Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 53


__ADS_3

"Bu Frisil ! , jangan lupa bayaran untuk teman saya , yang sudah menyebarkan vidio itu bersama orang yang sudah memasukkan obat perangsang itu ke minuman Bunga! dan komisi buat saya ." ujar seorang siswa di balik tembok gudang sekolah , setelah Frisilia mengangkat panggilan tetephonnya .


"Jangan kawatir !, biar tidak ada yang curiga , suruh temanmu itu yang mengambil uangnya langsung , suruh mereka menemuiku di cafee XX sore nanti" jawab Frisilia , menarik sudut bibirnya kesamping .


"Oke !, jika Bu Frisil berbohong , aku akan menyebarkan kalau Bu ! Frisil lah dalang dari semua itu !" ujar siswa itu lagi , mengancam .


"Tenang saja ! , aku ini orang yang sangat tau balas budi . Yang penting jaga rahasia ini rapat rapat" balas Frisilia .


"Oke ! masalah itu aman , asal bayaran lancar !." ucap siswa itu .


Frisilia langsung mematikan sambungan telephonnya . Melangkahkan kakinya berjalan kembali ke dalam kelasnya mengajar .


Gandi yang sudah merekam vidio percakapan seorang siswa dan Frisilia itu pun , menyimpan phonselnya ke dalam saku seragam sekolahnya , kemudian pergi meninggalkan tempat itu kembali masuk ke dalam kelas .


Ceroboh !,batin Gandi menyunggingkin senyumnya kesamping ,lalu mendudukkan tubuhnya di bangkunya .


.


.


Pak Fariq dan Mama Indah yang baru sampai di sekolah , berjalan langsung ke arah ruangan Pak kepala Sekolah , membuka pintunya tanpa mengetuknya terlebih dahulu , membuat Pak Siddiq kaget , lalu menghela napasnya .


"Siddiq ! siapa yang terlibat telah menganiaya putriku ?" tanya Mama Indah to the poin , dengan berkacak pinggang seperti perman pasar .


"Ma ! sabar Ma !, bisa ditanyakan baik baik , gak usah seperti orang kesurupan" ucap Pak Fariq, menenangkan istrinya yang emosi semenjak dari Rumah sakit .


"Oh ! iya !, Mama terbawa emosi" balas Mama Indah , menurunkan tangannya dari pinggang ."Ayo cepat katakan Siddiq !, jangan sampai aku memecatmu tanpa pesangon !" ancam Mama Indah , tapi itu tidaklah serius .


"Ma..!" tegur Pak Fariq , melihat sisi lain dari istrinya kumat . Di balik penampilannya yang anggun dan lembut keibuan . Tidak ada yang menduga kalau istrinya itu , ada gesreknya .


Mama Indah mencebikkan bibirnya ," bercanda Pah !" ujarnya .

__ADS_1


Siddiq yang sudah kenal betul dengan sipat Mama Indah , hanya cuek aja mengotak atik laptop di depannya . Kemudian memutar layar laptopnya ke arah Mama Indah , menunjukkan rekaman cctv di layar laptop.


"Kau cari sendiri orangnya disini !"ucap Pak Siddiq ."Kenapa kalian tidak memberitahuku kalau kalian sudah menikahkan Arya dengan Bunga ?" tanyanya .


Pak Fariq menghela napasnya , mendudukkan tubuhnya di sofa di ruangan pak Siddiq ." Mereka hanya melakukan ijab kabul saja , tidak ada pesta atau acara sejenisnya " jawab Pak Fariq . Kemudian menceritakan A sampai Z , kenapa mereka dinikahkan begitu cepat sampai Bunga berakhir keguguran dan terbaring di rumah sakit .


"Pak Siddiq !, panggilkan kelima anak yang menyeret Bunga dari dalam toilet sekarang juga !" perintah Mama Indah kepada Pak Siddiq , menunjukkan vidio di layar laptop .


"Tunggulah disini !" tanya Pak Siddiq , membawa laptopnya keluar dari ruangannya . Untuk mencari wali murid dari kelima siswi yang menyeret Bunga , dan menyuruh memanggilnya keruangannya .


.


.


Di kelas lain , Zoya tersenyum licik duduk di bangkunya , sambil matanya memperhatikan ke papan tulis . Tanpa harus mengotori nama baiknya , Bunga sudah tumbang .


Aku hanya menjentikkan jari telunjukku , ternyata mampu menumbangkan seorang Bunga Adelwis ,Ternyata tidak sulit ?,batin Zoya .


.


.


Tidak lama kemudian Kelima siswi yang menyeret Bunga dari dalam toilet itu pun masuk ke ruangan Kepsek di bawa oleh wali kelasnya .


Mama Indah yang melihat kelima siswi itu , menajamkan pandangannya dengan sorot kemarahan .


"Punya hak apa kalian menghakimi putriku ?" Mama Indah berbicara dengan merapatkan gigi giginya . Kelima siswi itu diam menunduk takut , tidak bisa menjawab .


"Jawab !!!"bentak Mama Indah !


"Ma ! kontrol emosi Ma ! , nanti tensi Mama bisa naik !" Pak Fariq mendekati Mama Indah mengusap usap punggung Mama Indah dari belakang .

__ADS_1


"Gara gara perbuatan kalian , aku harus kehilangan calon cucuku !." geram Mama Indah , netranya tidak putus menghunus kelima siswi itu dengan tajam .


Kelima siswi itu semakin menunduk takut , mereka tidak menyangka Mama Indah yang terlihat santai , lembut , keibuan dan suka bercanda itu , seram jika sedang marah .


"Pak Siddiq !, keluarkan mereka dari sekolah ini sekarang juga !" tegas Mama Indah . Sontak membuat siswi yang belum diketahui namanya itu mendongakkan kepala mereka . Beberapa hari lagi mereka akan ujian kenaikan , jika mereka di keluarkan dari sekolah , maka mereka tidak ikut ujian , dan mereka pasti akan tinggal kelas .Dan bagaimana mereka akan menjelaskan kepada orang tua mereka , kenapa mereka sampai di keluarkan dari sekolah .


"Kenapa ? Hah ! , jika kalian bisa menghakimi orang sesuka hati , kenapa saya tidak ?" ujar Mama Indah , karna kelima siswi itu menatapnya .


"Ma ! apa gak sebaiknya kita panggil dulu orang tua mereka ?" tanya PakFariq , menurutnya yang di hadapan mereka itu masihlah anak anak , gegabah dalam bertindak . Tidak salah jika di kasi toleransi , mungkin tidak akan mengulangi perbuatan mereka lagi . Mungkin dengan memanggil orang tua darinke lima siswi itu , bisa di bicarakan dengan baik baik , bekerja sama dalam mendidik anak anak .


"Tidak bisa !" sergah Mama Indah cepat .


"Ma ! jangan begitu Ma ! , mereka masih anak anak . Mereka masih butuh didikan dan bimbingan beserta pengarahan " terang Pak Fariq .


"Iya Bu Indah ! , Pak Fariq benar , kita tidak boleh langsung mengekuarkan mereka begitu saja !" sambung Pak Siddiq .


Mama Indah menghela napasnya , untuk meredam emosinya , jangan sampai ia mengulek ulek ke lima siswi di depannya itu , menjadi pergedel .


"Pak Siddiq ! Panggil orang tua mereka sekarang juga !, satu jam paling lama harus sampai disini , saya tunggu !" perintahnya kepada Pak Kepsek .


.


.


Di rumah sakit , Arya yang menjaga Bunga duduk termenung memadangi wajah Bunga yang tidur terlelap karena pengaruh obat penenang yang di suntikkan Dokter ke selang infusnya . Wajahnya masih tampak pucat akibat pendarahan yang cukup parah .


Tiba tiba handphonnya berbunyi pertanda ada pesan masuk . Arya pun langsung mengambilnya dari atas meja nakas di samping tempat tidur Bunga . Arya mengerutkan keningnya , melihat pesan vidio yang masuk melalui aplikasi WA dari no Gandi . Langsung Arya memutar pesan vidio tersebut .


Arya langsung mengeraskan rahangnya , mendengar percakapan seorang siswa itu dengan seseorang lewat telephon . Arya yakin , yang disebut Bu Frisil oleh siswanya itu adalah Frisilia adik sahabatnya .


aku tidak menyangka hatimu sebusuk itu Frisil ?, batin Arya . Rasanya ia ingin segera melaprak Frisilia saat ini , tapi ia tidak bisa meninggalkan Bunga sendirian di Rumah Sakit . Arya harus bersabar sampai Bunga membaik .

__ADS_1


Arya pun mengirim pesan kepada Gandi , merahasiakannya dulu , dan berpura pura tidak tau . Dan Arya menyuruh Gandi untuk menyuruh orang untuk merekam vidio saat Frisilia melakukan transaksi dengan suruhannya , untuk sebagai bukti tambahan . Kalau semuanya adalah ulah Frisilia . Dan siswa yang ada di dalam vidio itu juga , Arya Menyuruh Gandi supaya ada yang mengikutinya


__ADS_2