
"Bunga kenapa ?" tanya Arya , melihat Bunga di gendongan Gandi . Dan langsung mengambilnya Bunga dari gendongannya .
"Badannya panas Pak ! , sepertinya dia demam"jawab Gandi .
"Trimakasih ya !" ucap Arya ," Tari , Vani , kalian tolong jaga Bunga di UKS . Gandi sama Leo kembali ke kelas aja" ucapnya lagi .
"Iya Pak !" balas Gandi dan Aldo bersamaan .
Arya pun membawa Bunga ke UKS di ikuti Tari dan Vani dari belakang . Tentu itu tidak luput dari perhatian siswa siswi yang melihatnya , hampir semua memandang tak suka , tentunya iri dan cemburu kepada Bunga.
Sampai di dalam ruangan UKS , Arya langsung meminta obat penurun panas kepada orang yang bertugas di UKS . Vani dan Tari pun mengambil baskom dan handuk kecil untuk mengompres Bunga .
"Sayang ! ayo minum obat dulu !" ucap Arya kepada Bunga yang sudah terbangun , nampak wajahanya pucat dan terlihat sangat lemah .
Mendengar Arya memanggil Bunga sayang ,, Vani dan Tari dan seorang petugas UKS , saling pandang . Bukankah mereka bertunagan karna di jodohkan , Arya menerima bertunangan dengan Bunga terpaksa karna balas Budi ?. Tapi kenapa kelihatannya Arya begitu menyayangi Bunga ?, pertanyaaan itu sama sama muncul di pikiran mereka .
Bunga tidak menjawab ,ia hanya menatap Arya sayu , karna kepalanya yang sakit. Arya pun membatu Bunga duduk , menyandarkan Bunga ke dadanya . kemudian memasukkan obat penurun panas ke mulut Bunga , kemudian memberi Bunga minum dengan air minum botol kemasan .
"Istirahatlah ! , Vani dan Tari akan menemanimu di sini " ucap Arya lagi , membantu Bunga berbaring , dan menarik selimut menutup tubuh Bunga sampai ke dada .
"Vani ! Tari ! , tolong kalian temani Bunga ya ! , Bapak harus mengajar dulu" pinta Arya kepada kedua sahabat Bunga .
"Iya Pak !" balas Vani dan Tari bersamaan .
"Sayang ! aku mengajar dulu , nanti aku kesini lagi !" pamit Arya kepada Bunga mengusap usap kepala Bunga ,kemudian mencium keningnya . Bunga menganggukkan kepalanya pelan , lalu memejamkan matanya yang terasa berat . Arya pun keluar dari ruang UKS , meninggalkan pertanyaan di benak Tari ,Vani dan pentugas UKS.
Setelah Arya menghilang di balik pintu , Vani dan Tari pun mendekati Bunga yang terbaring di atas brankar .Kemudian Tari memeras handuk kecil yang sudah di celupinya ke air hangat , lalu menempelkannya ke kening Bunga .
"Bubu !, kenapa kamu bisa sakit ?" tanya Vani , mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di samping brankar.
Bunga mencebikkan bibirnya mendengar pertanyaan Vani ."Mana kutau ! , kalau kutau , sudah kubasmi terlebih dahulu virus yang membuatku sakit" jawab Bunga , dengan mata terpejam . Meski dia sakit , otak jeniusnya menjawab Pertanyaam masihlah sangat berpungsi dengan baik .
"Mana tau kamu kecapean ! masuk angin dan sebagainya , gitu !" balas Vani .
"Mana kutau Vani ! , diamlah ! aku mau tidur !" geram Bunga , matanya ngantuk berat ingin tidur , Badannya juga terasa remuk , kepalanya pusing , Vani malah mengajaknya mengobrol .
"Ya udah ! tidurlah !, aku hanya bertanya , gak usah marah " ucap Vani .
"Kamu sih ! udah tau Bunga sakit , mau istirahat masih kamu tanya tanya . Gak nampak tuh ! mukanya pucat ?" ujar Tari kepada Vani .
"Dia 'kan tinggal jawab ! , apa susahnya ? , mulutnya 'kan gak sakit" Vani membela diri .
Bunga memutar bola matanya jengah , mendengar kedua sahabatnya mengobrol di sampingnya . Bagaimana ia bisa tidur ?.
__ADS_1
"Kalian bisa diam gak ? , aku mau tidur ! , jangan ada yang berisik !" kesal Bunga .
Vani dan Tari pun diam , tidak berani bicara lagi . Mereka sama sama memandangi wajah Bunga dengan pikiran masing masing . Mereka masih penasaran tadi malam , kira kira apa yang terjadi dengan Bunga dan Pak Guru tampan mereka itu . Kenapa Bunga bisa sampai sakit ?, pikiran kotor mereka sudah sama sama melanglang buana kemana mana .
Tanpa mereka sadari , mereka malah tertidur , dengan posisi duduk di kursi , menjatuhkan kepala mereka ke pinggir brankar .
Dua jam berlalu , Bel istirahat kedua pun berbunyi . Arya pun segera keluar dari dalam kelasnya mengajar , yang kebetulan di kelas Zoya .
"Silahkan istirahat !" ucap Arya , sambil melangkahkan kakinya keluar dari dalam kelas .
Zoya melihatnya , menatap punggung Arya sampai menghilang di balik pintu , dengan tatapan yang hanya dia yang mengerti . Kemudian menarik bibirnya kesamping .
Arya melangkahkan kakinya langsung ke ruang UKS , ia ingin melihat Bunga . Setelah mengetok pintu , Arya pun mendorong daun pintu ruang UKS tersebut .
Arya menggelengkan kepalanya , melihat ketiga gadis itu tertidur pulas .
Apa mereka tadi malam juga begadang ?, batin Arya . melihat Vani dan Tari tertidur pulas dengan posisi duduk .
Arya melangkahkan kakinya kesisi sebelah brankar . Dan langsung menempelkan tangannya ke leher Bunga , mengecek apakah demam Bunga sudah turun atau belum . Arya menghela napas lega , karna Bunga demamnya sudah turun .
Kemudian Arya mengambil handuk yang menempel di kening Bunga , lalu menciumnya . Wajah Arya berbinar memandangi wajah Bunga , satu tangannya terangkat mengusap usap kepala Bunga . Mengingat percintaannya mereka tadi malam , Bunga sudah menjadi miliknya seutuhnya .
Ceklek
"Gimana keadaan Bunga Pak ?" tanya Gandi datang bersama Leo .
"Demamnya sudah turun !" jawab Arya ."Apa kalian sudah tau siapa orang yang memasukkan obat ke minuman Bunga ?" tanya Arya .
"Sudah Pak ! , tapi sebaiknya kita jangan membicarakannya disini Pak !" jawab Gandi . Arya menganggukkan kepalanya , setuju .
"Ya sudah ! , kalian bagunin Tari sama Vani !" suruh Arya .
Gandi dan Leo langsung mengalihkan tatapan mereka ke arah Vani dan Tari yang tidur membungkuk ke brankar yang sudah melanglang buana ke alam mimpi di siang bolong .
"Kebakaran kebakaran kebakaran !!!" heboh Gandi tiba tiab, kemudian mencelupkan tangannya ke baskom yang berisi air bekas kompresan Bunga . Memercikkannya ke wajah Vani dan Tari bergantian .
Refleks Tari dan Vani terbangun dan langsung heboh , berlari lari tidak jelas di ruangan UKS .
"Mana mana mana mana kebakaran ?" ucap Vani berputar putar , menengadahkan wajahnya ke atas , mencari cari api .
Dan Tari , ia tiarap masuk ke bawah kolong brankar , untuk berlindung .
Bunga yang kaget pun ikut terbangun dan langsung melompat dari atas brankar , berlari masuk ke dalam toilet di ruangan UKS . Kemudian keluar dengan membawa satu ember air .
__ADS_1
"Mana apinya ? mana mana mana mana ...!" ucap Bunga , memutar mutar tubuhnya mencari cari dimana ada api.
"Sayang !" panggil Arya , mendekati Bunga yang membawa satu ember air . Ia geleng geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah aneh kelima remaja itu .
jangan ditanya , Gandi dan Leo , mereka sudah tertawa terbahak bahak , sambil memegangi perut mereka . Melihat Vani Tari dan Bunga yang heboh dan panik berjama ah .
"Gak ada kebakaran sayang !" Arya mengambil ember yang berisi air dari tangan Bunga , mengembalikannya ke dalam toilet .
Gandi dan Leo masih tertawa tawa , Bunga yang sadar di kerjain pun lansung menajamkan pandangannya ke arah Gandi dan Leo .
"Sepertinya kalian mengajak berantem ?" ucap Bunga , berjalan ke arah Gandi dan Leo sambil berkacak pinggang . Dan..
Bukhh !
Bukhh !
Tawa Gandi dan Leo langsung terhenti , karna Bunga melayangkan tinju ke perut mereka bergangian .
"Gandi ! Leo ! ayo kita tinju !" ajak Bunga , berbicara dengan santai , menghiraukan Gandi dan Leo yang meringis kesakitan .
"Sayang !" tegur Arya lagi , melihat Bunga melayangkan tinju ke perut Gandi dan Leo bergantian .
"Kamu makan apa sih Bunga , tenagamu kaya tenaga cowok ?" tanya Gandi , sambil memegangi perutnya yang lumayan nikmat.
"Makanya jangan main main denganku !" ucap Bunga lagi . Memutar tubuhnya berjalan santai kembali berbaring ke atas brankar .
"Sayang ! sebentar lagi bel masuk ! , ayo kembali ke kelasmu !" suruh Arya , karna melihat Bunga sudah sembuh dan bertenaga .
"Aku masih sakit !" manja Bunga memejamkan matanya .
"Barusan bisa ngangkat air satu ember , dan sanggup meninju Gandi sama Leo !" ujar Arya .
"Gak mau !" berbicara dengan mengerucutkan bibirnya .
Aneh bin ajaib !, batin Arya , menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bunga yang berobah obah dalam sekejab .
"Rasain !" ujar Vani kepada Gandi , kesal karna sudah di kerjain .
Tari pun keluar dari kolong brankar , menatap tajam ke arah Leo .
"Kita putus !" kutus Tari .
Vani dan Tari pun keluar dari ruang UKS dengan persaan kesal , kembali ke kelas mereka .
__ADS_1