
"Sayang ! aku langsung pergi ya !" pamit Arya , setelah mengantar Bunga sampai ke kamar mereka yang berada di rumah mereka . Seperti permintaan Bunga saat di rumah sakit , Arya ikut tinggal bersama keluarga Bunga .
"Iya !" jawab Bunga menganggukkan kepalanya sambil tersenyum .
"Trimakasih untuk yang tadi sayang !" ucap Arya lagi tersenyum , mengecup bibir Bunga , kemudian mencium keningnya .
"Ingat ! belajar ! besok masih ujian , jangan main game !" ujar Arya mengingatkan . Bunga langsung mengerucutkan bibirnya . Main game sudah hoby nya sejak anak anak , sudah mendarah daging di jiwanya .
"Nanti selesai ujian baru boleh !, mana HPnya ?" pinta Arya . Untuk urusan belajar dan sekolah , Arya benar benar tidak punya toleransi .
"Gak mau !" bantah Bunga cemberut .
"Sayang !" tegur Arya dengan suara di tekan , pertanda tak ingin di bantah .
"Aku janji akan belajar ! , tapi aku juga butuh main game !" ujar Bunga .
Arya menghela napasnya ," baiklah !" pasrah Arya , mengingat istrinya belum sehat jiwa dan raganya , Arya memberi sedikit kelonggaran ."Tapi jangan lama lama !, nanti setelah pulang , aku akan mengetes , sampai dimana kamu belajar" ucapnya lgi . Membuat Bunga menganggukkan kepalanya lemah .
"Kalau begitu aku pergi dulu !" Arya mendaratkan ciuman lagi di kening Bunga , lalu pergi .
Bunga langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur miliknya dengan posisi terlentang menghadap langit langit kamarnya . Bunga sudah sangat merindukan kamarnya itu , Kamar yang sudah lima bulan tidak ia tempati . Bunga senyum senyum sendiri , ternyata menikah memiliki suami tidak seburuk yang ia pikirkan . Malah Bunga sangat bahagia sekarang dengan pernikahannya , apa lagi Arya sangat baik kepadanya , perhatian dan sayang padanya . Meski Arya sering terkesan memaksa dan suka mengancam dalam urusan belajar dan urusan hukuman di atas tempat tidur .
Bunga menuruni anak tangga ke lantai bawah rumah peninggalan Almarhum Kekeknya . Ia ingin ke dapur untuk minum .
"Ma !" panggil Bunga kepada Mama Indah yang lagi sibuk menyiapkan makan malam untuk keluarga .
"Apa ?" Mama Indah menjawab tanpa menoleh ke arah Bunga .
Bunga meminum air putih yang sudah ia tuangkan terlebih dahulu ke dalam gelas , setalah mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan .
" Masak apa ?" tanya Bunga .
"Ada ayam goreng , tahu goreng , tempe goreng , ikan asin goreng , petai goreng , sayur bening , plus sambal terasi" jawab Mama Indah .
"Mantap !" ucap Bunga , mendegar ada ikan asin di goreng . Sepertinya makan malam nanti , Bunga akan tambah tiga .
"Kamu gak ada niat belajar masak gitu ? untuk suamimu !" tanya Mama Indah . Sepertinya Mama Indah harus menyadarkan putrinya itu sedikit demi sedikit , tugas tugas seorang istri .
"Emang harus ya Ma ?, aku gak ada bakat untuk memasak !" balas bunga .
Mama Indah berdecak , memutar tubuhnya ke arah Bunga ."Apa kamu tidak ingin membuat hati suami mu senang ?. Seorang suami itu akan sangat senang jika istrinya memperhatikan perutnya . Apa kamu pikir Arya tidak ingin memakan masakanmu ?" tanya Mama Indah .
"Dia gak pernah menyuruhku memasak , yang dia suruh hanya belajar , membaca , belajar belajar dan belajar . Sampai buku itu sendiri bosan melihatku !" jawab Bunga . Bunga paling tidak suka belajar , tapi dia harus melakukannya , jika tidak , Arya akan menghukumnya .
"Belajarlah menjadi istri yang baik dan perhatian , jangan sampai Arya merasa , kamu tidak peduli dengannya . Pelan pelan saja !, mulailah dari hal hal yang kecil , seperti di pagi hari membuatkanya kopi atau teh..gitu !"
Bunga diam mendengar apa di ucapkan Mama Indah . Selama lima bulan menjadi istri dari seorang Arya . Sekalipun Bunga tidak ada perhatiannya kepada Arya , tidak ada pedulinya , ia hanya menikmati cinta dan perhatian yang di berikan Arya tanpa ingin tau apa dan bagaimana Arya .
"Arya aja jarang makan malam di rumah ! , buat apa aku masak !" ucap Bunga .
__ADS_1
"Kenapa ?" tanya Mama Indah .
"Gak tau Mah !, kata Bu Ipa , dari dulu Arya seperti itu" jawab Bunga .
"Jadi selama tinggal di rumahnya , kalau makan malam kamu selalu sendiri ?" tanya Mama Indah lagi .
Bunga menganggukkan kepalanya ," di temani sama Bu Ipa !" jawab bunga .
"Kok Arya gitu ?"
"Gak tau Ma !, makanya aku ingin tinggal disini sama Mama sama Papa . Aku disana kesepian , karna Arya hampir setiap hari jam sembilan malam pulangnya !"jawab Bunga .
"Mungkin dia sibuk mengurus usahanya sayang ! . Jangan berpikiran buruk dengannya , Mama yakin dia tidak akan macam macam di luar sana !" ucap Mama Indah .
"Awas aja kalau dia berani !" geram Bunga mengeraskan rahangnya .
"Emang kamu mau ngapain dia ?" Mama Indah tersenyum melihat reaksi Bunga yang berlebihan .
"Ku lempar dia ke hutan Amazon !" jawab Bunga cemberut .
"Sana mandi , ini udah sore !" suruh Mama Indah . Mama Indah sudah selesai memasak , dan ia juga akan segera mandi , karna sebentar lagi suaminya akan pulang bekerja .
Bunga berdiri dari tempat duduknya , berjalan ke arah tangga , menaiki anak tangga satu persatu dengan perlahan, sambil menggigit gigit bibir bawahnya berpikir pembicaraannya bersama Mama Indah barusan .
Apa aku harus belajar masak ya ?, mana tau Arya mau pulang cepat , dan makan malam di rumah bersamaku .batin Bunga .
"Ya ampun Sofia ! , ngagetin orang aja !" Bunga memegangi dadanya , kaget melihat Sofia tiba tiba menegurnya dan berdiri di depannya .
"Ck ! , kak Bunga ngapain berhenti , dan melamun di tengah tengah tangga ?. Sofia mau lewat !" ujar Sofia .
"Gak ada !" jawab Bunga melanjutkan langkahnya kelantai dua dan masuk ke kamarnya .
.
.
Selesai makan malam bersama keluarganya , Bunga langsung kembali ke kamarnaya , karna ia harus belajar untuk ujian besok, sesuai permintaan Arya .
"Papa ! Mama ! , Bunga duluan ya , Bunga mau belajar untuk persiapan ujian besok" pamit Bunga , setelah ia meletakkan gelas di tangannya di atas meja .
"Iya sayang ! , belajarlah yang rajin , supaya putri Papa pintar !" ucap Pak Fariq , senang melihat sudah banyak perobahan putri nakal mereka itu .
"Iya Pah !" jawab Bunga sembari berdiri dari tempat duduknya , meninggalkan adik dan kedua orang tuanya di meja makan .
"Sofia juga duluan Ma ! Pah !, mau belajar" pamit Sofia juga .
"Iya sayang !, belajar yang rajin , kalau Sofia masih dapat juara satu , Papa akan kasih hadiah !" ucap Pak Fariq , bangga dengan putri bungsunya yang selalu mempertahankan prestasinya mendapat juara satu dari mulai SD.
"Oke Pah !" balas Sofia senang , Setiap ia mendapat juara satu , Pak Fariq memang selalu memberinya hadiah .
__ADS_1
Bunga yang masih berada di pertengahan tangga , menundukkan kepalanya , mendengar Pak Fariq menawarkan hadiah kepada adiknya Sofia .
Sesayang sayangnya orang tua kepada anak angkatnya . Pasti mereka jauh lebih sayang kepada anak kandung mereka sendiri !, batin Bunga . Inilah yang di pendam Bunga selama ini , meski Pak Fariq dan Mama Indah menyayanginya , Bunga tetap merasa di perlakukan berbeda dari dulu .
Bunga menutup pintu kamarnya , berjalan ke arah meja belajarnya , mengambil buku yang akan ia baca , membawanya ke atas kasur .
Sudah waktunya kamu memikirkan dirimu Bunga !, tidak selamanya kamu bergantung dengan mereka . Batin Bunga , membuka buku di tangannya , lalu membacanya .
.
.
Arya memarkirkan mobilnya di halaman rumah keluarga Bunga . Setelah mematikan mesin mobilnya Arya langsung turun . Hari sudah menunjukkan jam setengah sepuluh malam , baru Arya sampai di rumah . Arya menghela napasnya , karna ia terlambat pulang , padahal ia sudah berjanji akan cepat pulang kepada Bunga .
"Arya !"
Tiba tiba Rania memeluknya dari belakang .
"Apa apaan kamu Rania ?" Arya langsung melepas pelukan Rania dari tubuhnya .
"Aku masih mencintaimu Arya !" ucap Rania .
"Tapi aku tidak mencintaimu lagi !" balas Arya , berbicara sengit .
"Kenapa semudah itu kamu menyukai Bunga ?, apa karna dia kaya ?, memiliki warisan yang banyak dari kakek Samsul ?"tanya Rania .
"Jaga ucapanmu Rania ! , aku tidak seserakah yang kamu pikirkan !" jawab Arya .
"Lantas apa ?, Bunga bukanlah gadis yang cantik !, aku tidak percaya kalau kamu benar benar menyukainya !"tanya Rania lagi .
"Kenapa tidak ?, aku tidak butuh wanita cantik untuk kujadikan istri" jawab Arya .
"Kamu hanya ingin memanas manasiku 'kan ?, iya 'kan Arya ? , kamu hanya memanfaatkan Bunga" tuduh Rania lagi .
"Aku rasa hubungan kita sudah lama selesai , seharusnya kamu tidak mengurusi kehidupanku "balas Arya , kemudian melangkahkan kakinya ke arah teras rumah . Arya menghentikan langkahnya melihat Bunga berdiri di teras rumah .
"Sayang ! kenapa belum tidur ?" tanya Arya , berusaha menyembunyikan kegugupannya . Arya rasa Bunga mendengar perdebatannya dengan Rania .
Bunga tidak menjawab , ia malah membalik tubunya meninggalkan Arya di belakang . Bunga berjalan kembali menaiki tangga kembali ke kamarnya .
Tadi saat mendengar suara mobil Arya parkir di depan rumah . Bunga langsung turun dari atas tempat tidur dan berlari keluar kamar , ia ingin menyambut Arya ke depan rumah , karna ia sudah sangat merindukan suaminya itu , meski baru dari tadi siang ia tidak melihat Arya . Setelah membuka daun pintu rumahnya , Bunga hendak berlari ke arah Arya yang baru turun dari dalam mobil , ia ingin memeluk Arya . Tiba tiba Bunga mengurungkan langkahnya , melihat Kakaknya Rania memeluk Arya dari belakang . Bunga diam mematung , menyaksikan pemandangan yang tak terduga itu , Bunga memilih melihat apa yang terjadi selanjutnya , Bunga mendengar semua pembicaraan kedua mantan kekasih itu dengan jelas .
"Sayang..! maaf ! segarusnya aku memberitahumu !" ucap Arya , menarik Bunga ke dalam kepukannya , setelah mengejar Bunga ke dalam kamar mereka .
.
.
.
__ADS_1