunga berpikir , apa setiap wasiat orang yang sudah meninggal itu harus di jalankan ? . Bagaimana jika wasiatnya keburukan ?. Apa harus di jalankan juga ?. Bunga menangis , menurutnya itu tidak benar .


Arya ! , Apa yang ia pikirkan ? , kenapa dia tidak merasa terbebani pernikahan wasiat Kakeknya itu ? . dia terlihat enjoi aja ! pikir Bunga .


Di ruang tamu , tiba tiba Nenek Marni merasa dadanya sesak . Tubuhnya lunglai dan hampir terjatuh jika Arya tidak langsung menagkapnya .


"Nenek !" Arya langsung kawatir , melihat Neneknya langsung tidak sadarkan diri di pelukannya .


"Nenek !"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2