Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 41


__ADS_3

"Sayang !" panggil Arya sambil mengetuk ngetuk pintu kamar Bunga yang terkunci dari dalam .


"Sayang !" Panggil Arya lagi , karna kamar Bunga tak kunjung di buka dari dalam ."ngapain dia di dalam ?, gak biasanya dia mengunci pintu kamarnya ?" gumam Arya .


Arya pun melangkahkan kakinya ke arah kamar Bu Ipa , untuk menanyakan Bunga .


"Bu !" panggil Arya , sambil mengetok pintu kamar BU Ipa .


Ceklek !


Bu Ipa membuka pintu kamarnya dari dalam ." Nak Arya sudah pulang ?."


"Iya Bu ! Bunga mana ? , kamarnya dikunci Bu ?" tanya Arya .


"Itu dia Nak Arya ! , tadi Ibu memanggil nak Bunga untuk makan malam , tapi pintunya gak di buka buka !" jawab Bu Ipa .


"Ya udah Bu ! , Ibu istirahat aja . Biar aku buka pake kunci cadangan aja !". Arya langsung meninggalkan Bu Ipa , berjalan menaiki anak tangga rumahnya , untuk mengambil kunci cadangan yang berada di laci meja yang ada di depan kamarnya . Arya kawatir , Bunga sakit tertidur di dalam kamar .


Dengan langkah setengah berlari , Arya turun ke lantai bawah , gegas membuka kamar Bunga dengan kunci cadangan di tangannya .


"Sayang !"


Arya membuka pintu kamar Bunga agak kasar , sampai mengeluarkan suara debuman karna terbanting ke dinding .Kamar Bunga nampak gelap , Arya pun menghidupkan lampunya . Di lihatnya Bunga ternyata tidak ada di dalam kamar . Tempat tidurnya juga terlihat rapi .


"Kemana dia ?" gumam Arya , melangkahkan kakinya masuk , mencari Bunga ke dalam kamar mandi , tidak ada juga .


"Bunga ! Sayang !" panggil Arya , memutar pandangannya ke sekeliling kamar yang hanya berukuran 4x4 meter itu. Arya pun mengalihkan pandangannya ke arah jendela kaca yang tidak tertutup horden , terlihat seperti tidak di kunci .


Menyipitkan matanya , Arya pun melangkah ke arah jendela . Benar , Jendela kaca kamar Bunga tidak di kunci .


Ternyata anak nakal itu berumah lagi ! ,batin Arya , kemudian menghela napasnya , keluar dari kamar Bunga .


Di tempat Lain .


"Van ! Tar ! , kenapa gerah banget ya ?, Apa ACnya mati ?" tanya Bunga mengipas ngipas wajahnya dengan tangan .


"Mana ada ! dingin begini !" jawab Tari .


"Iya !" sambung Vani .


"Panas banget nih !" ucap Bunga , tiba tiba kesadaran Bunga hilang .


"Bunga !" kompak mereka kaget , melihat Bunga pingsan .


"Bu ! Bubu ! Bubu !" panggil Vani , menggoyang goyang tubuh Bunga , namun Bunga tampak bergeming .


"Hei ! Bubu !" panggil Tari juga .


"Bagaimana ini ?" tanya Tari , karna Bunga masih tak sadarkan diri .

__ADS_1


"Pasti ada yang tidak beres disini !" ucap Gandi . Melihat reaksi Bunga setelah meminum jus mangga kesukaan Bunga yang di pesannya di tempat karaokean .


"Van ! , ambil HP Bunga , telephon Pak Arya meminta bantuannya untuk menjemput Bunga !" suruh Gandi .


"Gak Gan ! , nanti Pak Arya memarahi kita ! , aku gak mau Gan !" tolak Vani , membayangkan gimana galaknya Arya jika marah .


Gandi menghela napasnya ,tanpa berpikir ia mengambil handphon Bunga dari dalam tasnya , dan lansung menelephon Arya . Jika Arya memarahi mereka , itu sudah menjadi resikonya . Sekarang Bunga harus segera di tolong , itu yang di pikirkan Gandi .


"Halo Pak Arya ! , ini aku Gandi teman Bunga !, kami di karaokean di alamat XXXX Pak . Bunga tiba tiba pingsan Pak !" cerca Gandi langsung dan lamgsung mematikan telephonnya , tanpa memberi Arya kesempatan bicara .


Dengan raut wajah marah , Gandi mengambil gelas jus Bunga yang masih tersisa separoh . Membawanya keluar dari ruang karaokean , menuju tempat pemesanan makanan . Meletakkan gelas itu dengan keras di atas meja .


"Apa yang kalian masukkan ke dalam minuman ini ?. Sampai temanku pingsan setelah meminumnya !" gertak Gandi bernada tinggi , membuat semua pelayan di karaokean itu kaget dan ketakutan .


Semuanya terdiam


"Tidak mungkin kan ! kalian hanya memasukkan susu dan gula ke dalam jus ini , teman saya bisa pingsan meminumnya ?"Tanya Gandi , berbicara dengan mengeraskan rahangnya .


"Jawab !!!" bentak Gandi karna semua pelayan karaokenya diam .


Di tempat lain , setelah mendapatkan telephon dari Gandi . Ia langsung bergegas mengambil dompet dan kunci mobilnya , berlari ke masuk ke garasi . Mendengar Bunga pingsan , ia langsung kawatir , ia takut Bunga kenapa kenapa . Setelah mengeluarkan mobilnya dari garasi , Arya langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke alamat yang di sebutkan Gandi .


Sayang ! , kamu kenapa bisa pingsan sayang ?,batin Arya .


Bunga menggeliatkan tububnya , karna tubuhnya terasa panas , dan merasakan sesuatu yang berbeda di dalam aliran darahnya .


"Panas !"


"Panas ! Aakkhh..!!!"


Bunga hendak membuka bajunya , karna kegerahan , yang langsung di tahan Vani dan Bunga .


"Panas !" ucap Bunga lagi dengan mata terpejam .


"Leo ! Bunga kenapa ini ?" tanya Tari .


"Sepertinya terkena obat sialan !" jawab Leo .


"Panas panas panas ...!"


Bunga meronta karna tangannya yang ingin membuka bajunya di tahan Tari dan Vani .


"Aaakkkhhh....!!!" jerit Bunga , karna merasakan geleyar gelenyar dalam tubuhnya . Tanpa sadar Bunga mendekati Leo , hampir mencium bibir Leo , jika Leo tidak menghindar .


Bunga yang terus menyerang Leo , meraba raba tubuhnya . Membuat Leo harus membekuk kedua tangan Bunga ke belakang . Memegangnya kuat supaya tidak lepas .


"Lepas Leo...!!" teriak Bunga . Leo tidak menghiraukan .


"Bunga kenapa Leo ?" Tanya Vani , kawatir melihat sahabatnya seperti orang kesurupan .

__ADS_1


"Obat sialan itu bereaksi di tubuhnya !" jawab Leo .


"Jadi kita harus bagaimana ini ! , apa yang harus kita lakukan untuk membantunya ?" tanya Tari .


"Gak tau !" jawab Leo . Gak mungkin dia bilang , hasrat Bunga harus di tuntaskan , siapa yang akan melakukannya ? , gak mungkin dia 'kan ?.


Sampai di depan karaokean , Arya memarkirkan mobilnya sembarangan , ia begitu kawatir dengan Bunganya . Gegas Arya langsung masuk , di lihatnya Gandi ada berdiri di depan meja kasir .


"Bunga mana ?" todong Arya langsung .


"Diruangan no sepuluh !" jawab Gandi .


Mereka pun sama sama berjalan ke ruangan dimana Bunga , Vani ,Tari dan Leo berada .


"Sayang !" panggil Arya , setelah membuka pintu ruangan karaoke tersebut . Dilihatnya Bunga menggeliat geliat di bekuk oleh Leo .


Arya langsung berlari ke arah Bunga dan langsung memeluk Bunga .


"Sayang ! kamu kenapa ?" tanya Arya .


"Aaryan !" panggil Bunga lemah .


"Kamu kanapa sayang ?" tanya Arya lagi , belum ngeh ! dengan keadaan Bunga .


"Aaryan ! panas !" ucap Bunga , langsung mencium bibir Arya , tapi Arya langsung menghetikannya .


"Sepertinya ada yang menjebak Bunga Pak ! , dengan memasukakan obat sialan ke minuman Bunga !. Sebaiknya Bapak cepat membawa Bunga dari sini , biar Saya dan Leo yang menyelesaikan masalah di sini Pak !" ujar Gandi .


Tanpa berpikir lagi , Arya pun menggendong tubuh Bunga keluar dari dalam karaokean . Membwanya masuk ke dalam mobil .


Saat Arya membungkukkan tubuhnya mendudukkan Bunga di kursi penumpang depan . Bunga menarik tekuknya , dan langsung mencium bibirnya rakus .


Arya yang tau Bunga tidak sadar , langsung mendorong tubuh Bunga dan menutup pintunya . Berlari memutari bagian depan mobilnya .


"Aaryan ! aku menginginkanmu !" rancau Bunga , melihat Arya sudah duduk di sampingnya . Menarik Arya menciumi tubuh Arya yang di lapisi baju .


Siapa yang sudah melakukan obat sialan itu ke minuman Bunga ?,batin Arya .


"Panas !" ucap Bunga , membuka bajunya menyisakan tanktopnya . Arya membiarkannya begitu saja , karna mereka sudah berada di dalam mobil . Dan segera melajukan kenderaannya , supaya mereka cepat sampai di rumah .


"Aaryan ! aku menginginkanmu sayang !" rancau Bunga lagi .


"Tunggu sampai di rumah sayang ! diam lah !" balas Arya . Memegang kedua tangan Bunga dengan satu tangannya , karna Bunga terus mengganggunya menyetir .


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2