
"Aayan ! aku masih ngantuk !" guman Bunga mengeratkan pelukannya kepada Arya .
"Sudah pagi sayang ! ayo mandi ! , nanti kita bisa telat kesekolahnya !" ujar Arya , mengecup kening Bunga .
"Salah sendiri ! ngajak aku begadang terus setiap malam . aku libur aja ya hari ini ! , badanku lagi capek !, aku ingin istirahat."
"Gak sayang ! , seminggu lagi kalian ujian kenaikan , kamu gak boleh absen."
Meski Arya sangat memanjakan Bunga , masalah sekolah ia sangat tegas dan disiplin , tidak ada toleransi , kecuali Bunga sakitnya sudah parah .
"Aku mau berhenti sekolah aja , mau jadi Ibu rumah tangga yang baik aja !" Bunga memberenggut dengan bibir mengerucut .Kakinya di hentak hentakkan ke kasur .
"Ide bagus ! aku akan membuatmu melahirkan anak satu setiap tahun , biar rumah ini rame" balas Arya langsung menindih tubuh Bunga .
"Iya ! aku sekolah !" ujar Bunga .
Sembari tersenyum Arya mengecup bibir Bunga , ancamannya berhasil membuat Bunga patuh . Kemudian turun dari atas tubuh Bunga , dan langsung menggendong Bunga ke kamar mandi .
.
.
Bunga berjalan menuju kelasnya sambil tersenyum senyum . Layaknya pengantin baru yang lagi kasmaran . Hati Bunga sekarang lagi berbunga bunga . Mengingat percintaan mereka tadi malam , Arya begitu sungguh memanjakannya . Aih...! si burung gagaknya itu sungguh sangat manis .
"Woi Bunga ! kamu mau kemana ? , kelasmu sudah lewat !" tegur David si ketua osis .
Bunga langsung menghentikan langkahnya , melihat David yang menegurnya , kemudian memutar tubuhnya menghadap belakang . Yang benar saja , ia sudah melewati kelasnya sampai lima kelas .
Bunga mengarahkan pandangannya lagi ke arah David ." Trimakasih sudah mengungatkan !"
kemudian Bunga melangkahkan kakinya kembali ke arah kelasnya yang sudah terlewatkan .
Tiba tiba Bunga merasa badannya terhunyung ke belakang , karna ada yang menarik sebelah tangannya .
"David ! kamu mau bawa aku kemana ?." teriak Bunga , karna David menariknya kepojokan sekolah .
"Apa kamu benar sudah bertunangan dengan Pak Arya ?" tanya David langsung .
"Iya !" jawab Bunga santai , menunjukkan cincin tunangannya kepada David .
David menghela napasnya , Semenjak SMP ia sudah menyikai Bunga . Tapi ia tidak pernah mempunyai kesempatan , Karna ada Aldo yang selalu di dekat Bunga .
"Lalu bagaimana hubunganmu dengan Aldo ?" tanya David .
Bunga menghela napasnya ," Dia pergi menjauhiku !" jawab Bunga . Biar bagaimana pun di hati kecilnya pasti ada rindu buat Aldo .
__ADS_1
"Aku pikir setalah Aldo pergi , aku memiliki kesempatan !" ujar David .
Bunga memutar matanya jengah ," dari dulu kamu selalu mengaku menyukaiku , mengaku mencintaiku ! . Tapi sebentar sebentar kamu sudah gonta ganti cewek !" dengus Bunga .
"Sama kamu aku serius Bunga !" ujar David .
"Aku akan rugi banyak ! jika aku menukar Pak Arya denganmu ! . Oh tidak !"
Bunga memutar tubuhnya sambil mengibaskan rambutnya . Berjalan dengan menggeolkan pantatnya kekiri dan ke kanan , meninggalkan David yang menatapnya dengan tatapan mendamba .
"Lah ! kok udah pada sepi ? .Apa udah bel ya ? , kok aku gak dengar ?" gumam Bunga , melihat lorong sekolah sudah tidak ada orang , sepertinya sudah masuk kelas semua .
Awas kamu David ! gara gara kamu ,aku jadi terlambat masuk kelas , mana si burung gagak lagi yang masuk jam pertama . Aduh ! pasti dia memberiku hukuman . Tidak ! , aku gak mau berdiri satu kaki , aku sudah gak sanggup . Tenagaku sudah terkuras setiap malam , untuk menjadi istri yang soleha .batin Bunga
Bunga pun melongokkan kepalanya kekiri dan ke kanan , apakah ada guru di sekitarnya , tidak ada .
Mending aku ke cabut aja !, batin Bunga . kemudian melangkahkan kakinya ke arah belakang sekolah , mencari jalan tikus baru .
Sampai di taman belakang sekolah , Bunga mengharuk kepalanya , berpikir sambil mencari jalan keluar .
Aduh ! semua pohon disini sudah pada di tebangin sih ! . Aku lewat mana dong ? , Ck ! , Ini nih ! seharusnya aku memecat si burung gagak . Gara gara dia aku terpenjara . Batin Bunga , ia sudah berjalan sepanjang pagar belakang sekolah , namun ia belum menemukan jalan keluar .
Tanpa Bunga sadari , Arya dari tadi mengikutinya tepat di belakangnya .
"Gak bisa lewat ya Bungaku sayang ?" bisik Arya tiba tiba ketelinga Bunga dari belakang .
"Ayo ikut aku !" Arya langsung membalik badannya .
"Gak mau !" bantah Bunga .
"Kamu bersihkan ruanganku , cepat !" tegas Arya .
Bunga menghentakkan kakinya , mengerucutkan bibirnya , cemberut .
Arya mengedipkan sebelah matanya kepada Bunga, "kamu bisa tidur di ruanganku !"bisiknya tersenyum .
Bunga langsung sumiringah , mengangguk anggukkan kepalanya , berjalan mengikiti Arya dari belakang dengan semangat empat lima .
Sampai di ruangan khusus Arya , Bunga langsung merebahkan tubuhnya di sofa panjang , setelah meletakkan tasnya sembarang di lantai .
"Tidurlah istriku sayang ! , hari ini aku memberimu toleransi" ucap Arya mengecup bibir Bunga , kemudian keluar dari ruangannya , mengunci Bunga dari luar , kembali ke kelasnya mengajar .
Tak lama kemudian Bunga langsung tertidur pulas ,karna ia sangat mengantuk .
Di dalam kelas
__ADS_1
"Tadi pagi aku sempat mencium bau Bunga ! , kemana dia ?" tanya Vani berbisik kepada Tari .
"Gak tau !" jawab Tari .
"Apa dia bolos lagi ?" bisik Vani lagi .
"Mungkin !" jawab Tari
"Gak ada guna aku bertanya , kalau jawabannya , gak tau dan mungkin !" dengus Vani .
"Aku memang gak tau Vani..!, kita tadi sama sama sampai , dan berjalan bersama ke kelas , dan kamu yang mencium bau Bunga ! , aku gak !. Lagian kenapa kamu gak tanya Pak Arya langsung ?, kok malah nanya aku !" geram Tari berbisik .
"Oh ! iya , aku lupa !" balas Vani , membuat Tari mengeram kesal .
"Tari !! Vani !! silahkan kalian keluar !!" tegas Arya ."Kalian bersihkan seluruh toilet di sekolah ini , cepat !!" tegasnya lagi .
"I..iya Pak !" gugub Tari , menyikut lengan Vani sambil berdiri dari kursinya .
Pak Arya sudah persis seperti bunglon , berubah rubah . Kemarin waktu di rumahnya , manis banget , kok disekolah , seram amat . Batin Tari . keluar dari dalam kelas bersama Vani .
Bel istirahat pun berbunyi , Arya segera keluar dari kelas Bunga dan langsung kembali ke ruangannya .
Arya membuka pintu ruangannya sembari melangkah masuk kemudian langsung menguncinya rapat rapat . Dilihatnya Bunga masih tertidur pulas di atas sofa . Arya melangkahkan kakinya ke arah Bunga mendudukkan tubuhnya di sampingnya .
Di pandanginya wajah Bunga yang nampak cabi , sudah terlihat bersih sehat terawat , sudah tidak kusam lagi . Tentu membuat kecantikan Bunga terpancar alami .
Arya tersenyum , satu tangannya terangkat mengelus pipi Bunga , kemudian merapikan rambut Bunga dari wajahnya .
"Kamu sangat cantik Bungaku !"gumam Arya . Membungkukkan tubuhnya, mengecup kening Bunga .Kemudian mencium bibir Bunga sampai Bunga terbangun .
"Sayang ! ayo bangun !" ucap Arya , setelah melepas pagutannya , karna merasakan Bunga menggeliatkan tubuhnya .
"Aaryan..!" gumam Bunga .
"Apa sayang ?"
"Biarkan aku tidur ! , aku masih ngantuk banget , aku gak sanggup membuka mataku"jawab Bunga . Entah kenapa akhir akhir ini Bunga merasa sering mengantuk , badannya pun mudah lelah .
"Ya udah ! ,untuk hari ini aja ya !" ucap Arya , mengusap usap kepala Bunga . Bunga pun menganggukkan kepalanya .
.
.
.
__ADS_1
# kasih kritikan dong ! sama ceritanya . masa komennya lanjut lanjut aja ?. kasi penilaian gitu ! . Biar othor tau kekurangan tulisan author . Othor 'kan ceritanya lagi belajar nulis . Biar kepandaian author semakin meningkat , gitu loh ..!.