Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 72


__ADS_3

Bunga melangkahkan kakinya perlahan ke arah Arya yang tidak bergerak dari tempatnya berdiri. Sampai di depan Arya, Bunga menatap dalam manik mata Arya yang juga menatapnya.


Diam


Lama mereka saling berpandangan, Bunga mengingat semua apa saja yang di laporkan Bu Siti pembantu di rumah keluarganya. Pak Fariq yang menuduh Arya menganiaya Rania, dan ingin melaporkan Arya ke pihak berwajib. Bunga juga mengingat tadi malam, Arya menangis. Bunga kecewa dengan keluarga yang membesarkannya itu.


Brukk !


Bunga menumbrukkan tubuhnya memeluk Arya. Ia dapat merasakan apa yang menjadi kegundahan Arya, meski Arya bisa menyembunyikannya darinya. Arya langsung membalas pelukan Bunga, mengecup ujung kepala gadisnya itu lama.


"Maafkan keluargaku yang sudah menyakitimu Aaryan !"ucap Bunga menangis di dalam pelukan Arya. Bunga benar benar kecewa dengan keluarganya terutama dengan kakaknya Rania.


"Aku baik baik aja !, aku lebih menghawatirkanmu sayang !"balas Arya, lagi..mencium ujung kepala Bunga, sambil tanganya mengusap usap punggung Bunga.


"Aaryan ! sebegitu tidak pantasnya kah aku untukmu ?. Sehingga orang menilaiku sangat rendah, dan orang orang sangat menginginkan kita berpisah" tanya Bunga.


"Jangan dengarkan kata orang, bagiku kamu sangat pantas untukku. Aku bukanlah manusia yang sempurna, aku juga memiliki banyak kekurangan sayang !" ucap Arya , melepas pelukannya, menjauhkan sedikit tubuh Bunga, memandang wajah Bunga yang basah air mata. Arya menghapus air mata Bunga dengan jari tangannya.


"Aku tanya..Apa kamu mencintaiku ?" menajamkan tatapannya ke wajah Bunga.


"Aku mencintaimu Aaryan !" jawab Bunga, membalas tatapan Arya.


"Sejak kapan ? dan apa alasanmu mencintaiku ?."


Bunga menggelengkan kepalanya," aku gak tau sejak kapan dan kenapa."


Arya menarik kedua sudut bibinya ke atas," Begitu juga aku Bunga, aku juga tidak tau kapan dan kenapa. Tapi semenjak melihatmu pertama kali saat kamu remaja, kamu sudah mencuri perhatianku !"ucap Arya.


"Kapan ?"


"Saat di hari pertama kamu menjadi siswi di SMA HARAPAN"jawab Arya tersenyum.


"Bukankah kamu tidak menyukaiku karna aku bandel ?, dan kamu sering menghukumku !."


Arya tidak langsung menjawab, Ia membuka pintu di sampingnya, lalu menuntun Bunga masuk ke dalam mobil. Setelah menutup pintu di samping Bunga. Arya berjalan memutari bagian depan mobilnya. Membuka pintu di samping kursi kemudi, dan langsung masuk.


Setelah menutup pintu di sampingnya , tanpa aba aba, Arya langsung menyambar bibir Bunga. Menarik rambut Bunga dari belakang, supaya mudah memperdalam ciumannya, dan satu tanganya mere*** gundukan yang pas digenggamannya itu.


"Aaryan..!" desah Bunga menarik rambut Arya , saat ciuman Arya merambat ke lehernya.


Arya langsung menagangkat kepalanya, memandang wajah Bunga yang memerah, seperti menginginkan lebih. Arya tersenyum, kemudian mengecup kembali bibir Bunga.


"Kita lanjut di rumah ya !"

__ADS_1


Setelah berbicara, Arya langsung memutar tubuhnya, dan langsung melajukan kenderaannya menuju arah pulang ke rumah mereka. Sambil menyetir, Arya mengambil satu tangan Bunga, membawanya ke bibirnya lalu mengecupnya.


"Aku menghukummu karna aku gemas dengan tingkah lakumu yang selalu meresahkan. Kamu sebagai pemilik sekolah, malah memberikan contoh yang buruk. Selain itu, aku ingin kamu berobah." Arya menjawab pertanyaan Bunga tadi, tanpa menoleh ke arah Bunga ksrna ia harus pokus dengan jalan di depannya.


Bunga menolehkan kepalanya ke arah Arya, mendengar apa yang di katakan Arya."Apa selama ini kamu tau, kalau aku bukan anak kandung Papa sama Mama ?."Bunga mengerutkan keningnya.


"Saat kamu baru lahir, umurku sudah sembilan Tahun. Waktu itu, kedua orang tuaku membawaku menjengukmu yang baru berumur hitungan jam ke Rumah sakit"jawab Arya, sesekali menoleh ke arah Bunga yang duduk di sampingnya.


"Tubuhmu sangat gemuk saat baru lahir dulu, dan wajahmu juga jelek, pipimu sangat gendut. kamu terlihat berbeda dari bayi bayi baru lahir lainnya." Arya berbicara dengan bibir tersenyum.


"Berarti aku sudah jelek dari lahir dong !" Bunga berbicara memayunkan bibirnya, dan memasang muka sedih.


"Saat aku menggendongmu dulu waktu kamu baru lahir. Aku sudah tau kalau kamu akan memiliki tubuh yang seksi saat aku memegang pantatmu yang montok itu" ucap Arya, menggoda Bunga.


"Dasar guru mesum !" cibir Bunga.


Arya malah tertawa cekikikan," Bukankah kamu sangat menyukainya sayang ?." Arya menarik tangan Bunga menyentuhkannya ke angka satu miliknya yang sudah menegang.Bunga yang kaget langsung menarik tangannya, tapi Arya langsung menahannya.


"Dia sudah sangat merindukanmu !"ucap Arya.


Ah ! tidak Bunga pungkiri, ia sangat menyukai angka satu milik Arya yang sudah menegang itu, apa lagi saat memanjakannya di atas ranjang. Sudah seminggu tidak mendapat hukuman dari burung gagaknya itu , Bunga menjadi kagen. Bunga menggigit gigit bibir bawahnya, mengingat kenikmatan yang sudah dirindukannya itu. Perlahan Bunga menggerakkan jarinya mere*** angka satu milik Arya, seketika membuat Arya mendecis.


"Sayang..!"


Arya benar benar menikmati belaian tangan istri labilnya itu. Arya menambah laju kecepatan kenderaanya, ia ingin mereka cepat sampai di rumah, Arya sudah sangat ingin menghukum istri nakalnya itu di atas tempat tidur. Setelah memarkirkan mobilnya di halaman rumah, Arya langsung mencium bibir Bunga, tapi langsung Bunga hentikan dengan mendorong dada Arya. Bunga mengedipkan sebelah matanya ke arah Arya sambil tersenyum, sambil satu tangannya membuka pintu di sampingnya, dan langsung turun, berlari masuk ke dalam rumah.


"Sayang !"


Arya memutar pandangannya ke seluruh ruangan kamar mereka karna tidak mendapati Bunga di sana. Kemudian Arya melangkahkan kakinya ke arah pintu kamar mandi, dan mendorong pintunya, bunga pun tidak ada di dalam.


Kemana dia ?batin Arya .


Tiba tiba Arya merasakan ada tangan melingkar di perutnya. Ada yang memeluknya dari belakang. Arya melepas pelukan tangan itu, kemudian memutar tubuhnya , melihat si pelaku.


"Apa kamu rindu dengan hukumanku sayang ?, katakan !" tanya Arya tersenyum. Tersenyum malu malu, Bunga menganggukkan kepalanya.


Arya semakin merekahkan senyum di bibirnya dengan wajah berbinar. Arya senang , Arya bahagia, Bunga akhirnya benar benar membalas cintanya. Arya mendekatkan wajahnya, lalu mencium kening Bunga, turun mencium kedua kelopak mata Bunga bergantian. Turun lagi mencium kedua pipi Bunga. Mencium ujung hidung Bunga, terakhir mencium bibir Bunga, melu***nya lembut, yang langsung di balas Bunga.


Lama mereka berciuman, Tanpa melepas pagutan mereka, tangan Arya sibuk membuka kancing baju seragam Bunga, dan melepasnya dari tubuh Bunga menjatuhkannya di lantai. Kemudian membuka kancing bajunya sendiri dan melepasnya , Bunga pun melingkarkan kedua tangannya ke leher Arya. Arya Kemudian melingkarkan tanganya ke pinggang Bunga, membuka pengait rok Bunga dari belakang, menurunkan resletingnya, lalu membiarka rok Bunga jatuh ke kakinya.


Skip


Arya yang duduk bersandar di kepala ranjang, mengusap usap kepala Bunga yang bersandar di dada polosnya, dan sesekali mengecup ngecup kepalanya. Mereka terlihat seperti sama sama kelelahan, di lihat dari bekas keringan dari wajah keduanya .

__ADS_1


"Aaryan !"panggil Bunga memain mainkan jarinya di dada bidak Arya.


"Hm..?"


"Darimana kamu tau aku pergi ke restoran Kak Rania ?" tanya Bunga penasaran . Bukankah Arya tadi tidak melihatnya pergi ?.


"Hatiku mengatakan kamu pergi menemuinya" jawab Arya. Bunga langsung mendongakkan kepalanya menatap wajah Arya.


"Aku gak percaya !"


Arya tersenyum ,"Emang kamu mau kemana lagi selain menemuinya ?"tanya balik Arya.


"Jangan bilang kamu menaroh alat pelacak di HP atau di kalungku ini !, kaya di film film atau di novel novel"ucap Bunga , mengerucutkan bibirnya.


"Buat apa ?, istriku ini bukan tawanan . Kemana pun istriku pergi , aku yakin istriku ini pasti tau kemana akan pulang!." Arya mengecup bibir Bunga.


"Terus ! kenapa menyusulku ?"


"Aku kawatir sama kamu sayang !. Kawatir kamu menghabisi kakakmu!"jawab Arya.


"Tadi kenapa gak masuk dan hanya di luar aja ?."


"Aku baru sampai !, Melihatmu berjalan keluar dari dalam restoran, aku mengurungkan langkahku"jawab Arya. Bunga mengangguk anggukkan kepalanya.


"Aaryan !"panggil Bunga.


"Apa Bungaku ?"


"Lapar !"manja Bunga .


Arya melihat jam yang menempel di dinding kamar mereka, ternyata sudah menunjukkan jam dua siang.


"Yuk kita mandi dulu, setelah itu kita pergi makan di luar sekalian jalan jalan" ucap Arya .


"Tapi pakai motor ya !" Bunga sudah lama sekali menaiki motornya kesayangannya itu, ia sudah kangen. Arya pun menganggukkan kepalanya seraya tersenyum . Arya kemudian turun dari atas tempat tidur, lalu mengangkat tubuh besar istrinya yang hanya terbalut selimut , membawanya ke kamar mandi.


.


.


Kamu sudah mengambil Arya dariku Bunga !, maka aku akan mengambil hartamu sebagai gantinya, Rania membatin dengan menyipitkan matanya.


Rania mengambil tas dan handphonnya dari atas meja , bergegas keluar dari ruangannya. Berjalan keluar dari dalam restoran.

__ADS_1


Rania memarkirkan mobilnya di halaman rumah milik Kakek Samsul yang ia dan keluarganya tempati dan langsung masuk ke dalam rumah. Rania berjalan menaiki anak tangga ke lantai dua, ia tidak masuk ke kamarnya melainkan ke kamar Bunga. Rania meggeledah isi kamar Bunga, entah apa yang ingin dia cari.


Dimana Bunga menyimpan surat surat yang di serahkan Papa kemari kepadanya ?. Kok gak ada ya ?" batin Rania, karna tidak menemukan yang dia cari si kamar Bunga.


__ADS_2