Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 82


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu tiga hari berbukan madu. Seharian ini mereka berkeliling berwisata di pulau yang sangat kental dengan budaya itu dan berbelanja memebeli oleh oleh buat keluarga dan para sahabat.Untk mengakhiri liburan singkat mereka. Bunga dan Arya kini lagi berkemas kemas untuk kembali pulang ke kota tempat tinggal mereka. Karna besok mereka harus kembali ke sekolah.


"Sayang ! mandilah, biar aku aja yang membereskan semua"suruh Arya.


"Tiggal sedikit lagi aja, nanggung, kamu aja yang mandi duluan" balas Bunga. memasukkan belanjaannya tadi ke dalam koper. Entah apa saja yang di beli Bunga, sampai sampai belanjaannya penuh dua koper. Mungkin uang tabungan Arya sudah menipis.


Tak menjawab lagi, Arya segera masuk ke kamar mandi. Karna dua jam lagi mereka harus sampai di bandara.


.


.


Bangun tidur, Arya dan Bunga sama sama berlari ke kamar mandi.


Oek oek oek oek....!


Oek oek oek oek...!


Mereka sama sama memuntahkan isi perut mereka ke washtapel di kamar mandi. Setelah rasa mual muntah mereka mereda, mereka saling pandang.


"Apa kita keracunan makanan ?"tanya Bunga.


"Gak tau sayang !" jawab Arya wajahnya nampak merah dan berkeringat. Kembali mual dan muntah lagi .Begitu juga dengan Bunga.


Tubuh mereka sama sama lemah keluar dari dalam kamar mandi. Mereka sudah selesai mandi, mereka pun langsung bersiap siap untuk berangkat kesekolah.


Selesai dengan seragam sekolahnya, Bunga langsung keluar kamar turun ke bawah, untuk membuatkan teh hangat untuk mereka berdua. Sampai di dapur Bunga langsung mengambil panci kecil, mengisinya dengan air dan meletakkannya di atas kompor.Bunga mengambil dua gelas mengisinya dengan gula, dan teh celup, menyeduhnya dengan air yang sudah di panaskannya tadi.


Bunga juga menyiapkan sarapan seadanya untuk mereka, hanya roti tawar di beri selai. Karna tubuh Bunga juga yang merasa lemas habis muntah. Bunga tidak kuat untuk memasak.


"Sayang ! apa kamu sudah gak apa apa ?" Arya datang mengusul Bunga ke dapur. Wajahnya sudah terlihat baik baik saja, meski sedikit terlihat lemah. Mungkin karna muntah muntah tadi, perutnya kosong sama sekali.


"Sudah mendingan !"


Bunga duduk di kursi meja makan di samping Arya yang sudah duduk terlebih dahulu. Dan langsung memakan roti yang sudah di berinya selai kacang.


Setelah meminum teh hangat buatan istrinya, Arya pun merasa perutnya langsung baikan. Arya juga langsung memakan roti yang sudah di beri selai nanas oleh istrinya.


Sampai di sekolah, tubuh yang masih sama sama sedikit lemah itu. Berjalan bergandengan tangan, dari perkiran memasuki gedung sekolah. Arya mengantar Bunga ke dalam kelasnya, seperti itu setiap hari, sepertinya sudah menjadi rutinitas Arya, penghuni sekolah pun sudah terbiasa melihatnya. Tidak ada yang berani protes, semua mencari aman.

__ADS_1


Sampai di dalam kelas Bunga, Arya mengecup ujung kepala istri yang masih memakai seragam putih abu abu itu.


"Selamat belajar sayang !"ucap Arya, lalu pergi.


Bunga tampak biasa saja, meski di hatinya sangat bahagia. Mungkin karna sudah terbiasa dengan perlakuan manis Arya selama ini.


Besok Harinya


Lagi, Arya dan Bunga sama sama memuntahkan isi perut mereka ke washtapel. Setelah itu mereka berdua akan baik baik saja meski tak minum obat.


"Sayang ! kita periksa ke Dokter ya !, pagi ini kita ijin terlambat ke sekolah aja !"ucap Arya. Sudah dua hari mereka sama sama mual dan muntah di pagi hari tanpa sebab. Bunga mengangguk setuju, karna ia juga kawatir dengan dirinya dan suami, takut ada penyakit dalam. Pagi itu mereka pun pergi ke rumah sakit.


Di ruang periksa, Arya dan Bunga bergantian berbaring di atas bad tempat Dokter memeriksa pasiennya.


"Semuanya Normal dan tidak ada masalah !" ucap Dokter umum itu kepada Arya.


"Tapi kenapa sudah dua hari ini saya dan istri saya mual dan muntah setiap pagi?" Arya sedikit tidak percaya dengan diaknosa Dokter yang sudah pukuhan Tahun itu berkecimpung di Dunia kedokteran.


"Coba kita periksa istri Bapak" ucap Dokter itu.


Tadi Bunga sudah di minta Dokter untuk di periksa lebih dulu, tapi Bunga tidak mau. Ia menyuruh Arya yang duluan.


"Kapan terakhir datang Bulan ?"tanya Dokter itu.


"Hah ?" Bunga malah mengalihkan pandangannya ke arah Arya yang berdiri di sampingnya. Dengan pertanyaan pertanyaan berputar putar mengelilingi kepalanya. Paham sudah pertanyaan Dokter itu. Bunga berpikir, kenapa ia bisa hamil, bukankah dia selalu meminum pil pencegah kehamilan ?. Ya ! Bunga dan Arya sudah sepakat merencanakan punya anak setelah Bunga lulus sekolah. Karna Arya ingin Bunga pokus dulu dengan pendidikannya, meski Bunga sudah sangat menginginkan punya anak.


Malah Bunga yang menggebu gebu ingin memiliki anak, bukan Arya. Arya jika menunda punya anak, sampai Bunga lulus kuliah pun, tidak masalah baginya.Yang penting hati istrinya bahagia di sampingnya.


"Menurut pemeriksaan saya, anda hamil. untuk lebih jelas, silahkan kalian periksakan ke Dokter kandungan" jelas Dokter itu, melihat oasangan suami istri itu terdiam saling berpandangan.


"Kok bisa Dok ?, selama ini istri saya mengkonsumsi pencegah kehamilan !" tanya Arya bingung.


"Mungkin istri Bapak pernah lupa meminumnya. jika mengkonsumsi pil pencegah kehamilan, harus rutin, tidak boleh lupa" jelas Dokter itu.


Pertanyaan pertanyaan itu masih berputar putar mengelilingi kepala Bunga. Mengingat ngingat kapan ia lupa meminum pencegah kehamilan itu ?. Bunga tidak ingat sama sekali.


"Sayang ! apa pernah kamu gak meminumnya ?"tanya Arya.


"Gak tau ! aku lupa, seingatku aku selalu meminumnya" jawab bunga. Wajahnya terlihat berbinar, senangnya hati Bunga, ia akan memiliki anak. Bunga tersenyum sambil mengelus elus perutnya yang masih rata.

__ADS_1


Arya juga tersenyum, tentu Arya juga bahagia akan segera memiliki anak. Arya membantu Bunga turun dari atas bad pemeriksaan. Keluar dari ruangan Dokter umum itu, mereka pun duduk mengantri di depan ruangan periksa Dokter kandungan, setelah mendapatkan no antrian.


Dari tadi Arya tidak berhenti mengecup ngecup ujung kepala Bunga yang dari tadi menyandar manja di dada Arya.Tidak peduli dengan orang sekitar, hari ini Arya terlalu bahagia.


Arya dan Bunga langsung berdiri dari tempat duduk mereka, setelah mendengar nama Bunga di panggil. Arya menuntun Bunga berjalan masuk ke ruangan Dokter kandungan tersebut, padahal Bunga masih bisa berjalan dengan baik.


"Apa sudah pernah periksa ?"tanya Dokter kandungan itu. Setelah Arya dan Bunga duduk di kursi yang berada di sebrang mejanya.


"Belum Dok !" Arya yang menjawab.


"Ayo istrinya silahkan berbaring di sana !, kita langsung USG aja ya !" ucap Dokter wanita berparas cantik itu ramah. Dilihat Dari wajahnya , Dokter itu masih muda.


Bunga menganggukkan kepalanya seraya tersenyum, meski jantungnya terasa degdegan. Bunga berdiri dari tempat duduknya, Arya langsung menuntunnya, dan membatunya naik ke atas bad pemeriksaan.


Bunga pun membaringkan tubuhnya, Perawat yang ada di ruangan itu, langsung menutup bagian bawah tubuh Bunga dengan selimut sampai ke pinggang. Kemudian menyibak dress Bunga sampai menampangkan permukaan perut Bunga, lalu mengoleskan jel yang terasa dingin dan ada rasa mintnya di permukaan perut bagian bawah Bunga.


Arya memegang sebelah tangan Bunga, Bunga langsung memegang tangan Arya erat. Nampak sekali istrinya itu tegang, sampai Arya merasakan telapak tangannya lembab. Arya pun mengusap kepala Bunga. Bunga langsung menoleh kepada Arya, di lihatnya Arya tersenyum, dengan wajah berbinar.


Mereka berdua terlihat sama sama tegang, jantung mereka sama sama berdebar kencang.


"Pak ! Bu ! lihat kelayar ya !"ucap Dokter yang sudah menempelkan alat USG itu ke perut Bunga, lalu menggeser gesernya.


Refleks Bunga dan Arya mengalihkan pandangan mereka ke layar LED yang berikuran 42 inc yang menempel di dinding.


Dokter itu menghentikan gerakan tangannya, setelah ia melihat apa yang di cari di dalam perut wanita yang masih sangat muda itu. Dokter itu pun menunjuk photo yang masih sebesar biji kacang ijo yang berada di layar datar itu.


"Selamat ya Pak ! Bu ! kalian akan menjadi orang tua. Ini photo calon anak kalian" ucap Dokter itu ramah.


Bunga dan Arya kembali saling berpandangan, mata mereka sama sama berkaca kaca.


"Sayang..!" Arya langsung memeluk Bunga yang masih terbaring. Arya menangis, menangis bahagia tentunya.


"Kita akan segera punya anak !, kita akan segera memiliki keluarga kandung!" ucap Arya dalam tangisnya. Arya pun menciumi seluruh wajah Bunga, tidak peduli dengan keberadaan Dokter dan perawat yang ada di ruangan itu. Air matanya sampai jatuh ke wajah Bunga yang juga sudah menumpahkan air matanya. Membuat wajah Bunga banjir mandang dengan air mata.


Kedua anak manusia yang menjalani hidup kesepian itu pun saling berpelukan. Sama sama menangis terharu.


.


.

__ADS_1


__ADS_2