Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 20


__ADS_3

Arya memijit pangkal hidungnya , melihat sms bankking bertubi tubi masuk ke handphonnya , dari kartu atm yang diberikannya kepada Bunga . Bunga sudah menghabiskan uang lima juta dalam waktu satu jam , entah untuk apa ia menghabiskan uang sebanyak itu ? , entah apa yang dibelinya ?.


"Pak Arya kenapa ? sakit ?" tanya Ibu Frisilia , mereka lagi berada di ruang guru . Menajamkan pandangannya ke jari manis Arya .


Sejak kapan Pak Arya bertunangan ? , dan dengan siapa ? , batin Frisilia . Diam diam ia sudah lama menyukai Arya .


"Hanya sedikit pusing aja !" jawab Arya , mengambil buku di mejanya , kemudian krluar dari ruangan guru tersebut , untuk melanjutkan proses mengajarnya ke kelas lain .


"Pak Arya sudah tunangan ?" tanya Frisilia tidak tahan memendam penasarannya .


Arya memutar tubuhnya ke arah Frisilia yang berjalan di belajangnya .


"Sudah !" jawab Arya tersenyum .


"Dengan siapa ?, saya gak pernah lihat Bapak dekat dengan cewek manapun ?." Tanya Frisilia semakin penasaran .


Frisilia adalah adik kelas Arya waktu SMA , dua Tahun di bawahnya , dari dulu Frisilia sudah menyukai Arya , Tapi tidak berani mengungkapkannya . Ia menjadi guru di SMA HARAPAN , karna mengikuti Arya , supaya bisa dekat dengan Arya .


"Suatu saat kamu pasti akan tau siapa ! , sekarang belum waktunya" jawab Arya .


"Kak Arya !" panggil Frisilia , matanya berkaca kaca memandang Arya .


"Kita dilingkungan sekolah Bu Frisil ! , berbicaralah dengan Formal , jangan sampai ada yang memdengarnya , orang bisa salah paham" jelas Arya .


"Dari dulu aku menyukaimu dan mencintaimu , sekalipun kamu tidak pernah memandangku !" lirih Frisilia .


Arya sudah tau itu dari jaman mereka SMA , kalau Frisilia menyukainya . Tapi Arya tidak menyukainya , meski Frisilia gadis yang pintar dan cantik .


"Permisi Bu Frisil ! saya harus mengajar" pamit Arya , tidak menanggapi ucapan Frisilia .Melangkahkan kakinya menuju kelas yang akan di tujunya .


Frisilia memandangi punggung Arya yang semakin menjauh meninggalkannya sampai menghilang di balik pintu kelas Arya untuk mengajar . Kemudian Frisilia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas tempatnya akan mengajar .


Gosip tentang Arya sudah bertunangan sudah beredar kesetiap penjuru sudut sekolah . Hari ini sudah menjadi hari patah hati seluruh siswa siswi dan para guru perempuan yang masih jomlo . Semua siswi pada sibuk kasak kusuk membicarakan berita pertunangan guru tampan idola mereka itu . Semangat belajar mereka hilang seketika , harapan mereka hilang sudah untuk mendapatka cinta seorang Arya ,guru tertampan di sekolah .


"Masih tungangan 'kan !, sebelum janur kuning melegkung ,harapan itu masih ada " ujar salah satu siswi yang menggilai Arya .


"Tapi aku gak ingin menjadi petor !" ucap salah satu temannya .


"Petor ?"


"Perebut tunangan orang !"


"Kira kira siapa ya yang beruntung mendapatkan pak Arya ?" tanya salah satu teman siswi itu .


"Pasti orangnya sangat cantik , secara kan Pak Arya sangat tampan" ucap temannya yang satu lagi .


"Mungkin !" ucap ke empat siswi itu dengan nada lemah , sama sama menyangga dagunya dengan tangan di atas meja kelas mereka .

__ADS_1


Arya berjalan dengan santai dengan wajah datar tanpa senyum melewati lorong sekolah menuju ke parkiran mobilnya , tanpa terlepas dari sorot para siswi siswi yang melihatnya dan yang lebih tepat mengidolakannya . gosip tentang pertunangannya sudah sampai ke telinganya . Tadi ia tidak sengaja mendengar para siswi membicarakannya . Tiba tiba..


Brukkh !


"Aw !"


Seorang siswa terjatuh karna menabrak tubuhnya dengan tidak sengaja .


"Aduh ! kakiku sakit banget !" ringis siswi yang bernama Zoya Farosa itu , sambil memijat mijat pergelangan kakinya .Dia adalah siswi yang paling cantik, selain cantik dia juga pintar .


"Zoya ! kamu tidak apa apa ?" tanya Arya .


"Kakiku sakit Pak ! , sepertinya keseleo" jawab Zoya , berusaha berdiri , yang langsung di bantu Arya .


"Ayo ! Bapak bawa kamu ke UKS" Arya pun menuntun Zoya berjalan .


"Aduh dududu...Pak ! , sakit banget" keluh Zoya saat menginjakkan kakinya yang sepertinya keseleo , tanpa sadar ia melingkarkan satu tangannya ke bahu Arya dari belakang .


Tidak tega melihat Zoya yang berjalan kesakitan , Arya pun mengangkat tubuh Zoya , menggendongnya ke UKS , tentu itu tidak lepas dari pandangan penghuni sekolah . Seperti itu setiap harinya , Arya tidak lepas dari perhatian para cewek cabe cabean di sekolah .


Sampai di ruang UKS , Arya mendudukkan Zoya di atas brankar . Kemudian menyuruh petugas UKS untuk mengobati kaki Zoya , karna ia harus segera pergi menemui istri sayangnya , yang sudah berpoya poya memghabiskan uang yang ia berikan .


"Trimakasih Pak !" ucap Zoya .


"Lain kali kalau jalan hati hati ! , dan jangan lari lari dan tidak melihat jalan " balas Arya . Kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruang UKS .


Bunga mendekati mobil Vani , membuka pintu belakangnya dan memasukkan semua belanjaannya , kemudian menutupnya kembali .


"Sana ! parkirkan mobilmu , aku tunggu disini !" suruh Bunga kepada Vani .


"Baiklah tuan putri !" balas Vani , melajuka mobilnya ke parkiran khusus mobil .


"Bunga dapat dari mana belanja sebanyak itu ?, apa dia ngambil duit Papanya ?" tanya Tari , melihat belanjaan Bunga entah berapa kantong di kursi penumpang belakang .


"Gak tau ! , mungkin !" jawab vani , kemudian keluar dari dalam mobil miliknya , di ikuti Tari yang duduk di sampingnya . Mereka pun sama sama menyusul Bunga sahabat mereka .


"Kita mau kemana ?" tanya Tari setelah mereka menemui Bunga .


"Aku mau tukar tambah HP , yuk kalian tamani aku !" jawab Bunga .


"perasaan baru deh kamu tukar tambah HPmu !" ujar Tari . karna baru lima Bulan yang lalu mereka menemani Bunga mengganti HPnya .


"Gak apa apa ! , mumpung aku lagi ada duit !" jawab Bunga enteng tanpa beban .


"kamu dapat duit darimana sebanyak itu ?" tanya Tari lagi . seperti polisi mengintrogasi tersangka pelaku pembobolan atm .


"Ada deh !, itu rahasia !" jawab Bunga .

__ADS_1


Sampai di depan salah satu konter HP , Bunga pun melihat lihat HP yang akan ia beli .


"Ini harganya berapa ya mbak ?" menunjuk salah satu handpon keluaran terbaru .


"Sepuluh juta Dek !" jawab sipenjaga konter .


Bunga mengerucutkan bibirnya , karna uang di atm yang di pegangnya , saldonya sudah tidak sampai sepuluh juta lagi .


"Kalau aku tukar tambah dengan HP ini , aku harus tambah berapa ?" tanya Bunga lagi , mengeluarkan HPnya dari dalam saku celana jinsnya .


"Enam juta tujuh ratus lagi Dek !" jawab si penjaga konter setelah memeriksa handphon milik Bunga .


"Ya elah mbak ! , HPku itu baru pemakain lima Bulan , masih mulus dan kualitas terjamin , masa harganya murah amat !" ucap Bunga tidak terima .


"Kami mampu belinya segitu Dek !, kalau nanti kami membelinya mahal , kami juga harus menjualnya mahal , dan pasti tidak akan ada orang yang mau beli , dan kami rugi dong Dek !" jelas Pelayan konter itu .


Bunga menggarut kepalanya yang selalu mendadak gatal jika di ajak berpikir . Uang di atm di tangannya tinggal empat juta lima ratus .


Seharusnya tadi aku beli HP dulu baru belanja , bodoh kali sih kamu Bunga !, batin Bunga . Menggaruk kepalanya lagi , sampai sebagian rambutnya berantakan .


Aha !


Bunga mengalihkan pandanganya kepada kedua temannya yang berdiri disampingnya , memberikan senyum terbaiknya .


"Aku gak punya uang !" tolak Tari cepat , paham akan maksud Bunga . Membuat senyum Bunga hilang seketika .


"Vani !" rengek Bunga , menekuk bibirnya ke bawah .


"Uangku tinggal satu juta lagi Bunga !, kalau aku kasi , aku gak punya duit lagi" jelas Vani .


"Tega kalian ! , coba ada Aldo !" Bunga memasang muka minta di tonjoknya .


Senyum Bunga mengembang lagi , menatap temannya Tari .


"Tar !" panggil Bunga .


"Gak !"


Bunga mencebik" Kalian 'kan punya toko perhiasan disini ?. aku mau gadaiin kalungku di toko kalian , Ayo bantu aku !." Bunga menarik paksa Tari untuk membantunya menggadaikan kalung yang di berikan Arya kepadanya sebagai jaminan , ke toko perhiasan milik kekuarga Tari.


"Bunga !" tegur Tari , karna ia tidak ingin membantu Bunga .


"Kali ini aja ya..! ya ya ya ya....!" bujuk Bunga . menangkupkan kedua tangannya di depan dada , memohon .


.


.

__ADS_1


__ADS_2