Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab43


__ADS_3

"Bunga kenapa ?" tanya Arya , melihat Bunga di gendongan Gandi . Dan langsung mengambilnya Bunga dari gendongannya .


"Badannya panas Pak ! , sepertinya dia demam"jawab Gandi .


"Trimakasih ya !" ucap Arya ," Tari , Vani , kalian tolong jaga Bunga di UKS . Gandi sama Leo kembali ke kelas aja" ucapnya lagi .


"Iya Pak !" balas Gandi dan Aldo bersamaan .


Arya pun membawa Bunga ke UKS di ikuti Tari dan Vani dari belakang . Tentu itu tidak luput dari perhatian siswa siswi yang melihatnya , hampir semua memandang tak suka , tentunya iri dan cemburu kepada Bunga.


Sampai di dalam ruangan UKS , Arya langsung meminta obat penurun panas kepada orang yang bertugas di UKS . Vani dan Tari pun mengambil baskom dan handuk kecil untuk mengompres Bunga .


"Sayang ! ayo minum obat dulu !" ucap Arya kepada Bunga yang sudah terbangun , nampak wajahanya pucat dan terlihat sangat lemah .


Mendengar Arya memanggil Bunga sayang ,, Vani dan Tari dan seorang petugas UKS , saling pandang . Bukankah mereka bertunagan karna di jodohkan , Arya menerima bertunangan dengan Bunga terpaksa karna balas Budi ?. Tapi kenapa kelihatannya Arya begitu menyayangi Bunga ?, pertanyaaan itu sama sama muncul di pikiran mereka .


Bunga tidak menjawab ,ia hanya menatap Arya sayu , karna kepalanya yang sakit. Arya pun membatu Bunga duduk , menyandarkan Bunga ke dadanya . kemudian memasukkan obat penurun panas ke mulut Bunga , kemudian memberi Bunga minum dengan air minum botol kemasan .


"Istirahatlah ! , Vani dan Tari akan menemanimu di sini " ucap Arya lagi , membantu Bunga berbaring , dan menarik selimut menutup tubuh Bunga sampai ke dada .


"Vani ! Tari ! , tolong kalian temani Bunga ya ! , Bapak harus mengajar dulu" pinta Arya kepada kedua sahabat Bunga .


"Iya Pak !" balas Vani dan Tari bersamaan .


"Sayang ! aku mengajar dulu , nanti aku kesini lagi !" pamit Arya kepada Bunga mengusap usap kepala Bunga ,kemudian mencium keningnya . Bunga menganggukkan kepalanya pelan , lalu memejamkan matanya yang terasa berat . Arya pun keluar dari ruang UKS , meninggalkan pertanyaan di benak Tari ,Vani dan pentugas UKS.


Setelah Arya menghilang di balik pintu , Vani dan Tari pun mendekati Bunga yang terbaring di atas brankar .Kemudian Tari memeras handuk kecil yang sudah di celupinya ke air hangat , lalu menempelkannya ke kening Bunga .


"Bubu !, kenapa kamu bisa sakit ?" tanya Vani , mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di samping brankar.


Bunga mencebikkan bibirnya mendengar pertanyaan Vani ."Mana kutau ! , kalau kutau , sudah kubasmi terlebih dahulu virus yang membuatku sakit" jawab Bunga , dengan mata terpejam . Meski dia sakit , otak jeniusnya menjawab Pertanyaam masihlah sangat berpungsi dengan baik .


"Mana tau kamu kecapean ! masuk angin dan sebagainya , gitu !" balas Vani .


"Mana kutau Vani ! , diamlah ! aku mau tidur !" geram Bunga , matanya ngantuk berat ingin tidur , Badannya juga terasa remuk , kepalanya pusing , Vani malah mengajaknya mengobrol .


"Ya udah ! tidurlah !, aku hanya bertanya , gak usah marah " ucap Vani .


"Kamu sih ! udah tau Bunga sakit , mau istirahat masih kamu tanya tanya . Gak nampak tuh ! mukanya pucat ?" ujar Tari kepada Vani .


"Dia 'kan tinggal jawab ! , apa susahnya ? , mulutnya 'kan gak sakit" Vani membela diri .


Bunga memutar bola matanya jengah , mendengar kedua sahabatnya mengobrol di sampingnya . Bagaimana ia bisa tidur ?.

__ADS_1


"Kalian bisa diam gak ? , aku mau tidur ! , jangan ada yang berisik !" kesal Bunga .


Vani dan Tari pun diam , tidak berani bicara lagi . Mereka sama sama memandangi wajah Bunga dengan pikiran masing masing . Mereka masih penasaran tadi malam , kira kira apa yang terjadi dengan Bunga dan Pak Guru tampan mereka itu . Kenapa Bunga bisa sampai sakit ?, pikiran kotor mereka sudah sama sama melanglang buana kemana mana .


Tanpa mereka sadari , mereka malah tertidur , dengan posisi duduk di kursi , menjatuhkan kepala mereka ke pinggir brankar .


Dua jam berlalu , Bel istirahat kedua pun berbunyi . Arya pun segera keluar dari dalam kelasnya mengajar , yang kebetulan di kelas Zoya .


"Silahkan istirahat !" ucap Arya , sambil melangkahkan kakinya keluar dari dalam kelas .


Zoya melihatnya , menatap punggung Arya sampai menghilang di balik pintu , dengan tatapan yang hanya dia yang mengerti . Kemudian menarik bibirnya kesamping .


Arya melangkahkan kakinya langsung ke ruang UKS , ia ingin melihat Bunga . Setelah mengetok pintu , Arya pun mendorong daun pintu ruang UKS tersebut .


Arya menggelengkan kepalanya , melihat ketiga gadis itu tertidur pulas .


Apa mereka tadi malam juga begadang ?, batin Arya . melihat Vani dan Tari tertidur pulas dengan posisi duduk .


Arya melangkahkan kakinya kesisi sebelah brankar . Dan langsung menempelkan tangannya ke leher Bunga , mengecek apakah demam Bunga sudah turun atau belum . Arya menghela napas lega , karna Bunga demamnya sudah turun .


Kemudian Arya mengambil handuk yang menempel di kening Bunga , lalu menciumnya . Wajah Arya berbinar memandangi wajah Bunga , satu tangannya terangkat mengusap usap kepala Bunga . Mengingat percintaannya mereka tadi malam , Bunga sudah menjadi miliknya seutuhnya .


Ceklek


"Gimana keadaan Bunga Pak ?" tanya Gandi datang bersama Leo .


"Demamnya sudah turun !" jawab Arya ."Apa kalian sudah tau siapa orang yang memasukkan obat ke minuman Bunga ?" tanya Arya .


"Sudah Pak ! , tapi sebaiknya kita jangan membicarakannya disini Pak !" jawab Gandi . Arya menganggukkan kepalanya , setuju .


"Ya sudah ! , kalian bagunin Tari sama Vani !" suruh Arya .


Gandi dan Leo langsung mengalihkan tatapan mereka ke arah Vani dan Tari yang tidur membungkuk ke brankar yang sudah melanglang buana ke alam mimpi di siang bolong .


"Kebakaran kebakaran kebakaran !!!" heboh Gandi tiba tiab, kemudian mencelupkan tangannya ke baskom yang berisi air bekas kompresan Bunga . Memercikkannya ke wajah Vani dan Tari bergantian .


Refleks Tari dan Vani terbangun dan langsung heboh , berlari lari tidak jelas di ruangan UKS .


"Mana mana mana mana kebakaran ?" ucap Vani berputar putar , menengadahkan wajahnya ke atas , mencari cari api .


Dan Tari , ia tiarap masuk ke bawah kolong brankar , untuk berlindung .


Bunga yang kaget pun ikut terbangun dan langsung melompat dari atas brankar , berlari masuk ke dalam toilet di ruangan UKS . Kemudian keluar dengan membawa satu ember air .

__ADS_1


"Mana apinya ? mana mana mana mana ...!" ucap Bunga , memutar mutar tubuhnya mencari cari dimana ada api.


"Sayang !" panggil Arya , mendekati Bunga yang membawa satu ember air . Ia geleng geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah aneh kelima remaja itu .


jangan ditanya , Gandi dan Leo , mereka sudah tertawa terbahak bahak , sambil memegangi perut mereka . Melihat Vani Tari dan Bunga yang heboh dan panik berjama ah .


"Gak ada kebakaran sayang !" Arya mengambil ember yang berisi air dari tangan Bunga , mengembalikannya ke dalam toilet .


Gandi dan Leo masih tertawa tawa , Bunga yang sadar di kerjain pun lansung menajamkan pandangannya ke arah Gandi dan Leo .


"Sepertinya kalian mengajak berantem ?" ucap Bunga , berjalan ke arah Gandi dan Leo sambil berkacak pinggang . Dan..


Bukhh !


Bukhh !


Tawa Gandi dan Leo langsung terhenti , karna Bunga melayangkan tinju ke perut mereka bergangian .


"Gandi ! Leo ! ayo kita tinju !" ajak Bunga , berbicara dengan santai , menghiraukan Gandi dan Leo yang meringis kesakitan .


"Sayang !" tegur Arya lagi , melihat Bunga melayangkan tinju ke perut Gandi dan Leo bergantian .


"Kamu makan apa sih Bunga , tenagamu kaya tenaga cowok ?" tanya Gandi , sambil memegangi perutnya yang lumayan nikmat.


"Makanya jangan main main denganku !" ucap Bunga lagi . Memutar tubuhnya berjalan santai kembali berbaring ke atas brankar .


"Sayang ! sebentar lagi bel masuk ! , ayo kembali ke kelasmu !" suruh Arya , karna melihat Bunga sudah sembuh dan bertenaga .


"Aku masih sakit !" manja Bunga memejamkan matanya .


"Barusan bisa ngangkat air satu ember , dan sanggup meninju Gandi sama Leo !" ujar Arya .


"Gak mau !" berbicara dengan mengerucutkan bibirnya .


Aneh bin ajaib !, batin Arya , menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bunga yang berobah obah dalam sekejab .


"Rasain !" ujar Vani kepada Gandi , kesal karna sudah di kerjain .


Tari pun keluar dari kolong brankar , menatap tajam ke arah Leo .


"Kita putus !" kutus Tari .


Vani dan Tari pun keluar dari ruang UKS dengan persaan kesal , kembali ke kelas mereka .

__ADS_1


__ADS_2