
"Bu Frisil ! , jangan lupa bayaran untuk teman saya , yang sudah menyebarkan vidio itu bersama orang yang sudah memasukkan obat perangsang itu ke minuman Bunga! dan komisi buat saya ." ujar seorang siswa di balik tembok gudang sekolah , setelah Frisilia mengangkat panggilan tetephonnya .
"Jangan kawatir !, biar tidak ada yang curiga , suruh temanmu itu yang mengambil uangnya langsung , suruh mereka menemuiku di cafee XX sore nanti" jawab Frisilia , menarik sudut bibirnya kesamping .
"Oke !, jika Bu Frisil berbohong , aku akan menyebarkan kalau Bu ! Frisil lah dalang dari semua itu !" ujar siswa itu lagi , mengancam .
"Tenang saja ! , aku ini orang yang sangat tau balas budi . Yang penting jaga rahasia ini rapat rapat" balas Frisilia .
"Oke ! masalah itu aman , asal bayaran lancar !." ucap siswa itu .
Frisilia langsung mematikan sambungan telephonnya . Melangkahkan kakinya berjalan kembali ke dalam kelasnya mengajar .
Gandi yang sudah merekam vidio percakapan seorang siswa dan Frisilia itu pun , menyimpan phonselnya ke dalam saku seragam sekolahnya , kemudian pergi meninggalkan tempat itu kembali masuk ke dalam kelas .
Ceroboh !,batin Gandi menyunggingkin senyumnya kesamping ,lalu mendudukkan tubuhnya di bangkunya .
.
.
Pak Fariq dan Mama Indah yang baru sampai di sekolah , berjalan langsung ke arah ruangan Pak kepala Sekolah , membuka pintunya tanpa mengetuknya terlebih dahulu , membuat Pak Siddiq kaget , lalu menghela napasnya .
"Siddiq ! siapa yang terlibat telah menganiaya putriku ?" tanya Mama Indah to the poin , dengan berkacak pinggang seperti perman pasar .
"Ma ! sabar Ma !, bisa ditanyakan baik baik , gak usah seperti orang kesurupan" ucap Pak Fariq, menenangkan istrinya yang emosi semenjak dari Rumah sakit .
"Oh ! iya !, Mama terbawa emosi" balas Mama Indah , menurunkan tangannya dari pinggang ."Ayo cepat katakan Siddiq !, jangan sampai aku memecatmu tanpa pesangon !" ancam Mama Indah , tapi itu tidaklah serius .
"Ma..!" tegur Pak Fariq , melihat sisi lain dari istrinya kumat . Di balik penampilannya yang anggun dan lembut keibuan . Tidak ada yang menduga kalau istrinya itu , ada gesreknya .
Mama Indah mencebikkan bibirnya ," bercanda Pah !" ujarnya .
__ADS_1
Siddiq yang sudah kenal betul dengan sipat Mama Indah , hanya cuek aja mengotak atik laptop di depannya . Kemudian memutar layar laptopnya ke arah Mama Indah , menunjukkan rekaman cctv di layar laptop.
"Kau cari sendiri orangnya disini !"ucap Pak Siddiq ."Kenapa kalian tidak memberitahuku kalau kalian sudah menikahkan Arya dengan Bunga ?" tanyanya .
Pak Fariq menghela napasnya , mendudukkan tubuhnya di sofa di ruangan pak Siddiq ." Mereka hanya melakukan ijab kabul saja , tidak ada pesta atau acara sejenisnya " jawab Pak Fariq . Kemudian menceritakan A sampai Z , kenapa mereka dinikahkan begitu cepat sampai Bunga berakhir keguguran dan terbaring di rumah sakit .
"Pak Siddiq !, panggilkan kelima anak yang menyeret Bunga dari dalam toilet sekarang juga !" perintah Mama Indah kepada Pak Siddiq , menunjukkan vidio di layar laptop .
"Tunggulah disini !" tanya Pak Siddiq , membawa laptopnya keluar dari ruangannya . Untuk mencari wali murid dari kelima siswi yang menyeret Bunga , dan menyuruh memanggilnya keruangannya .
.
.
Di kelas lain , Zoya tersenyum licik duduk di bangkunya , sambil matanya memperhatikan ke papan tulis . Tanpa harus mengotori nama baiknya , Bunga sudah tumbang .
Aku hanya menjentikkan jari telunjukku , ternyata mampu menumbangkan seorang Bunga Adelwis ,Ternyata tidak sulit ?,batin Zoya .
.
.
Tidak lama kemudian Kelima siswi yang menyeret Bunga dari dalam toilet itu pun masuk ke ruangan Kepsek di bawa oleh wali kelasnya .
Mama Indah yang melihat kelima siswi itu , menajamkan pandangannya dengan sorot kemarahan .
"Punya hak apa kalian menghakimi putriku ?" Mama Indah berbicara dengan merapatkan gigi giginya . Kelima siswi itu diam menunduk takut , tidak bisa menjawab .
"Jawab !!!"bentak Mama Indah !
"Ma ! kontrol emosi Ma ! , nanti tensi Mama bisa naik !" Pak Fariq mendekati Mama Indah mengusap usap punggung Mama Indah dari belakang .
__ADS_1
"Gara gara perbuatan kalian , aku harus kehilangan calon cucuku !." geram Mama Indah , netranya tidak putus menghunus kelima siswi itu dengan tajam .
Kelima siswi itu semakin menunduk takut , mereka tidak menyangka Mama Indah yang terlihat santai , lembut , keibuan dan suka bercanda itu , seram jika sedang marah .
"Pak Siddiq !, keluarkan mereka dari sekolah ini sekarang juga !" tegas Mama Indah . Sontak membuat siswi yang belum diketahui namanya itu mendongakkan kepala mereka . Beberapa hari lagi mereka akan ujian kenaikan , jika mereka di keluarkan dari sekolah , maka mereka tidak ikut ujian , dan mereka pasti akan tinggal kelas .Dan bagaimana mereka akan menjelaskan kepada orang tua mereka , kenapa mereka sampai di keluarkan dari sekolah .
"Kenapa ? Hah ! , jika kalian bisa menghakimi orang sesuka hati , kenapa saya tidak ?" ujar Mama Indah , karna kelima siswi itu menatapnya .
"Ma ! apa gak sebaiknya kita panggil dulu orang tua mereka ?" tanya PakFariq , menurutnya yang di hadapan mereka itu masihlah anak anak , gegabah dalam bertindak . Tidak salah jika di kasi toleransi , mungkin tidak akan mengulangi perbuatan mereka lagi . Mungkin dengan memanggil orang tua darinke lima siswi itu , bisa di bicarakan dengan baik baik , bekerja sama dalam mendidik anak anak .
"Tidak bisa !" sergah Mama Indah cepat .
"Ma ! jangan begitu Ma ! , mereka masih anak anak . Mereka masih butuh didikan dan bimbingan beserta pengarahan " terang Pak Fariq .
"Iya Bu Indah ! , Pak Fariq benar , kita tidak boleh langsung mengekuarkan mereka begitu saja !" sambung Pak Siddiq .
Mama Indah menghela napasnya , untuk meredam emosinya , jangan sampai ia mengulek ulek ke lima siswi di depannya itu , menjadi pergedel .
"Pak Siddiq ! Panggil orang tua mereka sekarang juga !, satu jam paling lama harus sampai disini , saya tunggu !" perintahnya kepada Pak Kepsek .
.
.
Di rumah sakit , Arya yang menjaga Bunga duduk termenung memadangi wajah Bunga yang tidur terlelap karena pengaruh obat penenang yang di suntikkan Dokter ke selang infusnya . Wajahnya masih tampak pucat akibat pendarahan yang cukup parah .
Tiba tiba handphonnya berbunyi pertanda ada pesan masuk . Arya pun langsung mengambilnya dari atas meja nakas di samping tempat tidur Bunga . Arya mengerutkan keningnya , melihat pesan vidio yang masuk melalui aplikasi WA dari no Gandi . Langsung Arya memutar pesan vidio tersebut .
Arya langsung mengeraskan rahangnya , mendengar percakapan seorang siswa itu dengan seseorang lewat telephon . Arya yakin , yang disebut Bu Frisil oleh siswanya itu adalah Frisilia adik sahabatnya .
aku tidak menyangka hatimu sebusuk itu Frisil ?, batin Arya . Rasanya ia ingin segera melaprak Frisilia saat ini , tapi ia tidak bisa meninggalkan Bunga sendirian di Rumah Sakit . Arya harus bersabar sampai Bunga membaik .
__ADS_1
Arya pun mengirim pesan kepada Gandi , merahasiakannya dulu , dan berpura pura tidak tau . Dan Arya menyuruh Gandi untuk menyuruh orang untuk merekam vidio saat Frisilia melakukan transaksi dengan suruhannya , untuk sebagai bukti tambahan . Kalau semuanya adalah ulah Frisilia . Dan siswa yang ada di dalam vidio itu juga , Arya Menyuruh Gandi supaya ada yang mengikutinya