Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 83


__ADS_3

Selesai periksa di Rumah Sakit, kedua calon orang tua baru itu tidak kembali lagi kesekolah. Mereka pulang ke rumah mereka, mereka terlalu bahagia, mereka ingin menghabiskan waktu berdua saja hari ini.


"Kenapa sayang ?" tanya Arya, melihat wajah Bunga seperti memikirkan sesuatu.


"Kandunganku sudah jalan lima minggu. Berarti aku lupa meminum pencegah kehamilan itu saat kita Bulan Madu" jawab Bunga.


"Mungkin sayang !" Arya tersenyum, membelai rambut Bunga.


"Anak kita laki laki atau perempuan ya ?" tanya Bunga, tersenyum mengusap usap perutnya.


"Yang penting sehat sayang !" lagi Arya mengelus kepala Bunga.


"Aku ingin anak kita cowok !, biar bisa di ajak balapan"ucap Bunga.


Ya ampun ! istrinya itu ada ada aja, baru juga sebesar biji kacang ijo, masa mau di ajak balapan. Arya menggeleng gelengkan kepalanya.


Arya dan Bunga sama sama turun dari dalam mobil, setelah Arya memarkirkan kenderaannya di halaman rumah mereka. Mereka sama sama masuk ke dalam rumah, dengan sebelah tangan Arya merangkul pinggang Bunga dari belakang, dan satu tangannya menenteng kantong plastik yang berisi makanan. Mereka pun berjalan langsung ke dapur, mereka ingin makan, karna sudah lapar. Tadi pagi mereka hanya memakan roti saja.


Bunga mengambil piring, lalu memindahkan makanan yang mereka beli di tengah jalan dari bungkusnya. Bunga juga mengambil gelas dan mengisi air minum ke dalam tego yang barbahan kaca. Tak lupa, Bunga juga mengambil sendok makan. Semua itu sudah biasa Bunga lakukan beberapa Bulan ini. Bunga sudah tau tugasnya melayani suami dari dapur sampai ke kasur.


Dengan senang hati Arya menerima perlakuan Bunga yang sudah menjadi istri yang soleha. Tentu itu Arya akan membalasnya dengan cinta dan kasih sayangnya.


"Mulai sekarang kamu gak boleh banyak gerak dan capek lagi !" ucap Arya, melihat istrinya mondar mandir menyiapkan peralatan makan mereka.


"Aku masih kuat !"


"Tapi aku gak mau kamu dan anak kita kenapa kenapa ?" ujar Arya lagi.


"Nanti aja di bahasnya, tidak boleh membahas apa pun di meja makan !" balas Bunga duduk di samping Arya.


Bijaknya istri labilnya itu, dari rumah sakit yang hanya menempuh perjalanan setengah jam saja. Istrinya bisa berobah, seperti emak emak benaran. Arya tersenyum, mengusap kepala Bunga. Hamil membuat istrinya mendadak bertambah dewasa. Mungkin itu naluri ke ibuannya, yang akan memiliki anak. pikir Arya.


"I love yuo !" bisik Arya ke telinga Bunga, mengecup pipi Bunga dari samping.


"I love you too!" bunga membalas mencium pipi Arya.


.

__ADS_1


.


Pagi hari, lagi lagi Arya dan Bunga memuntahkan isi perut mereka di kamar mandi. Mereka sudah sudah paham dengan mual dan muntah mereka, setelah mendengar penjelasan Dokter kemarin.


Selesai dengan acara muntah mereka. Arya menurunkan tubuhnya, berjongkok di depan Bunga.


"Jahilnya anak Papa !" ucap Arya tersenyum, lalu mencium perut Bunga, gemas.


Biasanya orang ngidam, kalau gak istri, suami. Ini malah mereka sama sama mengalami ngidam. Arya merasa calon dede bayi mereka mengerjai mereka berdua.


Bunga tersenyum mengusap kepala Arya," Anak kita ingin berbagi dengan Papanya. Kasian dong Mamanya, kalau ngidam sendiri" ucap Bunga.


Arya berdiri kembali,"jika aku sendiri pun yang mengalami ngidam, aku gak masalah sayang. Yang penting kamu dan anak kita, sehat"balas Arya.


.


.


Lima Tahun kemudian


Oe oe oe oe oe .....!!!


"Selamat ya Pak ! Bu !, anak kalian laki laki" ucap Dokter yang membantu persalinan Bunga itu.


"Trimakasih sayang !, Kamu sudah memberiku tiga jagoan!" ucap Arya, tersenyum bahagia, mencium seluruh wajah Istrinya, menitihkan air matanya.


Bunga tidak menjawab, napasnya masih memburu. Wajahnya basah, bercucuran keringat. Arya pun mengambil tissu melap keringat istrinya. mencium kening istrinya dengan sepenuh hati, satu tanganya megusap ujung kepala Bunga.


"Aku sangat mencintaimu !" ucap Arya.


Bunga tersenyum, setelah napasnya yang memburu mulai teratur. Melihat wajah Arya yang tersenyum kepadanya.


"Aku juga sangat mencintaimu !"balas Bunga.


Usia Bunga masih 22Tahun, tapi ia sudah memberikan Arya tiga anak. Anak pertama mereka sudah berusia 4 Tahun, yang kedua berusia 2 Tahun. Meski Bunga kerepotan mengurus anak anaknya, jangan salah !, Bunga juga berhasil menyelesaikan kuliahnya sampai S1. Dan sekarang Bungalah yang mengelola sekolah warisan kakek Samsul. Arya benar benar berhasil merobahnya menjadi manusia yang berguna. Tentunya menjadi istri yang soleha, dan menjadi Ibu yang baik untuk anak anak mereka.


.

__ADS_1


.


Tahun pun terus berganti


"Aaryan !" kaget Bunga, tiba tiba Arya memeluknya dari belakang. Bunga menghentikan kegiatan memasaknya, memutar tubuhnya ke arah Arya.


Arya langsung menyambar bibir istrinya itu, menciumnya dalam. Rasanya masih sama, masih manis dan nikmat. Meski ia usia pernikahan mereka sudah tujuh belas Tahun.


"Aaryan ! nanti di lihat anak anak !, sudah tua juga, masih saja genit" protes Bunga. Anak anak mereka sudah besar, sudah mengerti urusan orang dewasa. Gak bagus jika anak anak mereka menangkap basah mereka bermesraan


"Ayolah istriku !, kaya gak paham suamimu ini aja. Usiaku baru 42 Tahun, itu belum Tua namanya, tapi matang !" ucap Arya mengendus endus telinga Bunga."Kita tambah anak lagi ya !" ucapnya mesra ke telinga Bunga.


Usia Bunga kini baru 34 Tahun, tentulah belum terlalu tua untuk mengandung lagi.


"Anak kita sudah lima Aaryan, masa mau nambah lagi."


"Ayolah sayang !, itu masih kurang !"bujuk Arya, langsung membopong tubuh Bunga yang bau asap dan bawang.


"Ini masih sore Aaryan !, aku juga belum siap memasak makan malam kita. Nanti anak anak minta makan !" bunga masih menolak ke inginan suami tampannya itu.


Meski usia Arya sudah bisa di bilang tak muda lagi. Ia masih terlihat sangat tampan dan gagah. Tidak nampak kalau sudah berusia empat puluhan. Begitu juga dengan Bunga, sering melahirkan, membuat dia rajin merawat diri, dan menjaga pola makan hidup sehat dan rajin berolah raga. Membuat bentuk tubunya ideal dan kencang, tanpa ada lemak yang bergelambir. Wajah Bunga masih saja terlihat imut dan menggemaskan di mata seorang Arya. Malah wajah Bunga terlihat cantik dan ke ibuan di usianya yang sudah dewasa.


Arya menjatuhkan tubuh istrinya itu di atas tempat tidur, dan langsung menindihnya. Dan terjadilah pembuatan junior mereka yang ke enam sore itu juga.


.


.


TAMAT


#Ceritanya tamat ya !, entar kalau di buat panjang panjang,ntar bosan.


#Semua bisa berobah seiring berjalannya waktu. Anak yang bandel, bukan berarti dia adalah anak yang buruk. Mungkin dia anak yang butuh perhatian lebih. Mungkin itu adalah bentuk protes dirinya, dengan sesuatu yang tidak dapat ia terima. Seperti Bunga contohnya.


#Trimakasih sudah menyempatkan diri membaca kehaluan othor yang receh ini.


#Salam dari saya untuk semua !#

__ADS_1


.


.


__ADS_2