
"Kak Arya ! , aku dengar yang menjadi tunangan kakak itu adalah Zoya ! , apa itu benar kak ?" tanya Frisilia mensejajarkan langkahnya dengan Arya .
"Bu Frisil , berbicaralah dengan formal , kita berada di lingkungan sekolah" tegur Arya .
"Kita lagi hanya berdua , gak ada yang mendengarnya" sanggah Frisilia .
"Saya permisi Bu Frisil !" pamit Arya mempercepat langkahnya .
"Kak Arya ! sekali saja kamu memandangku !" ucap Frisil .
Arya membalik badannya ke arah Frisil ," Kamu cantik dan pintar ! , pasti banyak laki laki yang menyukaimu !" ucap Arya.
"Tapi hatiku menginginkanmu kak Arya !".lirih Frisilia .
"Kamu adalah adik dari sahabatku ! , dan dari dulu aku sudah menganggapmu adik . Janganlah sia siakan air matamu ini untuk menangisi pria miskin sepertiku !" Arya menepis air mata yang sempat mengalir di pipi Frisilia .
"Apakah benar Zoya yang menjadi tunanganmu ?" tanya Frisilia menajamkan tatapamnya ke wajah Arya .
"Bukan !" jawab Arya .
"Jadi siapa ?" tanya Frisilia penasaran .
"Belum waktunya aku kasi tau !" jawab Arya tersenyum , satu tangannya terangkat mengacak acak ujung kepala Frisilia , kemudian pergi . Frisilia pun tersenyum menatap kepergian Arya . Ia senang Arya memperlakukannya dengan manis .
Gawat nih ! ternyata sainganku berat berat juga ! , bagaimana ini ? ,batin Bunga mengintip di balik dinding . Mendengar pembicaraan Arya dan Frisilia .Aku harus melakukan sesuatu !,batin Bunga lagi , melangkahkan kakinya kembali ke dalam kelasnya.Tadi saat ia kembali dari toilet , Bunga menghentikan langkahnya , karna merihat Arya dan Frisilia sedang mengobrol berdua .
"Bubu ! , kamu kenapa ? , kamu dari mana ?" tanya Vani si biang gosip .
"Kamu dapat gosip apa hari ini ?" tanya balik Bunga mendudukkan tubuhnya di bangkunya . Entah sejak kapan ia suka mendengar gosip .
"Lihat ini !" Vani memberikan hanphonnya kepada Bunga , disana terdapat photo Pak Arya dan Frisilia .
"Dapat dari mana ?" tanya Bunga .
"Barusan ada yang kirim ke grub !" jawab Vani .
gosip si burung gagak dengan si Zoya belum reda , ini malah ada gosip baru lagi muncul ke permukaan . Besok gosip dengan siapa lagi ? , kapan dong si burung gagak di gosipin denganku ? . Si burung gagak juga !, kenapa dia gak menyangkal gosip itu semua , kenapa dia gak bilang kalau tunangannya itu aku ?, ini tidak adil ! . Apa karna aku jelek ya ! dia malu mengakuiku pasangannya ?. Serasa jadi wanita simpanan kaya di novel novel !, batin Bunga . Kaya pernah aja dia baca novel .
"Hei Bubu ! , kamu kenapa bengong ?" tanya Vani .
"Van ! pinjam kaca !" Bunga menengadahkan tangannya kepada Vani .
"Buat apa ?" Vani mengernyitkan keningnya , tidak sekalipun Bunga meminta kaca selama mereka berteman .
"Mau melihat apa aja yang kurang di wajahku !" jawab Bunga .
__ADS_1
"Oh !" Vani mengeluarkan kaca kecil dari saku seragamnya " Nih ! , pasti banyaklah kekurangan di wajahmu . Hidungmu kurang mancung , alismu gak rapi , kulitmu terlihat kering ,kusam , warnanya belang , terlihat tidak terawat sama sekali , gigimu ada yang maju mundur . Rambutmu juga nampak kering dan kasar." Jujur Vani kesempatan menghina sahabatnya itu .
"Benaran Tar ! aku sejelek itu ?" tanya Bunga kepada Tari yang lagi sibuk membaca novel online di handphonnya .
"Iya Bu !" jawab Tari tanpa melihat ke arah Bunga .
Pantas aja Tari dan Vani gak percaya sama sekali , kalau aku ini tunangan si burung gagak ?, batin Bunga .
"Tar ! Van ! , nanti temani aku ke salon kecantikan ya !" ajak Bunga .Tari dan Vani langsung saling berpandangan .
"Untuk apa ?" tanya mereka barengan .
"Untuk merenovasi !" jawab Bunga , Vani dan Tari mengernyitkan kening mereka .
"Renovasi ??" ulang Vani dan Tari barengan , yang mereka tau yang direnovasi itu ! rumah atau sejenis bangunan .
"Renovasi wajah , rambut dan gigi" jawab Bunga .
"Kamu sudah bosan jadi orang jelek ?" tanya Vani .
"Bukan ! , aku hanya ingin cantik aja !"
"Apa bedanya bosan jelek sama ingin cantik Bunga ?" kesal Vani .
"Bedanya ?" tanya Vani lagi .
"Kalau bosan jelek itu..! ya ! gak mau jelek lagi . sedangkan ingin cantik , ya ! direnovasi atau dihias di percantik gitu !" jawab bunga bijak , seolah olah jawabannya benar .
"Sepertinya kamu mau ngajak berantem" geram Vani merapatkan gigi giginya .
"Bukan ! ngajak ke salon tadi !" tandas Bunga .
"Apa sekarang kita lagi jam kosong ?" tanya Bunga , sudah lima belas menit ia duduk di bangkunya semenjak dari toilet , guru tidak ada yang masuk .
"Iya !" jawab Vani .
"Kok gak bilang dari tadi !" ujar Bunga .
"Kenapa ?"
"Rasanya sudah lama sekali aku gak menggeluti propesiku menjadi murid terbaik yang berprestasi melompat pagar" jawab Bunga .
"Katanya sudah taubat !" ujar Vani .
"Taubat itu gak segampang membalik telapak tangan Vani..! ,banyak cobaannya . Contohnya seperti ini , ada jam kosong" jelas Bunga , sudah seperti ustazah yang memberikan santrinya pengertian .
__ADS_1
"Baiklah tetserah kau saja ! , semakin cepat kau pergi itu semakin bagus !" tukas Vani sekalian mengusir sahabatnya itu , jika berlama lama di depannya akan membuatnya sakit kepala .
"Nanti bawain tasku pulang ! , babay sayang sayang !" Bunga mencubit pipi Vani dan Tari bergantian , kemudian berdiri dari tempat duduknya berjalan keluar kelas , menghiraukan kedua sahabatnya yang mengeluh kesakitan dan mengumpat dirinya .
"Wah ! ini gak bisa dibiarkan ! , siapa yang sudah berani memasang kawat berduri di jalur lintasan saya ?" Bunga berbicara dengan berkacak pinggang , seolah olah ia berbicara dengan para bawahannya ,padahal tidak ada satu orang pun di hadapannya . Melihat pagar beton yang biasa ia panjat sudah di hias cantik dengan kawat berduri .
Aha !
Bunga tersenyum melihat di dekat pagar ada pohon . Bunga langsung membuka sepatunya dan melemparnya keluar pagar . Gegas Bunga langsung memanjat pohon tersebut sampai kedahan yang mengarah ke luar pagar .
"Bunga !!!"
Suara menggelegar itu langsung mengagetkan Bunga , membuat tubuhnya oleng dan hampir terjatuh .
"Pak satpam ! tangkap anak itu jangan sampai lepas , dan bawa keruangan saya ! . Dan tebang semua pohon yang berada di dekat pagar" tegas Arya .
"Baik Pak !" balas kedua satpam sekolah , yang dari tadi memantau cctv dari pos satpam , dan langsung melaporkannya kepada Arya , melihat ada siswi yang ingin bolos .
Buru buru Bunga turun lewat dahan pohon keluar pagar dengan cara melompat . Tanpa Bunga ketahui sudah ada si ketua osis dan wakilnya menunggunya disana dan langsung menangkap Bunga.
"Mau lari kemana ? hah !" tanya David si ketua osis , memegangi sebelah tangan Bunga , dan sebelahnya di pegang Andre si wakil ketua .
"Siapa yang lari , barusan saya itu namanya melompat" jawab Bunga santai , tanpa meronta sedikit pun .
"Ya ampun Bunga ! , saya ini bosan setiap saat harus memburumu !" ucap David .
"Katanya bosan , buktinya doyan nangkap saya" balas Bunga ,bernada mengejek .
"Dav ! ngapain ngajak dia ngomong ! , bikin sakit kepala aja . kita serahkan aja dia ke Pak Arya . Nanti bisa gila mengajak dia berbicara" ujar Andre .
Mereka berdua pun menyeret Bunga , masuk kembali ke lingkungan sekolah , dan menyerahkannya kepada Arya .
" Kalau begitu kami permisi Pak !" pamit David , kemudian keluar dari rungan khusus Arya , langsung di ikuti Andre .
"Apa sulitnya menjadi orang yang disiplin Bunga ?" Arya berdiri dari kursinya berjalan kedepan mejanya dan menyandarkan bokongnya disana dengan posisi berdiri , kedua tangannya dimasukkan ke saku celananya , menatap tajam Bunga .
"Ini sekolah milikmu ! , suatu saat kamulah yang akan mengurus ini . Seharusnya kamu disini memberikan contoh yang baik ! , bukan malah sebaliknya . Apa kamu ingin menghancurkan sekolah yang susah payah dibangun Kakek Samsul ?" tanya Arya . Bunga langsung mendongakkan kepalanya ke arah Arya , matanya pun nampak memerah dan berkaca kaca .
"Apa sebenarnya masalahmu ? , kenapa kamu begitu susah diatur ?" tanya Arya lagi .
"Kenapa Pak Arya tidak menyangkal gosib yang beredar disekolah , kalau Zoya bukan tunanganmu ? . Dan kenapa gak mengakuiku sebagai tunanganmu aja ? , apa karna aku jelek ? . Trus Bapak malah jalan lagi dengan Zoya pergi makan berdua . Aku aja sebagai istrimu kamu buat seperti isri simpanan !" jawab Bunga panjang lebar, sepanjang pagar sekolah yang memenjarakannya .
Arya menahan senyumnya ," kemari !" Arya melambaikan tangannya supaya Bunga mendekat .
"Aku gak mau !" bantah Bunga , menebak Arya akan menyentil keningnya .
__ADS_1