Guru Galak Itu Suamiku

Guru Galak Itu Suamiku
Bab 44


__ADS_3

"Aaryan !" kaget Bunga , karna Arya tiba tiba menganggat tubuhnya dari belakang saat mereka baru masuk ke dalam rumah dan membawanya menaiki tangga . Kini mereka baru pulang dari sekolah . Bunga pun melingkarkan kedua tangannya ke leher Arya .


"Mulai sekarang kamu tidur di kamar atas bersamaku sayang !" ucap Arya , membawa istrinya yang masih memakai seragam putih abu abu itu masuk ke dalam kamarnya . Bunga hanya memanyunkan bibirnya , sudah membayangkan apa yang akan terjadi jika sudah tidur satu kamar dengan Arya .


Sampai di dalam kamar , tanpa menurunkan Bunga dari gendongannya , ia langsung mencium bibir Bunga dalam . Berjalan ke arah tempat tidur , kemudian meletakkan Bunga perlahan tanpa melepas ciumannya . Lama kelamaan Entah apa yang terjadi , terlihat satu persatu pakaian mereka berjatuhan ke lantai .


Terdengar mereka berdua saling bersahutan mengucapkan kata kata cinta dan saling memuji dengan nada nada cinta .


Tok tok tok !


Arya langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu , mendengar ada yang mengetoknya .


"Nak Arya ! itu teman teman Nak Bunga !, sudah menunggu di bawah dari tadi !" sahut Bu Ipa dari luar kamar .


Ais ! kok aku lupa ? , kalau tadi aku menyuruh mereka datang kesini , batin Arya . menjatuhkan tubuhnya yang berkeringat di samping Bunga yang lemas tak berdaya seperti ikan yang kehausan .


"Iya Bu ! suruh tunggu aja Bu ! , sebentar lagi kami keluar !" balas Arya dari dalam kamar .


"Sayang ! ayo mandi ! , teman temanmu menunggu di bawah !" ucap Arya kepada Bunga.


"Aku gak bisa jalan ! , lagian umurku masih 17Tahun , kenapa mengajakku beradegan 21+ , siang siang lagi" Bunga berbicara dengan bibir maju lima senti .


Arya malah tertawa cekikikan ,"Bilang kamu gak menyukainya sayang !." ucapnya kemudian mengulum senyumnya .


"Hm..?" Arya menggigit pelan lengan Bunga .


Bunga yang malu memalingkan wajahnya ke arah lain , menyembunyikan wajahnya yang merah merona .


Di ruang tamu lantai bawah , Gandi ,Vani , Tari dan Leo . sudah lebih satu jam mereka menunggu di ruang tamu , namun tuan rumah belum juga datang menemui mereka . Tadi saat di sekolah , Arya menyuruh Gandi untuk datang ke rumahnya bersama teman temannya . Gandi pikir itu untuk membicarakan masalah yang menaroh obat sialan itu ke minuman Bunga saat mereka di karaokean .


"Pak Arya lama kali sih turunnya ?, ngapain aja sih dia di kamarnya siang siang begini ?"berenggut Vani , cemilan dan minuman yang di sajikan Bu Ipa sudah habis semua . Mereka belum tau , kalau Bunga tinggal di rumah guru tampan mereka itu .


"Mana ku tau !" jawab Gandi .


"Sebentar lagi Nak Arya turun katanya !" ucap Bu Ipa , yang baru menuruni anak tangga .

__ADS_1


"Iya Bu ! , boleh nambah minuman sama makanan lagi ?. hehehe...!" Cengir Vani .


"Vani ! , bikin malu aja !" tegur Tari , mereka berada di rumah guru mereka , bukan di rumah teman , Vani malah ga ada sungkan sungkannya meminta nambah makanan .


"Gak apa apa Nak ! , tunggu sebentar ya ! , biar Ibu ambilin !" ujar Bu Ipa , kemudian melangkahkan kakinya ke dapur .


"Gak apa apa kali !" balas Vani . Dia adalah salah satu murid yang tidak segan dan takut dengan Arya , sifatnya hampir sama dengan Bunga .


Tari memutar bola matanya malas , melihat Vani sering sekali tidak tau malu .


Hampir setengah jam mereka menunggu , barulah mereka mendengar suara kaki menutuni anak tangga . Vani Tari Gandi dan Leo sama sama mengalihkan tatapan mereka .


Mereka melihat Arya dan Bunga sama smaa menuruni anak tangga dengan bergandengan tangan . Melihat rambut mereka sama sama basah , terlihat jelas kalau mereka baru selesai mandi .


Wajah Arya dan Bunga terlihat sama sama bersinar cerah , bak matahari pagi tanpa embun .Rona kebahagiaan sangat terpancar dari wajah ke duanya , seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru . Ya ! mereka memang baru mendapatkan mainan baru / lebih tepatnya permainan baru .


"Maaf lama menunggu !" ucap Arya , kemudian mendudukkan tubuhnya di sofa , menarik Bunga untuk duduk di sampingnya .


"Ada yang ingin Pak Arya jelaskan ?" tanya Gandi , netranya tidak lepas dari Arya dan Bunga dari tadi . Begitu juga dengan Vani Yari dan Leo .


Bunga yang ditatap seperti itu oleh ke empat sahabatnya , menundukkan kepalanya sambil menggigit gigit bibir bawahnya . Tadi ia menolak untuk ikut turun , tapi Arya memaksanya , menarik tangannya keluar dari kamar.


"Sebenarnya saya dan Bunga sudah menikah dari empat Bulan lalu !" ucap Arya , membuat mereka berempat kaget , semakin menajamkam pandangan mereka kepada dua sejoli itu , tidak percaya .


"Aku menikahi Bunga , selain karna aku ingin membalas budi kebaikan kakek samsul dan ingin menjalankan wasiatnya untuk menjaga Bunga . Aku menikahinya karna aku memcintainya . Bukan seperti gosip yang kalian dengar di sekolah . Aku tidak terpaksa sama sekali . Justur Bungalah yang terpaksa menikah denganku !." Arya berbicara , sambil menarik Bunga , menyandarkan kepala Bunga di dadanya , kemudian mengusap usap kepala Bunga dengan sayang .


Meski Arya tidak mengikuti grub chat sekolah , Arya tau apa saja gosip yang beredar di sekokah . Karna sering tanpa sengaja ia mendengar kaum hawa cabe cabean di sekolah bergosip .


"Kenapa gak menunggu Bunga lulus sekolah dulu baru menikahinya ?" tanya Gandi lagi , seharusnya kan seperti itu ! . Apa lagi Arya adalah seorang guru , apa gak rusak nama baiknya , karna menikahi muridnya sendiri .


"Mendiang Nenek sangat ingin melihatku menikah !" jawab Arya , wajahnya berobah sedih mengingat Nenek kesayangannya itu . Bersyukur dia menikahi Bunga , sehingga ia bisa mengalihkan rasa sedihnya karna kehilangan sang Nenek . Bunga adalah obat sedihnya , Bunga adalah penghibur hatinya , Bunga adalah kebahagiaannya , Bunga adalah tujuan hidupnya , Bunga adalah penguat hatinya .


Arya mencium ujung kepala Bunga di depan ke empat muridnya itu dengan raut wajah sedih dan mata berkaca kaca . Seolah ia mencari kekuatan dari aroma tubuh Bunga , yang mampu menenangkan hatinya .


Gandi Leo Vani dan Tari megangguk anggukkan kepala mereka , paham .

__ADS_1


"Saya gak mau kalian menilai buruk Bunga , jika terjadi sesuatu dengannya , makanya saya memberitahu tentang pernikahan kami kepada kalian , kalian pasti paham maksudku !" ucap Arya lagi . Sepertinya Arya sudah wanti wanti , karna sudah menanam benihnya di ladang milik Bunga .


"Maksud Bapak ?" Vani yang otaknya di bawah rata rata tidak paham dengan maksud perkataan Arya .


"Kalian pasti bisa menebak apa yang dilakukan suami istri , dan kalian pasti tau resiko apa yang bisa terjadi !" jelas Arya .


Mendengar apa yang di katakan Arya , Bunga menyurukkan wajahnya ke dada bidak Arya . Ia malu , Arya memberitahu kepada teman temannya . Kalau mereka sudah melakukan hubungan suami istri , ia sudah tidak perawan lagi , gara gara jus mangga sialan itu .


Vani yang juga belum paham , menggaruk leher belakangnya , berpikir , mencoba mencerna yang di ucapkan Arya .


"Tekdung Vani..!, masa itu aja gak paham ?" geram Gandi , kepada sahabat lolanya itu alias loding lambat .


"Oo..tekdung !" ulang Vani ." aku pahan , aku paham , berarti kita akan punya ponakan dong ! . pasti asik ! , kita bawa nongkrong nanti" Seru Vanisenang .


"Bapak minta kalian menyembunyikan status kami yang sebenarnya . Biarkan orang orang menganggap kami masih bertunangan " ujar Arya . Dari tadi tangannya tidak berhenti mengusap usap kepala Bunga dari belakang .


"Kalau begitu selamat Pak ! Bunga ! , semoga pernikahan kalian langgeng selamanya !" ujar Gandi .


"Trimaksih !" balas Arya .


Vani , Tari dan Leo Pun mengucapkan selamat kepada Arya dan Bunga .


"Pak Arya ! pajak jadiannya mana !" ucap Vani tiba tiba .


"Gak ada !" sahut Bunga langsung dari dalam pelukan Arya .


"Dasar pelit !" cibir Vani .


"Ya udah ! kalian mau di traktir makan apa ?" tanya Arya , dari pada terjadi perang antara Vami dan Bunga . Arya sudah melihat itu terjadi , Vani dan Bunga serinh tarik tarikan rambut .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2