
"Sayang ! ayo kerjakan PRnya , kalau besok kamu gak mau , aku menghukummu di sekolah .
"Aku sudah belajar selama satu jam ! , aku sudah capek !" balas Bunga .
"Sayang ! , katanya sudah janji mau berobah !, ayo cepat ! . Jangan sampai kamu nanti gak naik kelas . kuhukum kamu di atas ranjang !" ancam Arya .
"Dasar guru mesum !" maki Bunga ," sama muridnya lagi !" lanjut Bunga .
"Muridnya 'kan ! istri sendiri sayang !" gemas Arya , menarik hidung Bunga .
"Sakit Pak Arya !" Bunga mengerucutkan bibirnya , sambil tangannya mengusap usap hidungnya .
"Makanya cepat kerjaka PRnya , biar cepat tidur !" suruh Arya .
"Aku gak paham ngerjainnya " ujar Bunga .
"Makanya jangan berbisik bisik saat aku menjelaskan , biar gak aku hukum !" balas Arya ." Ayo dengarkan biar aku jelaskan !, seteah itu kamu kerjakan PRnya" ucapnya .
Kemudian menjelaskan pelajaran matematika yang di jelaskannya tadi di sekolah kepada murid teristimewanya .
Pak Arya benar benar tampan ! , pantas aja semua orang di sekolah tergila gila padanya ,batin Bunga . Bukannya mendengarkan saat Arya menjelaskan , malah Bunga bengong memperhatikan wajah Arya .
Takk !
"Pak Arya !" sungut Bunga , sudah sering kali Arya menyentil keningnya .
Cup !
Satu kecupan Arya daratkan di bibir Bunga yang mengerucut .
"Makanya jangan bengok ! , memandangi wajahku segitunya . Baru sadar kalau suamimu ini tampan ?" ucap Arya dengan percaya dirinya .
"Lebih tampan dari badak , iya !" ejek Bunga .
"Apa kamu bilang ? Hm..!" Arya menarik hidung Bunga , memencetnya agak kuat .
Karna kesakitan , Bunga pun membalas menarik hidung Arya . Memencetnya sekuat tenaga .
"Sakit Sayang !" keluh Arya , melepas tangannya dari hidung Bunga .
"Rasain !"
"Sepertinya kamu minta di hukum di atas tempat tidur ya !" ucap Arya .
__ADS_1
Bunga langsung berlari ke arah pintu kamarnya .
"uwe !" memeletkan lidahnya , dan langsung keluar , berlari ke arah ruang tamu .
"Oke ! baiklah istriku sayang ! , jangan pikir aku gak bisa menagkapmu" Arya pun mengejar Bunga ke arah ruang tamu . berputar putar mengelilingi sofa .
"Uwe ! gak dapa ! gak dapat !" ejek Bunga . Karna Arya tidak berhasil menangkapnya.
"Kalau aku bisa menangkapmu , bagaimana ?" tanya Arya .
"Terserah Pak Arya aja !" jawab Bunga , berlari dengan kencang masuk ke dalam kamarnya . Belum sempat Bunga menutup pintunya , Arya sudah menahanya .
"Sepertinya malam ini ! , aku akan menikmati yang namanya sorga Dunia !." ucap Arya menyeringai , membuat Bunga bergidik ngeri , menyesali taruhannya . Sekuat tenaga Bunga pun mendorong pintu kamarnya dengan tubunnya . Tapi tenaga Arya tidak mampu ia kalahkan .
Arya mendorong daun pintu itu perlahan , supaya Bunga tidak sampai terjerambah ke lantai .
"Ampun Pak Arya ! , aku hanya bercanda !" ucap Bunga memundurkan langkahnya .
"Tapi aku gak bercanda sayang !" Arya melangkahkan kakinya mendekati Bunga yang sudah mentok ke tempat tidur .
"Aku gak mau !" tiba tiba Bunga ketakutan . Karna Arya sudah tepat berada di depannya . Bunga benar benar takut dan belum siap , untuk melakukan adegan dewasa , meski dengan Arya suaminya . Otak kerdilnya belum bisa mencerna sampai ke adegan di atas tempat tidur.
"Kenapa kamu gak mau ? Hm..!, kita adalah suami istri" tanya Arya . Bunga menggeleng gelengkan kepalanya .
"Aku belum dewasa !" jawab Bunga . Arya tersenyum , ia tau itu hanyalah alibi Bunga .
"Emang aku manusia karbitan , dipaksa untuk dewasa ?" ketus Bunga , berbicara dengan bibir manyun .
"Kalau bisa kenapa Gak ?"
"Aku gak mau !" balas bunga cepat .
"Tapi aku mau !" ucap Arya .
"Pedo..hhppm..
Arya langsung membungkam bibir Bunga dengan menciumnya . Menyapu seluruh permukaan bibir Bunga , menciumnya dengan rakus , satu tangannya menahan tekuk Bunga dari belakang , dan satunya lagi menahan pinggang Bunga .
Bunga meronta dengan memukul mukul dada Arya . Karna ia hampir kehabisan oksigen , sampai Arya melepas ciumannya .
"Sudah kubilang Bunga ! , jangan katakan itu lagi ! , aku tidak menyukainya !" ucap Arya , menajamkan pandangannya ke wajah Bunga . Bunga hanya diam , ia menundukkan pandangannya tidak berani melihat Arya .
Melihat Bunga menunduk , Arya pun menarik Bunga ke dalam pelukannya . Mencium ubun ubun Bunga , kemudian melap sudut bibir Bunga yang basah karna ciumannya .
__ADS_1
"Ayok ! kita kerjakan PRmu !" Arya menuntun Bunga berjalan ke arah meja belajar. Tanpa benari membantah lagi , Bunga pun menurut .
Bunga mengerjakan PRnya , Dan Arya.. ia memeriksa roster Bunga untuk besok , dan mencari Buku yang akan di bawa memasukkannya ke dalam tas .
Pagi harinya , Arya akan membagunkan Bunga ke kamarnya , menggendong Bunga ke kamar mandi , setelah itu menyiapkan baju seragam sekolah Bunga . Sepertinya sudah menjadi kebiasaan Arya , si burung gagak milik Bunga , akan berobah memjadi kucing peliharaan jika di rumah .
Bunga memasuki gerbang sekolah dengan motor kesayangannya di ikuti Arya dari belakang . Setiap hari mereka akan berangkat bersama dari rumah dengan kenderaan masing masing , untuk menyembunyikan status pernikahan diam diam mereka .
Ini yang Arya sukai dari Bunga , si gadis tomboy imu imut menggemaskan . Ia sangat terlihat berbeda dari cewek lain . Meski wajahnya cantiknya pas pasan , tapi bodinya itu loh ! , tinggi semampai , padat berisi , pinggul seperti gitar spayol , dadanya uhh ! , sepertinya pas di genggaman Arya . Melihat itu Arya jadi gak sabar , dimana malam menjadi miliknya sendiri .
Turun dari atas motornya , Bunga pun melipat celana legging tiga permpatnya sampai tertutup rok sekolahnya . kemudian melangkahkan kakinya berjalan melintasi koridor sekolah menuju kelasnya . Dengan langkahnya yang santai , dan tidak ada anggun anggunnya . Wajahnya tampak cerah memancarkan rona kebahagiaan , entah apa yang membuat dia bahagia .
Bunga menggigit bibir bagian bawahnya , menahan senyum yang hampir tidak bisa ia sembunyikan , karna mengingat perlakuan Arya saat membangunkannya setiap pagi dengan sangat manis , Arya selalu membangunkannya dengan mencium bibirnya , kemudian menggendongnya ke kamar mandi , seperti itu setiap pagi yang berhasil membuat hati Bunga meleleh . Sepertinya Arya sudah memenuhi otaknya , si burung gagak tampan miliknya .
"Bubu ! kenapa kamu senyum senyum sendiri ? , Apa Aldo sudah mengabarimu ?" tanya Vani , saat Bunga baru duduk di bangkunya .
Senyum Bunga langsung menghilang , semenjak kapan ia melupakan Aldo ?. ingat ! Bunga masih labi .
"Belum !" jawab Bunga lemah , kemudian menghela napasnya . Aldo tidak akan pernah menghubunginya .
"Trus ! tadi kamu kenapa datang senyum senyum ?" tanya Vani lagi . Meskipun mereka sempat berantem main jambak jambakan rambut , bukan berarti mereka itu akan benar bermusuhan . Itu sudah biasa mereka lakukan , karna mereka sama sama memiliki jiwa yang sama , ada gila gilanya .
"Bubu ! aku ada gosip tentang Pak Arya !" ucap Vani .
"Ck ! gosip mulu yang kamu konsomsi setiap hari !" ujar Bunga .
"Itu si Tari udh datag ! , hei Tar ! cepat sini deh !" Vani melambaikan tanganya kepada Tari yang baru nongol di pintu kelas mereka .
"Ada apa ?" tanya Tari .
"Sepertinya tunagan Pak Arya itu Zoya deh ! , coba lihay di chat grub sekolah . Semua membicarakan Pak Arya dengan Zoya , disana juga ada yang mengirim photo Pak Arya mengendong Zoya , dan ada juga photo mereka saat makan di salah satu cafee !" jawab Vani .
Mendengar itu , Dada Bunga langsung naik turun . Hatinya bergemuruh mengatakan kecemburuan , sampai tak sadar ia mengepal tinjunya , ingin menonjok wajah tampan burung gagak miliknya .
"Bubu ! kamu kenapa ?" tegur Tari melihat Bunga mengeraskan rahangnya .
"Hah ! gak apa apa , tiba tiba gigiku sakit , aku menekannya supaya sakitnya hilang !" jawab Bunga . Aku kenapa sih ? , apa aku sudah gila ya ?. Kenapa juga aku harus marah !, aku 'kan gak menyukai si burung gagak !. batin Bunga .
Diam diam Bunga memeriksa grup chat sekolah , benar orang pada sibuk membicarakan Arya dan Zoya . Semua pada mendukung , dan Pak Arya dan Zoya banjir pujian .
Bunga terus menggeser layar phonselnya , mencari cari photo Arya dan Zoya yang lagi bersama di sebuah cafee .
Stop !
__ADS_1
Bunga langsung menghentikan gerakan jari jempolnya menggeser layar handphonnya . Wajah Bunga langsung memerah padam , melihat kebersamaan Arya dan Zoya di sebuah cafee .
Lihat saja ! aku akan mematahkan gosip gosip ini dengan fakta yang mengejutkan . Ini tidak bisa dibiarkan , kupingku terasa panas mendengarnya ,batin Bunga .