
"Bu !" panggil Vani
"Hm..!" jawab Bunga .
"Tumben tiga hari ini kamu gak pernah terlambat ?" tanya Vani .
"Bukankah kalian sudah mendo'akan aku , supaya taubatnya taubatan nasuha ?. Sepertinya do'a kalian terkabul" jawab Bunga santai .
"Ck !" decak Vani .
Plakk !!
Sebuah sipidol melayang ke arah Bunga , membuat Bunga kaget , hampir saja jantungnya copot .
"Vani !! Bunga !! silahkan keluar dan berdiri satu kaki di depan bendera !!" Arya berbicara dengan nada tinggi . Ia paling tidak suka saat ia menjelaskan pelajaran , ada yang berbisik bisik.
"Cepat !!" tegas Arya , menatap Vani dan Bunga dengan tajam .Membuat nyali Bunga menciut , berdiri dari kursinya berjalan keluar dari dalam kelas di ikuti Vani .
"Ini gara gara kamu !" ucap Bunga setelah mereka berada di luar kelas .
"Kamu aja yang bicaranya kekencangan !" Sanggah Vani tidak terima disalahkan .
"Kamu yang duluan ngajak bicara !" ujar Bunga .
"Kenapa kamu mau !" sanggah Vani lagi .
"Kamu bertanya Vani..!"
"Kenapa kamu mau menjawabnya ! , panjang lagi jawabannya !" balas Vani .
"Sepertinya kamu ngajak berantem !" Bunga berbicara merapatkan giginya , dan langsung menarik rambut Vani , geram dengan sahabatnya itu .
"Sakit Bunga !" Vani pun membalas menarik rambut Bunga .
"Gara gara kamu aku kena hukum lagi !" ujar Bunga .
"Kenapa kamu mau !" sanggah Vani .
Kedua sahabat itupun saling menarik rambut di lapangan sekolah .
"Kalau begitu kita musuhan saja ! , kita gak udah berteman lagi !" ucap Bunga .
"Ya sudah !, kalau begitu lepas rambutku !" balas Vani .
"Kamu yang duluan !" ujar Bunga .
"Apa yang kalian lakukan ? Hah !!!"
Suara yang menggelegar itu mengagetkan Bunga dan Vani . Langsung mereka melepaskan tarikan rambut mereka , mendundukkan kepalanya tidak berani melihat ke arah Pak Arya yang datang mendekati mereka .
__ADS_1
"Sekarang ! ikut saya ke ke kantor guru !" setelah berbicara Arya langsung memutar tubuhnya berjalan ke arah kantor guru .
"Kamu sih !" Bunga menyikut Vani .
"Kamulah !" Vani tidak terima di salahkan .
Mereka pun mengikuti Arya dari belakang masuk ke ruang kantor guru . Kemudian berdiri di depan meja Arya dengan kepala menunduk , kedua tangan mereka sama sama meremas pinggir rok seragamnya .
"Kenapa kalian malah berantam ?" Tanya Arya duduk di kursinya , menatap Bunga dan Vani bergantian .
"Bunga yang duluan menarik rambutku Pak !" adu Vani . Bunga langsung melirik Vani tidak terima di salahkan .
"Dia yang memintanya Pak !" Bunga membela diri .
"Mana ada orang meminta rambutnya di jambak !" balas Vani .
"Ada ! Kamu !" Bunga tidak mau kalah . Membuat Vani geram .
"Sini mendekat !" Arya melambaikan tangannya .
Takk !
"Aw !" Bunga langsung mengusap usap keningnya , memandang Arya Tajam , bibirnya di manyunin .
"Silahkan bersihkan seluruh toilet wanita sampai bersih" suruh Arya kepada Bunga . Bunga langsung memutar tubuhnya keluar dari ruangan guru .
"Vani ! mendekat !" suruh Arya .
Takk !
"Aw !"keluh Vani , langsung mengusap keningnya .
"Sikahkan ambil sapu , bersihkan bagian belakang sekolah . Jangan sampai ada satu daun pun yang tertinggal" perintahnya Arya .
"Tapi Pak ! nanti setelah disapu pasti daun daun pohon yang ada di belakang pasti rontok lagi" ujar Vani .
"Kalau begitu silahkan bersihkan seluruh toilet laki laki !." Arya langsung berdiri dari kursinya , keluar ruangan guru kembali ke dalam kelas , menghiraukan Vani yang mengerutu .
"Aku mengundurkan diri menjadi fansmu ! , aku rasa siapa pun yang menjadi istrimu pasti akan menderita karna sering kau hukum . Amit amit punya suami tampan tapi kejam ,Nauzubillah minzalik !" sambil bibirnya komat kamit , Vani pun keluar dari rungan guru .
"Ini gara gara kamu Bunga !, awas aja , aku tidak terima penindasan ini !" Sambil menyapu dedaunan yang berguguran dari pohonnya , Vani terus mengerutu .
Di dalam toilet wanita , bibir Bunga dari tadi tidak berhenti mengoceh , sambil tangannya menyikat seluruh lubang kloset tanpa rasa jijik .
"Sepertinya aku gak usah lanjut sekolah lagi , rasanya aku sudah mahir soal bersih membersihkan . Sekolah tinggi tinggi juga , kerja dulu baru dapat duit . Sepertinya aku sudah cocok melamar jadi pembantu ke Dubai atau ke Amerika Serikat . Disana nilai mata uang tinggi , gaji pembantu disana juga mahal . Pulang pulang dari sana aku bisa langsung jadi orang kaya" oceh Bunga , dengan pemikiran otak kerdilnya .
"Ha.. akhirnya selesai juga !" ucap Bunga , meletakkan sapu dan sikat kloset disembarang arah , melangkahkan kakinya keluar dari dalam toilet .
Tunggu giliranmu burung gagak ! , aku akan membalas penghinaan ini . Masa aku jadi budak di perusahaan sendiri ! , kan gak lucu !, batin Bunga, merapatkan gigi giginya .
__ADS_1
.
.
"Bu !" Panggil Bunga kepada Bu Ipa .
"Ada apa nak Bunga ?" tany Bu Ipa , ia lagi sibuk menyajikan makan malam .
"Si burung gagak sudah pulang Bu ? , Ops !" Bunga menutup mulutnya dengan satu tangannya ." Maksud Bunga Pak Arya Bu !" Ucap Bunga cengengesan , menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
"Sudah nak Bunga ! , sepertinya di kamarnya" jawab Bu Ipa tersenyum , kehdiran Bunga di rumah itu sudah menjadi hiburan buat Bu Ipa .
"Bu ! ,Bunga makan di kamar ya ! , tapi jangan kasi tau Pak Arya kalau aku sudah makan . Bilang sama Pak Arya , aku tidak keluar kamar dari tadi !." Bunga berbicara sambil tangannha sibuk menyendok nasi beserta lauk pauk ke piring , dan langsung membawanya masuk ke dalam kamarnya . Membuat Bu Ipa menggeleng gelengkan keplanya , mengerti apa yang akan direncanakan Bunga.
"Ada ada aja tingkah anak itu " ucap Bu Ipa .
Di dalam kamar , Bunga langsung melahap makanan yang ia bawa dari dapur , memakannya dengan cepat sampai mulutnya penuh dan susah mengunyah .
Aduh ! lupa lagi bawa air minum , gimana ini ?, batin Bunga menelan makanan di mulutnya bersusah payah .
Arya melangkahkan kakinya menuruni anak tangga , berjalan ke arah dapur .
"Bu ! Bunga mana ?" tanya Arya mendudukkan bokongnya di kursi meja makan .
"Di kamarnya nak Arya ! , dari tadi pulang sekolah , Nak Bunga tidak keluar dari kamarnya !" jawab Bu Ipa , mengikuti permainan Bunga .
Arya memperhatikan meja makan yang sudah terhidang makanan . Arya pun berdiri dari kursinya , mengambil gelas yang berisi air putih di sampingnya , kemudian melangkahkan kakinya ke arah kamar Bunga .
Tok tok tok !!
Mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar , buru buru bunga menelan makanan di mulutnya , menyembunyikan piringnya di bawah tempat tidur , mengambil handphonya dan langsung membuka aplikasi game .
Mendengar tidak ada jawab , Arya pun memutar knop pintu di depannya . Mendorong daun pintu sembari melangkah masuk , melangkahkan kakinya mendekati Bunga ke tempat tidur .
"Sayang !" panggil Arya tersenyum , mengecup bibir Bunga yang nampak belepotan sisa sambal .
"Nih ! minum dulu !" Arya menyodorkan gelas di tangannya ke bibir Bunga .
Berubah lagi dia jadi kucing !, batin Bunga , menerima air minum yang di berikan Arya .
"Aku tau kamu lupa membawa air minum" ucap Arya lagi ,satu tangannya terangkat mengacak acak ujung kepala Bunga , gemas .
"Kenapa kamu makan di kamar ? Hm..!" tanya Arya lembut, setelah Bunga menelan air minum di mulutnya .
"Gak ada !" ketus Bunga .
Arya terkekeh , ia tau Bunga lagi marah kepadanya , karna sudah menghukumnya di sekolah .
Takk !
__ADS_1
"Aku tidak akan menghukummu jika kamu tidak melakukan kesalahan" ucap arya sambil menyentil kening Bunga pelan . Bunga pun memanyunkan bibirnya .