
"Pah ! , Papa benaran mau membawanya ke jalur hukum ?. Apa Papa gak mikirin bagaimana perasaan Bunga Pah ?. Dia pasti sangat kecewa kepada kita Pah !. Lagian bagaimana kalau Arya tidak terbukti bersalah ?, bisa bisa hukum akan berbalik menjerat kita Pah !" cerca Mama Indah . Meski dia marah putrinya mendapat tindak kekerasan , tapi Mama Indah tidak kepikiran untuk membawanya ke jalur hukum .
"Papa bingung Ma !, kepala Papa sakit !" ucap Pak Fariq memengangi kepalanya .
Mama Indah mengambil gelas air minum yang berada di atas meja nakas , memberikannya kepada Pak Fariq .
"Papa minum dulu !"
Pak Fariq menerima air putih dari Mama Indah , lalu meminumnya .Mama Indah mengambil gelas yang sudah kosong dari tangan suaminya , mengembalikannya ke atas nakas .
"Sekarang ayo kita ke rumah Arya Ma ! , Papa tidak tenang dan gak bisa tidur Ma ! , sebelum Papa tau kebenarannya . Jangan sampai masalah ini semakin besar Ma !" ujar Pak Fariq setelah pikirannya mulai jernih . Akhirnya Pak Fariq bisa berpikir , ia juga tidak percaya kalau Arya melakukan kekerasan kepada putrinya , tapi ia juga harus mencari buktinya .
"Apa gak besok pagi aja Pah ! , ini sudah larut , pasti mereka sudah tidur . Besok aja ya Pah ! , nanti kita mengganggu istirahat mereka , apa lagi besok Bunga mau ujian" bujuk Mama Indah kepada suaminya .
Pak Fariq diam berpikir , kemudian menganggukkan kepalanya .
Besok paginya , Pak Fariq dan Mama Indah mendatangi rumah Arya dan Bunga . Mereka Ingin melihat rekaman cctv di rumah Arya , untuk memastikan apakah Arya benar atau tidak Arya melakukan tindak kekerasan .
Mendengar bel rumah berbunyi di pagi hari , Arya dan Bunga yang lagi sarapan di meja makan saling pandang .
"Biar Ibu aja yang lihat , kalian sarapan aja !" Bu Ipa berdiri dari kursinya , berjalan ke arah pintu depan . Bu Ipa lansung membuka pintu , setelah mengintip dari kaca siapa yang datang .
"Bu Indah , Pak Fariq , silahkan masuk , nak Arya dan Bunga lagi sarapan" ucap Ibu Ipa ramah .
"Trimakasih Bu Ipa !" balas Mama Indah tersenyum tidak kalah ramah .
Bu Ipa melangkahkan kakinya kembali ke dapur dengan cepat , untuk menyampaikan kepda Arya siapa tamu yang datang .
"Naka Arya , nak Bunga , Pak Fariq dan Mama Indah ada di ruang tamu" lapor Bu Ipa .
Arya langsung menghentikan kunyahannya , menghela napasnya . Arya sudah tau maksud kedatangan kedua mertuanya datang ke rumahnya . Arya segera menelan makanan di mulutnya dan langsung meminum air putih dari gelasnya .
Bunga pun dengan buru buru menghabiskan makanan di mulutnya , dan meminum ari putih dengan rakus . Ia ingin menemui ke dua orang tuanya yang tumbenan datang menemuinya .
__ADS_1
"Sayang ! minumnya jangan buru buru , nanti bisa keseluk !" tegut Arya .
"Hehehe...!" cengir Bunga , meletakkan gelas di tangannya kembali ke atas meja . Lalu tanpa berpamitan , Bunga langsung berdiri dan berlari ke arah ruang tamu menemui kedua orang tuanya dengan wajah berbinar . Bunga senang orang tuanya datang menemuinya . Bunga belum tau apa yang sedang menimpanya dan Arya .
"Mama ! Papa !"
Bunga langsung memeluk Mama Indah yang duduk di sofa . Mama Indah menatap Pak Fariq , menyiratkan pertanyaan . Apa Arya tidak memberitahu Bunga prihal tadi malam ?.
"Ma ! apa benar, Kak Rania di jodohkan dengan anak Pak Siddiq ?" tanya Bunga , setelah melepas pelukanny , menajamkan pandangannya kepada Mama Indah .
"Sayang ! kamu duluan berangkat sekolah ya !, Aku ada urusan sebentar dengan Papa sama Mama" Ucap Arya baru datang dari dapur .
"Urusan Apa ?" Bunga mengalihkan pandangannya ke arah Arya , bergantian ke arah pak Fariq dan Mama Indah .
"Gak ada apa apa sayang , hanya ada sedikit masalah karyawan di perkebunan" jawab Mama Indah , mengusap kepala Bunga dari samping .
"Oo..!" Bunga mengangguk anggukkan kepalanya , percaya begitu aja ."Kalau begitu Bunga berangkat ya Ma ! Pa !" pamit Bunga , menyalam tangan Mama Indah dan Pak Fariq bergantian , yang kebetulan duduk di sofa yang sama.
"Hati hati sayang !, tunggu aku di sekolah !" ucap Arya setelah melepas ciumannya . Bunga menganggukkan kepalanya seraya tersenyum .
"Assalamu Alaikum !"
"Walaikum salam !"
Bunga pun keluar dari dalam rumah , melangkahkan kakinya berjalan ke luar dari halaman rumah . Bunga langsung naik ojek yang biasa mangkal di dekat rumah .
Arya yang tadinya berdiri , melangkahkan kakinya menaiki anak tangga kelantai dua rumahnya . Arya masuk ke dalam kamarnya dan Bunga , untuk mengambil Laptop miliknya . Arya kembali keluar kamar , membawa laptop turun kelantai bawah . Setelah duduk di sofa yang berseberangan dengan kedua mertuanya . Arya membuka laptopnya , membuka aplikasi yang tersambung dengan kamera cctv di rumahnya . Membuka rekaman cctv semalam saat Rania datang ke rumahnya .
"Ini Ma ! Pah ! , kalian bisa lihat sendiri , rekaman cctv di bagian dalam rumah ini sama di luar" Arya memutar layar laptopnya ke arah kedua mertuanya , supaya mereka sendiri yang memeriksanya .
Mama Indah dan Pak Fariq pun langsung memeriksa rekaman cctv di laptop Arya . Menyaksikan Rania yang datang sendiri , di persilahkan masuk oleh Bu Ipa , Rania yang mengikuti Bu Ipa ke dapur , bertemu Bunga di sana . Rania yang memohon kepada Bunga , mendengar perdebatan Bunga dan Rania , sampai Bunga pergi meninggalkan rumah . Sampai Arya datang , masuk ke dalam rumah dengan raut wajah emosi . Menarik Rania dari belakang Bu Ipa , dan menghempaskan Rania ke kantai , lalu marah marah membentak Rania , Kemudian Arya menarik Rania , dan menghempaskannya ke halaman rumah , sampai Arya pergi , tidak ada Arya memukul atau menampar Rania . Sampai Arya kembali lagi membawa Bunga , mereka melihat Rania masih menunggu di teras rumah . Bunga dan Arya turun dari mobil , Sampai masuk ke dalam rumah membiarkan Rania sendirian di luar . Tidak ada Arya melakukan tindakan kekerasan selain menghempaskan Rania , yang membuat lututnya terluka .
"Luka di lutut Rania , mungkin karna aku menghempaskannya ke halaman . Tapi kalau luka di pipinya , aku tidak tau !. Papa sama Mama sudah lihat sendiri !" ucap Arya , setelah kedua mertuanya menyaksikan rekaman cctv di rumahnya .
__ADS_1
Pak Fariq dan Mama Indah sama sama menghela napas . Mereka tidak menyangka putri yang mereka bangga banggakan nekat berbuat licik .
"Nak Arya ! Papa minta maaf , sudah menuduhmu berbuat kasar kepada Rania . Seharusnya Papa cari tau dulu kebenarannya" ucap Pak Fariq dengan wajah sedih bercampur malu .
"Iya nak Arya !, Mama juga meminta maaf !" sambung Mama Indah .
"Gak apa apa Ma ! Pah ! , seandainya aku berada di posisi kalian . Mungkin aku juga akan emosi melihat putri sendiri pulang dengan keadaan terluka" balas Arya , meski sempat sakit hati , Arya harus memaafkan kedua mertuanya yang meminta maaf langsung kepadanya .
"Trimakasih nak Arya , Papa titip Bunga sama kamu dan juga mulai sekarang Papa serahkan semua kepengurusan harta peninggalan Kakek Samsul sama kamu . Lagian sudah seharusnya seperti itu , karna kamu sudah menjadi suami Bunga . Papa akan membawa keluarga Papa dari kota ini , mungkin itu lebih bagus , supaya Rania tidak mengganggu kalian lagi" ucap Pak Fariq lagi , penuh penyesalan dengan perbuatan putrinya .
Arya diam , tidak mengiyakan dan tidak menolak , jika Pak Fariq menyerahkan kepengurusan harta milik Bunga kepadanya . Bukan maksud Arya ingin menguasai harta peninggalan Kakek samsul . Tentu Arya melakukan itu untuk istrinya Bunga . Karna Bunga istrinya dan harta peninggalan milik Kakek samsul , sudah menjadi amanah bagi Arya , untuk membalas jasa jasa kakek Samsul kepadanya .
"Terserah Papa sama Mama saja . Papa sama Mama rencananya pindah ke kota mana dan kapan ?"tanya Arya .
" Ke kota M , kami akan pindah selesai ujian sekolah !" jawab Pak Fariq .
"Sekali lagi , Papa dan Mama minta maaf nak Arya !" ucap Pak Fariq dengan tatapan meneduh .
"Iya Pah ! Arya sudah memaafkannya . Arya juga minta maaf sudah menyakiti putri kalian : balas Arya .
"Trimakasih ! , kalau begitu kami pulang dulu , salam untuk Bunga !" pamit Pak Fariq , kemudian berdiri dari sofa di ikuti Mama Indah .
"Iya Pah !"
Arya juga berdiri dari tempat duduknya , menyalam kedua mertuanya dengan hormat .
"Sekali lagi Mama minta maaf ya nak Arya !, sampaikan salam Mama sama Bunga" ucap Mama Indah lagi dengan tatapan meneduh .
"Arya juga minta maaf Ma !" balas Arya .
"Kalau begitu Mama sama Papa pulang dulu" pamit Mama Indah sekali lagi .
"Iya Ma !"
__ADS_1