
Dengan wajah sama sama berbinar , Arya dan Zoya kembali ke sekolah dengan membawa piala kemenagan . Zoya mendapatkan juara satu lomba cerdas cermat mapel matematika . Menjadi suatu kebanggaan bagi SMA HARAPAN .
Arya dan Zoya sama sama berjalan berdampingan masuk ke ruangan kantor guru ,untuk memberitahukan kabar menggembirakan .
Kepala sekolah dan semua guru guru yang berada di ruang kantor guru , mengucapkan selamat kepada Zoya atas prestasi yang ia raih.
"Trimakasih nak Zoya , kamu sudah mengharumkan nama baik sekolah kita !" ucap Pak kepsek kepada Zoya .
"Ini juga berkat bimbingan pak Arya pak !" balas Zoya , menjabat tangan pak kepsek dengan sedikit membungkukkan badannya .
"Sudah lama dari sekolah kita tidak mendapatkan juara lomba cerdas cermat mapel matematika . Dulu Pak Arya lah yang terakhir yang membawa pulang piala kemenangan" ucap Pak kepala sekolah , bangga . Ia sudah lama mengabdikan diri di sekolah yang di bangun Kakek Samsul , mungkin sudah ada sepuluh generasi yang ia tamatkan .
"Bapak tidak sia sia menyuruhmu membimbing Zoya pak Arya ! . Bapak percaya kamu bisa !" ucap Pak kepsek lagi kepada Arya .
"Trimakasih sudah memberi saya kepercayaan Pak !" balas Arya .
.
.
Arya melangkahkan kakinya ke arah kelas Bunga setelah kembali dari acara lomba cerdas cermat yang dimenangkan Zoya .
"Selamat siang semua !" sapa Arya setelah melangkahkan kalinya masuk ke dalam kelas , dengan pandangan mengarah kebangku yang di duduki Bunga , ternyata kosong .
kemana lagi anak nakal itu ? , bisa lolos dari mana lagi dia ?,batin Arya .
"Selamat siang juga Pak !" seru semua murid .
"Silahkan buka Bukunya !, kita akan lanjut pelajaran berikutnya" ucap Arya . Tanpa membuang buang waktu , Arya langsung melanjutkan pelajaran berikutnya .
Bunga jangan di tanya dia dimana , ia sibuk bermain game di dalam toilet , duduk di atas washtapel . Ia pikir Arya belum kembali , karna setelah sepuluh menit bel istirahat tadi , Arya belum kembali , sehingga Bunga keluar dari dalam kelas , karna telinganya terasa panas mendengar semua teman satu kelasnya berbisik bisik membicarakan dirinya dan Zoya , karna perdebatan mereka tadi pagi , dan menatap Bunga tak suka .
__ADS_1
"Kok aku kalah terus sih !" kesal Bunga , kepada dirinya sendiri , kemudian menutup aplikasi gamenya .
Kangen sama Papa sama Mama ! , sama kak Rania dan Sofia . Apa mereka benar benar kecewa banget sama aku ya ?,batin Bunga , pandangannya meneduh dengan mata berkaca kaca .
Kenapa semua orang meninggalkanku ? , apa aku sangat buruk ya ? . Ibu ! Ayah ! Mama ! Papa ! Kakek ! Nenek ! kaka Rania ! Sofia ! Aldo ! , batin Bunga lagi . Memanggil satu satu orang orang yang ia sayangi dan yang menyanyanginya .
Bibir Bunga bergetar menahan isak tangisnya tidak keluar , ia sangat merindukan mereka semua . Bunga menagis duduk meringkuk di atas washtapel , memeluk kedua kakinya , meletakkan kepalanya di atas lututnya .Membayangkan jika Arya meninggalkannya juga , Bunga tidak tau seperti apa hidupnya nanti , Mungkin ia akan hidup sebatang kara . Kenapa takdir membiarakannya menghadapi hidup sendirian ?.
"Ayah ! Ibu ! , aku merindukan kalian !"lirih Bunga .
Mendengar pintu toilet ada yang membukanya , Bunga langsung menghapus air matanya , segera turun dari atas washtapel .Dan langsung membasuh wajahnya tanpa melihat siapa yang masuk , ia tidak mau sampai ada yang melihat dia menangis . Setelah merapikan penampilannya , Bunga keluar dari dalam toilet , kembali ke kelasnya .
Tanpa mengetuk pintu Bunga langsung masuk , ia pikir tidak ada guru di dalam .
"Bunga !!" tegur Arya dengan suara kerasnya ,membuat Bunga terlonjak sampai langkahnya mundur .
"Maaf Pak !" Bunga menjawab dengan menundukkan kepalanya , karna merasa matanya sepertinya bengkak .
"Silahkan lari keliling lapangan lima kali !" perintah Arya .
Tes !
Sampai di depan kelas , air mata Bunga menetes . Bunga menepisnya langsung , sambil melangkahkan kakinya ke arah lapangan .
Kenapa dia ? gak biasanya menunduk , biasanya dia menatapku dengan tatapan menantang !,batin Arya , kemudian melanjutkan proses mengajarnya .
Di lapangan Bunga berlari mengelilingi lapangan . Itu sudah mejadi pemandangan yang biasa di saksikan seluruh penduduk sekolah . Sudah tidak heran lagi , jika Bunga menjalani hukuman .
Baiklah Bunga jangan mengharap banyak lagi dengan siapa pun . Jika yang sudah lama menjalin hubungan denganmu bisa meninggalkanmu , apa lagi yang baru !, batin Bunga . Berlari sambil menghapus air matanya yang tidak berhenti mengalis .
Bunga benar benar trauma di tinggalkan orang orang terdekatnya . Ia sudah tidak berani berharap lebih lagi dengan siapa pun atau pun dengan Arya sendiri . ucapan Zoya tadi pagi , terus terngiang di telinganya . Zoya benar ! , hubungannya dengan Arya belum tentu bisa langgeng , mengingat banyaknya wanita yang menyukai Arya , dan berusaha menarik perhatian Arya .
__ADS_1
Bunga sudah bertekat untuk belajar hidup mandiri , tampa harus menyusahkan orang lain lagi .Mulai sekarang ia akan belajar untuk mengelola harta warisan yang di tinggalkan kakeknya . Jujur dihati kecil Bunga , hatinya sedikit terluka dengan tindakan keluarganya yang meninggalkannya . Kenapa harus segitunya keluarganya memberinya pelajaran ?.
Selesai menjalani hukumannya , Bunga pergi ke toilet untuk membasuh wajahnya yang basah keringat dan air mata . Bunga mematut wajahnya di cermin yang menempel di dinding toilet .
Semangat Bunga !, batin Bunga , tersenyum getir .
Kembali ke kelas , Bunga melangkahkan kalinya masuk setelah di persilahkan Arya . Bunga menundukkan kepalanya berjalan ke bangkunya , untuk menutupi wajahnya yang sembab .
Bel pulang pun berbunyi , proses belajar mengajar hari ini telah usai . Para guru dan murid keluar dari kelas masing masing .
"Pak Arya !" panggil Zoya , mendatangi Arya yang baru keluar dari kelas Bunga .
Arya menghentikan langkahnya ," ada apa ?" tanya Arya .
"Orang tuaku mengundang Bapak makan malam , nanti malam , apa Bapak bisa ? . Orang tuaku ingin mengucapkan trimakasih langsung kepada Bapak !, karna sudah membimbingku sampai mendapat juara" ucap Zoya , melirik Bunga yang lewat di samping mereka .
"Oh ! nanti malam ya ?" Arya berpikir , apakah nanti malam ia bisa membagi waktunya atau tidak .
"Orang tuaku sangat ingin berterima kasih kepada Bapak , plese ya Pak !" bujuk Zoya , dengan wajah memohon .
"Ya udah ! , nanti Bapak usahain !" balas Arya , tidak enak hati menolak undangan makan malam orang tua muridnya . Apa lagi Zoya adalah murid kebanggaannya .
"Trimakasih Pak ! , kalau begitu saya permisi Pak !" ucap Zoya dengan wajah berbinar , terlihat sangat cantik .
Mendengar Arya menerima undangan makan malam dari keluarga Zoya , Bunga hanya bisa menghela napasnya , untuk melegakan dadanya yang terasa sesak . Keputusan Bunga mempersiapkan diri untuk belajar hidup mandiri semakin matang . Mungkin Bunga akan memulainya secara perlahan .
"Sayang ! , kamu kenapa ? , kok wajahmu merah ?" tanya Arya tersenyum , kepada Bunga yang menunggunya berdiri bersandar di body mobilnya .
Bunga memutar bola matanya malas , bukankah dia yang menyuruh Bunga berlari di lapangan di bawah terik matahari siang tanpa berperasaan . Sehingga skincare mahal yang Bunga pakai sudah tidak kelihatan kualitasnya lagi. Dan mungkin besok kulit wajah Bunga akan terlihat ngelupas .
.
__ADS_1
.
.